From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 194 Keadaan yang tak Terkendali



"Mira..... Kak Mira..... Kak Mira!"


Aku membuka mata ku, dan melihat wajah Arisa yang sedang menangis, sambil menatap ku dengan khawatir.


"Syukurlah Kak Mira sudah bangun."


Arisa menghembuskan nafas lega.


Aku bangkit lalu melihat sekeliling, saat ini aku sedang berada di tempat dengan cahaya minim, lalu terdapat tiang dengan jarak sedemikian rupa agar seseorang tidak dapat lewat. Tempat ini tidak salah lagi. Ini adalah......


"Penjara?"


Dan juga bau di sini sangat tidak nyaman. Saking tidak nyaman nya, aku menjadi susah bernafas.


"Kak Mira benar, saat di kamar Kak Mira mereka menyegel sihir Kak Mira kemudian menggunakan kutukan untuk membuat Kak Mira tidak sadarkan diri lalu membawa Kak Mira bersama dengan ku kesini.


Penyegelan mereka sangat kuat, bahkan (Super Magic) tidak dapat di gunakan."


Bahkan (Super Magic) tidak dapat di gunakan!? Apakah itu benar? Karena masih kurang yakin, aku bertanya pada Arisa.


"Kau yakin (Super Magic) juga tidak dapatkan di gunakan?"


"Aku sangat yakin."


Kalau begitu, ini benar-benar merepotkan. Kekuatan untuk menyegel sihir kami adalah dengan menggunakan nyawa pengikut dewa Pierot. Jika pengikut nya sangat banyak, mereka bisa menyegel kekuatan sihir kami sesuka hati dengan taruhan nyawa. Walaupun pada akhir nya mereka semua akan habis untuk menahan sihir kami. Tetapi itu juga berlaku untuk energi sihir kami, energi sihir kami akan habis jika menggunakan sihir. Ini seperti taruhan, pengikut Dewa Pierot yang habis duluan untuk menahan sihir kami, atau energi sihir kami habis duluan. Mereka memiliki cara untuk menyegel sihir kami, itu menjadikan kelompok agama ini sangat merepotkan.


Kesampingkan masalah merepotkan ini terlebih dahulu, saat ini yang perlu di lakukan adalah....


"Apakah ada jalan keluar dari penjara ini?" Aku bertanya pada Arisa.


"Entahlah. Aku tidak memeriksa nya."


Setelah mendengarkan jawaban Arisa, aku berdiri lalu menggunakan sihir (Fire Ball) untuk menghancurkan jeruji besi. Tapi sihir ku tidak bisa keluar.


"Seperti nya sihir kita di segel." Kata ku saat menyaksikan sihir ku tidak bisa di gunakan.


Aku mendekati jeruji lalu menyentuh jeruji, tenaga ku langsung menghilang saat menyentuh nya dan membuat ku terduduk di tanah.


"Kak Mira!"


Arisa dengan panik mendekati ku, aku melepaskan tangan ku dari jeruji dan berkata pada Arisa untuk jangan khawatir.


"Ini benar-benar merepotkan. Aku ingin mematakahkan nya, tapi jeruji besi ini memiliki kekuatan untuk menyerap energi sihir."


"Jadi saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan?" Kata Arisa dengan cemas.


Dengan kata-kata Arisa, aku tidak bisa mengatakan apapun. Tetapi, aku harus memberitahu Natasha untuk tidak menyerang kelompok agama ini. Sebelum nya aku sudah memberitahu nya, tetapi mengingat sifat Natasha, dia pasti akan menyerang karena aku tidak memberikan alasan yang jelas.


"Gunakan (Telephaty). Hubungi Natasha!"


"Baik......." Arisa menggunakan (Telephaty) setelah itu dia berbicara. "Kak Mira. (Telephaty) tidak bisa di gunakan."


"Sial."


Aku lupa! Sihir tidak bisa di gunakan!


......Sekarang apa yang harus ku lakukan.


Perspektif : Natasha.


Saat kami tiba di Eurasia, kami langsung pergi ke istana, dan menunggu malam tiba. Kemudian, saat aku ingin melapor ke Mira melalui (Telephaty). Itu tidak terhubung.


"Apa yang terjadi?"


Aku mencoba menghubungi Arisa, tapi hasil nya sama saja.


"Arisa Juga tidak bisa di hubungi....... Apa yang terjadi?"


Sebelum nya, Mira juga memutuskan (Telephaty) secara paksa. Apakah ada sesuatu yang terjadi?


Firasat ku tidak enak.........


"Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Mira!"


Saat aku panik memikirkan kemungkinan sesuatu telah terjadi pada Mira, Jack datang dan bertanya.


"Aku akan kembali ke Fantasia, kau ambil alih di sini."


"Sebaik nya Kak Natasha mengikuti perintah Kak Mira."


"Tidak. Aku akan kembali! Aku memiliki firasat sesuatu pasti telah terjadi pada Mira."


Jack memegang tangan ku, untuk menghentikan ku. "Pertama kita selesaikan masalah di sini setelah itu kita pulang."


Aku melepaskan tangan ku secara paksa. "Tidak aku akan kembali. Kau jalankan rencana Mira, dan batalkan serangan terhadap gereja Dewa Pierot yang ada di negara ini. Kau faham Jack?"


"Baiklah. Aku akan mengikuti perintah Kak Natasha."


"Dan juga, jika kau dapat informasi tentang penganut agama Pierot dari anak-anak panti asuhan, beritahu aku."


Jack mengangguk, kemudian aku berlari keluar istana, pergi ke tempat sepi, lalu aku terbang ke arah kerajaan Fantasia.


\*\*\*


Jack melihat Natasha pergi, kemudian ia pergi ke ruangan rapat untuk membahas rencana yang akan di lakukan. Di sana sudah ada Amanda bersama pasukan elit para Vampir, raja kerajaan Eurasia, Joshua.


"Hm? Mana Natasha?" Tanya Amanda.


"Pulang ke Fantasia. Katanya dia memiliki firasat kalau Kak Mira dalam bahaya."


"Apa!? Kalau begitu kita ikuti Natasha dan pergi ke kerajaan Fantasia!" Para Vampir setuju dengan Amanda dan beranjak dari tempat duduk mereka.


"Tidak. Kak Natasha menyuruh kita untuk menyelesaikan apa yang di perintahkan Kak Mira."


Mendengar perkataan Jack, para Vampir duduk kembali dengan wajah enggan.


"Aku tahu perasaan kalian. Tapi kita harus selesaikan tugas kita. Gampang kok, minum darah anak-anak panti asuhan, jadikan mereka budak darah dan ambil informasi tentang agama penyembah Dewa Pierot."


"Ada yang ingin ku tanyakan," Amanda mengangkat tangan. "Bukankah lebih cepat untuk kita menghabisi kelompok agama itu."


"Aku dan Kak Natasha juga berfikir seperti itu. Tapi Kak Mira memarahi dia, dan menghetikan rencana itu."


"Kalau begitu, tidak ada pilihan lain selain mengikuti perintah Mira."


"Apakah kalian ingin mengikuti perintah Kak Mira? Jujur kalau aku lebih baik menentang nya."


".....Kenapa seperti itu?"


"Kekuatan Kak Mira melemah. Karena itu Kak Mira terlalu berhati-hati. Coba ingat waktu dulu, dia selalu langsung menghancurkan sesuatu yang menghalangi kan? Tidak seperti sekarang. Karena itu aku fikir lebih baik kita langsung menghancurkan mereka setelah mendapatkan informasi tentang mereka. Bagaimana?"


"......."


Tidak ada yang menjawab.


"Ada banyak waktu untuk berfikir. Tapi ingat ini..... Kita adalah Vampir, Ras yang di takuti sebagai Ras terkuat di dunia."


Satu orang Vampir berdiri.


"Itu benar lebih baik kita melawan mereka."


Satu lagi berdiri.


"Sebagai Ras terkuat, lari dari kelompok Manusia sangat memalukan."


"Itu benar. Habisi mereka."


"Tunggu!" Amanda mengangkat suara. "Aku belum memberikan kalian perintah, jangan lupa aku Ratu nya sekarang."


"Tapi dalam operasi kali ini aku adalah orang yang di tunjuk oleh Kak Natasha. Jadi pangkat ku lebih tinggi dari pada mu Amanda."


"Untuk bocah baru seperti mu, melawan perintah ku? Seperti nya kau ingin mendapatkan hukuman!!"


Amanda berdiri dan bersiap-siap untuk bertarung melawan Jack.


Jack tersenyum dan bersiap melawan Amanda.