
Dua menit sudah berlalu Amanda dan Natasha berkeliling Benua Festria.
Mungkin karena tempat tinggal yang berdekatan, atau karena tubuh mereka yang besar, atau mungkin karena tidak ada mahluk hidup lain selain Ras Dragon Dan Ras Giant, atau mungkin karena hal lain. Mereka, Ras Giant dapat dengan mudah di temukan oleh Amanda dan Natasha.
"Ah!" Amanda berseru, saat ia melihat Ras Giant sedang tertidur di atas tanah.
Amanda dan Natasha terbang melintasi langit, karena itu jarak pandang mereka lebih jauh daripada saat di tanah, itulah sebab nya mereka berdua dapat melihat Ras Giant dari jarak satu kilometer. "Entah kenapa, rasa nya kurang seru kalau langsung ketemu begini." Gumam Amanda dengan wajah kecewa saat dia melihat Ras Giant.
Amanda mengira kalau mencari Ras Giant akan susah. Tetapi perkiraan nya salah! Ternyata, menemukan Ras Giant sangatlah mudah, asalkan kau berada di Benua Festria, kau akan mudah menemukan Ras Giant. Karena mereka bertebaran di Benua ini.
"Yah. Itu sangat menguntungkan bagi kita," Balas Natasha menanggapi komentar Amanda yang kecewa karena dapat menemukan Ras Giant dengan begitu mudah. "Jika kita buang-buang waktu Mira akan marah."
"Baik! Kalau begitu, kita mulai misi nya!" Kata Amanda menambah kecepatan terbang nya mengarah ke Ras Giant yang sedang tertidur pulas di tanah. Natasha mengawasi Amanda dari belakang dengan wajah serius. Ia tiba-tiba memiliki firasat tidak enak.
Saat Amanda yang terbang terlebih dahulu, sudah berjarak tiga meter dekat dengan Ras Giant yang tertidur, Ras Giant itu tiba-tiba bergerak, membuka mata nya, menatap lurus ke arah Amanda.
Amanda yang tidak menduga itu terjadi, terdiam membeku, mata nya bertemu dengan Ras Giant.
Natasha juga ikut berhenti tidak jauh dari Amanda, ia memegangi kepala nya, wajah nya menunjukkan ekspresi yang sangat rumit, kemudian dengan suara berat, Natasha menghela nafas.
"Haaaah.... Kenapa firasat buruk ku selalu benar." Ini pasti kutukan. Pikir Natasha setelah bergumam dengan wajah lelah.
"...Berani nya kalian mengganggu tidur ku! Pemimpin dari Ras Giant! Terimalah hukuman kalian!"
"Dia pemimpin nya!?" Teriak Amanda dan Natasha bersamaan saat Ras Giant yang ada di depan mereka memperkenalkan diri nya sebagai pemimpin Ras Giant.
Aku tidak tahu kita sedang sial atau beruntung.... Pikir Natasha sambil tersenyum masam.
Ras Giant itu kemudian bangkit dari tidur nya, berdiri tegak sambil menatap Amanda dan Natasha yang terbang di langit dengan tatapan tajam. "Hm....? Sayap itu...." Gumam Ras Giant dengan bingung saat melihat sayap kelelawar milik Amanda dan Natasha. "Jangan-jangan kalian itu...."
Yah. Kupikir dia sudah sadar kalau kami Vampir setelah melihat sayap kami. Pikir Natasha.
"Jangan-jangan kalian itu... Ras Demon!? Heh. Berani sekali Ras Demon yang lemah mengganggu tidur ku." Ras Giant mendengus sombong melihat sosok Amanda dan Natasha yang memiliki sayap kelelawar di punggung nya. Dia salah mengira Ras Amanda dan Natasha.
Memang benar, Ras Demon memiliki sayap kelelawar yang sama seperti Ras Vampir, tetapi walaupun memiliki sayap kelelawar yang sama, sebenarnya ada perbedaan signifikam yang membedakan sayap Ras Vampir dengan sayap Ras Demon. Yang seharus nya sayap kedua Ras ini dapat di bedakan dengan sekali lihat saja. Tetapi, karena pemimpin Ras Giant sekarang tidak tahu keberadaan Ras Vampir, ia sampai salah mengira kalau Amanda dan Natasha adalah Ras Demon.
Amanda dan Natasha yang mengetahui kalau pemimpin Ras Giant salah mengira kalau mereka adalah Ras Demon menjadi sedikit tersinggung, menyebabkan mereka sedikit marah. Tetapi mereka menahan amarah mereka, dan mulai menganggap salah paham Ras Giant itu merupakan suatu keuntungan bagi mereka.
"Dia belum mengetahui kita adalah Vampir, aku rasa ini adalah hal yang bagus." Kata Natasha kepada Amanda.
"Kau benar. Akan gawat kalau kita ketahuan kita adalah Vampir." Balas Amanda. "Kalau begitu kita tidak bisa menggunakan (Cursed Blood Control), karena kalau kita menggunakan nya sudah pasti akan ketahuan." Sambung Amanda.
"Yah. Kau benar.... Kalau begitu, kita hentikan pembicaraan ini dan mulai menyerang!"
Natasha menghentikan pembicaraan, dan langsung melesat ke arah Ras Giant dengan kecepatan tinggi. Amanda juga ikut menyerang, hanya saja dia mengambil inisiatif untuk menyerang Ras Giant dari belakang, karena itu ia tidak terbang lurus langsung mengarah ke Ras Giant, melainkan terbang mengambil bentuk kurva, memutari tubuh Ras Giant.
Ras Giant mengernyit kan alis nya, terganggu dengan pemandangan mahluk yang di kira nya lebih lemah dari dia mengambil inisiatif dan menyerang langsung ke arah nya.
Dia pertama-tama menyerang Natasha menggunakan tinju nya. Kepalan tangan nya berdiameter 50 meter, setara dengan sebuah batu besar.
Orang normal pasti akan mati jika terkena serangan itu.
Tetapi... Bagi Natasha, serangan itu tidak akan melukai nya.
"Boom!" Suara ledakan besar terdengar saat kepalan tangan Ras Giant berkontak langsung dengan tubuh Natasha. Natasha terlempar ketanah, hingga membuat tanah yang menjadi tempat nya mendarat retak.
"Hahahahaha! Satu sudah mati." Kata Rae Giant dengan senyum percaya diri.
Haaaah.... Ternyata benar, menyerang dengan gegabah itu tidak baik. Natasha yang terbaring di tanah menatap Ras Giant sambil memikirkan hal itu. Dia sadar kalau dia menyerang dengan gegabah, dan tanpa rencana, yang membuat nya pertama di serang.
"Natasha..." Amanda yang melihat Natasha di serang hingga terlempar ketanah, memegangi kepala nya. "Haaah..." dengan suara berat, Amanda menghela nafas. "Kenapa dia bisa terkena serangan serampangan seperti itu..." Dasar bodoh. Pikir Amanda dengan jengkel.
"Mati kau!!!" Kepalan tinju Ras Giant kali ini mendatangi Amanda. Melihat Ras Giant yang datang mendekati nya dari depan membuat Amanda tersenyum, kemudian dia mengatakan sebuah mantra.
"Datanglah wahai Budak ku!"
Dengan kata-kata itu, kemudian terdengar suara auman dari belakang Amanda yang membuat Ras Giant membeku. Di belakang Amanda ada sebuah mahluk besar, kadal bersayap yang memiliki sisik berwarna emas. Yang di katakan sebagai Ras terkuat. Itu benar....
Di belakang Amanda ada seekor Dragon yang memiliki sisik berwarna emas. Dengan kata lain Dragon King. Ternyata mahluk itu sudah menjadi budak darah Amanda. Itu menandakan kalau parasit darah Amanda sudah menyebar ke dalam tubuh nya.
Dragon King tanpa ragu mendekati Ras Giant, menggigit tangan Ras Giant hingga mengeluarkan darah yang mencapai puluhan liter.
"Aaaaakh! Apa yang kau lakukan!?" Ras Giant berteriak kesakitan kemudian bertanya dengan suara berat kepara Dragon King. "Kau tahu apa yang kau lakukan sekarang....!? Aaaaaakh!" Ras Giant bertanya lagi, tetapi Dragon King mengabaikan nya dan mengeraskan gigitan nya ke tangan Ras Giant. "Kalau begitu mau mu, ini adalah deklarasi perang!" dengan kata-kata itu Ras Giant menyerang perut Dragon King dengan tangan kiri nya yang saat ini tidak di gigit. Serangan itu berhasil, membuat Dragon King terlempar. Dan bukan hanya itu saja, akibat pukulan Ras Giant beberapa sisik Dragon King rontok.
Amanda langsung mengambil sisik itu, dan kebetulan jumlah nya pas dengan yang mereka perlukan. Natasha yang selama ini diam, berbaring di tanah, mulai bergerak menuju arah Ras Giant dan Dragon King yang saat ini sedang bergulat di tanah.
Kebetulan, karena mereka bergulat di tanah, itu menyebabkan kepala Ras Giant terus bergesekan dengan tanah, akibat nya rambut nya beberapa rontok. Natasha mengambil rambut yang rontok itu sebanyak sepuluh buah. Setelah itu dia menjauh.
Setelah menyelesaikan urusan nya, Natasha terbang mendekati Amanda yang mengawasi pergulatan antara Ras Giant dan Dragon King, dari atas langit.
"Kita sudah selesai. Ayo pergi!" Kata Natasha kepada Amanda.
"Mmm!" Amanda mengangguk. Kemudian dia bertanya. "Tadi si Ras Giant itu mengatakan perang kan?"
"Ya. Itu benar." Jawab Natasha dengan acuh tak acuh.
"Kalau begitu karena salah ku, di Benua ini akan terjadi perang?" Tanya Amanda dengan wajah pucat, ketakutan.
"..... Itu bukan urusan kita. Ayo, kita antar bahan untuk ritual nya." Natasha diam sejenak, sebelum akhir nya menjawab pertanyaan Amanda.
"Ba-Baiklah.... Ya... Natasha benar. Kalau di sini terjadi perang, itu bukan urusan ku." Gumam Amanda, seakan-akan dia meyakinkan diri nya sendiri kalau perang yang akan terjadi di Benua Festria bukanlah salah nya.
Dengan begitu, kedua Vampir bawahan Mira itu terbang menuju gunung tertinggi di dunia untuk memulai ritual.