
Arisa dan Jack sampai di distrik bangsawan kota. Distrik ini berbeda dengan distrik sebelum nya. Distrik ini terdapat bangunan besar dan mewah. Tempat yang sangat indah. Sama seperti distrik bangsawan pada umum nya.
Di kota miskin, atau kaya. Distrik bangsawan tidak pernah berubah. Hal ini di karenakan setiap kota akan lebih mementingkan Bangsawan dari pada orang biasa, karena itu Distrik bangsawan terlihat bagus, indah dan mewah. Walaupun itu di kota miskin sekali pun.
"Tidak ada yang aneh di sini." Arisa bergumam.
Arisa melihat sekeliling, ia memerhatikan lebih seksama. Sudah ku duga tidak ada yang aneh. Pikir Arisa setelah memerhatikan distrik dengan lebih seksama. Untuk saat ini, aku akan pergi dulu dari sini, lalu aku akan memeriksa tempat yang lain.
"Jack ayo kita pergi dari sini, jika ku perhatikan tidak ada yang aneh disini."
Jack mengabaikan Arisa.
Arisa memanggil Jack kembali, " Jack?"
Jack tetap mengabaikan, ia malah pergi menjauh dari Arisa dan mulai berkeliling di distrik bangsawan.
"Tunggu Jack!" Arisa memanggil Jack yang tiba-tiba pergi.
Arisa menyusul Jack, Jack sedang mendatangi Pria bangsawan dengan pakaian mewah.
"Kau tidak bisa mengorek informasi dari ku! Walaupun kau menyogok ku dengan uang banyak!"
Saat Arisa datang, Bangsawan itu membentak Jack.
Jack menyodorkan lebih banyak koin emas, ia menaruh di dalam kain.
"Jangan bicara seperti itu, akan ku berikan lebih banyak lagi, jika kau memberitahu ku tentang Wilson."
"Sudah ku bilang, aku tidak akan menerima uang sogok mu!"
Jack menyodorkan lebih banyak koin emas lagi.
"Sudah ku bilang aku tidak mau!"
Jack menyodorkan lebih banyak lagi.
"Tuan Wilson adalah bangsawan tertinggi di kota ini. Dulu dia itu adalah pemimpin kota ini sebelum Putri Yuri datang." Bangsawan itu mulai bercerita sambil mengambil kantung uang Jack secara perlahan-lahan. Setelah di ambil nya, Bangsawan itu menaruh uang pemberian Jack di dalam baju mewah nya. Ia terus melanjutkan perkataan nya. "Sekarang dia adalah tangan kanan Putri Yuri."
Jack memberikan kantung uang tapi ini lebih kecil dari yang di berikan sebelum nya. "Apakah benar Bangsawan bernama Wilson ini bertunangan dengan Putri Yuri?"
Bangsawan yang di tanya Jack terdiam sejenak, ia menjauhkan kepala nya, lalu melihat ke sekeliling, untuk memeriksa kondisi, apakah aman atau tidak. Setelah di ketahui nya sudah aman, ia mendekatkan kepala nya ke Jack lalu berbisik.
"Ini informasi Rahasia yang hanya di ketahui Warga Kota Banitza, jadi aku tidak bisa memberitahu mu. Tetapi....
Kalau kau menambah uang nya, aku akan memberitahu mu."
Jack mengeluarkan kantung uang lagi. Saat itu ia berfikir, sudah berapa banyak uang yang ku habiskan untuk mengorek informasi dari kota ini. Untung saja Kak Mira memberi ku banyak uang saku.
"Jadi bagaimana, mereka bertunangan atau tidak?" Jack bertanya lagi.
Bangsawan itu mengambil uang Jack, lalu ia berbisik sangat pelan, yang membuat Volume suaranya hanya bisa di dengar oleh Jack.
"Itu benar mereka bertunangan. Jika waktunya tiba, barulah Putri Yuri mengumumkan nya ke seluruh negeri, karena itulah informasi ini sangat rahasia."
"Terima kasih."
Jack mendatangi Arisa, lalu mereka berdua pergi menjauh dari bangsawan, sementara itu bangsawan yang baru saja di tanya Jack pergi ke suatu gang kecil, di sana sudah ada seorang wanita yang menunggu.
"Mau bermain dengan ku malam ini?" Tanya Bangsawan itu.
"Boleh saja." Jawab Wanita itu sambil menyentuh bibir nya dengan jari telunjuk nya.
Bangsawan dan wanita itu pun pergi ke suatu tempat.
Jack berjalan bersama Arisa, ia melihat ke belakang, arah bangsawan yang baru saja di tanya nya tadi. Jack melakukan itu untuk memastikan bangsawan tadi tidak memberitahu semua yang Jack tanyakan padanya.
Jack melihat bangsawan itu pergi dengan seorang wanita, saat itulah Jack menghembuskan nafas lega. Kurasa tidak ada masalah, dia tidak membocorkan pertanyaan ku. Pikir Jack. Kurasa dia hanya penggila wanita?
Jack melihat ke depan lagi. Lalu Arisa yang berjalan di samping, memanggil nya.
"Jadi apakah bangsawan bernama Wilson itu mencurigakan?" Tanya Arisa.
"Iya." Jack menggangguk.
"Kau menganggap nya mencurigakan, bukan karena kau cemburu kan?"
Jack tidak menjawab, ia kemudian berhenti berjalan lalu menatap tajam ke arah Arisa.
"Tunggu Arisa, kau mendengar percakapan ku bersama dengan bangsawan tadi?"
"Aku berada di belakang mu kau tahu. Tentu saja aku mendengar nya."
"Walaupun begitu, aku dan bangsawan itu berbisik sangat pelan."
Mendengar jawaban Jack, Arisa menghela nafas. "Kau lupa ya... Walaupun bentuk telinga ku sudah ku ubah. Aku tetap seorang Elf. Telinga ku bisa mendengar lebih tajam dari pada Ras Human."
"Kau benar. Aku hampir lupa dengan fakta itu."
Mendengar jawaban Jack, Arisa berekspresi jengkel. Kemudian ia bertanya. "Aku ulangi pertanyaan ku. Kau mencurigai Wilson bukan karena kau cemburu kan?"
"Aku tidak mencurigai Wilson." Jack menjawab dengan nada ragu-ragu.
"Kau bilang ada bangsawan mencurigakan bukan? Jika kau bertanya mengenai Wilson sampai ke akar-akar nya, itu tanda kau mencurigai dia. Lalu kau mencurigai dia karena dia bertunangan dengan Putri Yuri kan? Apakah aku salah?" Arisa bertanya.
Jack tersentak mendengar argumen Arisa. Itu semua benar! Jack mencurigai Wilson karena dia bertunangan dengan Putri Yuri. Tidak ada alasan lain. Putri Yuri adalah cinta pertama Jack, lalu tiba-tiba Jack mendengar cinta pertamanya bertunangan dengan pria lain, itu membuat Jack Syok sehingga ia tidak bisa berfikir jernih.
Jack pun langsung menarik kesimpulan kalau Bangsawan bernama Wilson itu mencurigakan.
Natasha yang menyadari perilaku aneh Jack, menghembuskan nafas panjang.
Jack tidak bisa membalas perkataan Arisa. Ia hanya terdiam.
Jack tidak tahu harus membalas apa, ia hanya bisa tertunduk dan pasrah menerima keadaan.
"Ayo kita pergi dari sini, Daerah bangsawan ini tidak mencurigakan sama sekali." Kata Arisa sambil menekan kuat pundak Jack.
Jack mengangguk perlahan, kemudian menjawab dengan suara pelan:
"Baiklah."
Mendengar jawaban Jack, Arisa tersenyum. Ia menepuk-nepuk pelan pundak Jack. "Ayo kita pergi!" Kata Arisa sambil menepuk pelan pundak Jack.
"Baiklah." Jawab Jack dengan pelan dan lesu. Ia seakan-akan sudah tidak memiliki tenaga.
Arisa tersenyum mendengar jawaban Jack, kemudian mereka pergi dari distrik bangsawan.
Saat mereka berbalik, dan hendak berjalan keluar distrik, tangan kanan Jack di pegang oleh seseorang.
Arisa dan Jack berbalik lagi, melihat ke arah orang yang menarik tangan Jack.
Saat melihat siapa orang yang menarik, Arisa dan Jack terkejut. Orang yang menarik tangan Jack adalah Putri Yuri.
"Kau bawahan Mira kan?"
"Ba-bagaimana a-anda tahu?!" Jawab Jack terbata-bata wajah nya sedikit memerah.
"Bagaimana kau bilang?....
Itu karena kau sering berada di dekat Mira, saat di istana. Tentu saja aku tahu."
"Be-begitu ya."
Arisa yang melihat kejadian itu berpikir.
Si-sialan!!" Teriak Arisa di pikiran nya. Jack sudah ketahuan! Ba-bagaimana ini?!
Setelah melihat Jack, Yuri melihat ke arah Arisa.
"Hmmmm." Gumam Yuri saat melihat Arisa. "Apakah kita pernah bertemu sebelum nya?" Tanya Yuri bingung, dia sedikit memiringkan kepala nya.
"Cu-cuma perasaan anda. Ini pertama kali nya kita bertemu." Arisa memalingkan wajah nya, sambil menjawab dengan nada yang meragukan.
"Benarkah itu?" Yuri semakin menegaskan firasat nya dengan bertanya.
"Itu benar."
Yuri semakin menatap Arisa.
Semoga tidak ketahuan!! Putri Yuri saat ini tidak bisa mengenali ku karena bentuk telinga ku yang seperti Ras Human.
Walaupun aku sudah merubah bentuk telinga ku, aku tidak mengubah bentuk wajah ku. Aku tidak terlalu hebat dengan sihir (Illusion). Aku hanya bisa mengubah salah satu bentuk tubuh ku dengan sihir ini. Aku tidak seperti Kak Mira, yang bisa merubah semua bentuk tubuh nya.
Aku mohon, semoga tidak ketahuan!! Pikir Arisa dengan cepat saat di tatap Yuri.
"Kau benar, mungkin cuma perasaan ku. Kau itu mirip dengan orang yang pernah ku temui." Jawab Yuri sambil tersenyum.
Permohonan ku terkabul!! Arisa berteriak gembira di dalam pikiran nya.
"Anu... Putri Yuri?" Kata Jack.
"Kenapa?"
"Sampai kapan anda ingin memegang tangan saya?"
Yuri melihat ke bawah, itu arah tangan kanan nya. Kemudian ia menyadari kalau tangan nya masih memegang tengan Jack.
Dengan cepat Yuri menarik tangan nya.
"Uwah, Maaf !" Kata Yuri.
"Ti-tidak apa-apa." Kata Jack sambil menarik tangan nya ke dada. Jack berbalik membelakangi Yuri, kemudian Jack melihat tangan nya yang di pegang oleh Yuri.
"Tangan ini tidak akan pernah ku cuci selama nya." Jack bergumam pelan dengan Volume yang hanya bisa ia dengar.
"Kau harus cuci itu." Arisa yang memiliki pendengaran lebih tajam membentak Jack.
Jack terkejut saat mendengar bentakan Arisa.
"Apa nya yang di cuci?" Tanya Yuri.
"Bu-bukan apa-apa." Jawab Arisa.
"Nona Yuri." Dari kejauhan ada seorang Pria yang berteriak memanggil Yuri, dia mendekati Yuri. Arisa dan Jack melihat ke arah orang itu.
"Jangan tiba-tiba berlari seperti itu." Kata Pria itu saat berada di dekat Yuri.
"Maaf, maaf. Aku melihat seseorang yang ku kenal."
"Walaupun begitu, jangan tiba-tiba berlari."
"Maaf, maaf."
Pria itu memerhatikan Arisa dan Jack. "Jadi mereka berdua kenalan anda?"
"Tidak... Hanya pira ini yang ku kenal." Yuri menunjuk Jack.
"Hmmm....." Pria itu mendekati Jack dengan wajah kesal. "Perkenalkan nama ku Wilson. Aku tidak tahu bagaimana cara mu mengenal Putri Yuri, tapi biar ku beritahu. Aku adalah tunangan nya." Ia menyodorkan tangan nya.