
Di kerajaan Eurasia.
Joshua, Raja dari kerajaan tersebut sedang berada di kamar nya duduk di meja kerja nya. Dia sedang memegangi Cristal sihir teleportasi dengan keringat dingin memenuhi tubuh nya. Dia mengguncang kaki nya dengan gelisah, wajah nya di penuhi dengan kecemasan dan nafas nya tidak teratur.
Kemudian.....
"Baaam!"
Suara pintu terbanting terdengar di belakang nya. Segera dia berbalik untuk melihat anak nya Alex berdiri di depan kamar nya dengan nafas terengah-engah.
"Ayah!" Panggil Alex. " Aku berhasil!
"Be-benarkah!?" Joshua berdiri dari kursi tempat dia duduk, wajah nya di penuhi dengan kegembiraan saat dia mendekati anak nya.
"I-itu benar ayah! Aku berhasil melacak keberadaan Amanda!"
"Di-dimana dia?"
"Lima belas kilometer ke arah utara kota Salad ayah!"
"Ba-bagus..... Sekarang aku hanya perlu memasukkan kordinat nya.... Dan selesai! Segera siapkan beberapa kantung darah, cepat!"
Joshua segera melakukan sesuatu terhadap Cristal sihir nya sebelum dia memerintahkan anak nya untuk menyiapkan darah.
"Baik ayah!" Jawab Alex dengan semangat, dia pun pergi untuk menjalankan perintah ayah nya.
"Tunggu aku Amanda! Aku pasti akan menyelamatkan mu!" Kata Joshua dengan penuh tekad.
\*\*\*
Dinding ruangan ritual jebol, debu mengepul akibat hantaman keras sebelum nya. Di balik kabut debu itu terdapat silouette seseorang manusia yang membawa pedang.
Natasha dan Arisa tahu siapa itu, walaupun dia masih tertutupi kabut, mereka tahu siapa itu. Dengan perasaan gembira mereka memanggil orang yang baru saja datang dengan cara yang mencolok itu.
""Jack!""
"A-Apa!? Bagaimana-"
"!"
Salah satu orang dari kelompok orang berbaju hitam berteriak saat dia melihat Jack. Tetapi perkataan nya segera terpotong. Itu di karenakan kepala nya langsung terlepas dari tubuh nya, dia pun jatuh seperti boneka yang tali kendali nya terlepas.
"Berisik." Kata Jack dengan nada datar sambil mengayunkan pedang nya yang berlumuran darah.
Arisa yang melihat saudara nya yang memenggal kepala musuh mereka menjadi tersenyum penuh kegembiraan. Dia berpikir, dia sudah pasti terselamatkan.
Tetapi tidak dengan Natasha. Dia merasakan perasaan aneh datang dari Jack, itu membuat detak jantung nya meningkat dengan cara yang tidak menyenangkan. Perasaan dingin berlari di tulang punggung Natasha.
Apa ini? Pikir nya. Perasaan apa ini!?
"Ta-tangkap dia!" Kata salah satu orang berbaju hitam.
Atas perintah itu, sisa orang berbaju hitam semua nya menerjang Jack.
"Haaaaah," Jack mengehela nafas panjang seakan-akan dia lelah. "Sword Skill Number One : Dragon Eater!" Jack mengayunkan pedang nya secara horizontal dengan sekuat tenaga. Segera angin kencang berbentuk naga muncul dari tebasan nya. Semua orang yang ada di ruangan itu menemui satu nasib yang sama. Yaitu : MATI. Yang tersisa hanya Jack, Natasha, Arisa. Lalu, Mira dan Carla yang masih tidak sadarkan diri.
"Bagaimana dia bisa menggunakan kekuatan nya?" Kata Natasha dengan suara pelan yang hanya bisa di dengarkan oleh diri nya sendiri.
"Bagus Jack! Sekarang cepat bebaskan kami! Entah kenapa kekuatan sihir ku dan Cursed Blood Control Kak Natasha tidak bisa di gunakan, jadi kami tidak bisa membebaskan diri. Jadi cepat bebaskan kami!!" Kata Arisa dengan gembira.
Jack tidak menjawab, dia hanya berjalan ke arah Mira yang terbaring di tanah.
"Apa yang kau lakukan!? Cepat bebaskan kami Jack!" Teriak Arisa dengan kesal.
Jack masih mengabaikan nya, dan terus berjalan ke arah Mira.
"Oh! Kau ingin menolong Kak Mira dulu ya...... Cepat lakukan, setelah itu bebaskan..... Kami......... A-apa yang kau lakukan?"
Kata-kata Arisa semakin kecil, dan dia semakin bingung karena melihat apa yang di lakukan Jack saat dia sudah sampai di samping tubuh Mira. Saat ini Jack sedang mengangkat Mira, dan mencekik leher nya. Entah itu akibat tiba-tiba di sentuh atau karena rasa sakit, Mira akhir nya terbangun.
"Aaaakh!" Erang Mira kesakitan.
"A-Apa yang kau lakukan?" Tanya Arisa dengan suara bergetar di penuhi dengan rasa takut. "Jack.... Serius.... Apa yang kau lakukan?.... Jawab aku!!" Akhir nya dia berteriak marah karena pertanyaan tidak di jawab.
Jack melempar tubuh Mira ke tanah. Mira terduduk lemah dan berusaha mengambil nafas dalam-dalam sambil memegangi leher nya.
Jack melihat ke arah Arisa. Kemudian dia berkata dengan suara dingin sambil tersenyum sadis. "Bukan kah sudah jelas? Aku berusaha untuk membunuh Mira."
"A-ahahahaha..... Ka-kau bercanda kan?" Tanya Arisa dengan tawa canggung dan suara bergetar ketakutan.
"Kau pikir aku bercanda?" Tanya Jack dengan senyum menjijikan.
"Lari Mira!" Natasha yang sudah mengerti situasi nya berteriak keras.
Akhir nya Natasha memahami perasaan aneh yang selama ini memenuhi hati nya saat melihat perilaku aneh Jack. Itu adalah perasaan yang sudah lama dia tidak rasakan. Itu adalah rasa takut. Tetapi ini berbeda, rasa takut ini berbeda dengan rasa takut yang biasa nya. Perasaan takut ini lebih mengerikan dari pada rasa taku biasa nya.
"Ohok! Ohok! Ohok!" Mira masih di landa kebingungan karena baru sadar. Dan nafas nya masih sesak. Jadi dia tidak langsung menanggapi peringatan Natasha.
"Cepat Mira lari! Kau akan mati jika terus di sini! Cepat lar- Uuugh!"
Perkataan Natasha di potong oleh Jack. Jack bergerak cepat ke arah Natasha, kemudian dia menendang perut nya. Jack kemudian menendang kepala Natasha hingga terlempar beberapa meter sebelum terseret di lantai, momentum terlempar nya baru berhenti setelah Natasha menabrak dinding.
"Kak Natasha!" Teriak Arisa. "Apa yang kau lakukan Jack!"
Setelah melemparkan saudara perempuan nya, Jack melihat ke arah Mira kemudian bergerak cepat ke samping nya. Mira masih terduduk di tanah sambil memegangi leher nya, kepala nya tertunduk dan nafas nya terengah-engah.
"Akan merepotkan jika kau lari," Kata Jack dengan dingin sambil menatap kaki Mira. "Sebaik nya ku potong kaki nya."
"Hentikan...." Kata Natasha. "Hentikan!!" Teriak Natasha.
Teriakan Natasha, di anggap angin lalu oleh Jack karena dia tanpa basa-basi langsung memotong kaki Mira.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"
Teriakan Mira sangat nyaring hingga bergema di seluruh ruangan, dia berguling-guling sambil memegangi kaki nya.
"Sialan!!" Natasha juga ikut berteriak. Dia mulai memberontak melepaskan seluruh borgol yang menahan tubuh nya.
Jack mengangguk dengan senyum menjijikan, kemudian dia melihat ke arah Natasha dan Mira. "hahahahaha, menyedihkan!"
"Jangan pikir, aku akan memaafkan mu Jack! Aku pasti akan membunuh mu! Aku pasti akan membunuh mu!!" Natasha berteriak.
"......Sialan.....Kenapa sihir ku tidak bekerja...." Arisa bergumam.
Jack kemudian berjalan ke arah Mira lalu ia mulai menyiksa Mira dengan menusuk-nusuk kan pedang nya ke arah Mira.
\*\*\*
.......Saat aku tersadar, aku di landa rasa sakit yang tidak tertahankan di depan mata ku ada Jack yang sedang menatap ku dengan mata haus darah. Dia mencekik ku hingga aku tidak bisa bernafas.
Apa yang terjadi? Kenapa dia melakukan ini?
Akhir nya aku di lepaskan, karena sebelum nya aku kehilangan banyak darah tubuh ku masih lemas dan pandangan ku masih kabur. Di tambah nafas ku sangat berat karena habis di cekik. Mungkin karena semua itu, otak ku tidak mampu memproses apa yang terjadi. Bahkan pendengaran ku kurang jelas. Aku dapat mendengar Natasha dan Arisa berteriak tetapi aku tidak tahu apa yang mereka katakan.
Kemudian......
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"
Rasa sakit yang amat menyakitkan melanda kaki ku.
Apa yang terjadi?
"Tusuk! Tusuk! Tusuk! Tusuk! Tusuk!"
Aku dapat merasakan sesuatu menembus tubuh ku, dan itu bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Itu menyakitkan! Sangat menyakitkan! Apa yang terjadi!?
Akhir nya tusukan di tubuh ku berhenti, tetapi itu tergantikan oleh rasa sakit di leher ku, aku merasakan tubuh ku terangkat dari tanah.
"Aku akan membunuh mu dengan perlahan Mira...."
Suara dingin terdengar di telinga ku.
"Tetapi sebelum itu, aku akan membunuh ibu mu di depan mata mu."
Tubuh ku sekali lagi terlempar ke tanah.
Kemudian di depan mata ku, aku melihat Jack sedang berjalan ke depan ibu.
Aaaah, begitu. Akhir nya aku mengerti.... Begitu ya..... Ini terjadi lagi..... Aku sekali lagi di khianati..... Di khianati oleh orang-orang yang aku percaya....
Kenapa ini terjadi pada ku?
Apa salah ku?
Kenapa ini terjadi?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, kenapa.
Kenapa? Ini terjadi pada ku? Kenapa? Aku di khianati? Apakah ini salah ku? Apakah aku benar-benar salah sampai aku harus di khianati?
............. Tidak!
Ini bukan salah ku!
Yang salah adalah orang yang berkhianat pada ku!
Selalu seperti itu!
Baik dulu maupun sekarang.... Aku tidak pernah berbuat salah sampai aku harus di khianati.... Aku tidak ingin di khianati lagi.... Aku tidak ingin merasakan sakit saat di khianati..... Karena itulah aku bersumpah untuk membunuh orang yang mengkhianati ku.........
Itu benar.... Aku harus membunuh sampah yang mengkhianati ku.
Aku harus membunuh nya..............
HANYA ITU YANG HARUS KU LAKUKAN!
Saat itu kesadaran ku menghilang.