
Beberapa menit sebelum Mira dan Natasha pergi ketempat pertarungan.
Aku dan Natasha memasuki ruangan yang ada di balik rak buku, saat kami menginjakkan kaki kami di ruangan itu, tiba-tiba ada suara teriakan.
"Su-suara si-siapa itu?" Kata Natasha yang bersembunyi di belakang ku.
"Seharus nya aku yang bersembunyi di belakang mu.... Mana ada wanita dewasa yang bersembunyi di belakang anak kecil."
"Mana ada anak kecil yang kekuatan nya melebihi orang dewasa." Kata Natasha kesal.
Aku menatap tajam ke arah Natasha, kemudian aku menepis kedua tangan yang memegang bahu ku.
"Sudahlah berhenti bercanda..... Hari sudah mau pagi, saat pagi nanti aku ingin semua masalah di kota ini selesai. Jadi kita harus cepat!"
"Iya, iya. Terserah kata mu deh." Kata Natasha dengan nada datar.
Aku dan Natasha berjalan makin ke dalam memasuki ruangan di balik rak. Suara teriakan juga makin terdengar.
Kami makin dalam memasuki ruangan, suara teriakan kini terdengar makin keras dan jelas. Dan akhir nya suara teriakan itu terdengar sangat dekat.
Aku menyuruh Natasha untuk berhenti sejenak, lalu aku menyuruh Natasha untuk berjalan perlahan. Kami pun berjalan perlahan memasuki ruangan. Beberapa detik kami memasuki ruangan, kami akhir nya sampai di persimpangan jalan. Padahal selama ini kami berjalan di jalan setapak.
Aku dan Natasha berjalan perlahan ke persimpangan, saat berjalan ke persimpangan, ruangan yang awal nya sempit menjadi lebar setelah kami berbelok ke persimpangan.
Aku dan Natasha terus berjalan, tidak lama kemudian aku dan Natasha sampai di ujung ruangan, di ujung ruangan ada seseorang yang bertubuh hitam legang, ia orang itu berteriak merintih kesakitan.
Melihat orang itu, Natasha langsung pergi ke hadapan ku. Ia mengambil posisi waspada sambil melindungi ku.
Orang itu berhenti berteriak, kemudian ia melihat ke arah ku dan Natasha. Orang itu tidak memiliki wajah. Wajah nya tertutupi dengan bayangan hitam.
"Siapa kalian yang berani nya memasuki kawasan Dewa Ghoul." Kata orang itu.
"Dewa Ghoul?" Aku dan Natasha berkata bersama-sama.
Natasha menengok ke arah ku. "Mira seperti nya kamu kena Karma." Kata Natasha dengan nada datar.
Aku memiringkan kepala ku, lalu aku memasang wajah bingung ke Natasha.
Natasha menghela nafas panjang. "Aku yakin kau kena karma Mira. Dari dulu lawan mu itu Dewa palsu terus. Pertama Pierot dan sekarang Ghoul. Sudah pasti kau kena karma Mira."
"Kau benar juga.... Aku tidak pernah sadar akan hal itu.... Seperti nya memang benar aku terkena Karma."
Aku berjalan ke samping Natasha, lalu aku melihat ke arah orang yang bernama Ghoul.
"Kalau tidak salah Ghoul itu Roh kegelapan. Dan Roh itu tidak bisa di lihat orang kan, lalu kenapa kau bisa di lihat oleh aku dan Natasha?"
"Aku adalah eksistensi terkuat di dunia ini, tidak ada hal yang tidak mungkin. Termasuk menunjukkan diri, ke mahluk rendahan seperti kalian." Kata orang bernama Ghoul menyombongkan diri nya.
Natasha tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Ghoul. Untuk mendiamkan Natasha aku memukul perut Natasha, Natasha pun akhir nya diam setelah ku pukul perut nya.
"Jadi kau adalah eksistensi terkuat ya.... Lalu ada yang ingin ku tanyakan pada mu."
"Silahkan tanyakan saja... Sudah pasti mahluk rendahan seperti mu memiliki banyak pertanyaan kepada ku."
"Jika kau eksistensi terkuat, kenapa kau memakai tubuh Sarion dan Rony? Seharusnya eksistensi terkuat bisa membuat tubuh sendiri kan."
Orang itu tidak menjawab.
"Kenapa diam?"
Orang itu masih tidak berbicara.
"Tidak bisa jawab ya..... Kalau begitu pertanyaan kedua, kenapa eksistensi terkuat memiliki wujud anak kecil. Seharus nya eksistensi terkuat bisa memiliki wujud yang menyeramkan, lalu kenapa kau memiliki wujud anak kecil?"
Orang itu terkejut mendengar perkataan ku. "Ba-bagaimana kau!?"
"Bagaimana aku bisa tahu? Itu wajar.... Aku sudah pernah melihat wujud mu."
Orang itu seperti nya sedang ketakutan
Walaupun ia tidak memiliki wajah, aku bisa tahu dari perilaku nya.
Aku menggunakan (Telephaty), ke Natasha.
"Natasha. Serang dia setelah aku memberikan pertanyaan terakhir pada nya."
Aku melihat ke orang yang bernama Ghoul. "Kalau begitu aku ingin bertanya padamu pertanyaan terakhir...... Kalau kau eksistensi terkuat, kenapa kau tidak bisa menahan serangan lemah dari Natasha?"
"A-apa!?" Kata orang bernama Ghoul terkejut.
Setelah Ghoul pingsan, Natasha menggendong Ghoul.
"Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Natasha melihat ke arah ku.
"Mungkin menunggu matahari terbit. Kita datang ke tempat Arisa mungkin akan percuma. Pertarungan di sana mungkin sudah selesai."
"Kau benar juga."
Ghoul yang di gendong Natasha tiba-tiba berbicara dengan suara pelan.
"Sialan.... Jika..... Saja..... Aku bergabung.... Dengan tubuh ku..... Tubuh ku..... Yang satu.... Lagi..... Pasti...... Kalian..... Berdua..... Akan..... Kubunuh!"
"Natasha!! Aku berubah pikiran... Ayo kita pergi ke tempat Arisa."
"Eeeh, kenapa!?" Kata Natasha terkejut.
"Aku ingin menunjukkan pada nya.... Keputus asaan yang sebenarnya itu seperti apa."
Aku dan Natasha pergi keluar bangunan saat kami di luar bangunan, seluruh kota menjadi gelap gulita. Cahaya bulan tertutup dengan bayangan hitam yang menyebar ke seluruh kota.
"Seperti nya keputusan ku benar.... Kita harus cepat kesana!"
Aku terbang dengan kecepatan penuh, Natasha menumbuhkan sayap di punggung nya, kemudian ia menyusul ku dengan kecepatan penuh juga.
Kami semakin dekat dengan tempat pertarungan, Natasha yang nelihat para Vampir terdesak menjadi kesal. Natasha pun menggigit jempol tangan kiri nya. Darah keluar dari luka gigitan Natasha.
"Cursed Blood Control. Shape Six: Lance" Darah Natasha berubah menjadi tombak. Natasha pun melemparkan tombak darah nya.
Kami berdua sampai di langit temoat pertatungan, saat kami sampai tombak Natasha sudah menusuk kepala seseorang yang mirip dengan Ghoul.
"Natasha bodoh! Kau membunuh nya.... Padahal aku ingin bermain dengan nya."
"Tenang saja Natasha dia akan bergenerasi lagi..... Itu yang di bilang oleh orang ini!" Kata Natasha menunjuk orang yang di gendong nya.
Semua nya bersorak melihat kami datang. Aku melihat ke sekeliling, kemudian aku melihat ada beberapa orang Vampir yang tidak sadarkan diri.
"Mira ada beberapa Vampir yang mati!!" Kata Natasha kesal.
"Aku tahu itu."
Aku dan Natasha mendarat ke tanah. Kami mendarat ke dekat Arisa, Jack dan Amanda.
Setelah Natasha mendarat, Natasha melihat ke arah Amanda.
"Amanda ada beberapa orang yang mati... Setelah ini selesai kuburkan mereka!" Kata Natasha.
"Eeeeh," Kata Amanda kaget. "Tidak ada yang mati!! Yang mau lihat itu mungkin saja orang yang pingsan."
"Mereka itu hanya terlihat pingsan tapi sebenarnya mereka mati... Aku bisa merasakan hawa keberadaan mereka sudah menghilang."
"Eeeh," Kata Amanda kaget. "Tapi... Aku merasakan mereka masih hidup!? Kenapa aku bisa salah!?"
Aku menjawab pertanyaan Amanda. "Itu karena kau menderita luka yang parah dan keadaan mental mu terganggu. Jika seseorang menderita luka fisik, sakit, dan keadaan mental nya terganggu bisa menyebabkan sihir seseorang akan terganggu, dan itu bukan hanya di sihir saja. Tapi juga bisa mengganggu kemampuan seseorang."
"Ja-jadi itu memang benar ya." Kata Jack terkejut.
Aku mengangguk. "Kalian cepat menjauh dari sini, kalian hanya menjadi beban kami saja."
Arisa, Jack dan Amanda pun pergi. Mereka pergi ke kelompok para Vampir yang posisi mereka berada lima puluh meter di belakang kami.
Tubuh seseorang yang mirip Ghoul bergenerasi. Setelah bergenerasi, Natasha melemparkan Ghoul yang di gendong nya ke depan orang yang mirip Ghoul.
"Itu sumber kekuatan mu.... Cepat makan dia dan bertarung dengan ku. Aku akan membunuh dengan tangan ku sendiri." Kata Natasha emosi.
"Ingat Natasha jangan di bunuh."
"Aku akan berusaha."
Orang itu tertawa terbahak-bahak, setelah orang orang itu tertawa Natasha melemparkan tombak darah nya ke perut orang itu. Setelah menerima lemparan Natasha perut orang itu tidak bergenerasi.
"Apa!? Kenapa tidak bergenerasi?" Kata orang itu terkejut.
"Aku yang sudah menghentikan nya.... Sudah ku bilang cepat makan dia kan?"
Orang itu ketakutan, ia pun dengan cepat menghisap orang yang di lempar Natasha.