From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 161 Thinkie memeriksa keadaan Mira. Perspektif Natasha.



Karena menjelaskan lebih lanjut ke Thinkie sangat merepotkan.


Aku pun memutuskan membawa Thinkie ke kamar Mira untuk melihat kondisi Mira secara langsung.


Aku berjalan ke kamar Mira, di ikuti Jack, Amanda dan Para Vampir, Rabisia dan Lizard.


Itu benar, banyak orang yang ikut dengan ku.


Saat sampai di depan pintu kamar Mira, aku melihat ke arah orang-orang yang mengikuti ku.


"Bisa kalian pergi?" Aku bertanya pada mereka.


"Kami tidak akan pergi, kami ingin melihat kondisi Nona Mira juga." Kata salah satu Vampir.


"Bisa kalian pergi?" Aku bertanya dengan sedikit intimidasi.


"Kami-"


"Bisa kalian pergi?" Aku tersenyum sambil menunjukkan taring ku pada mereka.


"Ka-"


"Pergi sekarang!" Aku sedikit meninggikan suara ku.


Mereka mengangguk dengan cepat lalu pergi meninggalkan ku dan Thinkie.


Aku menghela nafas panjang, lalu membuka pintu kamar Mira.


Saat di dalam kamar, aku melihat Mira terbaring lemah di kasur. Nafas nya berat, wajah nya merah, dan wajah nya nampak kesakitan.


Aku berjalan mendekati nya, sementara Thinkie mengamati Mira, ia hinggap di atas kepala ku.


"Jadi dia yang terluka ya. Wajar saja sih, aku juga bertanya-tanya sewaktu dia menyerang kerajaan Elf dulu. 'Apakah anak kecil seperti dia kuat menahan energi sihir yang begitu besar?' Itu terus terngiang-ngiang di kepala ku. Dan sekarang aku menemukan jawaban nya." Kata Thinkie dengan suara yang lembut.


"Jadi bagaimana? Bisakah kau membuat nya sadar?" Aku bertanya padanya.


Thinkie tidak menjawab, ia terbang meninggalkan kepala ku, lalu ia terbang mendekati wajah Mira, kemudian Thinkie memperhatikan wajah Mira dengan serius.


"Hmmm...." Thinkie bergumam. Ia menaruh jari-jari kecil nya di dagu nya yang juga kecil.


"Anak ini akan sadar dengan sendiri nya." Kata Thinkie memberitahu ku. "Mungkin sekitar 5 atau 7 hari baru dia sadar."


"Kalau itu aku tahu, bisakah kau menyadarkan nya sekarang?"


"Memang nya kenapa kau ingin dia sadar sekarang?" Thinkie bertanya dengan sedikit memiringkan kepala nya.


"Haaaah," Aku menghela nafas. "Akan sangat merepotkan memberitahu mu alasan nya, cerita nya sangat panjang." Kata ku dengan nada bermasalah.


"Tidak apa, ceritakan saja. Tergantung situasi nya, aku akan membantu mu menyadarkan anak ini."


"Haaah," Aku menghela nafas lagi. "Baiklah aku ceritakan. Kejadian ini terjadi beberapa jam yang lalu-"


Aku menceritakan semua kejadian yang terjadi di kota Banitza.


"Jadi begitu ya... Anak ini menggunakan terlalu banyak energi sihir saat melawan bawahan nya yang sedang di kendalikan pikiran. Hmmm. Begitu ya...."


"Jadi bagaimana? Mau kau membantu ku menyadarkan nya?"


"Baiklah akan ku bantu. Tapi aku ingin kau menjawab pertanyaan ku dulu!"


"Apa pertanyaan mu?"


"Kau bilang bawahan anak ini yang bernama Arisa itu di kendalikan pikiran nya kan?"


Aku mengangguk.


"Dan kau bilang dia dikendalikan dengan tidak menggunakan Sihir dan kutukan kan?"


Aku mengangguk lagi.


"Kau tidak dengar cerita ku tadi? Aku tidak tahu. Aku ingin menyadarkan Mira untuk mencari jawaban itu, aku berharap Mira tahu tentang hal itu."


"Apakah kau pikir anak ini akan menemukan jawaban nya?"


"Kalau begitu aku balik bertanya. Apakah ada seorang anak kecil yang bisa menundukkan Ras terkuat, mengeluarkan energi sihir yang begitu besar, dan berhasil Menginvasi Ras Elf hanya dalam satu malam?"


"Benar juga... Kita tidak bisa menggunakan Logika normal untuk anak ini."


"Dari tadi kau bilang 'anak ini, anak ini.' Dia punya nama tahu!"


"Iya, iya. Jadi yang harus ku lakukan hanyalah menyadarkan Mira kan?" Kata Thinkie.


Aku mengangguk.


Thinkie menghembuskan nafas. Lalu ia berbicara setelah itu, "Untuk menyadarkan Mira, cukup mudah. Kau hanya perlu darah dari Ras Dragon."


Saat kata Ras Dragon keluar dari mulut Thinkie, pintu kamar Mira di buka dengan keras. Aku dan Thinkie melihat ke arah pintu itu.


Yang membuka pintu adalah Lizard sambil memegang pisau di tangan kiri nya.


"Aku dengar semua nya. Jadi darah dari Ras Dragon bisa menyadarkan Nona Mira kan?" Kata Lizard, setelah berkata seperti itu Lizard menyayat urat nadi di tangan kanan nya, lalu darah keluar sangat banyak dari luka itu.


"Siapa yang menyuruh mu untuk menguping!?" Aku memprotes Lizard.


"Masalah itu nanti saja, jadi apa yang harus di lakukan dengan darah ku ini?" Tanya Lizard sambil menyodorkan tangan nya yang mengeluarkan darah.


"Walaupun ada darah Ras Dragon di sini, itu tidak bisa menyadarkan Mira. Hanya darah dari Dragon King yang bisa menyadarkan nya."


Kemudian dari belakang Lizard ada yang mendorong Lizard hingga ia jatuh terbaring tengkurap di lantai.


"Jadi kita hanya perlu darah Dragon King kan?" Kata orang yang mendorong Lizard.


"Amanda!? Kau juga menguping!?"


"Masalah itu di bahas nanti saja, jadi kita hanya perlu darah Dragon King kan?" Amanda berjalan mendekati ku, saat Amanda berjalan mendekati ku, aku bisa mendengar Lizard bergumam di lantai. "Sialan kau!"


"Tapi yang jadi masalah disini Dragon King sudah tidak ada. Kau lupa dia mengorbankan diri nya untuk menjadi pedang?" Aku memberitahu Amanda.


"Mereka sudah memilih Raja baru beberapa bulan yang lalu." Kata Thinkie.


"Dari mana kau tahu?" Aku bertanya.


"Para Roh dan Ras Dragon itu sudah seperti kerabat jauh. Jadi apapun yang terjadi pada mereka, kami para Roh akan mengetahui nya."


"Jadi intinya Dragon King sudah terlahir kembali?" Aku bertanya.


Dia mengangguk.


"Kau benar. Dengan darah Dragon King Mira bisa sadar kembali. Tapi aku tidak yakin kalian akan berani menyerang Ras Dragon hanya untuk seorang anak kecil." Kata Thinkie dengan nada sombong.


Tidak ada yang mendengarkan perkataan sombong Thinkie, Natasha dan Amanda sudah berada di luar kamar. Saat mereka di luar kamar, tepat nya di teras lantai dua, Natasha berteriak kepada Ras Vampir yang ada di lantai satu.


"Semua nya! Hari ini kita akan membantai Ras Dragon. Dan ingat jangan bunuh Dragon King, kita memerlukan darah nya untuk menyadarkan Mira! Hari ini kita akan melakukan pembantaian!" Teriak Natasha.


"Pembantaian!!" Teriak para Ras Vampir dari lantai satu. Mereka bersorak kemudian bergerak keluar Vila.


"Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!! Aku bercanda, aku bercanda, aku bercanda, aku bercanda, aku bercanda, aku bercanda!! Jangan serang Ras Dragon. Nanti akan terjadi perang besar di seluruh dunia!...... Kalian dengar!!"


Thinkie dengan panik berusaha untuk menghentikan Natasha yang memimpin Ras Vampir untuk menyerang Ras Dragon. Tapi suara kecil Thinkie tidak ada yang mendengar. Thinkie sampai harus menggunakan sihir pengeras suara untuk menghentikan mereka sebelum mereka sampai di luar Vila.


Satu menit kemudian.


"Aku tidak menyangka kalian akan serius menyerang Ras Dragon." Kata Thinkie dengan lelah. Nafas nya terengah-engah karena kelelahan.


"Jika itu untuk menyadarkan Mira, itu hanyalah harga yang murah." Jawab ku ke Thinkie.


"Sebenarnya Definisi murah mu itu seperti apa!? Sudahlah lupakan itu. Kali ini aku akan memberitahu cara menyadarkan Mira."