
Arisa langsung memindahkan Natasha yang sedang menggendong Mira. Arisa memindahkan mereka ke kamar Mira. Saat di kamar Mira, Natasha langsung membaringkan Mira di kasur kemudian Natasha membuka semua pakaian Mira.
"Kak Natasha ngapain?" Tanya Arisa.
"Jangan banyak tanya. Cepat ambil handuk dan baju ganti untuk Mira."
Arisa langsung bergegas mengerjakan apa yang Natasha suruh, satu menit kemudian Arisa datang membawa handuk dan baju ganti untuk Mira, setelah Arisa datang, Natasha mengambil handuk yang di bawa Arisa, kemudian Natasha mengelap seluruh badan Mira dengan handuk itu setelah mengelap badan Mira, Natasha memakaikan Mira baju.
Setelah Mira di pakaikan baju, Natasha memegang dahi Mira. "Badan nya masih panas." Kata Natasha saat memegang dahi Mira. Natasha kemudian menatap Arisa. "Arisa cepat kau ambilkan kain basah! Aku ingin mengompres Mira." Sambung Natasha.
Tanpa bertanya Arisa mengambil kain basah. Saat Arisa mengambil kain basah, Arisa bertemu dengan Jack dan Alex di lantai bawah.
"Kau sedang apa Arisa?" Tanya Jack.
"Kak Mira terkena demam, sekarang Kak Natasha sedang merawat nya." Jawab Arisa.
"Sudah ku bilang kalau Mira itu demam, tapi kalian berdua tidak percaya padaku." Kata Alex.
"Kau percaya yang di katakan Arisa, Arisa itu berbohong mana mungkin Kak Mira demam." Sambung Jack.
"Aku tidak bohong Jack." Kata Arisa dengan nada serius.
Ekspresi wajah Jack langsung berubah mendengar perkataan Arisa. "Apa yang kau katakan Arisa? Kak Mira mana mungkin kena demam, Kak Mira bisa menyembuhkan dirinya menggunakan sihir kan?"
"Kak Mira tidak bisa melakukan nya." Kata Arisa.
Ekspresi Jack menjadi panik ketika mendengar perkataan Arisa. "A-apa maksud mu Arisa?"
"Kau ingat waktu kita latihan. Kau dilatih kak Natasha, dan aku dilatih Kak Mira."
"Tentu saja aku ingat."
"Pada saat latihan Kak Mira menyuruh ku belajar buku tentang sihir, jujur aku baru ingat isi buku nya sekarang. Pada halaman pertama di buku sihir di jelaskan jika penyihir mengalami luka fisik atau terkena penyakit maka sihir mereka akan terganggu. Saat ini Kak Mira sedang sakit, pasti saat ini Kak Mira tidak bisa menggunakan sihir."
Jack terkejut mendengar perkataan Arisa. "Ka-kalau begitu... Kau saja yang sembuhkan, Kau juga bisa menggunakan sihir penyembuhan kan." kata Jack.
"Benar juga, aku tidak memikirkan cara itu." Jawab Arisa.
Arisa, Jack, dan Alex pergi ke kamar Mira, saat mereka sampai Natasha langsung memarahi Arisa. "Kenapa kau lama sekali!?" Teriak Natasha.
"Ma-maaf." Jawab Arisa dengan suara pelan.
Arisa memberikan kain basah ke Natasha, lalu Natasha menempelkan kain basah ke dahi Mira.
Nafas Mira terengah-engah, tubuh Mira mengeluarkan keringat dingin, melihat kondisi Mira, Natasha menjadi panik. "Apa yang harus kulakukan." Gumam Natasha sambil memegangi kepalanya. Natasha menengok ke arah Arisa dan Jack. "Ini semua gara-gara kalian!!" Teriak Natasha.
"Ma-maafkan kami." Kata Arisa dan Jack sambil menundukkan kepala.
"Natasha apakah Mira bisa di sembuhkan dengan sihir penyembuh?" Tanya Alex.
"Aku tidak tahu. Tapi mungkin saja bisa." Jawab Natasha.
"Kalau begitu biar aku coba. Sihir penyembuh ku tidak sehebat Kak Mira, tapi mungkin saja aku bisa menyembuhkan Kak Mira." Kata Arisa.
"Kalau begitu cepat lakukan." Kata Natasha.
Arisa mendekat ke Mira yang terbaring di kasur, kemudian Arisa menyentuh tubuh Mira. "Heal!" Kata Arisa. Dari tangan Arisa muncul cahaya terang, cahaya itu sedikit demi sedikit menutupi tubuh Mira, lalu beberapa detik kemudian tubuh Mira pun tertutupi cahaya itu dengan sempurna. Saat seluruh tubuh Mira tertutupi dengan cahaya yang muncul dari tangan Arisa, nafas Mira yang awalnya terengah-engah mulai menjadi normal.
Melihat hal itu membuat Natasha senang, lalu tiba-tiba Arisa berhenti menggunakan sihir nya. Arisa menghela nafas panjang. "Aku sudah tidak kuat lagi." Kata Arisa dengan nafas tersengal-sengal.
Melihat Arisa yang berhenti menggunakan sihir nya, Natasha langsung mendekati tubuh Mira, Natasha mengangkat kain yang tertempel di dahi Mira, kemudian Natasha memegang dahi Mira.
"Panas nya mulai menurun, kondisi Mira sedikit membaik dari sebelum nya." Kata Natasha.
Arisa, Jack, dan Alex menjadi senang mendengar perkataan Natasha. Kemudian mereka semua pergi keluar dari kamar Mira, dan pergi ke ruang makan. Saat di ruang makan, Jack langsung membuatkan teh. Setelah itu Jack menyajikan teh untuk Natasha.
"Ini sebagai permintaan maafku." Kata Jack, sambil menaruh cangkir teh di meja.
"Ba-baik." Jawab Arisa dan Jack bersama-sama.
"Lain kali kami akan mematuhi perintah." Sambung Arisa.
"Sebenarnya apa yang membuat Mira demam?" Tanya Alex.
"Kau tahu kan perkembangan pasar gelap sangat pesat. Banyak data penjualan yang harus di buat, dan Mira membuat data penjualan itu tiap hari, bahkan Mira bekerja sampai larut malam, karena itulah dia sering bangun kesiangan. Hal itu juga yang membuat Mira sakit." Kata Natasha.
"Jadi Mira bekerja hingga larut malam ya. Wajar saja dia sakit." Sambung Alex.
Mendengar percakapan Natasha dan Alex. Membuat Arisa dan Jack menyesali perbuatan yang mereka lakukan sebelumnya.
"Ini semua salah ku. Jika saja aku tidak merencakan nya kak Mira tidak akan sakit sekarang. " Kata Arisa.
"Tidak ini salah ku, coba aku tidak melemparkan kak Mira ke kolam, pasti kak Mira tidak sakit sekarang." Sambung Jack.
"Itu benar kalian berdua salah." Jawab Natasha.
Arisa dan Jack menundukkan kepala. "Kalian berdua tidak salah," suara anak kecil terdengar dari arah tangga. Mereka semua melihat ke arah tangga, kemudian mereka melihat Mira sedang berdiri di tangga. Wajah Mira masih sedikit Merah, itu menandakan kalau Mira masih sedikit demam. "Dari awal aku sudah memang demam, aku sakit karena aku memaksakan diri, jadi ini bukan salah kalian berdua."
Aku menuruni tangga dengan perlahan, kemudian Natasha bergegas menggendong ku.
"Kau masih demam. Seharus nya kau istirahat dikamar." Kata Natasha.
"Ini hanya demam. Kau tidak perlu khawatir."
"Bagaimana aku tidak khawatir. Kau saja jalan masih sempoyongan."
"Sudahlah cepat gendong aku ke dapur aku lapar."
Natasha menggendong ku ke dapur, kemudian Natasha mendudukkan ku dimeja makan, setelah itu Natasha langsung menyiapkan makanan untukku.
"Kak Mira tidak marah karena ku lempar ke kolam?" Tanya Jack.
"Tentu saja aku marah, rasanya sekarang aku ingin menghajar kalian," Arisa dan Jack menelenan liur mereka. "Tapi sekarang tubuh ku sangat lemas, jadi aku akan menghajar kalian besok saja."
Setelah itu Natasha datang membawakan makanan untuk ku, saat Natasha menaruh makanan di meja. Aku terkejut yang di sediakan Natasha cuma bubur yang di campur dengan sayuran.
"Apa yang kau masak ini?"
"Bubur, saat ini kau sedang sakit sebaiknya kau tidak makan manisan dulu." Kata Natasha dengan senyum di wajah nya.
"Aku melihat ada beberapa sayuran di dalam nya, kau tahu kan kalau aku tidak suka sayuran. Lalu teh mana teh nya?"
"Saat ini kau tidak boleh minum teh dulu, kau harus minum ini." Natasha membawakan minuman bewarna hijau.
"Apa ini?"
"Ini adalah sayuran yang ku haluskan kemudian ku campur dengan air."
Minuman yang di buat Natasha ini adalah Jus sayur, bagaimana bisa Natasha membuat jus tanpa menggunakan blender. Apa yang harus ku lakukan makanan dan minuman semua nya mengandung sayur. Aku sangat tidak suka sayuran. Kalau tahu aku bakal tidur aja tadi, tapi aku tidak bisa tidur karena perut ku lapar.
Aku melihat ke arah Natasha, kemudian Natasha tersenyum padaku, kemudian aku melihat kembali ke makanan yang di buat Natasha. Karena tidak ada pilihan lain, aku pun menyuap bubur sayur itu kedalam mulutku.
Aku langsung memuntahkan bubur yang dimasak Natasha. "Hueek. Sayur apa yang kau masukkan? rasanya pahit sekali."
"Itu adalah sayuran yang biasa di pakai Vampir saat terkena demam." Kata Natasha.
"Jadi Vampir juga bisa kena demam."
Natasha mengangguk, kemudian Natasha mengambil mangkuk bubur dan sendok yang ku pegang. Lalu Natasha menyodorkan sendok nya ke arah mulut ku.
"Cepat buka mulut. Aaaah." Kata Natasha.
Aku menutup mulut ku dengan menggunakan kedua tangan, lalu Natasha menyuruh Arisa dan Jack untuk memegangi ku, Natasha pun memaksa ku untuk menghabiskan bubur buatan nya. Dengan penuh penderitaan aku pun berhasil menghabiskan bubur buatan Natasha.