From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 101 Bantuan dari Para Vampir



Sarion yang melihat para Vampir datang, menjadi ketakutan. Kemudian terdengar suara bising, tapi Sarion tidak mendengar itu sebagai suara bising.


"Jadi kau juga takut Ghoul!! Seperti nya Kita harus cepat memanggil tubuh asli mu kesini!! Agar kita bisa membalikkan keadaan."


Bayangan hitam itu, mengangguk, Sarion menatap para Vampir yang datang dengan tatapan tajam.


Amanda yang berada di atas langit tersenyum bahagia, setelah melihat saudara se Ras nya datang membantu. Semua Vampir sudah turun ke tanah kecuali Amanda. Amanda memilih untuk tetap di atas langit karena Amanda memiliki alasan lain.


Aku tidak bisa menggunakan bentuk pedang dan bentuk panah, yang bisa aku lakukan hanyalah membentuk tombak, rantai dan perisai. Karena itulah aku harus tetap di langit, supaya aku bisa leluasa melemparkan tombak ku. Pikir Amanda. Itulah alasan Amanda untuk tidak turun ke tanah, ia di atas langit karena ia fikir bisa lebih leluasa untuk melemparkan tombak nya.


"Pasukan berpedang... Serang dia!!" Teriak Amanda.


Sepuluh orang melesat kearah Sarion sambil memegang pedang darah. Setelah di dekat Sarion, mereka langsung menebas sarion. Tubuh Sarion pun terpotong-potong menjadi sepuluh bagian.


Beberapa detik kemudian tubuh Sarion kembali lagi seperti semula.


"Cih," Jack yang melihat dari kejauhan mendecikkan lidah nya. "Dia bergenerasi lagi!!"


Para Vampir yang menebas Sarion, terkejut. Kemudian dengan secara tiba-tiba tubuh salah satu Vampir ter tebas oleh sesuatu.


"A-apa yang terjadi!?" Kata Vampir yang ter tebas. Ia memegangi tubuh nya yang telah di tebas, dari luka tebasan nya itu keluar darah yang sangat banyak. Lalu Vampir yang ter tebas itu tersenyum.


"Cursed Blood Control, Full Shape one: Dual Sword."


Darah yang keluar dari Vampir yang tertebas itu dengan cepat menjadi pedang. Tapi darah nya tidak menjadi satu pedang saja, darah nya berubah menjadi dua pedang!


"Sekarang kau akan mati!!" Kata Vampir yang baru saja tertebas.


Semua Vampir yang menyerang Sarion, melihat Sarion dengan wajah kesal.


"Woy..." Teriak salah satu Vampir. "Jika kau ingin menebas kami.... Tebas semua nya, jangan cuma satu orang. Kami tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh kan."


"Itu benar!!" Teriak semua Vampir yang menyerang Sarion.


Sarion yang mendengar teriakan para Vampir menjadi kesal. Kemudian Sarion membuka mulut nya, dari dalam mulut nya keluar asap.


"Berisik kalian!!" Teriak Sarion.


Teriakan Sarion mengakibatkan angin kencang bahkan angin ini lebih kencang dari sebelum nya.


Melihat hal itu, beberapa Vampir pergi mendekati kelompok yang menebas Sarion. Setelah para vampir itu sampai di kelompok yang menebas Sarion. Mereka berteriak.


"Ultrasonic Sound!" Teriak semua Vampir yang baru datang ke kelompok yang menebas Sarion.


Angin kencang keluar dari mulut para Vampir angin itu lebih kencang dari pada angin yang keluar dari mulut Sarion.


Teriakan para Vamoir itu membuat Sarion terpental sejauh lima meter ke arah belakang, tubuh Sarion juga menghantam bangunan yang ada di belakang nya. Setelah Sarion terpental, para Vampir berhenti berteriak.


Sarion terbaring di tanah, nafas nya tersengal-sengal. Kemudian bayangan hitam bernama Ghoul mengeluarkan suara bising. Bagi Sarion suara bising itu adalah perkataan lembut yang keluar dari mulut Ghoul.


"Aku tahu itu Ghoul.... Jika terus seperti ini kita akan kalah. Sudah saat nya kita menggunakan para penduduk di kota ini."


Sarion bangkit kemudian ia menembakkan bola hitam. Bola hitam itu kemudian menghancurkan bangunan yang saat ini dia ada di dalam bangunan yang di hancurkan nya.


Para Vampir, Arisa dan Jack menjadi waspada karena ledakan yang baru saja terjadi di tempat Sarion terpental. Setelah terjadi ledakan terdengar suara tertawa.


"Hahahahahahahaha....... Seperti nya ini sudah saat nya."


Yang tertawa itu adalah Sarion. Melihat Sarion yang masih bisa bertahan, dari serangan para Vampir membuat Amanda berdoa di dalam hati nya. Amanda tidak percaya kepada dewa. Tapi ia tetap berdoa. Entah kepada siapa ia berdoa.


Mira..... Natasha........ Ku mohon cepat datang kesini." Kata Amanda di dalam hati nya, sambil memejamkan mata nya.


Para Vampir keheranan melihat perilaku Sarion. Sarion terus tertawa terbahak-bahak, setelah tertawa, Sarion melihat ke para vampir dengan tatapan serius. Para Vampir pun menjadi waspada.


"Seperti nya, aku harus menambahkan kekuatan ku!!" Kata Sarion dengan percaya diri.


"Seperti nya dia tidak menggertak." Kata salah satu Vampir.


Sarion berteriak, tapi kali ini ia berteriak ke arah langit. Para Vampir pun menjadi bingung dengan perilaku Sarion.


"Sedang apa dia?" kata Amanda yang memerhatikan dari langit.


Arisa yang berada di pelukan Jack gemetar ketakutan setelah mendengar teriakan Sarion. Arisa pun semakin mendekap Jack.


Dia gemetaran. Pikir Jack yang semakin di dekap erat dengan Arisa. "Tenang saja, kita selalu bisa melewati kondisi sulit seperti ini. Dan juga kali ini kita tidak sendiri, kita bersama dengan Kak Mira, Kak Natasha dan Kak Amanda bersama dengan pasukan Vampir nya." Kata Jack menenangkan Arisa.


Arisa mengangguk. "Aku tahu itu." Jawab Arisa. Tapi.... Pikir Arisa cemas. Arisa melihat ke arah Sarion, ia melihat dari dalam tubuh Sarion keluar banyak benang hitam. Tapi... Tetap saja aku merasa takut, setelah melihat benang hitam itu. Pikir Arisa.


Sarion terus berteriak. Ia seperti sedang memanggil sesuatu. Sarion berhenti berteriak, Sarion melihat ke arah para Vampir sambil tersenyum licik.


"Saat nya menambah kekuatan ku!" Kata Sarion menyombongkan diri.


"Semua nya!! Ada sesuatu yang aneh dengan budak darah kita!" Kata Vampir yang dekat dengan Arisa dan jack dalam pikiran nya.


"Kau benar." Jawab salah satu Vampir.


"Mereka seperti sedang di kendalikan." Jawab Vampir yang lain nya.


"Kau benar. Aku merasakan ada satu lagi energi sihir selain milik kita." Jawab Vampir yang lain nya lagi.


"Yang penting kita harus hentikan mereka!.... Jika mereka kesini mereka bisa mati." Kata Vampir yang dekat dengan Arisa dan Jack.


"Mungkin karena ini Mira menyuruh kita menghisap darah semua penduduk."


"Aku yang akan melacak energi sihir yang satu lagi... Mungkin saja kita bisa menemukan pelaku nya."


Para Vampir yang tidak ikut bertarung dengan Sarion pun fokus untuk menghentikan gerakan para penduduk. Dan sebagian Vampir yang tidak bertarung, melacak energi sihir asing yang ada di dalam tubuh para penduduk.


Sarion semakin terdesak melawan para Vampir, ia hanya bisa terus menghindar. Selama Sarion menghindari serangan dari para Vampir, Sarion di saat yang bersamaan juga berbicara dengan Ghoul.


"Apakah masih belum Ghoul?" Kata Sarion panik.


Ghoul mengeluarkan suara bising, yang bagi Sarion itu adalah jawaban atas pertanyaan nya.


"Apa kau bilang!? Mereka semua tidak bergerak? Kenapa bisa? Kau sudah menaruh benang nya kan?"


Sebelum Ghoul mengeluarkan suara bising, Para Vampir yang melawan Sarion menyerang nya dengan tebasan pedang secara ber turut-turut.


Tubuh Sarion yang terkena tebasan pedang, dengan cepat kembali lagi seperti semula.


"Sialan aku harus menjaga jarak." Kata Sarion panik.


Sarion menambah kecepatan nya untuk menjauh dari serangan para Vampir.


Para Vampir yang tidak bertarung terus menahan gerakan para penduduk yang terus berusaha untuk bergerak. Untung saja para penduduk sudah menjadi budak darah para Vampir, jadi mereka bisa dengan mudah menghentikan pergerakan para penduduk hanya dengan melalui (Telephaty).


Para Vampir yang bertugas untuk melacak energi sihir asing akhir nya menemukan asal dari energi sihir asing itu.


"Aku menemukan nya!" Kata salah satu Vampir yang bertugas melacak energi sihir asing di dalam pikiran nya.


"Jadi di mana asal energi sihir asing itu?" Kata salah satu Vampir.


"Energi sihir itu berasal dari Elf hitam yang di lawan pasukan berpedang sekarang!"


"Jadi dia yang mengendalikan para penduduk ya."


"Jika kita membunuh nya, para penduduk akan terbebas dari sihir nya kan?"


"Iya, mereka akan bebas."


"Kalau begitu aku akan membantu pasukan berpedang."


"Aku juga!!" Jawab sebagian Vampir.


Sebagian para Vampir yang tidak ikut bertarung, pergi untuk membantu para Vampir berpedang melawan Sarion.


Sarion yang semakin terdesak, makin jadi panik. Kemudian dari kejauhan Sarion melihat bala bantuan dari pasukan para Vampir.


"Ghoul!! Apakah masih belum?" Kata Sarion panik.


Ghoul mengeluarkan suara bising. Tapi Sarion mendengar nya sebagai jawaban.


"Apa!? Benang Roh mu terputus!? Siapa yang bisa melakukan hal itu!?"


Sarion melihat para Vampir, setelah melihat para Vampir, wajah Sarion menjadi cemberut. "Jadi begitu ya..." Kata Sarion kesal. "Jadi begitu ya... Budak darah!! Jadi benang Roh masih belum bisa mengalahkan budak darah!!"


Suara bising terdengar dari Ghoul. Sarion yang mendengar suara bising, menjadi makin kesal.


"Jangan cuma minta maaf! Lakukan sesuatu! kalau begini terus kita bisa mati!" Kata Sarion kesal.


Amanda yang melihat Sarion makin terdesak menjadi tersenyum. Tapi hati nya masih saja gelisah.


"Kenapa aku masih memiliki firasat tidak enak." Kata Amanda cemas.


Firasat buruk Amanda menjadi kenyataan, tiba-tiba terjadi ledakan yang sangat besar di ikuti dengan muncul nya bayangan hitam yang menyebar keseluruh kota. Amanda melihat ke para Vampir yang menyerang Sarion. Para Vampir itu sekarang jatuh tersungkur ke tanah.


"A-apa yang terjadi!?" Kata Amanda panik.


Sarion mengeluarkan suara yang sangat menyeramkan, suara itu terdengar hingga ke penjuru kota.


"Bersiaplah untuk merasakan kekuatan Dewa Ghoul!" Kata Sarion dengan suara yang menyeramkan.