
"Menghapus semua kesedihan ku?" Tanya Jack sambil menjauhkan wajah nya. karena wajah wanita yang baru di temui nya terlalu dekat, jadi Jack menjauhkan wajah nya.
"Kau benar. Aku akan menghapus kesedihan mu itu. Jadi kau mau ikut dengan ku?"
Jack terdiam sejenak, ia tidak bisa menjawab.
Melihat Jack yang bingung ingin menjawab apa, wanita yang mengajak Jack menarik tangan Jack.
"Tidak perlu di pikirkan, kau hanya tinggal mengikuti ku saja." Kata Wanita itu dengan senyum di wajah nya, ia menarik tangan Jack dan mulai berjalan ke suatu tempat bersama Jack.
"Jadi kenapa kau sedih?" Tanya wanita itu.
"Entahlah. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku sedih." Kata Jack sambil menundukkan kepala nya.
"Hmmm.... Apakah itu karena wanita?" Tanya wanita yang menarik tangan Jack.
Jack tidak menjawab.
"Jadi benar karena wanita ya... Pasti berat ya di tolak."
"Bu-bukan! Aku belum di tolak." Kata Jack membantah perkataan wanita yang menarik tangan nya.
"Lalu kenapa kau bersedih?"
Jack menghela nafas. "Perempuan yang ku suka, memiliki tunangan."
"Aaah, begitu ya.... Seperti nya kita sudah sampai." kata Wanita yang menarik tangan Jack.
"Sampai ke mana?"
"Itu di sana!" Kata wanita itu sambil menunjuk sebuah bangunan. "Ayo cepat kita kesana!"
Wanita itu berlari sambil menarik tangan Jack. Jack tidak melawan sama sekali, dan menerima di bawa ke tempat asing.
Apa yang harus ku lakukan? Pedang ku di bawa Arisa. Jika terjadi sesuatu, aku tidak bisa apa-apa. Asalkan lawan nya tidak memiliki sihir, aku masih bisa melawan. Pikir Jack. Dan juga aku harus mencari Arisa, apa yang harus ku lakukan? Apa kah aku harus menolak nya?
Saat Jack berpikir untuk menolak, ia sudah terlambat. Jack dan wanita yang menarik tangan nya sudah sampai di depan bangunan yang di maksud oleh si wanita.
"Selamat datang di Nirvana!" Kata wanita itu sambil menarik tangan Jack masuk kedalam bangunan.
Saat di depan pintu masuk, wanita itu melepaskan tangan Jack lalu membuka pintu bangunan.
\*\*\*
"Dan pada saat aku masuk ternyata itu adalah Club malam. Aku menghibur diri ku dengan alkohol dan bermain dengan wanita, itulah yang aku lakukan selama 5 hari ini. Aku bahkan tidak tahu di mana Arisa, dan tidak ada niatan untuk mencari nya."
Kata Jack sambil duduk di pojokan ruangan melipat kedua lutut nya lalu ia memeluk nya dengan erat. Dia menceritakan kepada kami apa yang di lakukan nya selama 5 hari saat dia tinggal di kota Banitza.
Setelah mendengar cerita Jack, aku menjadi kesal.
Apa-apaan yang dia lakukan?! Patah hati karena Kak Yuri bertunangan? Lalu dia menghibur diri dengan bermain wanita dan minum alkohol? Apa gunanya itu semua? Apakah patah hati sampai membuat orang jatuh ke jalan sesat seperti itu?
Aku tidak tahu! Karena aku tidak pernah menyukai seseorang.
Tunggu dulu....
Aku rasanya pernah patah hati juga. Itu membuat ku trauma dengan yang namanya cinta. Tapi aku tidak ingat kapan itu terjadi? Rasanya..... Aku melupakan sesuatu yang sangat penting.
"Mira kau kenapa?" Tanya Natasha yang melihat ku sedang memegangi kepala.
"Aku tidak kenapa-kenapa. Lupakan tentang ku, sekarang ini kita sedang membahas Jack... Kau bilang Kak Yuri bertunangan dengan Wilson kan?"
Jack mengangguk.
"Kalau begitu, kita harus membuat rencana untuk membatalkan pertunangan itu. Dan juga kita harus mencari Arisa."
"Tapi, jika Putri Yuri mengetahui tunangan nya adalah seorang kriminal, dia pasti akan sedih. Apakah kita akan benar-benar membatalkan pertunangan mereka?"
"Jika Kak Yuri dan pria brengsek bernama Wilson itu menikah, Kak Yuri pasti dalam bahaya. Nyawa Kak Yuri lebih penting dari pada perasaan nya."
"Be-begitu ya."
"Ini sesuatu yang mudah Jack. Kenapa kau tidak bisa berfikir jernih mengenai hal ini. Kalau kau terus seperti ini, lebih baik kau lupakan Kak Yuri dan buang jauh-jauh perasaan mu itu."
"Ta-tapi."
"Lupakan Kak Yuri dan buang jauh-jauh perasaan mu! Kau faham?"
"Tap-"
"Buang jauh-jauh perasaan mu! Dan lupakan Kak Yuri! Aku tidak ingin menerima jawaban lain, selain Iya."
"Iya. Aku akan melupakan Putri Yuri dan membuang jauh-jauh perasaan ku."
"Baguslah. Perasaan cinta terhadap lawan jenis hanya akan membuat mu tersiksa. Tidak ada untung nya kau tetap memiliki perasaan itu, lebih baik kau buang jauh-jauh perasaan itu."
"Aku mengerti." Jawab Jack dengan suara lesu.
"Kalau begitu, kita akan menyusun rencana untuk membatalkan pertunangan Kak Yuri dan Wilson. Tapi sebelum itu... Kita harus mencari Arisa dulu."
"Mira benar. Jack cepat pakai baju mu!" Kata Natasha membentak.
"Ba-baik. Kak Mira bisa sembuhkan luka ku?" Tanya Jack sambil mengambil pakaian nya.
"Tidak. Biarkan luka itu sembuh secara alami, itu adalah hukuman untuk mu."
"Uuuu. Kejam!" Kata Jack dengan nada sedih.
Setelah beberapa menit, Jack selesai berpakaian, wajah nya masih bonyok karena habis di pukuli Natasha barusan.
"Kalau begitu, kita pergi mencari Arisa!"
Kata ku pada Natasha dan Jack.
Saat aku hendak berjalan keluar, dari pintu masuk datang seorang wanita Elf berambut pirang.
"Arisa!" Kata Natasha dan Jack bersama-sama. Elf Itu adalah Arisa, ia menatap kami dengan tatapan kosong.
Arisa tidak menjawab. Ia hanya menatap kami.
"Target di temukan!" Kata Arisa dengan nada datar.
Ada yang aneh dengan perilaku Arisa.
"Natasha, cepat kau aktifkan budak darah mu kepada Arisa." Aku menyuruh Natasha.
"Eh?! Kenapa tiba-tiba?"
"Sudah cepat!" Aku membentak nya.
"Wahai kau budak darah ku. Aku perintahkan kau untuk berhenti!" Teriak Natasha.
Arisa tidak bergerak. Tapi ternyata aku salah.....
Ia menggerakkan tangan nya, banyak darah yang muncrat keluar dari pergelangan tangan nya.
"Apa!? Arisa melawan kutukan budak darah ku!? Seharus nya dia akan mati kekuarangan darah jika melawan. Tapi kenapa?"
Arisa memasukkan tangan nya, ke dimensi yang tidak terlihat.
"Natasha batalkan sekarang!"
Natasha membatalkan kutukan budak darah nya.
Sementara itu Arisa terus bergerak dengan tubuh yang di penuhi dengan darah karena melawan kutukan budak darah Natasha.
Arisa mengeluarkan tangan nya dari dimensi yang tidak terlihat. Saat mengeluarkan tangan nya, ia memegang tongkat sihir nya. Lalu ia mengarahkan nya kedepan tepat ke arah kami.
"Sialan! Apa yang sebenar nya terjadi!" Aku berteriak sambil mengambil pedang di (Inventori) ku. Setelah mengambil nya, aku melemparkan pedang itu ke Jack. "Cepat hancurkan dinding di belakang!" Aku menyuruh Jack.
"Ba-baik!" Jack menjawab.
"Super Magic Activated!"
Suara ku dan suara Arisa tumpang tindih, kami mengucapkan mantra bersamaan.
"Super Magic. Fire Ball!"
"Super Magic. Dispel Magic!"
Kata ku dan Arisa bersamaan.
Bola api berdiameter 5 meter muncul di ujung tongkat Arisa dan dia mengarahkan nya ke pada ku, tapi kemudian bola api itu menghilang sebelum di lepaskan. Itu karena Dispel Magic ku.
Bersamaan dengan itu terdengar bunyi ledakan di arah belakang.
"Mira! Dinding nya sudah hancur." Natasha berteriak.
"Cepat lari!"
"Super Magic. Black Hole!"
Bola hitam muncul dari ujung tongkat Arisa. Bola itu seukuran bola tenis.
"Kau kira bisa mengalahkan ku. Masih terlalu cepat Arisa. Super Magic. Black Hole." Aku memunculkan bola hitam seukuran bola tenis dari tangan ku.
"Cepat lompat!" Aku menyuruh Natasha dan Jack.
Aku, Natasha, Dan Jack pergi keluar dengan cara melompat dari lubang di dinding yang di buat oleh Jack.