From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 298 Sementara itu...



"Apapun alasan mu datang ke dunia ini, aku akan selalu bersama mu. Bahkan sebelum kau bertemu Natasha Dan yang lain nya. Aku sudah ada bersama mu. Aku selalu ingin bersama mu, itulah perasaan ku yang sebenarnya."


\*\*\*


Di danau Denizi, tempat tinggal baru para vampir. Tempat ini terisolasi dari luar karena ada sebuah penghalang besar yang menghalangi tempat ini. Penghalang itu di buat oleh Mira, dan tidak bisa di masuki oleh siapapun kecuali Ras Vampir dan beberapa bawahan Mira.


Amanda, pemimpin baru Ras Vampir, saat ini sedang di dalam penjara. Walaupun di katakan sebagai penjara, tempat ini bukanlah sebuah bangunan tempat menahan orang-orang yang berbuat kriminal. Penjara di tempat ini lebih tepat nya di katakan sebagai tempat penyiksaan.


Penjara ini di buat oleh Natasha atas permintaan Amanda. Penjara ini di buat untuk menyiksa para Vampir yang dulu pernah berkhianat pada Mira.


Para Vampir yang dulu berkhianat pada Mira, masih tidak terima mereka di siksa. Di mata mereka, perbuatan yang mereka lakukan adalah benar. Walaupun begitu, mereka juga tahu kalau perbuatan mereka adalah hal terbodoh yang pernah mereka lakukan. Mereka lupa akan kekuatan sejati Mira. Mereka mengira, dengan melemah nya kekuatan Mira, mereka memiliki kesempatan untuk melawan nya.


Penyiksaan para Vampir sangat simple, dengan bantuan dari Arisa, Amanda dan Arisa membuat alat sihir penyorot cahaya yang kekuatan cahaya nya dua kali lipat kekuatan cahaya matahari. Bagi Ras lain itu siksaan yang sepele tapi bagi Ras Vampir yang kelemahan nya adalah matahari, itu adalah siksaan yang sangat berat.


Vampir di bagi menjadi dua, Day Walker Vampir dan Normal Vampir.


Vampir Day walker adalah Vampir yang tahan terhadap cahaya matahari pada batas tertentu. Contoh Vampir seperti ini adalah Natasha dan juga Amanda.


Vampir Normal, seperti namanya, adalah Vampir normal yang mengambil nutrisi dari menghisap darah mahluk lain, dapat mengendalikan darah seperti bagian dari tubuh nya sendiri dan memiliki kelemahan terhadap cahaya matahari.


Vampir Day Walker dapat di katakan sebagai Vampir tingkat tinggi. Nyata nya memang seperti itu. Semua Ras Vampir tanpa terkecuali lahir sebagai Vampir normal, Ras mereka mengalami perubahan saat mereka mencapai level enam puluh, mereka akan tahan terhadap sinar matahari. Saat itulah Vampir normal akan berubah menjadi Vampir Day Walker.


Vampir normal jika mereka terkena sinar matahari, tubuh mereka akan terbakar. Walaupun tidak sampai mati. berbeda kasus dengan Vampir Day Walker, Vampir jenis ini memiliki resistensi terhadap cahaya matahari. Cahaya matahari hanya akan membuat kekuatan mereka melemah dari tiga puluh hingga lima puluh persen. Tergantung seberapa tinggi level nya.


Semua Vampir yang memberontak ke Mira adalah Vampir tingkat rendah, yang berdiri di bawah sinar matahari saja membuat tubuh mereka kepanasan. Alat sihir ciptaan Arisa dan Amanda dapat memperkuat kekuatan cahaya matahari sebanyak dua kali lipat, cahaya sekuat itu mampu membuat Vampir Day Walker ikut merasa kepanasan. Jika cahaya matahari biasa saja membuat para Vampir pengkhianat merasa tersiksa, apalagi cahaya yang sudah di perkuat, itu sungguh sangat menyiksa para Vampir pengkhianat.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakh"


Jeritan kesakitan terus menggema di ruang penjara. Sebenarnya suara jeritan ini adalah suara yang setiap hari di dengar semenjak pengkhianatan para Vampir ke pada Mira tujuh tahun yang lalu. Alhasil setiap hari mendengar suara jeritan yang tiada henti nya, di siang hari maupun malam, para Vampir yang menjalani kehidupan normal di Danau Denizi tidak merasa terganggu dengan suara bising itu.


Amanda menyusuri lorong penjara, di sepanjang lorong, di sebelah kiri dan kanan Amanda terdapat ruangan yang cukup untuk menampung seseorang. Ruangan itu adalah sel tahanan. Tidak seperti sel tahanan pada biasa nya, yang dimana para tahanan akan di kurung di jeruji besi. Di penjara buatan Natasha ini, para tahanan di kurung di dalam kamar yang di pencahayai dengan alat sihir ciptaan Arisa dan Amanda, alat sihir yang mampu memancarkan cahaya yang memiliki dua kali lipat kekuatan cahaya matahari... Dengan kata lain, ruangan yang ada di sepanjang lorong adalah ruangan penyiksaan.


Amanda terus berjalan di lorong, hingga akhir nya ia berhenti di suatu kamar. Kamar itu tidak terdengar jeritan. Merasa heran, Amanda membuka pintu kamar itu, dan di sana ada seorang Vampir pria dengan tubuh di penuhi luka bakar dan tubuh kurus kering terduduk di tengah ruangan. Ruangan itu masih di sorot cahaya alat sihir, dan cahaya itu masih menyorot ke Vampir itu, menyebabkan tubuh nya mengeluarkan asap putih.


Sebenarnya, Vampir ini bukanlah orang pertama yang tidak menjerit kesakitan, ada beberapa orang sebelum dia. Mungkin sudah putus asa dengan rasa sakit yang tidak berkesudahan, atau mungkin hanya karena lelah berteriak terus-menerus, banyak Vampir yang berhenti berteriak, putus asa dengan situasi yang menimpa mereka.


"...." Vampir itu tidak menanggapi kata-kata Amanda. Karena itulah Amanda melanjutkan perkataan nya.


"Jika kau ingin siksaan ini berhenti, kau hanya perlu bersumpah untuk setia pada Mira lagi, atau kau bisa meminta ku untuk membunuh mu." Kata Amanda memberi saran.


"..... Bunuh aku..." Kata Vampir itu.


Mendengar jawaban itu, Amanda hanya bisa menghela nafas dengan wajah lelah. Amanda sebenarnya sudah melakukan percakapan ini berulang kali dengan Vampir lain nya yang sudah putus asa dengan siksaan yang mereka terima. Di dalam hati, Amanda berharap para Vampir yang berkhianat itu membuang harga diri mereka dan bersumpah setia pada Mira, tapi sayang nya tidak ada satu pun yang melakukan itu. Alih-alih membuang harga diri mereka, mereka lebih memilih mati dari pada bersumpah setia pada Mira.


Karena sudah menerima jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan, Amanda bersiap-siap untuk melakukan apa yang di minta oleh Vampir itu. Amanda mematikan alat sihir, setelah alat sihir mati, Amanda memasuki ruangan penjara. Walaupun alat sihir telah di matikan, tubuh Vampir masih lemah, akibat siksaan yang selama ini ia alami, ia pun hanya bisa pasrah saat Amanda menyiapkan pedang darah nya.


"Ada kata-kata terakhir?" Tanya Amanda.


".... Aku menyesal telah berkhianat..." Jawab Vampir itu dengan lesu.


Mendengar kata-kata Vampir itu, mata Amanda terbelalak kaget. Semua Vampir yang menyerah dengan siksaan yang di berikan Amanda, tidak pernah menyesali perbuatan nya, mereka semua malah menghujat Amanda karena mau saja menuruti perintah seseorang berras Human seperti Mira. Atas alasan itulah, kata-kata Vampir yang hendak di eksekusi nya ini membuat nya kaget.


"Kalau kau menyesal," Kata Amanda dengan nada tinggi, ia emosi atas jawaban Vampir itu. "Kenapa kau tidak bersumpah setia kepada Mira?"


".... Tidak ada gunanya melakukan itu... Kau pikir, dia akan memaafkan ku setelah apa yang ku lakukan...?" Tanya Vampir itu dengan lesu.


"...." Amanda terdiam, tidak dapat menjawab pertanyaan nya... Memang benar perkataan nya. Walaupun ia bersumpah setia kepada Mira, tidak ada jaminan Mira akan memaafkan nya, contoh nya saja Jack. Dia sudah bersumpah tidak akan pernah mengkhianati Mira lagi, tapi Mira tidak memaafkan nya sampai sekarang. Vampir itu tahu, walaupun ia bersumpah setia ke Mira, itu semua akan sia-sia. Karena itu ia memilih mati.


"... Bunuh aku. Aku ingin menghilang dari dunia ini bersama dengan dosa-dosa ku." Pinta Vampir itu.


"... Baiklah. Jika itu mau mu." Jawab Amanda setelah terdiam beberapa saat. Setelah itu, ia menusukkan pedang darah nya ke jantung Vampir itu. Setelah jantung nya tertusuk, Amanda menggunakan pedang darah nya untuk menghisap semua cairan tubuh Vampir itu. Beberapa detik kemudian Vampir itu mati dengan tubuh mengering, menyisakan tulang belulang nya saja.


Melihat itu, wajah Amanda menjadi cemberut. Walaupun Vampir itu adalah pengkhianat, tapi tetap, dia adalah seseorang yang sebangsa dengan Amanda. Mengingat dia harus membunuh teman sebangsa nya sendiri, membuat hati nya sedih.


Saat perasaan di hati nya masih di tahap itu, tiba-tiba ia merasakan sesuatu terjadi di luar penjara.