
Kelompok Arisa dan Catulus terus terbang turun ke tanah. Saat di ketinggian tertentu, Arisa yang memiliki pendengaran lebih tajam dapat mendengar suara teriakan. Hal itu membuat Arisa semakin mempercepat kecepatan turun nya, akhir nya pada ketinggian lima puluh meter, semua orang yang turun bersama dengan Arisa dapat mendengar suara teriakan itu dengan jelas.
Dari teriakan itu, sangat jelas ada dua orang yang sedang berteriak. Teriakan pertama terdengar seperti orang putus asa yang di landa kesedihan sangat dalam, sedangkan teriakan yang lain adalah teriakan kesakitan. Yang dari suara nya tergambar jelas kalau orang itu merasakan rasa sakit yang luar biasa menyakitkan.
Catulus dan Javelin sangat mengenali suara itu, karena itulah mereka juga ikut mempercepat kecepatan terbang mereka hingga menyalip Arisa yang terbang jauh di depan. Saat jarak sepuluh meter dari tanah, Catulus dan Javelin dapat melihat kedua kawan nya di gantung di tiang salib, Siegurd berteriak sambil menangis memanggil-manggil nama istri nya, sedangkan Bruno berteriak kesakitan sambil meminta Natasha untuk berhenti menusukkan benda tajam yang ia pegang. Saat melihat kejadian itu, Catulus dan Javelin di landa rasa horor dan rasa tidak tega kepada kedua teman mereka yang tengah di siksa itu.
Javelin dan Catulus pun mengambil inisiatif untuk menolong teman mereka dengan cara menyerang Natasha untuk mengalihkan perhatian nya.
"Jangan!"
... Tetapi langkah mereka di hentikan oleh Arisa yang langsung terbang ke hadapan mereka, menutupi jalur serangan mereka.
"Jika kalian menyerang, ada kemungkinan serangan kalian akan mengenai teman kalian sendiri."
".... Dia benar..." Kata Catulus sambil membatalkan Skill nya.
"Lalu bagaimana caranya kita menghentikan dia?" Tanya Javelin ke Arisa.
Arisa melihat ke arah Jack dan Amanda yang melayang di belakang Javelin dan Catulus. "Kak Amanda, aku dan Jack akan menghentikan Kak Natasha. Saat itulah kalian harus menyelamatkan teman kalian."
"... Baiklah. Aku serahkan pada kalian... Javelin, kita bersiap-siap untuk menyelamatkan Siegurd dan Bruno." Catulus menyetujui saran Arisa, kemudian ia menyuruh Javelin bersiap-siap. "Ok." Javelin membalas dengan anggukan, ekspresi wajah nya menunjukkan kebulatan tekad nya untuk menyelamatkan teman-teman nya.
Setelah masing-masing peran di tentukan, kedua kelompok itupun bergerak ke arah Natasha. Di mulai dari kelompok Arisa yang terdiri dari diri nya, Amanda dan Jack. Mereka dengan cepat terbang ke belakang Natasha.
Natasha yang menyadari sesuatu mendekat dari belakang nya, dengan segera berbalik sembari menyiapkan senjata nya, tapi seketika ia berbalik mata nya terbelalak kaget saat melihat kelompok Arisa, yang membuat pergerakan nya menjadi terhambat. Jack dan Amanda bersama-sama langsung menjatuhkan Natasha ke tanah kemudian menahan nya agar tidak bergerak.
"Apa yang kalian-" Saat Natasha hendak melepaskan diri dari mereka berdua, Arisa bergerak membuat (Barrier) untuk menahan Natasha, membuat nya semakin tidak bisa bergerak.
Kelompok lain nya, yang terdiri dari Catulus dan Javelin, membaca situasi dengan cepat. Saat Natasha berhasil di tahan, mereka juga ikut bergerak dengan kecepatan tinggi sembari menyiapkan serangan untuk menghancurkan salib yang menahan Siegurd dan Bruno. Setelah salib hancur, mereka berdua kemudian membawa kedua teman mereka menjauh dari Natasha.
Natasha yang menyadari hal itu mengeluarkan kekuatan nya untuk mengahancurkan (Barrier) milik Arisa. Karena perbedaan kekuatan yang cukup besar antara Arisa dan Natasha, (Barrier) Arisa dengan mudah hancur, dan yang lebih parah nya lagi Natasha berhasil membuat Jack dan Amanda terlempar sejauh tiga meter saat ia berusaha melepaskan diri dari kekangan mereka berdua. Arisa yang melihat hal itu bergerak dengan cepat ke depan Natasha kemudian memeluk nya dengan erat, berusaha untuk menahan nya.
"Hentikan Kak Natasha! Saat ini ada hal yang lebih penting daripada menghukum mereka!" Teriak Arisa sembari mengeluarkan kekuatan nya untuk mengehentikan pergerakan Natasha.
Awal nya Natasha hendak mementalkan Arisa seperti Amanda dan Jack, tapi setelah mendengar perkataan Arisa, ia pun perlahan-lahan mulai tenang. Saat ia telah tenang sepenuh nya, Natasha berkata pada Arisa dengan nada menyesal. "Yah... Kau benar. Maafkan aku..."
Catulus dan Javelin yang melihat Natasha yang sudah di kondisi seperti itu, akhir nya bisa bernafas lega. Mereka kemudian melihat ke arah Bruno dan Siegurd yang terbaring lemah di pangkuan mereka.
'Apa yang telah dia lakukan pada Siegurd dan Bruno?' Pikir Catulus dalam kepala nya dengan wajah di penuhi ketakutan. Ia tidak bisa membayangkan hal mengerikan apa yang telah di alami oleh kedua teman nya itu.
Catulus kemudian mengalihkan pandangan nya ke arah Javelin. Javelin juga secara kebetulan mengalihkan pandangan nya ke arah Catulus, membuat mereka berdua bertatap-tatapan. Catulus kemudian memberikan kode melalui mata nya.
'Kita harus pergi dari sini... Dan melanjutkan rencana ke tahap selanjut nya.'
'Kau benar!'
Setelah mereka memutuskan tujuan mereka, Catulus pun berdiri sambil menggendong Bruno dan Javelin berdiri sambil menggendong Siegurd.
"Untuk saat ini kami akan mundur." Kata Catulus kepada kelompok Arisa. "Bisa kau hilangkan (Barrier) pencegah sihir (Teleportation)?" Catulus meminta hal itu kepada Natasha.
Sebenarnya Catulus tidak tahu siapa yang menggunakan sihir (Barrier) untuk mencegah mereka melakukan (Teleportation) untuk melarikan diri. Sebelum nya Mira yang menggunakan sihir itu, tetapi sekarang ia tidak sadarkan diri jadi secara otomatis sihir itu sudah menghilang. Walaupun begitu, entah kenapa sihir itu masih belum menghilang bahkan setelah Mira tidak sadarkan diri. Di situlah Catulus menduga kalau ada orang lain selain Mira yang menggunakan sihir itu. Dan Catulus menduga orang yang tepat untuk menggunakan sihir itu adalah Natasha yang kekuatan nya sudah di luar nalar.
".... Sebelum itu, aku ingin kau berjanji satu hal pada ku." Kata Natasha kepada Catulus, memberikan syarat untuk nya sebagai imbalan untuk menghilangkan (Barrier).
"... Baiklah... Aku akan menuruti kemauan mu." Jawab Catulus.
"Saat aku menghilangkan (Barrier), kubah yang melindungi Mira juga ikut akan menghilang. Aku ingin kau berjanji untuk tidak menyentuh nya sedikit pun."
"Baiklah aku berjanji." Catulus menjawab tanpa jeda sedikitpun. Meyakinkan Natasha kalau ia tidak memiliki niat seperti itu sedari awal.
Natasha tidak langsung menghilangkan (Blood Field) nya yang juga memiliki fungsi untuk membuat (Barrier) pencegah sihir (Teleportation). Dia menatap Catulus langsung ke arah mata nya, mengindetifikasi kalau perkataan nya bukanlah kebohongan... Setelah mereka berdua bertatap-tatapan selama satu menit lebih, barulah Natasha mulai menghilangkan (Blood Field) nya, tanda ia mengakui kalau Catulus tidaklah bohong.
Saat Natasha menghilangkan (Blood Field) milik nya, langit yang kehilangan warna nya perlahan-lahan kembali, menunjukkan warna biru cerah di sertai dengan cahaya panas dari matahari mulai menyoroti mereka. Setelah langit kembali menjadi biru sepenuh nya dan cahaya matahari mulai menyinari tanah tempat mereka berpijak, kubah darah yang menutupi Mira juga ikut menghilang. Catulus yang menyaksikan itu terjadi, mengambil Crystal sihir (Teleportation) dari (Inventori) nya.
Saat ia hendak membanting Crystal sihir itu ketanah, Catulus melihat ke arah Natasha. "Sampai kita ketemu lagi, saat itu kami akan serius untuk mengalahkan kalian." Kata nya. "Dan juga aku sudah memberikan hadiah perpisahan pada kalian..."
Saat Catulus mengatakan itu, Natasha, Arisa, Amanda dan Jack memasang wajah bingung. Tidak mengerti apa maksud perkataan nya, tapi saat Catulus sudah membanting Crystal sihir nya ketanah dan wujud nya perlahan-lahan mulai menghilang, sesuatu mulai terjadi.
"Uuugh.... Aaaaaaaaaaakh!" Tiba-tiba Arisa berteriak kesakitan, ia memegangi dada nya, karena tidak kuat menahan rasa sakit itu, Arisa pun terbaring jatuh ke tanah.
"Arisa!" Natasha yang berada di samping Arisa langsung menopang tubuh Arisa sambil berteriak memanggil nama nya.
"Sialan!!!" Jack yang melihat tubuh saudari nya terjatuh tidak pakai pikir panjang, ia langsung melancarkan serangan ke arah Catulus. Saat pedang di tangan nya berada di jarak satu inci dengan tubuh Catulus, tubuh Catulus menghilang, tanda ia sudah berpindah ke suatu tempat di dunia ini.