From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 54 kunjungan Joshua ke Fantasia



Setelah Joshua pergi, para anak panti asuhan melihat ku dengan tatapan heran.


Aku pun membalas menatap mereka.


"Ada apa?"


"Ti-tidak hanya saja. Bagaimana kau bisa bicara seperti itu pada Raja?" Tanya Juliet.


"Bicara seperti apa?"


"Kau bicara santai dengan Raja. Kau bahkan tidak memakai bahasa Formal. Yang aku tahu tidak ada yang berani seperti itu kepada raja." Kata Virgo."


"Sudahlah lupakan hal itu... Cepat habiskan makanan kalian! Sehabis kalian makan aku, ingin kalian melakukan sesuatu."


Mereka pun melanjutkan menyantap makanan kembali.


\*\*\*


Setelah Joshua berpamitan dengan Mira, Joshua kembali ke istana. Joshua memanggil 3 prajurit. Mendengar panggilan Joshua, para prajurit datang. Saat mereka datang, mereka langsung berlutut di hadapan Joshua.


"Kenapa anda memanggil kami yang Mulia?" Tanya salah satu prajurit.


"Kalian pergi ke ruang tahta, lalu ambil Cristal sihir teleportasi ukuran besar."


"Baik!!"


Para prajurit itu bergegas pergi ke ruang tahta, beberapa menit kemudian mereka kembali dengan membawa Cristal sihir.


Cristal sihir itu berukuran 1 meter. Perlu tenaga tiga orang untuk mengangkat nya.


Para prajurit itu mengangkat Cristal dengan perlahan. Mereka berjalan perlahan menuju ke depan Joshua.


"Pelan-pelan!! Cristal ini sangat rapuh, terjatuh sedikit saja bisa pecah." Kata salah satu prajurit.


"Baik!!" Jawab dua prajurit lain nya.


Mereka berjalan perlahan, dengan penuh perjuangan akhirnya mereka sampai ke depan Joshua.


Saat mereka sampai, mereka meletakkan Cristal dengan perlahan. "Turunkan pelan-pelan!!" Teriak salah satu prajurit.


Mereka pun akhirnya berhasil menurunkan Cristal itu. Setelah Cristal menyentuh lantai mereka langsung melepaskan nya.


Mereka bertiga menghembsukan nafas lega setelah menaruh Cristal nya dengan aman.


"Kerja Bagus.... Sekarang panggil 9 orang kehadapanku."


"Baik!!" Kata Tiga prajurit itu bersama-sama.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya 9 prajurit datang kehadapan Joshua.


"Kenapa Yang Mulia memanggil kami?" Tanya salah satu prajurit.


"Kalian bersembilan akan mengawal ku ke Kerajaan Fantasia!"


"Baik!! Kami akan pertaruhkan nyawa kami, untuk mengawal anda." Kata Salah satu prajurit."


"Aktifkan Cristal sihir nya sekarang!!" Teriak Charles.


"Baik!!" Jawab ke sembilan Prajurit bersama-sama.


Ke 6 Prajurit membentuk formasi lingkaran mengelilingi Joshua dan ketiga prajurit yang mengangkat Cristal sihir.


Setelah formasi terbentuk, ketiga prajurit yang mengangkat cristal sihir mulai mangaktifkan sihir.


"Pindahkan kami ke kerajaan Fantasia!!" Kata ketiga prajurit itu bersama-sama.


Setelah mereka mengatakan itu, Ketiga prajurit itu langsung membanting Cristal sihir ke lantai.


Setelah Cristal sihir hancur, Joshua dan ke sembilan prajurit lain nya telah berpindah tempat. Cristal sihir yang di pakai Joshua mampu memindahkan sepuluh orang. Karena itu Joshua mengajak sembilan Prajurit untuk mengawalnya.


Joshua dan ke sembilan prajuritnya berpindah ke depan gerbang istana kerajaan Fantasia, saat mereka sampai para prajurit istana kerajaan Fantasia terkejut, dengan kedatangan mereka.


"Ra-Raja Joshua!? Kenapa anda kemari!? Bukan nya pertemuan akan di adakan besok?" Kata Prajurit kerajaan Fantasia.


"Aku memiliki urusan lain dengan Charles. Biarkan aku bertemu dengan nya!!" Kata Joshua dengan lantang.


Prajurit yang menjaga gerbang kerajaan Fantasia bergegas pergi untuk memberitahu Charles tentang kedatangan Joshua.


\*\*\*


Charles sedang berada di kamar nya. Ia sedang berbaring sambil memikirkan sesuatu.


Low Light. Organisasi ini awalnya hanya beroprasi di kota Tiramisu... Tapi kenapa bisa organisasi ini berdiri kerajaan Eurasia? Padahal kerajaan Eurasia terkenal dengan kemampuan militer nya. Bagaimana organisasi ini lolos dari militer Eurasia?


Aku rasa ada yang aneh. Mungkin saja Raja Joshua melakukan kerja sama dengan pemimpin Low Light, karena itulah organisasi ini bisa lolos.


Ditengah kebingungan Charles. Datang seorang Prajurit mengetok pintu nya. Charles pun membiarkan prajurit itu masuk, kemudian prajurit itu melaporkan kalau Raja Joshua dari Kerajaan Eurasia datang berkunjung.


"Benar. Yang Mulia. Raja Joshua bilang kalau ada yang ingin di bacarakan ke Yang Mulia."


"Begitu ya. Kebetulan sekali Joshua datang. Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan juga dengan nya..." Gumam Charles. "Persilahkan Raja Joshua masuk!!" Teriak Charles.


Setelah mendengar perintah Charles, prajurit itu pun pergi dari kamar Charles.


Saat prajurit itu pergi, Charles bergegas pergi ke ruang tahta. Charles tiba di depan ruang tahta, lalu dia melihat Carla sedang berjalan melewati ruang tahta.


"Carla!!" Charles berteriak memanggil Carla.


Carla menengok setelah di panggil Charles. Kemudian Charles bergegas mendekati Carla.


Saat di depan Carla, Charles mendapatkan tatapan tajam dari Carla.


"Kenapa?" Tanya Carla dengan menatap tajam ke arah Charles.


"Maaf memanggil mu tiba-tiba.... Tapi aku ingin minta tolong padamu."


"Minta tolong apa?"


"Raja Joshua datang berkunjung. Bisakah kau mengumpulkan yang lain, di ruang tahta."


"Maaf. Aku tidak bisa... Suruh prajurit mu saja."


Setelah berkata, seperti itu Carla berbalik badan dan jalan meninggalkan Charles. Dengan cepat Charles menarik telapak tangan Carla.


"Tunggu sebentar.. Setidak nya kau ikut dengan ku bertemu dengan raja Joshua. Biar ku suruh prajurit untuk mengumpulkan yang lain."


Carla menghembuskan nafas panjang. "Baiklah, aku akan ikut menemui Raja Joshua."


Charles tersenyum mendengar jawaban Carla. Lalu Carla menarik tangan nya yang di pegang oleh Charles. Setelah menarik tangan nya, Carla langsung pergi berjalan memasuki ruang tahta.


Melihat perlakuan Carla, membuat Charles menghela nafas panjang. Kemudian Charles memanggil satu prajurit untuk mengumpulkan ke empat Putri dan ke empat Selir di ruang tahta.


\*\*\*


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Joshua di biarkan masuk oleh prajurit kerajaan Fantasia.


Joshua dan pengawal nya diantarkan oleh prajurit sampai ke depan pintu masuk istana, saat di depan pintu masuk terdapat dua pelayan cantik yang menyambut Joshua. Sedangkan para pengawal nya tidak di perbolehkan masuk. Hanya satu pengawal saja yang boleh memasuki istana.


Joshua pun memutuskan untuk tidak membawa pengawal ke dalam istana.


pintu di bukakan oleh dua orang prajurit. Kemudian pelayan yang menyambut Joshua mengantar Joshua ke dalam istana.


Joshua berjalan di dalam istana, ia melihat ke sekeliling istana.


Sudah kuduga istana ini lebih bagus dari pada istana milikku. Kata Joshua dalam pikiran nya.


Joshua di antar ke ruang tahta, kerajaan. Saat sampai di depan ruang tahta, lima orang membuka pintu ruang tahta yang sangat besar.


Mereka berlima membuka pintu dengan bersusah payah, setelah beberapa detik akhirnya pintu ruang tahta terbuka secara sempurna.


Joshua pun memasuki ruang tahta itu. Saat masuk kedalam semua orang sudah dalam posisi berlutut. Kecuali Charles dan Carla. Mereka berdua duduk di singgassana.


Di depan Joshua terdapat dua singgassana. Singgassana itu terletak sangat tinggi, ada beberapa tangga untuk sampai ke sana. Singgassana satu di duduki oleh Charles dan yang satunya di duduki Carla.


Sementara itu ke empat selir dan ke empat putri berlutut di bawah singgassana.


Joshua berjalan mendekati singgassana, saat Joshua berada di tengah ruangan. Joshua juga ikut berlutut.


"Maafkan kelancangan hamba karena datang mendadak hari ini." Kata Joshua.


Charles, Carla, ke empat putri dan ke empat selir kebingungan melihat sikap Joshua. Mereka berfikir bagaimana bisa seorang raja merendahkan dirinya di hadapan raja yang lain.


"Berdiri Joshua.... Seorang raja tidak seharus nya berlutut di hadapan raja lain. Kedudukan kita setara." Kata Charles.


Joshua berdiri, kemudian ia melihat kearah Charles dengan wajah tersenyum. "Aku hanya ingin merasakan berlutut di hadapan orang lain. Selama ini aku hanya melihat orang yang berlutut di hadapan ku. Jadi untuk sikap ku yang tadi jangan di pikirkan, yang tadi itu hanya bercanda."


"Hahahahaha." Charles tertawa. "Begitu ya... Jadi apa yang ingin kau bicarakan? Sampai-sampai kau menemui ku secara langsung."


"Sebenarnya tidak ada yang ingin ku bicarakan."


"Eh." Kata Semua orang yang ada di ruang tahta.


"lalu kenapa kau datang kesini?" Tanya Charles.


"Sebenarnya aku datang ke sini hanya untuk mengetes Putra ku."


"Mengetes Putra mu?" Tanya Charles.


"Itu benar. Saat ini aku mengetes Alex. Apakah dia bisa memimpin negara saat kutinggalkan. Karena itulah aku datang ke sini lebih cepat, tujuan ku sebenarnya hanya untuk mengetes Alex. maafkan aku jika kedatangan ku merepotkan."


Mendengar perkataan Joshua membuat Charles berfikir. Ternyata bukan aku saja yang memberikan tes pada anak-anak ku. Joshua ternyata juga memberikan tes pada Putra nya. Pikir Charles.