From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 292 Di Pindahkan Secara Paksa Ke Tempat Asing



Aku berada di tempat asing, hanya ada pasir dan batu granit di tempat ini, mau sejauh apapun mata emas ku dapat melihat hanya ada pasir dan batu granit.


Hmm...?


Setelah memperhatikan lebih jeli, ada sebuah pemandangan yang sangat tidak cocok dengan tempat ini.


Sebuah bagunan.


Itu benar. Ada sebuah bangunan berdiri kokoh di tempat yang tidak ada apapun ini. Yang lebih aneh lagi, di tempat ini tidak ada mahluk hidup sama sekali. Binatang, monster, dan manusia. Mengapa ada bangunan yang cukup megah di tempat yang kosong ini? Di lihat dari mana pun bangunan itu cukup mencurigakan.


Bangunan itu berjarak setengah kilometer dari tempat ku berdiri, hanya butuh satu detik untuk kesana, aku dapat menggunakan (Teleportation) untuk berpindah ke depan bangunan itu dalam sekejap.


Saat aku hendak mengaktifkan (Teleportation), aku merasakan sesuatu yang aneh terjadi dengan ruang di samping ku. Secara reflek aku melompat menjauh. Sesaat aku melompat, sebuah lingkaran sihir muncul beberapa meter dari atas tanah, di tengah lingkaran sihir itu terdapat sebuah ruang hitam yang ujung nya tidak dapat terlihat. Kemudian dari ruang hitam itu keluar sesuatu, sesuatu itu jatuh ketanah dengan suara keras, setelah sesuatu itu jatuh ketanah lingkaran sihir pun menghilang.


..... Mungkin kata 'Sesuatu' tidak cocok untuk mendeskripsikan benda yang keluar dari ruang hitam itu. Kata 'Seseorang' sangat cocok untuk mendeskripsikan benda yang baru saja keluar dari ruang hitam itu.


Seseorang yang keluar dari lubang hitam itu adalah seorang gadis berambut pirang, dengan telinga runcing yang menghiasi kedua sisi kepala nya. Hanya ada satu Ras yang memiliki telinga runcing di dunia ini, yaitu Elf. Dan yang lebih penting lagi, aku sangat mengenali Elf ini, dia adalah salah satu orang terdekat ku. Siapa lagi kalau bukan...


"A-Arisa?" Kata ku memanggil nama Elf itu.


Itu benar. Elf yang baru saja muncul dari ruang hitam yang ada di tengah lingkaran sihir itu adalah Arisa. Dan juga jika aku tidak salah, dari pola geometris lingkaran sihir itu, sihir yang di gunakan sejenis sihir (Teleportation.) nama sihir itu adalah (Gate.)


Aku berjalan mendekati Arisa, saat aku di dekat nya, aku memeriksa keadaan nya. Di lihat dari kondisi nya, seperti nya ia tidak sadarkan diri.


"Arisa! Arisa!! Arisa!!!" Aku memanggil nama nya, sambil terus mengguncang tubuh nya. Setelah beberapa kali aku melakukan itu, perlahan mata Arisa mengerjap, sebelum akhir nya terbuka sepenuh nya.


"... Kak Mira...?" Kata nya dengan wajah bingung.


Nampak nya kesadaran nya masih belum pulih sepenuh nya. Pandangan nya masih kosong.


"Ya. Ini aku."


Setelah aku mengkonfirmasi identitas ku, pupil mata Arisa menunjukkan cahaya nya lagi, kesadaran nya sudah sepenuh nya pulih. Ia mengangkat tubuh bagian atas nya, duduk di atas tanah setelah itu melihat sekeliling... Walaupun ia sudah sepenuh nya sadar, melihat ia berada di tempat yang tidak di kenal membuat nya kebingungan, itu semua tergambar jelas dari ekspresi di wajah nya.


"Di-Dimana ini?" Tanya nya dengan terbata-bata.


"Entahlah... Seperti nya aku dan kau di pindahkan secara paksa kesini... Ngomong-ngomong apa yang terjadi pada mu sebelum berpindah kesini?"


..... Seharus nya tidak ada masalah memindahkan Arisa kesini saat ia tersadar, walaupun harus melawan nya benda itu pasti mampu mengahadapi Arisa selama beberapa menit atau mungkin sejam. Tapi kenapa? Kenapa Arisa harus di pingsankan terlebih dahulu lalu di pindahkan kesini?


.... Apakah karena kekuatan Arisa masih terlalu besar? Sehingga harus di pingsankan terlebih dahulu lalu di pindahkan ke sini...? Hanya itu satu-satu nya kemungkinan yang ku pikirkan... Kalau itu benar, pertanyaan nya adalah 'Siapa' yang mampu membuat Arisa tidak sadarkan diri?


"..... Ah! Itu benar!" Saat aku masih di tengah-tengah berpikir, Arisa seperti nya mengingat sesuatu. "Sebelum aku ke sini, aku bertarung dengan Putri Catulus." Kata nya sambil melihat ke wajah ku dengan serius.


"Kau... Bertarung... Dengan nya...? Kalau begitu, apakah dia yang membuat mu tidak sadarkan diri!?"


"Mmm... Itu benar." Jawab Arisa sambil menganggukkan kepala nya. "Kekuatan nya sangat kuat, mungkin setara dengan Kak Mira."


".... Kekuatan nya setara dengan ku...? Apakah maksud mu kekuatan nya setara dengan ku, sebelum aku melemah?"


"Eh... Y-Ya. Itu benar. Kekuatan nya setara dengan Kak Mira, sebelum kekuatan Kak Mira melemah."


"Mmm...?" Kenapa dia berekspresi seperti itu...? Kesampingkan dulu hal itu, sekarang kita tengah membahas kekuatan Putri Catulus. Di lihat dari kondisi Arisa yang tidak sadarkan diri saat dia di pindahkan ke sini, dan fakta dia mengatakan kalau dia melawan Putri Catulus sebelum dia berpindah kesini, bisa di pastikan kekuatan Putri Catulus benar-benar kuat.


Aku tahu seberapa kuat Arisa, dan aku tahu dia tidak mudah di kalahkan, walaupun satu negara menyerang nya, aku sangat yakin Arisa bisa menang dengan mudah... Dan Putri Catulus, dia dapat menyebabkan Arisa tidak sadarkan diri setelah melawan nya, berarti kata-kata Arisa bisa di anggap fakta kalau kekuatan Putri Catulus setara dengan ku sebelum aku melemah.


..... Kalau dua orang dengan kekuatan sebesar itu bertarung di tengah-tengah markas pusat, maka....


"Arisa... Bagaimana kondisi markas pusat?"


"..... Hancur lebur." Arisa menjawab pertanyaan ku dengan wajah bersalah.


Mendengar jawaban nya, aku hanya bisa menghela nafas panjang... Sudah ku duga markas pusat akan hancur lebur.


"Kak Mira... Dari tadi aku penasaran," Arisa terus memperhatikan wajah ku, kemudian ia melihat sekeliling, setelah itu ia melihat wajah ku lagi lalu membuka mulut nya, berbicara pada ku. Aku merespon dengan melihat ke arah wajah nya, Arisa yang tahu aku telah memperhatikan nya, menunjuk ke arah satu-satu nya bangunan yang ada di tempat ini. "Bangunan apa itu?" Tanya nya.


"Aku tidak tahu. Sebelum nya aku igin memeriksa bangunan itu, tapi tiba-tiba kau muncul..."


"... Kalau begitu. Kita bersama memeriksa bangunan itu! Di lihat dari mana pun bangunan itu sangat mencurigakan!"


Aku mengangguk atas saran Arisa, kami pun berteleportasi ke depan satu-satu nya bangunan yang ada di tempat ini.