From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 325 Memnita tolong Thinkie



Sementara itu, di waktu yang bersamaan dengan penyerahan tahta ke Yuri, di luar benua Benua Silia, lebih tepat nya di Benua Hokahi, raja Elf Oberon kedatangan tamu.


"... Kalian ingin bertemu Ratu Roh?" Tanya Oberon kepada tamu nya.


"... Ya... Kalau bisa kami ingin membawa nya ke suatu tempat, tentu saja dengan izin mu dan atas keinginan Thinkie sendiri."


"Aku tidak keberatan, tapi aku tidak tahu apakah Ratu Roh ingin ikut bersama kalian atau tidak."


"Aku sama sekali tidak keberatan... Lagipula, kalian sampai repot-repot datang kesini pasti ada hubungan nya dengan Mira kan?"


Saat Oberon memberikan izin nya, tiba-tiba di langit-langit ruangan muncul bola cahaya di sertai dengan suara seorang gadis. Bola cahaya itu mendekati tamu Oberon, mengungkapkan kalau bola cahaya itu adalah seorang gadis dengan ukuran tubuh nya seukuran jari manusia, dengan sayap kupu-kupu di punggung nya, dia tidak lain adalah Thinkie.


"Ya... Saat ini kondisi Kak Mira-"


"Kau tidak perlu menjelaskan nya, aku sudah tahu apa yang terjadi. Aku merasakan energi sihir Mira dan Natasha di Benua Aziliya beberapa hari yang lalu, dan beberapa energi sihir asing yang tidak ku kenal. Kedatangan kalian ke kalian kesini ada hubungan nya dengan itu kan? Jack, Amanda..."


"Aku senang kau dapat dengan cepat menangkap situasi yang kami hadapi sekarang."


Tamu Oberon, atau lebih tepat nya Amanda dan Jack, di utus oleh Natasha untuk menemui Thinkie, meminta tolong untuk memeriksa keadaan Mira yang saat ini dalam keadaan koma akibat penggunaan energi sihir yang berlebihan. Jika kondisi nya memungkinkan, Natasha juga ingin meminta tolong Thinkie untuk menyadarkan Mira. Thinkie yang menyadari maksud kedatangan mereka berdua, setuju untuk menawarkan bantuan... Amanda dan Jack yang telah mendapat persetujuan Oberon dan Thinkie yang ingin ikut atas kemauan nya sendiri, bergegas membawa Thinkie ke Danau Denizi tempat Mira berada menggunakan Crystal sihir (Teleportation) yang sudah di atur untuk langsung berpindah ke danau Denizi.


\*\*\*


Mereka bertiga sampai di Danau Denizi, sesampai nya mereka di sana, Amanda dan Jack langsung membawa Thinkie ke tempat Mira di rawat. Sebagai catatan, Arisa juga mengalami kondisi yang sama seperti Mira, sama-sama tidak sadarkan diri akibat terlalu berlebihan menggunakan energi sihir. Walaupun penyebab mereka tidak sadarkan diri sama, tapi alasan mereka bisa sampai tidak sadarkan diri sangat jauh berbeda. Alasan Mira tidak sadarkan diri karena tubuh nya tidak kuat menggunakan kekuatan sihir nya yang jumlah dan kekuatan nya jauh melampaui akal sehat, sedangkan Arisa tidak sadarkan diri di karenakan energi sihir nya mencapai titik nol, atau bisa di bilang cadangan energi sihir di dalam tubuh nya habis. Oleh karena itulah, Natasha dan yang lain nya tidak mengkhawatirkan Arisa sama sekali, cepat atau lambat ia akan sadarkan diri setelah cadangan energi sihir di dalam tubuh nya terisi penuh. Yang jadi masalah di sini adalah Mira, walaupun cadangan sihir nya masih banyak, tapi ia masih belum sadarkan diri juga, dan yang lebih parah nya lagi kondisi Vital Mira makin lama makin melemah. Membuat Natasha dan yang lain nya khawatir akan kondisi nya.


Amanda dan Jack yang membawa Thinkie bersama mereka sampai ke tempat Mira dan Arisa di rawat. Mereka berdua di rawat, di mansion yang terbangun di tengah-tengah kota yang ada di sekitaran danau Denizi. Selama di perjalanan menuju Mansion, Thinkie menunjukkan reaksi terkejut, melihat Ras yang dulu nya di anggap punah masih ada sampai sekarang bahkan membangun kota sebagai tempat pemukiman mereka.


"Baguslah kau mau memeriksa keadaan Mira, Thinke..." sesampai nya mereka bertiga di depan mansion, Natasha telah menunggu mereka di depan pintu mansion, menunjukkan rasa syukur nya kepada Thinkie yang telah berbaik hati datang untuk memeriksa keadaan Mira.


"Jika aku tidak datang, kau pasti akan memaksaku datang ke sini kan? Lebih baik aku menawarkan diri ku datang kesini dari pada kau melakukan hal buruk kepada para Elf untuk memaksa ku datang kesini." Kata Thinkie menjawab dengan dingin atas perkataan syukur Natasha kepada nya.


"Kau pikir kami apa...? Mana mungkin kami akan melakukan hal sejahat itu. Kalau kau menolak permintaan kami dengan sopan, kami akan pergi tanpa melakukan apapun." yang merespon jawaban Thinkie bukanlah Natasha, melainkan Amanda. Ia sedikit tersinggung dengan Thinkie yang menganggap Ras Vampir adalah kelompok bar-bar yang berpikiran semua hal bisa di dapatkan dengan jalan kekerasan.


"Kau mungkin tidak akan memaksa ku, tapi lain hal nya dengan Dia! Dia pasti akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan Mira, walaupun harus memusnahkan semua mahluk hidup di dunia ini!" Kata Thinkie menjawab perkataan Amanda. Ia menunjuk Natasha, mengindikasikan kalau maksud perkataan nya sebelum nya bukan menyinggung Ras Vampir secara keseluruhan tapi menyinggung Natasha secara pribadi.


Natasha tidak mngatakan apapun untuk merespon perkataan Thinkie, ia hanya tersenyum. Jack dan Amanda yang melihat senyum Natasha seketika merinding ketakutan. Fakta kalau dia tidak menyangkal perkataan Thinkie sebelum nya, menandakan kalau dia membenarkan perkataan Thinkie.


"Tidak ada gunanya terus berbicara di sini. Ayo masuk ke dalam." tidak menyadari perasaan Amanda dan Jack, Natasha mengajak masuk mereka bertiga ke dalam mansion.


\*\*\*


Saat Thinkie dan Natasha masuk ke dalam kamar, Mira terbaring di kasur, tubuh nya telah bersih dari kotoran bekas pertarungan sebelum nya, dan tidak ada luka sama sekali yang tersisa di tubuh nya. Ia mengenakan pakaian tidur dengan setengah tubuh nya tertutupi dengan selimut. Mata nya tertutup, ia bernafas dengan nafas pelan, layak nya orang tertidur. Sekilas ia memang nampak sedang tidur, tanpa ada nya masalah sedikit pun, tapi Natasha dan Thinkie dapat merasakan keanehan dari dalam tubuh Mira.


"Kondisi vital nya semakin memburuk... Padahal dia nampak baik-baik saja dari luar." Thinkie menganalisis, setelah melayang mendekati tubuh Mira.


"... Begitulah... Selama beberapa hari ini, keadaan nya makin memburuk. Ternyata benar, jika ia menggunakan kekuatan nya secara berlebihan tubuh nya semakin lama akan mendekati kehancuran." Kata Natasha kepada Thinkie dengan wajah khawatir.


"Aku sering melihat para Elf yang terkena penyakit kelebihan energi sihir. Memang benar, jika orang terkena penyakit ini, tubuh nya akan perlahan-lahan hancur dari dalam. Tapi aku tidak pernah melihat orang yang mengalami kerusakan separah ini... Jika terus di biarkan, hanya tinggal menunggu waktu saja hingga ia menghembuskan nafas terakhir."


"Apakah tidak ada cara untuk mengatasi nya?" Kata Natasha dengan wajah pucat setelah mendengar perkataan Thinkie kalau Mira bisa mati dalam waktu dekat.


"...." Thinkie tidak menjawab pertanyaan Natasha. Ia terus memperhatikan tubuh Mira dari ujung kaki sampai ujung kepala, menganalisis penyebab pasti dari kondisi yang di alami Mira sekarang. Mata Thinkie mengeluarkan cahaya samar saat melakukan itu. Thinkie menggunakan mata khusus para roh yang memiliki fungsi yang sama seperti mata emas milik keluarga kerajaan Fantasia, tapi mata khusus roh milik Thinkie jauh lebih superior. Memungkinkan dia melihat sesuatu yang tidak dapat di lihat oleh mata emas milik keluarga kerajaan Fantasia. Sebagai contoh: melihat dimensi yang tersembunyi di dalam tubuh milik Mira.


'Sudah ku duga... Ada sesuatu di dalam tubuh nya yang mencegah kehancuran tubuh nya secara langsung... Pantas saja aku merasakan keanehan saat melihat nya, biasa nya jika seseorang sudah tidak sanggup menahan energi sihir di dalam tubuh nya yang terlalu besar, tubuh orang itu akan hancur secara langsung... Tapi dia berbeda, sudah berapa kali tubuh nya tidak kuat menahan energi sihir yang sangat besar itu, tapi tubuh nya tidak langsung hancur, malahan tubuh nya secara perlahan memulihkan diri... Tapi kali ini kasus nya berbeda, sesuatu di dalam diri nya sudah tidak kuat menahan lonjakan energi sihir nya yang terlalu besar... Kalau begini, tidak ada yang bisa ku lakukan, tidak lama lagi Mira akan mati...'


Saat Thinkie berpikiran seperti itu, mata nya melihat sesuatu yang aneh terjadi dari dalam tubuh Mira, menyebabkan ia terbelalak kaget. Tanpa sadar, Thinkie menyerukan kekagetan nya. "Eh!?"


"Ada apa!? Kenapa Thinkie!?" Saat Thinkie menyerukan kekagetan nya Natasha menyadari hal itu, ia dengan khawatir menanyai Thinkie. Ia berpikir kalau Thinkie pasti mengetahui sesuatu yang ia tidak ketahui saat menganalisis tubuh Mira.


"Ah... Bukan apa-apa..." Thinkie menghindari pertanyaan Natasha, dan terus menganalisis tubuh Mira.


'... Tubuh nya memulihkan diri sendiri... Ada kekuatan lain yang mencegah kehancuran tubuh nya... Walaupun begitu, pemulihan nya sangat lambat.'


"... Aku pikir Mira tidak apa-apa, tubuh nya mulai memulihkan diri...'


"Benarkah!?" Natasha merespon perkataan Thinkie dengan wajah penuh harap.


"Y-Ya... Jika kita terus menunggu, ia akan pulih."


"Be-Berapa lama Mira akan pulih?"


"Menurut perkiraan ku, sekitar seratus tahun... Yah, bagi manusia biasa itu adalah waktu yang lama. Tapi untung nya dia bukan manusia biasa. Waktu seratus tahun, mungkin akan terasa singkat."


"Se-Seratus... Tahun..." Natasha berkata dengan mulut ternganga.