From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 34 pertemuan



Di saat yang bersamaan dengan waktu Lia menyerbu markas Low Light bersama dengan Willy. Natasha, Arisa, dan Jack. Sedang menyiapkan sarapan. Mereka bertiga menyiapkan sarapan sebelum Mira terbangun.


Natasha yang memasak makanan, Arisa yang membuat minuman, dan Jack yang membersihkan meja makan. Mereka bertiga selalu melakukan nya sebelum Mira bangun.


Setelah semua makanan dan minuman siap, mereka hanya tinggal menunggu Mira bangun.


Aku bangun di pagi hari, tadi malam aku menyuruh Lizard untuk menghadang Lia bertemu dengan nya. Aku harap dia berhasil melakukan nya. Aku pun keluar kamar dan menuju dapur untuk sarapan bersama Natasha dan yang lain nya.


Mereka bertiga menyantap sarapan bersama, setelah beberapa menit mereka pun selesai sarapan. Arisa dan Jack membersihkan meja makan, dan Natasha yang bertugas mencuci piring. Dan aku melihat mereka melakukan itu sambil minum teh.


Saat mereka selesai, mereka duduk dan ikut minum teh bersama ku.


"O iya, kalian bertiga selama satu hari penuh, Harus memanggil ku Tuan Putri."


"Kenapa?" Arisa bertanya.


"Jangan-jangan Kak Mira rindu tinggal di istana. Iya kan Kak, jujur saja."


"Iya aku rindu tinggal di istana, dan dihormati seperti seorang Putri kerajaan. Karena itu aku ingin kalian melakukan itu. Dan jangan lupa gunakan bahasa formal waktu berbicara dengan ku."


"Saya akan menuruti keinginan anda." Jawab Natasha.


Melihat sikap Natasha yang berubah menjadi sopan, membuat Arisa dan Jack bertepuk tangan.


"Wow, Kak Natasha hebat!!" kata Arisa.


"Aku hanya memberi kalian contoh. Kalian juga harus melakukan itu."


"Baiklah." Arisa dan Jack menjawab bersama-sama.


***


Di markas Low Light, Lia dan Willy akhirnya bertemu dengan Lizard. Lizard mengajak mereka untuk berbicara di sebuah ruangan. Kata Lizard ruangan itu adalah ruangan pribadi nya. Lia dan Willy memasuki ruangan pribadi Lizard.


Di dalam ruangan itu terdapat dua sofa dan satu meja. Mereka pun duduk di sofa, lalu Lizard memanggil Rabisia. Rabisia pun datang.


"Kalian berdua ingin minum apa? Teh? Kopi?"


"Berhenti bercanda, kenapa kau membawa kami kemari?" Kata Lia.


"Bawakan mereka teh Rabisia."


"Baik tuan."


"Jangan mengabaikan ku."Lia memukul meja.


"Bukan kah kalian yang ingin bertemu dengan ku."


Setelah itu Rabisia datang membawakan teh kepada Willy dan Lia.


"Silahkan di minum." Kata Lizard.


"Tidak akan kuminum. Bisa saja kau masukkan racun ke teh ini." Kata Willy.


Lizard hanya tersenyum. Kemudian Lia bertanya.


"Kenapa kau membunuh Wiliam hanya untuk mendapatkan kekuatan. Kau bisa saja cari orang lain kan."


"Oh, tentang hal itu ya. Sebenar nya itu bohong." Willy dan Lia kebingungan dengan jawaban Lizard.


"Sebenarnya, memakan tubuh manusia tidak akan memberikan kekuatan. Aku membunuh tunangan mu hanya untuk mendapatkan uang."


"Sialan kau!!" Willy berteriak, Willy mencoba menerjang Lizard. Tapi Willy di hentikan oleh Lia. Kemudian Lizard menyambung perkataan nya.


"Siapa yang menyuruh mu?" Tanya Willy.


"Akan ku ceritakan sekarang. Sebenarnya anak mu menyuruh tentara yang ia sewa untuk menculik seorang gadis kecil."


"Itu bohong. Wiliam tidak akan melakukan itu." Lia berdiri dari tempat duduknya.


"Tapi itulah kenyataan nya. Tunangan mu itu menculik seorang gadis kecil bernama Mira."


Lia terkejut mendengar nama Mira keluar dari mulut Lizard. Kemudian Lia duduk kembali di sofa.


"Kenapa anak ku, mau menculik gadis bernama Mira ini?" Tanya Willy.


"Itu karena Mira adalah putri kelima dari kerajaan Fantasia. Dia adalah anak dari raja Charles dan Ratu Carla."


"Itu bohong, Mira bukan Putri. Jika dia memang benar anak dari raja dan ratu Fantasia. Dia tidak akan di biarkan keluar istana pada usia yang masih anak-anak." Lia menjawab dengan lantang.


"Kau tidak sadar nona?"


"Sadar apa?"


"Warna rambut Mira. Sama dengan warna rambut ratu Carla. Seharus nya kau tahu warna rambut dari ratu Carla."


Lia semakin terkejut. Ia baru menyadari nya sekarang, kalau warna rambut Mira sama dengan warna rambut ratu kerajaan Fantasia.


"Lalu apa hubungan nya gadis bernama Mira dengan kematian anak ku." Tanya Willy.


"Setelah anak mu menculik Mira, anak mu menyuruh para tentara nya menjual Mira ke sini. Para tentara nya pun melakukan nya, tapi pada saat mereka sampai di sini. Aku, dan para tentara yang di sewa anak mu di hajar habis-habisan oleh pengawal Mira. Bahkan aku yang ras Dragon tidak kuat melawan pengawal Mira."


"Apa kau bilang? kau dari Ras Dragon?" Willy bertanya.


Lizard kemudian menumbuhkan sisik naga di tubuh nya, Willy dan Lia terkejut melihat sisik naga yang tumbuh dari tubuh Lizard. Lizard menghilangkan sisik dari tubuh nya kemudian ia melanjutkan perkataan nya kembali.


"Setelah kami di hajar habis-habisan, pengawal Mira membunuh semua tentara bayaran yang di sewa anak mu. Aku juga ingin di bunuh oleh pengawal Mira, tapi aku segera meminta ampun dan akan melakukan apapun yang di perintahkan . Pasti kau tau kan apa yang di perintahkan pengawal Mira padaku."


"Perintahnya membunuh anak ku. Aku benarkan?"


Willy bisa menebak yang di perintah kan oleh pengawal Mira, dan Lia yang mendengar cerita Lizard masih tidak percaya. Lia mememutuskan untuk pergi menemui Mira langsung, Lizard membiarkan Lia pergi. Saat Lia pergi Willy juga ikut pergi, mereka berdua diantar oleh Rabisia untuk keluar dari markas Low Light.


Rabisia kembali setelah mengantar Lia dan Willy, melihat Lia dan Willy pergi, Lizard tersenyum setelah itu ia menyuruh Rabisia memberitahu Natasha melalui (Telephaty).


Rabisia melaporkan kondisi pada Natasha, Rabisia sadar dengan nada bicara Natasha, Natasha tidak pernah terkejut jika Rabisia memberikan laporan, seolah-olah Natasha sudah tahu apa yang akan terjadi. Karena bingung Rabisia pun menanyakan nya kepada Natasha.


"Anu, Nona Natasha. Kenapa kau tidak terkejut, jika Putri bernama Lia itu akan pergi kesana?"


"Itu karena hal ini sudah di prediksikan Mira. Mira sudah memprediksi semua kejadian yang akan di alaminya."


Rabisia tekejut mendengar perkataan Natasha. Rabisia tidak menyangka ternyata Mira adalah orang yang bisa memprediksi kejadian sampai sejauh ini. Rabisia mulai berdikir kalau Mira adalah orang yang cerdas.


***


Lia dan Willy berhasil keluar dari markas Low Light. Saat ini mereka sedang menuju bukit tempat Mira tinggal. Willy hanya mengikuti langkah Mira.


"Putri, tunggu sebentar. Jangan percaya dengan yang dikatakan Lizard. Bisa saja dia bohong, mungkin saja Lizard itu adalah anak buah dari gadis bernama Mira itu."


Lia menghentikan langkah nya kemudian ia menatap Willy dengan tajam. "Diam kau Willy!" Lia berteriak. "Jika yang di katakan Lizard benar, itu berarti Wiliam telah melakukan tindakan kejahatan. Dan juga aku mulai curiga pada mu Willy, semenjak aku melihat mata-mata mu itu. Aku mencurigai mu ingin melakukan hal yang buruk nanti."


"Putri. Kau lebih percaya orang yang membunuh Wiliam. Dari pada aku."


"Dari awal aku tidak percaya dengan mu. Aku hanya menghormati mu karena kau adalah ayah Wiliam. Aku curiga kau ingin memanfaatkan Wiliam."


Willy tidak bisa membalas pekataan Lia, Lia pun melanjutkan langkah nya untuk pergi ke tempat Mira.