
Terima kasih atas dukungan kalian. Berkat kalian saya bisa bertahan menulis cerita ini sampai satu tahun. Berkat kalian saya bertahan untuk terus menulis, beberapa kali saya berfikir untuk berhenti. Tetapi saya memikirkan kalian para pembaca yang selalu memantikan cerita saya. Karena itu saya terus menulis hingga sekarang. Sekali lagi terima kasih..... Arigatou Gozaimasu...... Thank you very Much....... Cerita kali ini tidak ada hubungan dengan cerita utama. Ini cerita sampingan, semoga ini bisa menjadi penghibur kalian sambil menunggu cerita utama nya Update..... Dan Jangan lupa untuk beritahu kesalahan penulisan, tolong laporkan di kolom komentar. Nanti akan saya perbaiki. Sekali lagi terima kasih.
------------------------------------------------------------------------
Judul : Mira membuat kentang dan keju populer.
------------------------------------------------------------------------
Hari-hari biasa yang damai di istana kerajaan Fantasia. Hari ini aku, Putri kelima kerajaan Fantasia, Mira Graham Carlania Charlesius Fantasia, sedang berada di kamar tidur mewah dengan tempat tidur berkanopi dan seprai yang lembut serta memakai pakaian sutra yang sangat nyaman di kulit. Aku hari ini bermalas-malasan seperti biasa karena tidak ada yang bisa ku lakukan.
Jujur aku sangat bosan sekarang.
Aku mencoba tidur, tapi tidak bisa. Aku ingin keluar istana, tetapi tubuh ku yang sudah meleleh di kasur tidak mau mengikuti perintah ku, yang akhir nya aku pun berbaring di kasur sambil menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
Satu Cerberus.....
Dua Cerberus.....
Tiga Cerberus.....
Empat Cerberus.....
Aku terus menghitung anjing neraka, Cerberus di kepala ku untuk menghilangkan bosan.
Tetapi itu percuma.
Karena aku masih bosan.
Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan Cerberus.....
Dan...
Sepuluh Ribu Cerberus.
Yah, bahkan aku sudah menghitung Cerberus khayalan ku sampai sepuluh ribu. Aku masih bosan, dan aku masih belum tertidur.
Jadi apa yang akan ku lakukan lagi sekarang?.....
Saat aku bingung, mencari hiburan di tengah kebosanan, terdengar suara pintu di ketuk.
Siapa!? Yang berani mengganggu ku di tengah kebosanan ini!?
"Masuk!" Aku berkata dengan sedikit keras.
Pintu terbuka, dan identitas pengganggu pun akhir nya terungkap.
"Natasha. Kah... Ngapain kau kesini?"
"Ku pikir aku harus menyelamatkan mu dari jurang kemalasan sekarang."
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"....."
Natasha tidak menjawab, yang dia lakukan hanyalah menggigit jempol nya, kemudian darah keluar dari luka yang di sebabkan oleh gigitan nya.
"Cursed Blood Control Shape Five Lance!"
Natasha memegang darah nya yang masih dalam bentuk cairan, kemudian darah itu mengeras membentuk sebuah tongkat dengan panjang satu meter, lalu ujung tongkat itu berubah bentuk menjadi runcing. Bentuk pun akhir nya sempurna berubah menjadi sebuah Tombak dengan warna merah darah.
Natasha mengambil kuda-kuda bersiap melemparkan tombak nya, dan mengarahkan ujung tombak kepada ku.
"Apa yang kau lakukan?" Tanpa melirik, dan dalam keadaan masih terbaring di kasur. Aku bertanya.
"Apa-apaan dengan reaksi itu!?" Natasha berteriak dengan kesal, wajah nya sedikit memerah karena marah. "Seseorang mengarahkan senjata pada mu. Dan kau masih santai dan sempat bertanya apa yang kau lakukan!?"
"kau hanya berniat untuk mengancam ku kan? Tidak untuk membunuh ku kan? Jadi untuk apa aku takut?"
"Jika aku berinat membunuh mu, apakah kau akan takut dan akan segera meninggalkan tempat tidur mu?"
"Jika orang itu berhasil membuat ku takut. Apakah kau tahu orang yang bisa melakukan itu?" Aku bertanya dengan nada mengejek.
"Gunununu," Natasha menggeram. "Memang benar, tidak ada yang bisa melakukan itu... Tetapi, aku akan menyerang mu dan menyebabkan setengah kastil ini hancur. Apakah kau masih tidak mau bangun?"
"Haaaah," aku menghela nafas dengan suara berat. "Lakukanlah, lakukan. Sangat merepotkan mendengar ocehan mu."
Natasha melemparkan tombak nya, jarak antara aku dan dia saat melempar tombak hanya sekitar dua meter dan dia melempar tombak dengan kecepatan melebihi kecepatan suara. Jika menurut perhitungan kasar ku, tombak itu akan sampai pada ku hanya dalam 0000000.1 perdetik. Yap, tidak sampai 1 detik.
Tetapi dalam waktu singkat itu, aku menghentikan tombak Natasha sebelum sampai pada ku, aku menghentikan nya dengan menggunakan (Super Magic : Black Hole) dalam jarak satu helai rambut, aku menciptakan bola berwarna hitam seukuran kelereng yang dapat menghisap apa saja, dan hasil nya tombak darah Natasha menghilang terhisap ke dalam bola hitam yang ku ciptakan.
"Ap- Apa!?" Natasha berkata dengan suara melengking karena terkejut.
"Haaah," Aku menghela nafas. "Ini semua salah mu Natasha. Karena aku mengeluarkan energi sihir. Tubuh ku terasa lebih sedikit bersemangat. Aaaaaah," aku bangun, dan melompat dari atas kasur. "Karena kau berhasil membuat ku keluar dari jurang kemalasan, bagaimana kalau kau menemani ku keluar?"
"Eh!?.... Ah. Iya. Ayo kita keluar." masih dalam keadaan bingung karena serangan nya berhasil ku hilangkan, Natasha menjawab.
Natasha kemudian membuka kan pintu untuk ku dan aku keluar kamar. Aku berjalan di lorong panjang istana di ikuti Natasha, tujuan ku adalah pintu keluar istana. Dalam waktu beberapa menit, kami berdua sampai di pintu keluar, dua penjaga pintu membuka kan pintu untuk kami. Kami pun berjalan keluar istana, dan taman istana menghiasi penglihatan saat kami keluar, tujuan kami berikut nya adalah gerbang. Dan itu akan membawa kami keluar dari kawasan istana, sama seperti sebelum nya penjaga gerbang istana membuka kan pintu untuk kami. Yang membuat kami sekarang di luar istana, dan sekarang kami berada di distrik kelas atas ibu kota kerajaan Fantasia yang bernama kota Caramel.
"Apakah anda ingin kami siapkan kereta?" Penjaga gerbang istana bertanya saat aku keluar istana melalui gerbang.
"Tidak perlu. Aku ingin berjalan-jalan, mungkin aku kembali saat sore."
"Mengerti!" Kata penjaga sambil membungkuk. Aku pun berjalan menjauh dari istana dan berjalan di tempat khusus pejalan kaki.
"Kemana kita Mira?" Tanya Natasha yang berjalan dj belakang ku.
"Ke tempat yang banyak penjahat nya."
"........Hah? Apa?" Natasha diam sejenak, lalu dia bertanya dengan suara datar.
Apakah dia tidak mendengar ku?
"Ke tempat yang banyak penjahat nya." Aku mengulang perkataan ku dengan sedikit keras agar dia mendengar lebih baik kali ini.
"Aku mendengar kan mu. Tetapi, aku tidak bisa memahami makna di balik jawaban mu."
"Tidak ada makna tersembunyi. Artinya sesuai dengan perkataan ku."
"Baiklah.... Aku faham. Tetapi mengapa.... Kurasa tidak perlu di pertanyakan, pasti akan keluar jawaban konyol lain nya."
Dasar tidak sopan! Apa maksud nya jawaban ku itu konyol!?
"Lalu di mana tempat yang banyak penjahat nya itu?" Tanpa mendengar protes di dalam kepala ku, Natasha bertanya.
"Pasar."
"......Hah? Apa?"
Dia bertanya seperti sebelum nya lagi.
"Sudah ku bilang di pa-"
"Tidak. Aku mendengar apa yang kau katakan..... Tetapi, kenapa bisa di pasar?"
"Karena di pasar banyak orang nya. Sudah jelas di sana akan ada banyak penjahat nya kan?"
"Apa itu.... Jawaban seperti anak kecil itu...."
"Ya. Aku memang anak kecil. Ada masalah?"
"Haaah...." Natasha menghela nafas, dan memasang wajah seolah menyerah untuk berdebat dengan ku.
Dan kami pun terus berjalan, tanpa ada pembicaraan yang lebih lanjut. Dan akhir nya kami pun sampai di pasar yang berada di distrik kelas menengah.
"Kalau begitu, kita berkeliling!" Kata ku.
Sebelum aku berjalan memasuki pasar, Natasha memegangi pundak ku.
"Emmmm. Nona Mira," Kata nya. Ada apa? Tiba-tiba dia memakai bahasa formal. "Saya mohon lihat sekeliling."
Aku melihat sekeliling, dan......
"Ku rasa, aku harus menyamar di sini."
"Anda benar."
Terjadi bencana di sekitar.
Semua orang berlutut pada ku, bahkan kerumunan di pasar berlutut juga pada ku.
"Haaaah," Aku menghela nafas mengeluarkan perasaan lelah karena pemandangan luar biasa yang terjadi di sekitar. "Teleportation!"
Aku menggunakan (Teleportation) untuk berpindah ke langit-langit dengan ketinggian seribu meter dari tanah. Karena Natasha memegang pundak ku dia juga ikut terpindah. Natasha dengan cepat menumbuhkan sayap kelelawar sebelum ia terjatuh. Dan aku hanya menggunakan sihir (Fly) untuk mengambang di langit.
"Baiklah. Pertama-tama, (Growth)"
Sihir yang ku pakai adalah sihir (Growth) yang bisa membuat ku menjadi dewasa dalam waktu satu jam. Aku mengeluarkan sebuah ramuan dari (Inventori) ku dan meminum nya. Ramuan ini dapat memperkuat efek (Growth) sehingga aku bisa menjadi dewasa dalam waktu enam jam. Kemudian aku menggunakan sihir (Creation) untuk mengganti pakaian ku ke pakaian yang biasa di pakai oleh orang biasa. Tentu saja itu pakaian wanita. Tetapi kalau bisa aku tidak ingin menggunakan sihir (Growth), alasan nya adalah tubuh ku menjadi dewasa, dan ada satu bagian yang tumbuh dengan subur sehingga mengganggu ku. Itu benar. Itu adalah payudara ku tumbuh besar. Itu cukup untuk menarik perhatian laki-laki bejat untuk mendekati ku.
"Begini cukup kan?"
"Kau malah terlihat seperti ratu. Mira."
"Tentu saja. Itu karena dia ibu ku. Jadi jelas kan aku akan mirip seperti dia saat dewasa."
Aku pun menggunakan sihir (Illusion) untuk mengganti warna rambut ku menjadi pirang. Warna rambut seperti Natasha.
"Entah kenapa kita malah terlihat seperti saudara." Kata Natasha.
"Kalau begitu, kita kembali."
Aku memegang tangan Natasha, menggunakan sihir (Teleportation) berpindah ke gang sepi yang dekat dengan pasar.
Kami keluar gang, berjalan sedikit dan segera sampai ke depan pasar. Terjadi keributan di sekitar pintu masuk pasar.
"Oy. Putri Mira menghilang!"
"Ga-gawat!?"
"Bukankah beliau menggunakan sihir (Teleportation)?"
"Tetapi beliau tidak membanting Cristal. Beliau benar-benar menghilang!"
"La-lapor istana!"
Aku mendengar beberapa percakapan seperti itu.
Aaaah. Seharus nya aku berjalan saja.
Tidak ada pilihan. Saat ini aku akan menggunakan sihir....
"Super Magic Activated. Super Magic : Time Control. Time Stop!"
Aku menghentikan waktu, seluruh orang berhenti. Aku melihat beberapa dari mereka ada yang berlari ke istana. Tetapi mereka juga ikut berhenti.
Selanjut nya....
Aku mengeluarkan 30 persen dari kekuatan sihir ku. Dan membuat lingkaran sihir yang memenuhi distrik kelas menengah.
"Control Mind!" Lingkaran sihir bercahaya. Mengeluarkan warna putih pucat. "Lupakan tentang kedatangan Putri Mira!" lingkaran sihir kemudian berubah warna menjadi warna biru terang seperti warna langit di musim panas. Beberapa detik kemudian, cahaya di lingkaran sihir meredup dan lingkaran sihir pun menghilang dari distrik menengah.
"Lalu.... Super Magic Deactivated."
Kemudian waktu pun berjalan kembali.
Setalah itu semua orang dalam keadaan bingung. Dan orang yang hendak pergi ke istana berhenti berlari dan kembali ke pasar dengan ekspresi bingung. Menggunakan banyak sihir membuat ku lelah, segera aku ingin pulang dan tidur di kasur ku yang empuk.
"Apakah kau melakukan sesuatu Mira?" Tanya Natasha saat melihat orang-orang dalam keadaan bingung.
"Ya." Jawab ku dengan singkat.
"Begitu ya. Kalau begitu, kita pergi?"
Aku mengangguk kemudian berjalan berdampingan bersama Natasha memasuki pasar.
Saat berada di dalam pasar. Aku melihat berbagai orang duduk di tanah dengan beralaskan kain dan menjajakan berbagai macam barang. Mulai dari makanan, minuman, pakaian, aksesoris dan alat sihir. Walaupun aku bilang alat sihir, itu sebenar nya hanya mainan yang bergerak menggunakan energi sihir. Mainan itu berupa boneka berbentuk manusia yang berjalan dan melompat. Ada juga mainan binatang yang berlari. Itu sangat menarik perhatian anak-anak. Untuk bagian tempat yang menjual makanan, aku dapat mencium bau harus melayang dari sana. Tetapi aku masih belum lapar sehingga aku tidak tertarik pergi kesana. Di tempat pakaian dan aksesoris banyak wanita yang berkumpul. Bahkan ada beberapa pedagang aksesoris yang memanggil kami.
Menyebalkan.....
Maksud ku bukan kerumunan di pasar dan pedagang yang memanggil kami. Yang ku sebut menyebalkan. Yang menyebalkan adalah, beberapa pria yang berusaha menyentuh bokong ku dan bokong Natasha dalam kerumunan. Aku dapat merasakan bahaya, jadi aku bisa menghindar dari pelecehan seksual yang klise itu.
"Apa ku bilang. Banyak penjahat kan di tempat ini."
"Kau benar." Kata Natasha sambil tersenyum masam saat melihat beberapa pria yang jatuh tersungkur saat mencoba menyentuh kami.
"Tetapi..." Kata Natasha sambil melihat ku. "Saat kau dalam wujud dewasa banyak menarik perhatian pria yah."
"Itu berlaku untuk mu juga kan."
"Kau benar. Tetapi, saat kau dalam wujud anak kecil tidak ada yang mencoba menyentuh tubuh mu."
"Ada yang mencoba menyentuh ku."
"Eh, serius?"
"Tetapi mereka menyerah setelah mengetahui aku Putri kerajaan. Tetapi biasa nya yang mencoba melakukan itu, hanya orang yang memiliki fetish aneh saja sih."
"Kau benar. Untung status mu berguna. Tetapi di kota Tiramisu...."
"Di sana bahkan lebih parah, bahkan ada orang yang ingin menjual ku di pasar budak."
"Uwaaaaah, bahkan ada ******** yang seperti itu ya."
Selagi kami mengobrol, kami terus berjalan di pasar. Tentu saja sambil menghindari ******** nafsuan yang mengincar tubuh kami.
"Walaupun banyak penjahat, tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan. Sebenar nya, alasan aku mencari penjahat untuk menghajar mereka untuk menghibur diri ku."
"Aaaah, sudah ku duga. Itu alasan nya."
Saat kami hendak sampai ujung pasar, kami mendengar teriakan.
"Makanan apa yang kalian jual sialan! Kalian ingin meracuni kami!?"
"I-ini tidak beracun.... Ini makanan yang benar-benar bisa di makan."
"Apa kau sudah gila!? Makanan penuh jamur. Dan..... Kentang ini! Jelas sekali ini beracun kan."
Seorang pria memarahi orang tua yang berjualan dan pria yang berjualan di samping orang tua yang di marahi itu.
"Kentang itu kan...." Kata ku.
"Di Tiramisu memang makanan populer tetapi di sini tidak. Bahkan mungkin tidak di jual di sini. Kau tahu alasan nya kan?" Jawab Natasha.
"Karena racun nya kan.... Dasar bodoh. Padahal kan yang beracun itu yang sudah berubah warna."
"Mau bagaimana lagi, tidak ada yang mau meneliti makanan yang sudah di anggap beracun.... Lupakan tentang kentang, makanan bejamur itu. Sudah jelas kan itu tidak bisa di makan." Kata Natasha sambil menunjuk makanan yang di jual oleh orang tua yang di marahi.
"Ah. Itu. Itu bisa di makan. Itu adalah keju. Makanan yang berasal dari fermentasi susu sapi."
"Fermentasi?" Kata Natasha kebingungan.
"Intinya, itu adalah makanan yang terbuat dari susu sapi yang di busukkan tetapi menghilangkan racun dari pembusukan tersebut. Atau seperti itulah. Aku tidak tahu detail nya."
"Begitu ya.... Jadi apa yang ingin kau lakukan?"
"Hmmmm..... Produk cemilan perusahaan kita bagaimana kabar nya?"
"Seperti biasa. Penjualan selalu menguntungkan."
"Coklat yang kita dapatkan di kota Cocoa sangat berguna.... Natasha, aku memiliki ide cemilan baru."
"Aku tahu. Kalau begitu. Pertama-tama kita harus menolong dua orang itu kan?"
Kami berjalan mendekati dua orang yang sedang di marahi. Jujur kondisi nya sudah memburuk banyak orang yang ingin mengusir dua penjual itu, karena menjual makanan yang tidak biasa.
"Ma-maafkan kami.... Permisi..." Kata Natasha sambil menerobos ke depan kerumunan, aku mengikuti di belakang nya tanpa harus bersusah payah karena jalan sudah terbuka saat Natasha menerobos.
"Ada apa kalian berdua!?" Kata pria yang marah-marah.
"Kami tidak ada urusan dengan mu."
Pria itu mengulurkan tangan nya ingin menyentuh Natasha. Tetapi aku dengan cepat menendang ************ nya. Ia pun jatuh tersungkur sambil memegangi alat kelamin nya. "Sialan...." Kata nya sambil menatap tajam ke arah ku.
Aku membatalkan sihir (Growth) (Illusion). Dan mengekspos wujud sebenar ku. Karena baju yang ku buat adalah hasil dari (Creation), baju itu pun menyusut menyesuaikan bentuk tubuh ku.
Saat itu pria yang ku tendang menjadi pucat. Kerumunan yang melihat seorang wanita dewasa menjadi anak kecil terkejut dan kebingungan. Tetapi mereka membuang itu semua dan berlutut.
"Aku meminta bawahan ku untuk merubah wujud ku..." Aku memberitahu kebohongan kenapa aku bisa menjadi dewasa. "Aku perintahkan kalian untuk membawa pria menyedihkan itu," Aku menunjuk pria yang masih memegangi alat kelamin nya dengan wajah pucat. "Dan juga aku akan memberitahu kalian makanan yang di bawa pria dan orang tua itu," Aku menunjuk penjual kentang dan keju yang sedang berlutut. "Bisa di makan. Hanya saja kalian yang belum mencoba nya. Kalau kalian penasaran bagaimana rasa nya, silahkan datangi toko cemilan ku minggu depan, aku akan membuat makanan yang enak dari kedua bahan yang kalian sebut beracun ini."
Mereka semua menjawab 'mengerti' lalu melakukan apa yang ku perintahkan.
Aku melihat ke arah penjual yang menjual Keju dan Kentang. Mereka menunduk seperti ketakutan untuk menatap wajah ku.
"Aku akan membeli semua yang kalian jual."
"Ka-kami berterima kasih kepada kebaikan Tuan Putri." Kata mereka sambil bersujud.
Bukankah kalian terlalu berlebihan? Tidak perlu sampai bersujud. Yang ku lakukan hanyalah membeli yang kalian jual.... Kenapa kalian begitu berlebihan!?
"Dan juga," Kata Natasha mengabaikan apa yang ku keluhkan di dalam kepala ku. "Bisa kalian memasok makanan yang kalian jual ini setiap bulan. Tentu saja kami akan menyediakan biaya untuk kalian memproduksi lebih banyak dari ini."
"Ooooh. Te-terima kasih banyak." Mereka bersujud sambil menggesek-gesekkan kepala mereka ke tanah.
Sudah kubilang kalian berlebihan!!
"Kalau begitu kami akan mengambil semua ini. Bisa kalian antar ke Perusahaan Miror?" Kata Natasha.
"Ba-baik akan kami lakukan."
Aku mengeluarkan koin emas yang cukup untuk membayar mereka. Setelah bernegosiasi dengan mereka, kami pun pergi dari pasar dan kembali ke istana.
Dan seminggu kemudian....
Perusahaan makanan Miror memproduksi keripik kentang dan Kue keju. Yang segera menjadi populer di kerajaan Fantasia. Hal ini membuat Keju dan Kentang pun menjadi bahan makanan yang paling di cari di seluruh negara. Bukan hanya di Fantasia, tetapi juga di negara lain nya. Termasuk Kerajaan Eurasia dan Milefolia.