
Semua anak berdecak kagum melihat panti asuhan mereka menjadi lebih besar dari sebelum nya.
"Be-besar sekali!!" Kata salah satu anak.
"Ini panti asuhan yang kita tinggali kan? Seingat ku panti asuhan kita hanya memiliki satu lantai. Tapi sekarang panti asuhan kita memiliki lima lantai!" Kata Virgo.
"Aku tidak menyangka, akan jadi sebesar ini." Kata Peter.
Salah satu anak menunjuk ke bagian paling atas panti asuhan. "Lihat ada tulisan di atas nya."
Juliet menengok ke atas. "Charlotte apa tulisan nya?" Tanya Juliet.
Charlotte menengok ke atas. "Tulisan nya.... Mirror Orphanage."
"Mi-Mi-Mi- Gimana sih cara mengucapkan nya?" Tanya Scorpio.
"Mirror Orphanage." Jawab Charlotte.
"Cara pengucapan nya nggak penting. Yang penting apa arti dari kata itu?" Tanya Scorpio.
"Entahlah. Tulisan nya di tulis dalam bahasa mantra, aku tidak tahu apa artinya." Jawab Charlotte.
"Sudah tidak perlu mengurus arti tulisan itu, ayo cepat kita masuk! Mira sudah menunggu kita." Kata Juliet sambil berjalan menuju pintu masuk panti asuhan.
Anak-anak panti asuhan mengikuti Juliet dari belakang, saat sampai di depan pintu, Juliet membuka pintu panti asuhan, saat pintu terbuka sepenuhnya, Juliet masuk kedalam.
Saat di dalam, Juliet di buat kagum. Seingat Juliet panti asuhan memiliki sedikit kamar, bahkan satu kamar berisi lima orang anak. Tapi sekarang Juliet melihat panti asuhan memiliki banyak kamar. Kamar-kamar itu terletak di lantai atas panti asuhan.
Para anak panti, berlarian menuju ke arah kamar yang mereka lihat.
Di dalam masing-masing kamar terdapat kasur dua tingkat. Setelah mereka melihat seluruh ruangan mereka kembali lagi ke lantai satu.
"Kak Juliet Sekarang kita punya banyak, kamar jadi sekarang kita tidak akan tidur bersempitan lagi." Kata salah satu anak.
Juliet mengelus kepala anak itu. "Begitu ya.. Kita harus berterima kasih ke Mira."
"Aku sudah memeriksa seluruh ruangan, tapi aku tidak melihat Mira dan pelayan nya." Kata Virgo berteriak dari lantai dua.
"Begitu ya... Virgo kau cepat turun kemari!" Teriak Juliet.
Virgo pun turun ke lantai satu.
"Kemana Mira, bukan nya dia duluan ke sini?" Kata Virgo sambil berjalan mendekati Juliet.
Lalu dari arah pintu belakang datang seorang laki-laki dan seorang Elf perempuan berambut pirang.
"Semua nya ikuti kami ke belakang! Ka- Maksudku Nona Mira menunggu kalian di belakang." Kata Jack.
Mereka semua mengikuti Arisa dan Jack. Akhir nya mereka semua sampai di halaman belakang panti asuhan. Saat tiba di halaman belakang, Mira sudah menunggu mereka sambil minum teh di meja kecil. Lalu di belakang Mira berdiri pelayan nya yang berambut pirang.
Arisa dan Jack datang bersama anak-anak panti asuhan, saat mereka datang semua anak tersenyum bahagia.
"Seperti nya kalian terlihat senang."
Setelah aku berkata seperti itu, anak-anak panti asuhan membungkuk. "Terima kasih Mira!!" Kata Anak panti asuhan itu bersama-sama.
"Sama-sama... Bagaimana menurut kalian panti asuhan nya?"
"Sangat bagus!"
"Sangat besar!"
Kata anak-anak panti asuhan.
"Begitu ya," aku menaruh cangkir teh di atas meja. "Baiklah semua nya, aku ingin memberikan kalian hadiah."
"Mira, kau sudah merenovasi panti asuhan untuk kami. Dan sekarang kau ingin memberikan kami hadiah, semoga Dewa Pierot memberikan kau keberkahan." Kata Sandra.
"Sudah ku bilang, aku tidak perlu berkah dari mahluk yang bernama Pierot itu... Natasha, cepat kau ambil barang-barang yang sudah ku siap kan!"
Natasha mengangguk. Kemudian Natasha masuk kedalam panti asuhan.
Beberapa menit kemudian Natasha datang sambil membawa kereta dorong, di atas kereta itu terdapat banyak pakaian dan gelang emas.
"Mohon buka jalan!" Kata Natasha sambil mendorong kereta.
Semua anak panti membuka kan jalan untuk Natasha, kemudian Natasha berjalan mendekati ku.
Melihat Natasha berjalan, Membuat Juliet dan Virgo bertanya-tanya.
Virgo mengangguk.
"Apakah kau lihat ada benda yang di bawa pelayan Mira itu. Waktu kau memeriksa seluruh ruangan?"
"Tidak, aku tidak melihat nya." Jawab Virgo sambil berbisik.
Saat sampai di sini, aku memberikan Natasha barang-barang yang ku siapkan sebagai hadiah kepada anak-anak panti asuhan. Aku menyimpan barang-barang itu di (Inventori).
Saat aku berikan ke Natasha, Natasha langsung menyimpan nya ke (Blood Box) Milik nya.
Natasha masuk kedalam Panti asuhan untuk mengambil barang-barang itu di (Blood Box) milik nya. Sebenar nya Natasha bisa mengambil di sini, tapi aku menyuruh Natasha menyembunyikan kemampuan nya, karena itu kusuruh dia masuk ke dalam panti asuhan
Setelah Natasha datang membawa barang, aku menyuruh anak-anak panti asuhan berbaris. Aku pun memberikan mereka masing-masing satu set pakaian dan satu gelang emas.
Aku memberikan pakaian berwarna merah pada anak laki-laki dan pakaian berwarna pink untuk anak perempuan.
Setelah mendapatkan pakaian dan gelang, semua anak masuk kedalam panti, beberapa menit kemudian mereka kembali dengan menggunakan pakaian dan gelang yang sudah ku berikan pada mereka.
"Apakah kalian suka?"
"Kami sangat suka, terima kasih Mira!" Kata salah satu anak.
"Kalian hanya boleh memakai pakaian itu, jika kalian ingin pergi ke istana saja. Jika kalian memakai pakaian itu, para prajurit istana akan membiarkan kalian masuk."
"Lalu apa guna gelang ini?" Tanya Juliet.
"Gelang itu berguna jika kalian ingin meminta sesuatu ke Joshua atau ke Alex. Kalian hanya perlu menunjukkan gelang itu, maka Joshua dan Alex akan memberikan benda yang kalian ingin kan."
"Aku tidak menyangka gelang ini memiliki fungsi seperti itu." Kata Charlotte.
"Tugas ku disini sudah selesai, kalian akan baik-baik saja, pada saat aku pergi dari kerajaan ini nanti."
Mendengar perkataan ku, semua anak berlarian mendekati ku.
"Kau ingin pergi!"
"Kenapa kau tidak tinggal di sini saja?"
"Jangan pergi Mira."
Kata Anak-anak panti asuhan.
Mereka semua menempel padaku, keadaan di sekitar ku mulai terasa sesak karena mereka menempel padaku.
Aku berusaha mendorong mereka semua, tapi mereka melawan dorongan ku. Melihat ku yang sedang ke susahan Natasha, Arisa dan Jack. Membantu ku menjauh dari anak-anak panti asuhan.
"Kami mohon jangan pergi Mira, tinggal di saja." Kata salah satu anak panti.
"Itu benar Mira, tinggal di sini saja. Kau sudah kami anggap seperti saudara sendiri, bagaimana kami bisa menerima saat saudara kami ingin pergi... Jadi kami mohon tinggal saja di sini!! Kami mohon tinggal saja di kerajaan Eurasia." Kata Scorpio.
"Maafkan aku, aku masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan."
Juliet berjalan mendekati ku, kemudian Juliet memeluk ku. "Kau tidak boleh pergi dari sini!" Kata Juliet.
Mendengar perkataan Juliet, semua anak mendekati ku, kemudian mereka semua memeluk ku.
"Bisakah kalian melepaskan ku, aku tidak bisa bergerak!!"
"Kami tidak akan melepaskan mu, sampai kau berubah pikiran." Kata Virgo.
"Natasha... Tolong aku!"
Natasha kemudian, mendorong semua anak menjauh dari ku.
Setelah semua anak sudah menjauh aku berteriak kepada mereka.
"Aku memang akan pergi, tapi ini bukan lah perpisahan.. Aku akan ke sini lagi setelah aku menyelesaikan semua pekerjaan ku. Jadi kalian jangan sedih!"
Semua anak yang awal nya berwajah sedih menjadi ceria kembali mendengar perkataan ku.
"Janji ya, kalau sudah selesai pekerjaan nya Mira akan ke sini lagi." Kata salah satu anak.
Aku menunjukkan jari kelingking ku pada mereka. "Aku berjanji! Dan juga, aku akan membawa setengah buah kalian. Tapi untuk seterus nya, kalian boleh memiliki semua buah yang ada di halaman istana."
Setelah aku mengatakan itu semua anak panti asuhan tersenyum kepada ku, aku membalas senyuman mereka dengan senyuman juga.
Setelah berpamitan dengan anak panti, aku dan Arisa mengaktifkan sihir (Teleportation) untuk berpindah ke Vila ku yang berada di kota Tiramisu.