
Namaku Wilson Sailert. Seorang bangsawan dari kerajaan Fantasia. Aku memiliki seorang adik yang jenius, dia berbakat dalam hal akademis, atletis, dan sihir. Di bandingkan dengan ku, aku tidak memiliki bakat sama sekali. Karena itulah, Ayah dan Ibu ku lebih memerhatikan adik ku. Jujur itu membuatku cemburu.
Adik ku tidak hanya berbakat dalam berbagai bidang, dia juga sangat baik. Dia selalu perhatian padaku, jujur itu sangat mengganggu.
Dia bersikap baik, mungkin hanya untuk mencari perhatian saja. Dia pasti hanya ingin namanya di kenal sebagai Bangsawan berbakat dan baik hati.
Pada saat aku berumur 15 tahun, ayah dan ibu ku mulai membicarakan siapa yang akan menjadi kepala keluaraga. Para anggota keluarga yang lain memilih adik ku yang berbakat dan baik hati itu! Itu membuatku kesal, apa-apaan itu! Aku adalah anak pertama dari kepala keluarga Sailert! Seharusnya aku yang menjadi kepala keluarga selanjutnya! Kenapa mereka malah memilih adik ku? Apakah karena dia berbakat? Jika memang seperti itu, dunia in sungguh tidak adil! Orang berbakat dengan mudah mendapatkan segalanya, sedangkan orang tidak berbakat seperti ku tidak bisa mendapatkan apa yang ku inginkan, sungguh membuat ku kesal.
Untung saja ayah ku mempertimbangkan hal itu, hingga umur kami 20 tahun.
Pada saat aku berumur 17 tahun, aku jatuh cinta pada seorang bangsawan perempuan. Aku tidak pernah melihat wanita secantik dia, aku ingin menjadikan nya tunangan, dengan menggunakan nama keluarga ku, pasti perempuan itu mau menjadi tunangan ku. Tapi.....
Perempuan yang ku suka, mengajukan diri nya untuk menjadi tunangan adik ku. Saat itu, hati ku berasa hancur berkeping-keping. Itu tambah membuat ku membenci adik ku, orang tua ku, keluarga ku. Dan perasaan cinta ku berubah menjadi benci, hanya ada perasaan kebencian saat aku melihat perempuan yang kusuka menjadi tunangan adik ku.
Dunia sungguh tidak adil! Mengapa selalu adik ku yang mendapatkan segala nya? Mengapa selalu dia? Sialan!! Mengapa.... Dunia sungguh tidak adil.
Untuk menghibur diri ku, aku berjalan di sekitar kota. Saat itu aku bertemu dengan seorang bangsawan. Saat melihat dia, aku bisa mengetahui kalau dia itu bernasib sama dengan ku, korban dari kejam nya ketidak adilan dunia ini. Aku bisa tahu itu dari raut wajah nya.
Saat itu, aku mengajak nya berkenalan. Dia menyebutkan nama nya Gaztor Bilbald. Setelah berkenalan aku mengajak Gaztor pergi ke sebuah Bar. Biasanya aku datang ke Bar saat malam, tapi karena sekarang kena mood nya untuk minum alkohol, aku pun pergi ke Bar pada siang hari. Bersama Gaztor tentu saja.
Selama di Bar kami bercerita tentang diri kami masing-masing, aku menceritakan semua kejadian yang menimpa ku. Saat aku sudah bercerita, Gaztor menunjukkan simpati nya pada ku. Dia berkata. "Ternyata kita memiliki nasib yang sama."
Aku menyuruh Gaztor bercerita. Dan seperti katanya dia memiliki nasib yang sama seperti ku.
Dia memiliki adik yang berbakat, berkat itu Gaztor di kucilkan di keluarga nya. Bahkan ada bagian cerita wanita yang ia cintai menjadi tunangan adik nya. Sungguh aku bersimpati padanya. Dunia ini memang tidak adil.
Kami minum di Bar sampai malam, saat kami hendak pulang. Gaztor menanyakan sesuatu yang sudah jelas.
"Apakah kau ingin menjadi kepala keluarga di keluarga mu?" Tanya nya.
Aku menjawab, aku tertarik. Semua orang pasti akan tertarik untuk menjadi kepala keluarga seorang bangsawan. Jika kita berhasil menjadi kepala keluarga, kita akan mendapatkan kekayaan, kekuasaan, dan kekuatan.
"Tapi kau tidak bisa mendapatkan nya kan?" Kata Gaztor dengan dingin. "Seberapa keras orang yang tidak berbakat seperti kita mencoba nya, kita pasti akan di kalahkan dengan orang berbakat. Hal itu membuat usaha kita sia-sia."
Yang di katakan Gaztor benar. Tidak ada gunanya orang seperti kita mencoba.
"Kalau boleh jujur, aku tidak lagi tertarik akan hal itu." Kata Gaztor. "Kalau kau juga tidak tertarik akan hal itu lagi, aku akan membantu mu mencari hal menarik lain yang bisa memuaskan diri mu. Bagaimana kau mau? Sebagai balasan, kau harus membantu ku mencari hal menarik lain yang bisa memuaskan diri ku."
"Syarat yang bagus, aku akan membantu mu."
Mulai saat itu kami mulai bersahabat, dan berusaha mencari hal baru yang menarik.
Aku berhasil menemukan nya! Itu hanya memakan waktu satu bulan, hal menarik itu ada di daerah kumuh kerajaan Fantasia. Hal menarik itu adalah rumah bordil.
Aku menghibur diri ku dengan wanita yang ada di sana, dalam sekejap aku bisa melupakan urusan dunia.
Walaupun aku berhasil menemukan tempat yang dapat membuat ku tertarik, Gaztor sama sekali tidak tertarik dengan hal itu.
Tiga tahun berlalu, aku dan Gaztor berumur 20 tahun, nama ku semakin buruk di antara bangsawan, itu karena aku selalu pergi minum alkohol dan pergi ke rumah bordil. Tapi masa bodoh dengan semua itu.
Asal diri ku bahagia, aku tidak akan memikirkan perkataan buruk dari para Bangsawan.
Pada saat inilah, pewaris harta dan jabatan ayah ku di berikan. Tentu saja aku tidak terpilih, yang terpilih adalah adik ku, seminggu setelah dia terpilih sebagai kepala keluarga, dia menikah dengan tunangan nya.
Tidak ada rasa cemburu, karena aku sudah tidak tertarik lagi dengan hal yang berhubungan dengan jabatan.
Setahun kemudian, umur ku menginjak 21 tahun, aku masih pergi ke rumah bordil dan minum-minum alkohol. Tentu saja dengan Gaztor.
Selama setahun adik ku menikah, ia di karuniai seorang anak. Wajah nya sangat bahagia, pada saat itu, saat melihat wajah nya itu, aku sangat kesal. Pemikiran tentang dunia tidak adil memenuhi kepala ku lagi.
Saat di bar bersama dengan Gaztor dia mengatakan hal yang mengejutkan.
"Wilson apakah kau ingin menjadi kepala keluarga?"
"Kenapa kau tiba-tiba membahas itu lagi, jawaban nya sudah pasti. Aku tidak tertarik. Kau sendiri kan yang bilang? Walaupun kita berusaha kita selalu akan di kalahkan orang yang berbakat."
"Kalau kau bisa mendapatkan nya, apakah kau tertarik?"
"Tentu saja aku tertarik, tapi kita tidak bisa mendapatkan nya."
Gaztor terkekeh, "Kalau begitu Wilson, lihat saja besok aku akan menjadi kepala keluarga besok."
"Terus lah bermimpi Gaztor. Tapi jika kau berhasil, tolong bantu aku juga."
Ke esokan hari nya, aku mendengar kepala keluarga Bilbald meninggal dunia, itu adalah adik dari Gaztor. Karena adik Gaztor tidak memiliki keturunan, posisi kepala keluarga jatuh kepada Gaztor.
Kematian mendadak, adik Gaztor mengundang kecurigaan. Itu tentu saja, adik nya mati secara tiba-tiba, bisa saja Gaztor meracuni adik nya.
Tapi hasil penyelidikan, membuktikan Gaztor tidak bersalah.
Setelah itu, aku tidak bertemu Gaztor selama sebulan penuh. Saat di Bar biasa, Gaztor mendatangi ku, saat itu aku terkejut melihat nya. Wajah nya semakin tua, ia seperti pria berumur 30 tahunan. Saat aku bertanya padanya apa yang menyebabkan dia seperti itu, Gaztor menjawab. "Ini bentuk pengabdian ku kepada dewa."
Itu membuat ku tertawa. Ternyata Gaztor mempercayai hal seperti itu ya.
"Wilson, aku sudah menemukan hal yang membuat ku tertarik, itu melebihi ketertarikan ku akan kekuasaan. Hal yang membuat ku tertarik adalah keberadaan Dewa!"
"Baguslah kalau begitu, kau menemukan nya."
"Wilson kau ingin menjadi kepala keluarga? Aku bisa membantu mu!"
"Benarkah?"
"Itu benar. Jika kau menjadi kepala keluarga kau bisa mendapatkan segala nya!"
"Aku tahu itu. Tapi apakah kau bisa melakukan nya?"
"Tentu saja bisa."
"Kalau begitu lakukan sekarang!"
"Baiklah, tapi dengan satu syarat."
"Apa itu?"
"Kau harus jadi bawahan ku, kau harus membantu ku untuk mengerjakan misi yang di berikan Dewa yang agung kepada ku."
"Boleh saja, tapi kenapa aku? Aku tidak bisa apa-apa untuk membantu mu."
"Setiap orang memiliki peran masing-masing, hanya saja kau belum dapat peran itu. Jika kau sudah dapat peran itu, kau pasti akan berguna."
"Begitu ya. Jadi apa yang harus aku lakukan untuk menjadi kepala keluarga?"
"Untuk sekarang temani aku minum-minum dulu. Jangan terburu-buru."
Aku menuruti permintaan Gaztor, kami berdua minum-minum hingga teler sampai pagi.
Saat pagi, terdengar pintu Bar di buka dengan keras.
"Tuan Wilson! Adik anda meniggal!"
Yang membuka nya adalah pelayan dari rumah Sailert.
Apa!? Adikku meninggal!? Apakah ini perbuatan Gaztor? Aku melihat ke arah Gaztor yang masih terbaring di meja. Ia masih teler karena alkohol. Jika tidak karena terkejut, aku pasti masih teler karena alkohol itu. Untuk saat ini, aku akan mengikuti arus.
Aku berjalan mendekati pelayan.
"kenapa bisa adik ku meninggal!?" Aku berkata dengan nada tinggi.
"Karena penyakit!"
"penyakit!? Tapi adik ku tidak memiliki riwayat penyakit."
"Itulah. Saya juga tidak tahu apa penyebab penyakit itu!"
"Tidak ada gunanya kita berbicara di sini, aku ingin menemui adik ku."
"Ba-baik ikuti saya tuan!"
Aku dan pelayan berlari menuju rumah Sailert, saat berada di depan gerbang rumah, aku melihat istri adik ku yang berdiri di balkon lantai dua, ia berdiri sambil memegangi anak nya yang masih bayi.
"Nona!?" Pelayan berteriak dengan terkejut.
Saat itu, istri adik ku melompat dari lantai dua bersama dengan anak nya yang masih bayi.
"Nonaaaaaa!" Pelayan berteriak.
Pelayan dengan cepat membuka gerbang, lalu berlari menuju istri adik ku. Para pelayan dan para prajurit yang menjaga rumah Sailert juga berdatangan ke arah istri adik ku.
Aku yang berada di depan pagar pun ikut mendatangi istri adik ku.
Saat itu posisi adik ku jatuh dalam posisi tengkurap, hal itu membuat anak yang berada di pelukan nya terhempas terlebih dahulu. Pelayan berkata, anak nya tidak dapat di selamatkan karena itu, dan istrinya adik ku sudah pasti juga tidak dapat di selamatkan.
Apa ini? Adik ku dan istri adik ku mati. Tapi....
Perasaan ku sungguh sangat senang, tidak ada kesedihan. Yang ada hanyalah rasa gembira. Tanpa sadar aku tersenyum, tetapi sebelum di lihat oleh orang lain, aku menyembunyikan senyuman ku.
"Ke-kenapa dia melompat?" Aku membuat suara ku bergetar seperti orang ketakutan.
Pelayan yang memeriksa keadaan istri adik ku menggelengkan kepala nya. Lalu ia menjawab dengan suara bergetar ketakutan. "Ti-tidak tahu."
"Se-sebaiknya kita memanggil penyidik!" Kata salah satu pelayan.
"I-itu benar." Aku menjawab.
Lima belas menit kemudian penyidik datang, mereka menyelidiki kejadian ini selama satu jam. Dan hasil nya, ini murni bunuh diri. Itu karena di kamar istri adik ku di temukan surat terakhir yang di tulis istri adik ku bersamaan dengan meninggal nya adik ku.
"Adik anda meninggal lima menit sebelum istri nya bunuh diri, pada saat itu ia menuliskan surat yang kami jadikan barang bukti kalau ini adalah murni perbuatan bunuh diri. Kami mengira, anda mengancam nya untuk melakukan bunuh diri, tapi dari kemarin sampai hari ini anda berada di Bar, itu di buktikan dari kesaksian penjaga Bar. Sebelum nya kami juga mengira anda meracuni adik anda, karena kematian nya yang mendadak. Tapi seperti yang saya bilang sebelum nya, dari kemarin hingga hari ini, anda berada di Bar. Itu sudah cukup untuk menjadi alibi anda. Kami juga sudah memeriksa pelayan yang lain, tapi mereka juga terbukti tidak bersalah.
Ini surat dari istri adik mu! Kalau begitu kami permisi." Kata kepala penyidik menjelaskan padaku. Lalu ia memberikan surat kepada ku.
Aku membuka surat yang di tulis adik ku.
"Hidup ku sudah berakhir! Bersamaan dengan orang yang paling kucintai mati. Tidak ada gunanya hidup tanpa dia! Aku akan menyusul nya menuju surga, tetapi....
Aku merasa kasihan kepada anak ku, jika aku menyusul suami ku ke surga, anak ku akan hidup sendirian. Karena itu aku memutuskan untuk membawa anak ku pergi bersama, untuk menyusul ayah nya." Tulisan tangan dari surat yang ku baca tidak salah lagi adalah milik istri adik ku!
Aku mengacak-acak surat istri adik ku aku membentuk nya seperti sebuah bola, setelah itu aku melemparkan nya kesembarang tempat.
"Tuan! Kenapa!? Ini adalah peninggalan dari-"
"Dasar wanita bodoh!"
Semua orang terkejut dengan perkataan ku.
"Membawa anak nya mati karena adik ku telah mati. Jika adik ku tahu hal itu, bagaimana dengan perasaan nya!? Dia hanya wanita egois yang mengorbankan anak nya! Kematian istri dan anak nya bukanlah hal yang dia inginkan.... Tapi kenapa.... Wanita bodoh itu.... Sialan!"
Aku duduk di lantai dan berpura-pura menangis.
"Tuan...."
Jam demi jam berlalu, sekarang hari sudah malam. Seluruh keluarga Sailert berkumpul untuk membahas siapa yang akan menjadi kepala keluarga berikut nya. Saat di tengah pembahasan itu, aku angkat bicara.
"Apa yang kalian bicarakan? Menurut aturan, aku yang harus menjadi kepala keluarga. Aturan ini mutlak langsung di buat leluhur keluarga kita, jika kalian membahas siapa yang akan menjadi kepala keluarga selanjutnya, kalian berarti tidak menghormati peraturan leluhur."
Dan karena itulah, sudah di putuskan, aku menjadi kepala keluarga selanjutnya.
Ke esokan hari nya, datang beberapa orang prajurit untuk membawa ku ke istana. Ada apa ini? Apakah aku akan di tangkap? Tenang Wilson. Aku sama sekali tidak bersalah.
Aku di bawa keruang tahta, di sana hanya ada Raja saja yang duduk di singgassana nya. Aku berlutut di hadapan nya, sambil menundukkan kepala.
"Wilson," Kata Raja.
"A-ada apa yang mulia memanggil hamba?" Jantung ku berdebar sangat kencang.
"Aku memiliki janji dengan adik mu. Janji itu adalah untuk memberikan nya hak kepemimpinan sebuah kota."
Perasaan bahagia memenuhi tubuh ku sekarang. Aku tersenyum.
"Karena adik mu sudah meninggal, aku berikan hak kepemimpinan kota itu pada mu. Apakah kau mau menerima nya?"
Jawaban nya sudah pasti. "Akan hamba terima."
Aku mendongak, menatap wajah raja. "Ngomong-ngomong kota apa yang akan saya pimpin?"
"Kota Banitza."
Kota Banitza? Tidak pernah dengar.
"Yang ingin ku katakan hanya itu saja, kau boleh pergi Wilson."
Aku berdiri, membungkuk untuk memberi hormat, lalu berjalan keluar ruang tahta.
Saat di luar, aku lanjut berjalan keluar istana lalu pulang kerumah keluarga Sailert.
Saat di rumah keluarga Sailert, aku pergi ke kemar ku. Saat di sana, aku menumpahkan semua rasa senang ku.
"Hahahahahahahaha," Aku menumpahkan nya ke tawa yang sangat keras. "Aku tidak menyangka hari ini akan datang. Aku tidak tahu apa yang Gaztor perbuat.... Tapi, aku sudah menjadi kepala keluarga sekarang. Hahahahahaha!"
Aku secara paksa menghentikan tawa ku. Jika aku terus melakukan nya, itu pasti akan menimbulkan kecurigaan.
Ke esokan hari nya, aku berangkat ke kota Banitza menggunakan kereta kuda.
Aku sampai di kota Banitza waktu malam, tempat tinggal ku sudah di sediakan di sana, itu adalah Vila yang berada di distrik bangsawan.
Ke esokan hari nya, aku memanggil semua bangsawan, untuk mengadakan rapat.
Saat rapat aku bertanya, tentang kondisi kota ini.
Dan hasil nya, sangat buruk, di kota ini tidak ada sektor pertanian, peternakan, dan sumber daya alam lain nya. Lalu bagaimana warga kota ini bertahan hidup? Aku menanyakan hal itu, para bangsawan menjawab : "Kami yang memberi makan mereka, menggunakan kekayaan kami." Kenapa tidak pakai uang pajak? Saat aku bertanya seperti itu, mereka menjawab. "Pajak dari mana? Pedagang saja tidak ada yang mau memasuki kota ini. Pajak dari pertanian, kota ini tidak memiliki hal itu, peternakan, kota ini tidak memiliki nya. Pajak bumi bangunan, rata-rata warga kalangan bawah tidak memiliki rumah."
Mendengar semua jawaban itu, aku hanya bisa mengutuk Raja yang menaruh ku di kota yang sangat jelek ini. Padahal aku berharap bisa menggunakan uang pajak untuk memperkaya diri ku, tapi....
"Haaaah," Sialan!
Setelah rapat, di kamar ku, aku berbaring di atas kasur.
"Raja sialan! Suatu saat akan ku balas dia karena membuat ku seperti ini. Dengan bantuan Gaztor, hal itu sangat mungkin." Lagi pula, dia yang membuat ku bisa menjadi kepala keluarga, jadi untuk membantu ku membalas dendam kepada raja itu sangat mudah kan?
Dengan segera aku mengirim surat kepada Gaztor.
Seminggu kemudian surat ku tidak di balas, aku malah mendapat pesan dari Raja.
"Putri ku bernama Yuri akan menjadi pemimpin di kota Banitza. Aku harap, kau mau membantu nya dalam memimpin kota itu."
Setelah membaca surat itu aku merobek nya, tapi sebelum terobek semua, aku melihat pesan tambahan di bagian bawah.
"Gaztor di kabarkan menghilang, dan seluruh keluarga Bilbald sudah mati. Mereka mati bersamaan dengan saat Gaztor menghilang. Jadi kami menduga kalau Gaztor lah yang membunuh keluarga nya, kemudian ia melarikan diri.
Aku memberitahu ini, karena kau teman Gaztor mungkin saja kau tahu keberadaan nya. Jika tahu segera kirim pesan kepadaku."
Serius!? Gaztor menghilang!?
Kalau memang benar, aku tidak bisa lagi meminta bantuan nya. Sialan!!
Dengan cepat aku merobek surat nya.
Ke esokan hari nya, Putri raja yang bernama Yuri datang. Dia adalah gadis yang cantik dengan rambut hitam panjang nya.
Jika dia bisa menjadi tunangan ku, mungkin saja aku bisa mewarisi tahta kerajaan. Tapi....
Dengan segera pemikiran ku di bantah, Putri Yuri adalah gadis yang bodoh. Dia tidak bisa menghitung keuangan kota, tidak memiliki karisma, dia adalah gadis yang tidak berguna. Gadis yang seperti nya tidak mungkin di pilih untuk mewarisi tahta kerajaan.
6 bulan aku membantu Putri Yuri mempimpin Kota Banitza, selama dia memimpin, kota Banitza tidak mengalami perkembangan sama sekali. Aku sudah putus asa membantu gadis ini, di tengah keputusasaan itu, datang seseorang dengan topeng badut. Saat dia membuka topeng nya, ternyata wajah yang akrab ada di balik topeng itu. Dia adalah Gaztor.
Dia datang kepada ku untuk meminta bayaran karena telah membuat ku menjadi kepala keluarga.
Aku menyetujui nya, karena memang begitu kesepakatan nya. Dia memberikan ku, sebuah minuman, katanya, di minuman itu terdapat mahluk hidup bernama parasit, mahluk hidup itulah yang membuat adik ku dan istri nya mati. Dan Gaztor juga memberitahu kalau aku bisa mengendalikan mahluk hidup itu sesuka hati, jadi maksud nya. Seseorang yang sudah di kendalikan oleh mahluk hidup itu, bisa ku kendalikan melalui mahluk hidup yang ada di otak nya.
Gaztor ingin aku mengendalikan, seluruh penduduk di kota ini, dengan cara meminumkan minuman yang di berikan padaku.
Sementara aku meminumkan minuman ini, Gaztor pergi ke ibukota untuk menjalankan misi yang di berikan oleh dewa bernama Pierot. Aku tidak menanyakan detail misi itu, karena itu bukan urusan ku.
Mulai lah aku membagikan minuman ini di seluruh kota. Tapi....
Semua penduduk menolak! Mereka berkata : "Para bangsawan, tidak percaya dengan mu. Kami juga begitu, dari awal kau itu mencurigakan, bisa saja kau memasukkan sesuatu di dalam minuman itu!"
Sialan para bangsawan di kota ini....
Kalau begitu, aku akan menyuruh orang yang paling berkuasa untuk meminum minuman ini, lalu aku akan mengendalikan nya untuk menyuruh para warga meminum minuman ini.
Karena itulah aku menyuruh Putri bodoh yang bernama Yuri untuk meminum minuman ini.
Dia meminum nya! Aku berhasil. Tapi aku tidak bisa mengendalikan nya, kenapa?
Lalu aku melihat surat kecil di bagian bawah botol.
"Mahluk itu, memerlukan satu bulan agar bisa di kendalikan."
Satu bulan ya... Aku hanya harus bersabar.
Ke esokan hari nya, Putri Yuri berpamitan padaku, dia ingin kembali ke istana, karena ada urusan penting.
Beberapa hari kemudian dia kembali dengan senyum lebar di wajah nya.
Sebulan berlalu, mahluk yang bernama parasit yang di berikan Wilson padaku sudah bisa ku kendalikan, dan sekarang Putri Yuri berada dalam kendali ku.
Aku pun menyuruh Putri Yuri untuk menawarkan minuman yang di berikan Gaztor kepada seluruh warga. Tapi sekali lagi, minuman itu di tolak. Alasan nya karena, terdapat minuman yang sangat enak bernama Susu Coklat. Minuman itu berada di kota tetangga yang bernama Cocoa, para Warga rela pergi ke kota itu untuk membeli minuman yang bernama susu coklat ini.
Sekali lagi aku berada di dalam keadaan putus asa, karena itulah aku ingin menghibur diri ku dengan cara menikamati tubuh Putri Yuri.
Pada malam hari, di kamar ku, Putri Yuri bersiap untuk jadi mainan ku. Sebelum aku memainkan nya, Gaztor datang padaku.
Dia bilang, dia memerlukan putri Yuri untuk rencana nya. Aku tidak menanyakan detail nya, tapi yang jelas rencana ini akan membuat ku menjadi penguasa kerajaan Fantasia.
Pertama-tama, yang harus dilakukan adalah membuat pasukan Wyvern di perbatasan untuk menyerang kota Cocoa. Itu dilakukan agar pasokan susu Coklat dari kota Cocoa berkurang.
Setelah itu kami harus menyediakan bahan makanan kelas tinggi agar para warga tidak lagi bergantung pada bahan makanan dari kota lain.
Kemudian kami akan menyebar minuman parasit ke seluruh dunia, agar bisa membuat pasukan untuk mengkudeta kerajaan. Untuk menyebar minuman itu, aku harus membangun pasar gelap untuk menyebarkan minuman itu secara diam-diam.
Langkah pertama kami berhasil, aku tidak tahu bagaimana Gaztor melakukan nya, yang pasti pasukan Wyvern sudah menyerang kota Cocoa.
Bahan makanan berkelas tinggi, kami ambil dari istana. Aku menyuruh Putri Yuri untuk meminta pelayan setia nya mengambil bahan makanan kelas atas. Dan dalam waktu singkat bahan makanan itu sudah tersebar di pasaran kota Banitza. Di saat bersamaan, kami berhasil menyebarkan minuman parasit, melalui pasar gelap. Awal nya hanya rakyat kecil, tapi semakin lama minuman itu sudah menyebar ke kalangan bangsawan.
Di saat itu juga, Gaztor memberikan kabar baik, dia memiliki sihir untuk mempercepat aku mengendalikan parasit yang ada di otak para warga kota Banitza. Salah. Bukan hanya warga kota Banitza, tapi seluruh orang yang meminum minuman parasit bisa ku kendalilan.
Seharus nya saat ini sudah cukup untuk mengkudeta kerajaan, tapi Gaztor berkata, masih terlalu cepat untuk melakukan itu, jadi dia menyuruh ku untuk menunggu.
Sebulan lagi berlalu, aku masih di suruh menunggu oleh Gaztor.
Beberapa hari kemudian, aku di berikan detail rencana lagi oleh Gaztor.
Tapi di saat itu juga gangguan datang, mulai dari agen minuman parasit ku yang hampir tertangkap organisasi Low Light, untung nya agen ku itu sudah ku bunuh menggunakan parasit untuk menyerang jantung nya, ini hal yang di lakukan Gaztor pada adik ku dulu.
Lalu beberapa hari kemudian, ada mata-mata dari kota Cocoa. Dan kali ini aku beruntung lagi, mata-mata itu sudah berada dalam kendali ku.
Dan sekarang kami melakukan tahap terakhir rencana.
Tahap akhir nya adalah menyiapkan senjata untuk melakukan kudeta nanti, senjata itu adalah Putri Yuri yang mendapatkan kekuatan khusus.
Lalu kami juga sudah menyiapkan rencana cadangan, yaitu menyebarkan minuman parasit ke makanan keluarga kerajaan.
Sejauh ini rencana berjalan dengan lancar.
-------------------------------------------
Author's Note.
Maaf beberapa hari nggak Update. Chapter ini lebih panjang dari biasanya. Makanya agak lama baru selesai.
Bila ada kesalahan ketik, tolong segera lapor di kolom komentar. Segera akan saya perbaiki.