From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 232 Acara pernikahan



Dua prajurit di sisi kiri dan kanan pintu aula acara, bergerak membuka kan pintu untuk kami. Saat pintu terbuka, Ratu kerajaan Animalia masuk ke dalam, di ikuti ayah, ibu, para Selir, Kak Yuri dan aku beserta para pengawal dan pelayan pribadi kami.


Saat di dalam, terdapat para tamu dengan pakaian bagus. Sudah jelas mereka adalah Royalty dan bangsawan dari Benua Silia dan Yuro. Tugas kami, keluarga kerajaan Fantasia pun di mulai. Kami harus menyapa semua orang yang ada di sini. Tapi sebelum kami bergerak, sekelompok orang mendatangi kami terlebih dahulu.


Oh?... Sudah lama aku tidak bertemu dengan nya... Dia sudah banyak berubah, hingga aku sekilas tidak mengenal nya. Tetapi tidak salah lagi.. Dia adalah Lia.


Yang mendekat adalah keluarga kerajaan Milefolia. Di sana ada Raja Albert, istri nya, Ratu Amelia, anak nya Putri Lia dia bersama seorang laki-laki yang mungkin adalah suami nya, lalu ada seorang bocah laki-laki sekitar umur tujuh tahunan yang mengikuti di belakang Ratu Amelia.


Salam singkat terjadi antara kedua raja, lalu Lia menyapa ku dengan gaya bicara formal lalu menanyai kabar ku, aku balas dengan gaya formal, memberitahu kalau aku baik-baik saja. Aku mengobrol santai dengan Lia, dan mengetahui kalau bocah laki-laki yang mengikuti Ratu Amelia adalah adik laki-laki nya yang bernama Ares. Aku juga di beritahu kalau suami Lia berasal dari kerajaan kecil di benua Silia yang bernama Ragdoll.


Setelah mengobrol sebentar dengan anggota kerajaan Milefolia, datang kelompok keluarga kerajaan lain nya. Kali ini yang datang adalah kelompok kerajaan kecil dari Benua Silia, lebih tepat nya adalah keluarga kerajaan Abisia, Persia dan Chartreux. Itu benar. Kelompok kerajaan suami ketiga saudari ku. Ketiga saudari ku ikut dengan mereka bersama anak-anak mereka. Seperti sebelum nya, kami saling menyapa mengobrol sebentar sebelum menyapa tamu undangan lain.


Sampai akhir nya, kami saling menyapa ke keluarga kerajaan Eurasia. Di sana, ada Joshua, Alex dan seorang wanita yang mungkin adalah istri Alex. Tetapi itu belum semua, karena ada satu lagi orang yang ku kenal, yang membuat ku jijik saat melihat nya. Siapa lagi, kalau bukan Jack si pengkhianat sialan! Kenapa dia bisa ikut serta bersama keluarga kerajaan Eurasia?


Kak Yuri dengan bahagia mendekati Jack, aku pura-pura tidak kenal dengan nya, menghindari dari tatapan nya. Ia sesekali melihat ke arah ku, tetapi hanya itu saja, dia tidak berusaha untuk menyapa ku. Seluruh keluarga ku kemudian saling menyapa, aku juga ikut menyapa secara singkat dan diam secara total setelah itu. Hanya melihat mereka mengobrol membahas topik-topik sepele.


Kemudian....


Terdengar pengumuman dari depan pintu, yang membuat semua orang terdiam memfokuskan pandangan ke pintu.


"Kita sambut pasangan bahagia hari ini! Putri kerajaan Animalia, Catulus dan Pangeran Kerajaan Dwarvania, Titus."


Setelah pengumuman itu, pintu ruangan terbuka, lalu masuk Demi Human wanita kucing perak bersama dengan seorang pria bertubuh pendek.


Demi Human kucing itu memiliki rambut perak, mata berwarna perak, telinga kucing di atas kepala nya, dan ekor kucing yang menonjol di belakang nya juga berwarna perak. Dia memakai gaun pengantin berwarna perak, yang membuat nya seperti sebuah perhiasan di balut perak murni yang indah. Wajah nya juga cantik yang membuat semua pria yang hadir terpesona melihat nya.


Demi Human yang menjadi pengantin wanita terlihat sempurna dari penampilan nya, sedangkan untuk pengantin pria berbanding terbalik dengan pasangan nya. Dia terlihat seperti orang tua, bertubuh pendek dan memiliki tubuh yang berotot, itu adalah penampilan umum untuk seorang Dwarf.


Mereka berdua berjalan melewati aula menuju ke atas panggung yang sudah di siapkan sebelum nya. Saat mereka sampai, upacara pernikahan pun di mulai.


\*\*\*


Beberapa menit kemudian... Upacara pernikahan telah selesai. Sekarang Putri Catulus dan Pangeran Titus sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Saat ini, hanyalah tinggal pesta. Musik menggema di seluruh ruangan, Kami di perbolehkan menyantap hidangan, mengobrol bersama dengan tamu-tamu undangan, menyapa pengantin, dan berdansa bersama pasangan. Karena aku tidak memiliki pasangan, aku pergi ke tempat jamuan dan makan, makanan yang di sediakan di sana. Sesekali ada seorang bangsawan yang akan mengajak ku berdansa, dan aku tentu saja menolak. Walaupun kelihatan tidak sopan, tetapi tidak ada larangan untuk menolak ajakan di sini, dan aku memiliki hak untuk menolak. Jadi aku akan berkata 'Tidak' jika ada yang mengajak ku berdansa.


Aku melihat ke lantai dansa, Kak Yuri dan Jack berdansa dengan gembira sambil tertawa bersama. Ketiga saudari ku juga ikut berdansa, Alex dan Lia juga berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Bahkan Ibu dan Ayah juga! Aku hanya bisa tersenyum melihat pemandangan orang tua ku yang terlhat akrab.


Aku melihat ke arah pengantin, mereka masih meladeni orang-orang yang menyapa mereka.


Kemudian mata pengantin wanita bertemu dengan mata ku, dia kemudian tersenyum ke arah ku. Aku balas tersenyum, lalu segera mengalihkan pandangan ku, menatap ke lantai dansa.


"?" Aku memeringkan kepala ku dengan kebingungan, melihat ekspresi serius dari ayah setelah berbicara dengan Raja Dwarvania, aku kemudian mengikuti Raja Dwarvania dengan mata ku, dan melihat dia menyapa semua pemimpin dari kerajaan-kerajaan yang ada di Benua Silia. Segera wajah mereka menjadi serius seperti ayah.


"Seperti nya ada udang di balik batu dari acara pernikahan ini." Gumam ku dengan suara pelan.


Aku melanjutkan makan manisan, sambil memperhatikan sekeliling ku. Kemudian aku melihat kedua pengantin berpisah, menyapa tamu secara sendiri-sediri.


Aku melihat, putri Catulus berjalan mendekati ku. Dan ia berhenti di depan ku. Pemandangan itu sungguh menarik perhatian, alhasil mata semua orang tertuju pada kami.


Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ia mendatangi ku?


"Boleh minggir sedikit? Aku ingin mengambil makanan."


"....Silahkan."


Ternyata dia ingin makan!


Semua orang kemudian mengalihkan pandangan nya lagi setelah mengetahui Putri Catulus hanya ingin mengambil makanan.


Seorang pelayan kemudian datang menawari bantuan, mungkin mereka takut gaun pengantin Putri kotor jika ia mengambil makanan dengan sembrono.


"Terima kasih." Putri Catulus mengucapkan terima kasih kepada pelayan yang membantu nya, pelayan itu hanya membungkuk kemudian kembali ke ujung ruangan menunggu seseorang meminta bantuan. Putri Catulus pun makan manisan yang ada di piring kecil yang di pegang nya.


Aku juga melanjutkan makan manisan ku, tidak memperdulikan Putri Catulus.


"....Negara kita akan membentuk aliansi nanti..." Putri Catulus tiba-tiba membuka mulut nya berbicara dengan ku.


"Begitu ya... Baguslah kalau begitu." Aku membalas dengan komentar setengah hati, lagi pula aku tidak terlalu peduli dengan hal itu.


"Aku harap dengan adanya Aliansi, kita bisa mengatasi serangan yang akan datang nanti... Kalau begitu, semoga kita ketemu lagi."


Makanan di piring Putri Catulus habis, dan ia segera pergi.


Kata-kata terakhir Putri Catulus yang dia ucapkan mengganggu ku. Serangan? Serangan apa yang ia maksud? Dan juga kenapa ia membahas hal itu dengan ku? Orang-orang melihat ku pasti sebagai seorang anak kecil, mengingat aku tidak tumbuh semenjak umur ku sepuluh tahun. Lalu kenapa dia ingin membahas tentang hal-hal serumit itu dengan ku, yang hanya seorang anak kecil?


Perilaku nya barusan sangat aneh... Dan juga entah kenapa. Saat di dekat Putri Catulus perasaan ku tidak nyaman, hati ku di penuhi dengan kebencian kepada nya.


Aku melihat punggung Putri Catulus yang berjalan mengitari aula, menyapa tamu-tamu undangan.