
Di kerajaan Eurasia Alex yang menggantikan posisi ayah nya, mengambil keputusan saat mengetahui terdapat kasus yang tidak biasa yang sedang terjadi di negara nya.
"Mengenai panti asuhan itu. Kalau tidak salah mereka mengikuti kelompok agama baru yang tersebar di negara besar kan? Kalau tidak salah Sekte Pierot? Atau begitulah nama nya. Apakah itu benar?" Tanya Alex kepada bawahan nya.
"Anda benar. Memang nya ada apa?" Jawab perdana menteri.
Alex tersenyum kemudian dia berkata. "Kalau begitu, sampaikan penyebab kematian masal ini kepada Kerajaan Fantasia, dan Milefolia. Mereka pasti mengalami hal yang sama seperti kita."
"Begitu... Jadi maksud anda, anda ingin bekerja sama dengan dua negara besar untuk menyelidiki markas utama dari kelompok agama ini kan?"
"Kau benar.... Begitulah maksud ku. Segera kirim surat ke mereka!"
"Baik!" Jawab perdana menteri keluar dari ruangan kerja Alex.
Saat perdana menteri keluar, Alex bersandar di sandaran kursi tempat nya duduk.
"Haaaah. Yah, walaupun sudah selesai kita selidiki, kita tidak akan bisa menangkap anggota kelompok agama itu." Gumam Alex. Dengan senyum pahit. Alex menatap ke langit-langit ruangan. Yah, mereka semua pasti sudah mati. Pikir Alex.
Surat yang di kirim Alex sudah jadi. Dengan burung pengantar pesan, surat itu sampai dalam waktu satu jam ke negara Milefolia dan Fantasia.
Di kerajaan Milefolia, di ruang tahta. Albert yang sudah menerima surat dari kerajaan Eurasia, membaca nya dengan wajah serius. Setelah membaca surat itu, wajah Albert terpelintir menjadi amarah. "Sialan!!" Teriak Albert. Dia berdiri dari singgassana nya, kemudian memerintahkan prajurit nya.
"Siapkan pasukan elit. Kirim mereka ke ibu kota kerajaan Eurasia dengan Cristal teleportasi, dan bilang ke Pangeran Alex, kami siap membantu!" Katanya dengan lantang, yang suara nya bergema ke seluruh ruangan.
Di kerajaan Fantasia. Di kamar Yuri. Beberapa menit setelah pemeriksaan kondisi Yuri.
Charles dan Shina duduk bersebelahan di samping kasur Yuri, mereka melihat Yuri dengan tatapan khawatir dan sedih. Mata Shina bengkak karena habis nangis, sewaktu mengetahui Yuri mungkin akan koma selama berbulan-bulan. Sementara Charles hanya diam tidak tahu mengatakan untuk mengatakan apa kepada Shina. Akibat nya keheningian pun terjadi, dan suasana canggung terasa di sekitar mereka.
Suasana canggung mereka bertahan selama beberapa detik. Sehingga Charles berusaha untuk memecah suasana canggung itu dengan mengajak Shina berbicara.
".....Shina...." Kata nya dengan suara bergetar.
Shina melihat ke arah Charles dengan tatapan bingung.
"Uummmm......." Apa yang harus ku katakan? Pikir Charles bingung. ".....Maaf." Akhirnya hanya kata itulah yang terlintas di pikiran Charles.
Shina tidak mengerti kenapa Charles tiba-tiba meminta maaf. Karena itulah dia menatap Charles dengan tatapan bingung, dengan mata yang masih memerah karena habis mengangis.
"Kenapa anda meminta maaf?" Tanya Shina.
".....?" Shina makin kebingungan. Dia hanya bisa memeringkan kepala nya dengan tatapan yang makin bingung. Tatapan nya seolah-olah mengatakan, 'Apa yang orang ini bicarakan?'
Alhasil akibat permintaan maaf Charles yang tidak ada artinya. Suasana pun makin canggung dari pada sebelum nya.
Itu hanya terjadi kurang dari satu menit, karena terdengar suara orang mengetuk pintu. Ketukan itu lebih keras dari biasanya, seakan-akan memberitahu Charles dan Shina yang ada di kamar kalau ada sesuatu yang penting.
Charles segera memperbaiki postur tubuh nya, dan Shina menghapus air mata nya. Setelah itu, Charles berkata kepada si pengetuk pintu yang ada di luar kamar. "Ada apa?" Tanya Charles.
"Ada surat dari kerajaan Eurasia."
Surat dari kerajaan Eurasia? "Haaaah..." Charles menghela nafas. Sekarang ada masalah apa lagi? Satu persatu masalah terus datang hari ini. Pikir nya dengan lelah.
"Bawa masuk!" Perintah Charles.
"Permisi!" Dengan perkataan itu, seorang prajurit memasuki kamar kemudian memberikan Charles surat.
Charles segera membuka amplop, dan mengambil isi nya, di sana terdapat kertas yang terlipat dengan rapi. Ia segera membuka lipatan kertas itu, kemudjan membaca isi nya.
"Kepada Raja kerajaan Fantasia. Yang Mulia Charles. Mohon maaf karena mengirim surat di waktu tidur anda." Bagian pembuka surat memberitahu kalau ada kemungkinan Charles masih tertidur. Itu wajar, mengingat waktu nya, saat ini pukul 2 : 30 malam. Biasanya orang masih tidur di saat seperti ini, tetapi karena Mira dan Carla di culik, Charles tidak bisa tidur.
Charles terus melanjutkan membaca.
"Tetapi, saya yakin kalau anda masih terjaga. Dan itu pasti karena kejadian genting yang saat ini terjadi." Charles segera mengerutkan kening nya. Isi surat memberitahu kalau kerajaan Eurasia mengetahui keadaan genting yang saat ini di alami kerajaan Fantasia. Bagaimana mereka tahu keadaan kerajaan kami? Pikir Charles.
Charles mengira kalau keadaan genting yang di ketahui kerajaan Eurasia adalah kasus penculikan Mira dan Carla. Tetapi sewaktu membaca lebih lanjut, Charles mengetahui kalau dia salah.
"Saya yakin keadaan genting yang kerajaan saya alami pasti terjadi juga di kerajaan anda mengingat kelompok agama itu tersebar luas di benua Silia.
Sebenarnya, negara saya mengalami kematian masal. Dan saya yakin itu terjadi di negara besar yang ada di benua Silia. Mengingat kelompok agama itu tersebar luas di benua Silia. Sebenarnya kerajaan kami sudah mengetahui penyebab kematian masal itu, itu di sebabkan oleh kalung yang di jadikan simbol oleh kelompok agama itu. Kalung itu memiliki lingkaran sihir yang dapat mengantarkan sihir secara luas. Jika negara anda mengalami hal yang sama, saya mohon kerja sama nya untuk menangkap pelopor dari agama itu. Jika anda setuju, mohon berikan izin untuk tentara kami berteleportasi ke halaman anda."
Jadi kematian masal itu terjadi di kerajaan Eurasia juga? Kalau begitu ini bukanlah kejadian biasa. Dan juga ternyata kelompok agama baru itu penyebab semua ini..... Charles menjadi kesal, ia tanpa sadar meremas kedua sisi surat dengan tangan nya. Ia pun berdiri dan memerintahkan prajurit yang masih menunggu di dalam kamar.
"Kirim surat ke kerajaan Eurasia. Dan katakan! Aku memberikan izin prajurit nya memasuki istana! Dan segera lepas barir sihir teleportasi di halaman istana!"
"Sesuai keinginan mu Yang Mulia!" Kata prajurit sebelum ia berlari menuju luar kamar.