
Natasha mengikuti perintah ku, ia mendarat seratus meter di belakang robot Mecha, hanya saja sesaat ia mendarat, Natasha langsung menendang tanah, melesat ke belakang kepala robot mecha.
Setelah melesat, ia menggunakan momentum untuk menendang kepala robot. Seketika kaki nya menghantam kepala bagian belakang robot, robot itu goyah sebelum akhir nya jatuh ke bagian depan, akibat tendangan keras Natasha.
Setelah berhasil menjatuhkan robot besar, Natasha melompat sekali lagi, kemudian ia mendarat beberapa meter di depan Jack. Setelah mendarat, Natasha menurunkan ku dari gendongan nya, aku kemudian berjalan mendekati ayah yang kebetulan berada di samping Jack. "Rencana gagal," Kata ku. "Bantuan tidak terduga datang dari pihak musuh. Demon Lord dan anak nya datang menolong para Demon, dan juga mereka memiliki senjata yang sangat menyebalkan." Aku menunjuk ke arah robot mecha yang masih terbaring tengkurap di tanah.
"... Apa...? Demon Lord dan anak nya datang langsung ke sini?" Tanya Raja Milefolia, Albert.
... Dia mengkhawatirkan itu...?
Seharus nya tidak ada yang perlu di khawatirkan dari seorang Demon Lord, dia saja tidak berani bergerak sama sekali sewaktu Natasha mengintimidasi anak nya selama di dalam lembah tadi. Yang harus di khawatirkan sekarang adalah Robot Mecha itu. Benda itu sangat berbahaya, kekuatan nya melebihi kekuatan Demon Lord.
Bagaimana bisa Raja Albert tidak menyadari bahaya nya robot mecha itu...?
"Ya. Demon Lord dan anak nya datang ke sini." Kata ku, menjawab pertanyaan Raja Albert.
Setelah mendengar kata-kata ku untuk kedua kali nya, akhir nya Raja Albert terdiam dan menerima laporan ku sebagai fakta. Wajah nya tiba-tiba berubah, menunjukkan ekspresi takut. Ayah juga menunjukkan ekspresi terkejut.
"Demon Lord datang ke lembah ini...?"
"Ini sangat gawat!"
"Ya. Kau benar. Ini sangat gawat! Bagaimana bisa kita mengalahkan para Demon yang di pimpin langsung oleh Demon Lord."
Suara para prajurit terdengar, mereka khawatir akan fakta Demon Lord telah datang, membantu para Demon. Serius... Mereka malah mengkhawatirkan itu...? Mereka tidak mengkhawatirkan robot mecha itu sama sekali. Apakah mereka tidak merasakan energi sihir yang keluar dari robot itu? Di lihat dari mana pun, robot raksasa itu adalah ancaman terbesar dari pada Demon Lord!
"Jangan takut! Walaupun Demon Lord datang membantu, tidak akan ada yang berubah, kita pasti menang! Kita pasti bisa mengusir para Demon itu!" Melihat para prajurit yang mulai khawatir dengan kehadiran Demon Lord, ayah mulai berteriak ke para prajurit, memberikan mereka keyakinan akan kemenangan pasukan aliansi... Seperti nya kata-kata ayah berhasil membuat mereka yakin akan kemenangan mereka, itu di tandai dengan seruan perang yang memecah keheningan lembah.
Sementara para prajurit pasukan aliansi menyerukan teriakan perang, Robot Mecha yang terbaring di pintu masuk lembah, berusaha bangkit perlahan-lahan. Natasha yang dari awal datang terus mengawasi pergerekan robot mecha, berdiri di depan ku saat robot mecha mulai bergerak, berusaha melindungi ku kalau-kalau robot mecha menyerang secara mendadak.
Jack yang seperti nya menyadari kekuatan robot mecha, juga mulai siaga, memegang gagang pedang nya yang tergantung di pinggang nya, memasang kuda-kuda, siap menerima serangan kapan saja. Ia bereaksi sesudah Natasha bereaksi, reaksi siaga mereka berdua lebih cepat dari siapapun yang ada di pasukan aliansi.
Setelah melihat Jack bersiap siaga, barulah para Raja dan para komandan di ikuti para prajurit ikut siaga.
Setelah semua nya sudah siap menerima serangan dari robot mecha, robot mecha akhir nya berdiri tegak, menatap pasukan aliansi.
Tinggi robot itu sekitar lima belas meter, dengan badan nya yang terbuat dari logam, serta energi sihir yang di keluarkan nya, membuat robot itu nampak menakutkan.
Eh!? Barusan dia bilang apa...? Laser beam... Aku tidak salah dengar kan...? Dia barusan bilang laser beam kan...? Kalau benar ia bilang begitu...
"Natasha, perisa-"
Sebelum aku memberitahu Natasha untuk menyiapkan perisai, mata robot mengeluarkan cahaya kuning emas terang. Cahaya itu makin terang, hingga akhir nya cahaya emas terang keluar dari mata nya. Seperti nama nya, cahaya itu adalah cahaya laser yang di tembakkan langsung ke tengah-tengah pasukan aliansi.
"Waaaah!"
Saat cahaya laser di tembakkan, teriakan para prajurit terdengar. Aku melihat ke belakang. Dan yang ku lihat melalui mata ku adalah bencana!
Laser yang di tembakkan, membelah para prajurit, mereka semua terpotong akibat cahaya laser yang di tembakkan robot mecha. Satu cahaya laser nya, mampu menghabiskan ratusan prajurit. Tidak hanya para prajurit yang terpotong, tanah juga ikut terpotong akibat laser yang baru saja di tembakkan. Barisan pasukan aliansi panik hebat setelah menyaksikan kekuatan robot mecha.
Sudah ku katakan bukan!? Yang harus di khawatirkan robot mecha itu! Aku memportes para prajurit di dalam kepala ku... Tapi aku segera, menenangkan diri, memberikan perintah kepada para prajurit yang panik.
"Jangan panik! Atur ulang formasi. Jika mata nya berubah mengeluarkan cahaya kuning, siapkan perisai untuk melindungi diri kalian!" Teriak ku. Suara ku terdengar ke seluruh pasukan, aku menggunakan sihir pengeras suara untuk dapat melakukan hal itu.
Setelah mendengar perintah ku, para prajurit yang awal nya panik mulai menenangkan diri, lalu membentuk ulang formasi yang awal nya berantakan.
"Jack, kau lawan robot itu! Natasha kau bantu dia! Ayah ambil alih di sini, masih ada pasukan Demon di dalam lembah! Yang harus di waspadai bukanlah Demon Lord tapi robot itu, benda itu sangat berbahaya. Benda itu lebih kuat dari Demon Lord."
Aku memberikan perintah seperlu nya kepada ayah, Natasha, dan Jack. Mereka keheranan saat aku menyebutkan 'Robot.' wajah mereka seperti bertanya: 'Bagaimana kau tahu nama benda itu?' Tapi mereka memutuskan untuk tidak bertanya, dan mengikuti perintah ku dengan patuh. Setelah aku memberi perintah, Jack maju menerobos ke arah robot, di ikuti oleh Natasha yang membawa pedang dan perisai... Tunggu, dari mana dia mendapatkan itu...? Biarlah. Yang penting dia tidak ketahuan kalau dia Vampir.
Setelah melihat mereka berdua menerobos ke arah robot Mecha, aku terbang ke langit menggunakan sihir (Fly), menyerahkan kepemimpinan ke pada ayah.
Aku kemudian terbang ke paling belakang barisan pasukan, mencari tempat aman... Karena tubuh ku sudah melemah, aku harus meminimalisasi keterlibatan ku dalam pertarungan.
Saat aku sudah sampai di tempat aman, hawa dingin tiba-tiba terasa. Hawa dingin yang tidak wajar ini...
Sialan! Mereka datang.
Aku mempertajam indera penglihatan ku, sehingga aku dapat melihat ke pintu masuk lembah yang jarak nya ratusan meter dari tempat ku berdiri, di sana aku melihat pasukan Demon yang keluar dari lembah di pimpin oleh Demon Lord dan anak nya.
Sebagai catatan. Robot mecha sudah berpindah tempat. Robot itu di pancing untuk berpindah tempat oleh Jack dan Natasha, agar pertarungan mereka tidak menganggu jalan nya peperangan yang akan terjadi antara pasukan Demon dan pasukan Aliansi.