
"......Bunuh Aku!" Kata Jack sambil tertunduk di hadapan Amanda.
"....."
Amanda menatap Jack. Dia tidak bisa berkata-kata dengan perkataan Jack yang tiba-tiba.
Selama beberapa detik, suasana menjadi hening. Hanya ada suara semilir angin yang dapat terdengar di malam yang di terangi oleh cahaya perak bulan ini.
Amanda mau saja membunuh Jack, tetapi dia ingat apa yang di katakan Natasha pada nya saat mereka terbang di langit menuju ke kerajaan Eurasia.
"Jack dapat mengendalikan satu (Cursed Blood Control) karena dia meminum darah Kakak Mira yang bernama Yuri. Kau tahu apa artinya itu kan?"
Begitulah yang di katakan Natasha padanya. Amanda tahu artinya itu. Jack berarti membuat kakak Mira yang bernama Yuri itu menjadi pasangan darah nya. Itu berarti dia mereka berdua akan mati jika salah satu dari mereka menikah dengan pasangan selain dari pasangan darah. Itu adalah kutukan pasangan darah.
Tetapi bukan hanya itu saja kutukan pasangan darah.
Kutukan pasangan darah memiliki dua efek.
Pertama membuat pasangan itu mati jika mereka menikah selain dari pasangan darah, atau salah satu pasangan selingkuh.
Kedua adalah membuat kedua nya mati, jika salah satu mati terbunuh. Ini tidak berlaku bila salah satu pasangan mati karena, umur, penyakit, atau bunuh diri.
Karena efek kedua dari kutukan pasangan darah itulah yang membuat Amanda tidak bisa membunuh Jack. Jika dia membunuh Jack, Kakak Mira yang bernama Yuri itu akan mati karena jantung nya hancur akibat kutukan pasangan darah.
Amanda tidak ingin membunuh Kakak Mira, itu bisa membuat nya marah. Dan kemarahan Mira bisa menyebabkan......
Bahkan aku tidak mau memikirkan nya! Pikir Amanda saat membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika dia membuat Mira marah.
Dan jika Amanda membunuh Jack di sini, dia bisa membuat Arisa sedih. Walaupun sebelum nya Jack menyebut Arisa bukan saudara nya, tetapi Arisa tidak berpikiran sama seperti Jack. Arisa masih menganggap Jack masih saudara nya.
"Bunuh aku!" Jack berkata lagi.
".......Kenapa kau meminta hal seperti itu?" Amanda terdiam sejenak lalu bertanya kepada Jack.
Jack mengangkat kepala nya, melihat mata Amanda. Mata Jack juga bercahaya merah, tetapi tidak seperti Amanda yang mengeluarkan cahaya merah cerah. Cahaya di mata Jack berwarna merah gelap sedikit kehitaman. Saat melihat hal itu, Amanda langsung menjadi siaga. Itu karena, jika mata seorang Vampir bercahaya, itu tanda nya dia dalam tingkat emosi yang tinggi, itu bisa jadi pertanda Jack masih belum menyerah.
"Bunuh aku!" Kata Jack sekali lagi.
"......." Amanda terdiam, lalu mendesah. "Aku tidak bisa melakukan itu," Kata nya. "Jika aku membunuh mu, Arisa akan sedih. Sudahlah Jack menyerah saja! Tidak ada yang rugi jika kau menyerah di sini."
".....Tidak ada rugi nya kau bilang!" Kata Jack sambil berusaha untuk berdiri. Melihat itu Amanda mundur beberapa langkah kemudian memasang kuda-kuda dan mengarahkan tombak ke Jack. "Aku mendapatkan malu!" Sambung Jack. "Aku malu! Karena kalah dari seseorang yang sudah aku pecundangi seperti kamu! Aku akan menanggung malu, karena membawa para Vampir kesini untuk membunuh Mira dan Natasha."
"Kau masih berpikiran seperti itu!?" Kata Amanda terkejut.
"Karena itu," Kata Jack dengan suara berat. "Dari pada menanggung malu ini seumur hidup. Lebih baik aku mati. Aku sudah siap untuk itu. tetapi kau......" Kata Jack dengan suara di penuhi Amarah. "Kau...... Terlalu naif! Hanya untuk seorang yang sudah ku anggap bukan saudara lagi. Kau tidak bisa membunuh ku kau bilang!?"
"......" Apakah harus ku kasih tahu kalau aku memiliki alasan lain untuk tidak membunuh nya? Pikir Amanda.
".....Jack. Alasan lain aku tidak bisa membunuh mu...... Karena....... Jika kau mati, Kakak Mira yang bernama Yuri akan mati. Karena itu aku harus membiarkan mu hidup, agar Mira tidak marah padaku, karena aku membunuh kakak nya secara tidak langsung."
Amanda pun memutuskan Jack alasan lain dia tidak bisa membunuh Jack. Dengan ini ku harap Jack mengerti dan mau menyerah. Pikir Amanda.
Tetapi pikiran Amanda segera di bantah!
Jack menggunakan (Cursed Blood Control) nya. "Kau ingin mati Jack!?" Kata Amanda saat melihat Jack melakukan itu. Jika Jack menggunakan (Cursed Blood Control) secara berlebihan, darah di dalam tubuh nya akan habis. Dan akibat nya sudah jelas!
Jika mahluk hidup kekurangan darah, dia pasti akan Mati! Tidak terkecuali dengan Vampir, jika mereka kekurangan darah, Vampir juga akan mati. Karena itulah nama teknik pengendali darah Vampir di namakan (Cursed Blood Control) dalam bahasa mantra. Yang berarti pengendalian darah terkutuk. Seperti nama nya, kemampuan pengendalian darah ini memiliki kutukan yang dapat mengurangi darah pengguna. Jika di pakai berlebihan pengguna pasti akan kehabisan darah yang berakibat pada kematian.
"Hentikan Jack!" Teriak Amanda. Tetapi teriakan itu di abaikan. Dan ternyata Jack sedang tidak membuat senjata, tetapi membuat sebuah kotak. "Blood Box?" Kata Amanda saat melihat kota darah yang di buat Jack.
(Blood Box) adalah sihir ruang milik Vampir, yang dapat menyimpan berbagai macam benda di dalam nya. Ini mirip dengan sihir (Inventori) milik Mira dan Arisa. Yang membedakan kedua nya hanyalah kapasitas penyimpanan. Yang di mana (Blood Box) tidak dapat menyimpan barang sebanyak (Inventori).
Jack memasukkan tangan nya ke dalam kotak darah yang di buat. Perlahan dia mengeluarkan sesuatu dari sana.
..........Itu kan!?
Kenapa dia bisa memegang pedang itu, di saat Ras nya sudah berubah!? Amanda terkejut di dalam kepala nya saat melihat sesuatu yang di keluarkan Jack.
"Pedang Sieg!?" Gumam Amanda saat melihat sesuatu yang di keluarkan Jack. Itu adalah sebuah pedang yang di pakai pahlawan seluruh Ras saat melawan Ras Vampir dulu. Pedang itu di ciptakan dari tubuh Dragon King yang di mana tubuh nya berubah menjadi logam menggunakan sihir khusus, lalu kemudian di tempa oleh Dwarf, dan di perkuat dengan sihir Elf, kemudian di berikan kepada seorang Human untuk membunuh para Vampir.
Saat Jack masih seorang Human, dia bisa mengangkat pedang itu, aku bisa mengerti. Tetapi sekarang....
Jack mengabaikan kebingungan Amanda. Dia mengangkat pedang pahlawan Sieg kelangit. Yang kemudian menciptakan cahaya perak sedikit bercampur warna emas. Itu pertanda pedang pahlawan Sieg menerima Jack, yang merupakan seorang Vampir sebagai tuan nya.
Jack memasang kuda-kuda. Lalu mengarahkan pedang nya ke arah Amanda. Amanda membalas dengan mengarahkan tombak darah nya ke arah Jack.
"Saat nya Ronde kedua. Amanda." Kata Jack menatap Amanda. Mata nya bercahaya saat mengatakan itu.
\*\*\*
"Sudah baikan Kak Rosa?" kata Yuri, saat melihat kakak nya, Putri ke tiga kerajaan Fantasia. Rosa Fantasia. Berusaha bangun dari tempat tidur nya.
"Sudah agak mendingan." Jawab Rosa. Pada adik nya, Putri ke empat kerajaan Fantasia. Yuri Fantasia. "Terima kasih telah merawat ku." Sambung Rosa.
"Sama-sama. Sudah sewajar nya, seorang adik untuk merawat kakak nya." Kata Yuri sambil tersenyum.
Mendengar hal itu, membuat Rosa juga ikut tersenyum. "Apakah kau akan melakukan hal sama, pada Kak Nina dan Kak Blanc?"
".....Itu......."
Yuri kesusahan untuk menjawab. Itu di karenakan dia tidak terlalu akran dengan dua saudara nya yang lain. Atau malahan dia tidak suka dengan mereka berdua. Itu di karenakan mereka, sering mengejek Yuri saat masih kecil dulu. Yang membuat hubungan mereka sedikit tidak akur. Sebenarnya Kakak nya yang sedang di rawat nya saat ini juga suka mengejek Yuri saat masih kecil, tetapi tidak separah dua kakak nya yang lain. Dan sekarang hubungan Yuri dan Kakak nya Rosa sudah sedikit membaik, karena itu Yuri mau merawat nya.
Rosa terkekeh, saat melihat Yuri terdiam. "Seperti biasa kau tidak akrab dengan mereka berdua." Kata Rosa.
"Kalau sudah tahu, kenapa Kak Rosa bertanya hal seperti itu." Kata Yuri cemberut. "Dan juga, bukan hanya aku yang tidak akrab dengan mereka. Mira juga sama."
"Apa yang kau katakan. Mira lumayan akrab dengan mereka berdua."
"Lumayan....." Gumam Yuri.
"Dia sering mengajak Kak Nina dan Kak Blanc berbicara. Tetapi mereka menanggapi nya dengan dingin. Tidak seperti mu, yang tidak pernah mencoba berbicara dengan mereka berdua."
"Tidak ada gunanya mencoba berbicara pada mereka berdua. Seperti Kak Rosa, mereka pasti akan menanggapi aku dengan dingin seperti Mira."
"Aku rasa tidak. Mereka hanya membenci Mira, dan kau terikut di benci mereka karena kau dekat dengan Mira."
"Berarti Kak Rosa juga di benci mereka?"
"Tidak. Hanya saja, mereka memberitahu ku untuk menjauh dari Mira. Kau mungkin akan di perlakukan sama seperti ku jika kau mencoba mendekati mereka."
"......Begitu ya." Yuri terdiam sejenak lalu menjawab.
"Tetapi, mereka menyerah menjauhi ku. Saat aku memberikan informasi tentang Mira."
"Tu-tunggu!! Kenapa kau melakukan hal seperti itu!?"
"Apa salah nya. Aku juga kadang-kadang memberikan informasi tentang mereka kepada Mira. Aku ada di posisi netral. Tidak seperti kau yang berpihak pada Mira dan tidak seperti Blanc yang berpihak kepada Nina. Sebenarnya menurut ku tujuan sebenarnya tes yang kita lakukan sekarang adalah untuk mengetes Nina dan Mira, bukan kelima Putri kerajaan. Ayah pasti tahu, kalau Blanc dan kau mendukung salah satu dari kelima Putri untuk naik tahta."
"Hmmm..... Begitu ya. Oh iya. Saat dulu, kau pernah di tanya kan? Kau berpihak pada siapa? Nina atau Mira. Saat itu kau menjawab Nina kan? Kenapa menjawab seperti itu?"
"Untuk lebih mudah nya. Aku mendukung yang paling berpotensi naik tahta. Dulu aku berfikir Kak Nina yang paling berpotensi untuk naik tahta. Lalu argumen ku tentang itu semakin kuat, saat tes bakat. Mira saat itu masih Level 1 kan? Sangat ketinggalan jauh dari Kak Nina. Dan juga Mira di usir setelah itu, yang membuat ku semakin yakin kalau Kak Nina akan naik tahta. Tapi ternyata, Mira dapat membalikkan keadaan dan sekarang dia yang paling berpotensi naik tahta. Jika aku di tanya sekali lagi, aku pasti akan menjawab Mira."
"Karena masalah tahta ini, hubungan kita antara saudara sangat buruk. Itu di ikuti dengan hubungan para istri raja yang juga ikut buruk. Dan para bangsawan juga mendirikan fraksi pendukung para Putri juga. Yang membuat kondisi kerajaan sekarang sangat buruk. Terjadi perebutan kekuasaan dan juga masalah internal lain nya, itu semua di lakukan untuk membuat salah satu Putri dapat naik tahta tanpa hambatan." Kata Rosa.
"Eh!? Kondisi kerajaan sekarang seburuk itu?"
"Aku mendapatkan informasi ini dari Mira, sebagai balasan memberikan informasi Kak Nina dan Kak Blanc yang ku berikan pada nya. Dia berkata 'mungkin salah satu fraksi pendukung Putri raja yang membuat masalah di kota mu.' Aku sangat kaget dia berkata seperti itu, akhirnya dia pun memberikan informasi yang terjadi di kerajaan."
"Dari mana Mira mendapatkan informasi seperti itu?"
"Entahlah."
Saat mereka berbicara, terdengar suara ketukan di pintu masuk kamar. Rosa mengizinkan orang yang mengetuk pintu masuk, kemudian seorang pelayan pun masuk kamar.
"Nona Rosa bagaimana keadaan anda?" Tanya pelayan itu.
"Sudah mendingan."
"Kalau begitu. Mohon ikut saya ke ruang tahta. Nona Yuri juga. Semua Putri dan semua istri di panggil oleh Yang Mulia dan di suruh berkumpul di ruang tahta secepat nya." Kata pelayan itu sambil membungkuk sedikit.