From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 208 Dua Energi sihir Besar



Di tengah malam.


Di kota Salad.


Terdengar bunyi dentuman keras yang menggema di seluruh kota, dentuman itu membuat orang-orang yang tertidur terbangun. Mereka semua keluar rumah mereka dengan perasaan cemas dan takut.


"Apa yang terjadi?"


"Suara apa itu?"


Terdengar dari warga kota.


Di tengah kecemasan dan ketakutan itu, bangsawan setempat berkumpul di Villa tempat Pemimpin kota tinggal. Mereka pergi ke lantai dua, dan menuju balkon. Saat sampai di sana, mereka menggunakan sihir cahaya untuk menarik perhatian warga kota. Balkon ini di buat agak tinggi dari rumah biasa yang ada di kota, sehingga pemimpin kota bisa melihat ke arah seluruh kota. Oleh karena itu, balkon adalah tempat yang cocok untuk menarik perhatian.


Saat perhatian seluruh warga menuju balkon salah satu bangsawan berbicara.


"Wahai warga kota Salad! Mohon tenang, aku tahu kita mendapatkan banyak masalah hari ini. Mulai dari ledakan di Katedral dan suara dentuman ini! Aku tahu kalian cemas dan takut! Tetapi kita tidak bisa kalah dari rasa cemas dan takut itu! Yakinlah! Dewa bersama dengan kita!"


"Oooooh!"


Semua warga kota bersorak, dan itu membuat rasa cemas mereka sedikit berkurang.


\*\*\*


Sudah berapa lama kami berada di dalam penjara ini? Mungkin sudah beberapa hari? Atau mungkin baru sehari? Entahlah.....


Karena tidak ada yang bisa ku lakukan, aku jadi bosan dan di tambah tidak ada cahaya matahari yang masuk, sehingga aku tidak memikirkan berapa lama waktu berlalu...


"Haaaah."


Aku menghela nafas panjang, yang menarik perhatian orang yang berada satu sel dengan ku.


"Kenapa Mira?" Tanya Ibu.


"Berapa lama kita di sini?"


"Belum ada sehari."


"Hah?"


Aku terdiam seperti orang bodoh atas jawaban Natasha.


Barusan dia bilang belum ada sehari? Belum ada sehari!? Belum.... Ada.... Sehari!? Serius!?


"Kenapa kau begitu terkejut?" Tanya Natasha. "Aku di tangkap waktu lewat tengah hari... Dan kalian tadi bilang aku tidak sadarkan diri hanya beberapa jam, mungkin sekarang masih sore?"


"Haha...."


Aku tertawa mendengarkan Natasha. Karena rasa bosan ku, aku menjadi tidak sadar akan waktu.... Yah, mau bagaimana lagi, selama di istana aku selalu bermain hingga satu hari terasa seperti beberapa jam, dan sekarang aku di paksa untuk berdiam diri di ruangan kecil yang hanya di terangi cahaya remang-remang, wajar kalau aku bosan sehingga satu hari terasa seperti seminggu buat ku.


"!"


Di saat aku merenungkan keadaan ku yang di penuhi kebosanan, aku tiba-tiba merinding. Aku merasakan beberapa gumpalan energi sihir besar saling bentrok. Karena merasakan itu, aku secara tiba-tiba berdiri dari lantai tempat ku duduk. Tindakan ku itu membuat yang lain terkejut.


"A-ada apa?" Kata Natasha bertanya.


"Natasha," Aku menjawab dia. "Kau merasakan hal barusan?"


Natasha memerengkan kepala nya dan menatap ku dengan bingung. Kemudian dja bertanya kembali. "Merasakan apa?"


Dia tidak merasakan nya?


Natasha tidak merasakan energi sihir yang besar barusan? Si Natasha yang sangat sensitif dalam merasakan energi sihir... Tidak merasakan nya?


Aku melihat ke Arisa. Walaupun tidak se sensitif Natasha dalam merasakan energi sihir, dia masih pasti bisa merasakan energi sihir yang sangat besar barusan.


Reaksi Arisa juga sama seperti Natasha. Dia hanya memerengkan kepala nya sambil menatap ku dengan bingung.


"Kau merasakan apa Mira?" Tanya Ibu.


Aku duduk kembali.


Energi sihir sebesar itu, bukan milik manusia. Bukan nya aku sombong, tetapi. Aku tidak pernah merasakan manusia yang memiliki energi sihir sebesar milik ku. Aku percaya, tidak ada manusia yang sekuat diri ku.


Artinya....


Energi sihir barusan, di miliki oleh Ras lain selain Human. Ada beberapa Ras yang memiliki energi sihir sebesar itu, salah satu nya Ras Dragon. Tapi, buat apa Ras Dragon pergi ke Benua Silia dan mengeluarkan energi sihir sebesar itu?


Aku menggelengkan kepala ku....


Pasti bukan Ras Dragon...


Yang memiliki energi sihir sebesar itu, hanyalah Ras terkuat selain Ras Dragon, itu benar.


Ras Vampir!


Itu artinya.......


Mereka kesini untuk menyelamatkan kita!? Aku tidak memikirkan alasan lain, pasti itu.


Tetapi....


Aku melihat Natasha.


Apakah itu hal yang bagus?


Natasha yang Vampir terkuat saja bisa di kalahkan, apalagi Vampir yang lain. Kalau di pikir-pikir, ini sesuatu yang gawat kan?


"Ada apa Nona Mira?"


Mungkin merasakan tatapan ku, Natasha bertanya pada ku dengan gugup, wajah nya sedikit memerah. Hmm? Kenapa dia sangat gugup? Seharus nya dia gugup hanya saat di tatap oleh seorang pria kan? Lalu kenapa dia gugup saat di tatap oleh gadis kecil seperti ku?


"Bukan apa-apa." Jawab ku.


Aku harus berhenti memikirkan alasan di balik kegugupan Natasha.


Itu benar.


Aku harus berhenti memikirkan itu.


O. Iya itu mengingatkan ku...


"Natasha, kau tertangkap waktu siang kan?"


"Iya."


Berarti energi sihir lemah yang ku rasakan tadi siang itu milik Natasha? Aku kira itu adalah energi sihir dari para pengikut dewa Pi- tidak. Pierot. Untuk menyebut mahluk tidak jelas sebagai Dewa, rasa nya sangat menjijikan.


"Ada apa Mira, wajah mu seperti melihat muntahan yang berwarna hijau dan berbau asam yang sangat menyengat hidung."


"Ibu benar. Aku baru saja mengingat hal yang menjijikan. Bahkan lebih menjijikan dari yang ibu bilang barusan."


"Apa itu? Hal yang lebih menjijikan dari muntahan?"


Keberadaan entitas yang di sebut dengan dewa. Apalagi, dewa palsu. Itu sangat menjijikan........


Mana mungkin aku menjawab seperti itu.


Aku memejamkan mata ku, kemudian memfokuskan indera perasa ku. Aku pun dapat merasakan udara di ruangan ini. Udara sangat lembab dan terasa tidak nyaman di kulit. Tetapi, tujuan ku bukan untuk merasakan udara, tujuan ku adalah energi sihir besar sebelum nya.


Energi sihir itu berkurang, dan sekarang tersisa dua energi sihir. Dua energi sihir itu semakin kuat, dan mereka saling bentrok satu sama lain. Mereka bertarung!


Apa yang terjadi?


Kenapa para Vampir bertarung satu sama lain? Yang jelas ini bukan pertarungan latihan, energi sihir ini terlalu besar hanya untuk latihan.


Kedua energi sihir itu saling bentrok, hingga beberapa saat.