
Aku, Natasha, Amanda dan Arisa. Berpindah ke suatu tempat dekat dengan ibu kota, lebih tepat nya tiga kilometer dari ibu kota. Rencana nya tempat kami berada sekarang adalah tempat kami berkumpul setelah kami menyelesaikan rencana. Tapi karena kejadian yang tidak terduga terjadi, akhir nya tidak ada siapapun di sini kecuali bawahan ku. Jack sudah sampai terlebih dahulu di tempat ini bersama dengan Kak Yuri. Saat kami muncul tepat di depan Jack, Kak Yuri yang terus memegang tangan Jack, melepaskan tangan nya, kemudian ia berlari kearah ku, memeluk ku.
"Mira... Syukurlah kau baik-baik saja."
"Maaf. Membuat Kak Yuri khawatir." Aku membalas pelukan nya, menenangkan nya yang mengkhawatirkan ku.
"Apa yang terjadi...? Aku mendengar ledakan yang keras dari sana beberapa menit yang lalu." Jack bertanya sambil menunjuk ke arah timur, sesaat Kak Yuri melepaskan pelukan nya, ia menanyakan ledakan besar yang terjadi saat Natasha melawan leluhur Vampir. Aku pun menjelaskan masalah ledakan itu, lalu menjelaskan hal yang akan ku lakukan dari sekarang.
"Begitulah cerita nya... Untuk saat ini, kita harus pergi ke kerajaan Eurasia. Kita minta kepada raja Eurasia untuk melegalisasi faksi kita." Aku selesai menjelaskan kejadian secara terperinci, tidak ada yang ku sembunyikan dari penjelasan ku, termasuk fakta kalau Kak Nina hidup kembali setelah di bunuh oleh Natasha. Setelah selesai bercerita, aku menyarankan pergi ke kerajaan Eurasia untuk membentuk aliansi dengan mereka. Jika posisi kita di akui secara resmi oleh salah satu negara berpengaruh di Benua Silia, kita akan mendapatkan keuntungan untuk membentuk aliansi dengan negara lain yang saat ini tidak berhubungan baik dengan kerajaan Fantasia. Tidak ada yang menentang usulan ku, dengan begitu kami pun langsung berpindah ke ibu kota kerajaan Eurasia dengan sihir (Teleportation).
***
Aku dan kelompok ku berpindah ke mansion yang ku miliki di kerajaan Eurasia. Mansion yang ku miliki saat ini berada dekat dengan istana kerajaan, dan untung nya di mansion ini sudah di sediakan sebuah alat untuk menghubungi istana secara langsung. Sesaat kami sampai, aku langsung memerintahkan Jack untuk menguhubungi Alex.
Jack langsung menuruti perintah ku. Selagi Jack menghubungi Alex, aku, Natasha, Amanda, dan Kak Yuri pergi ke ruang tengah untuk beristirahat sembari menunggu Alex datang, sedangkan untuk Arisa ia pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk kami.
Arisa dan Jack datang bersamaan ke ruang tengah, Arisa membawa troli yang di atas nya berbaris gelas kosong dan satu teko teh hangat, ada juga beberapa kue yang berbaris di atas troli itu.
"Nona Mira. Tuan Alex sebentar lagi akan datang untuk menemui anda." Jack berbicara dengan bahasa formal, mengingat saat ini ada Kak Yuri bersama kami, ia pun tidak bisa berbicara kepada ku dengan nada bicara biasa. "Kerja bagus." Aku menjawab Jack, sebelum akhir nya meminum teh yang sudah di sediakan oleh Arisa.
"Mira... Bisa kau jelaskan sekali lagi apa yang terjadi di Ibu Kota sebelum nya. Masih ada beberapa bagian yang tidak ku mengerti dengan penjelasan mu sebelum nya... Bagaimana bisa Kak Nina bisa hidup kembali? Apakah hal itu mungkin? Dan apa maksud mu dengan dia yang seorang Vampir!? Penjelasan mu benar-benar tidak masuk akal Mira!" Untuk orang normal seperti Kak Yuri, penjelasan ku mengenai Kak Nina yang hidup kembali benar-benar tidak bisa di terima oleh akal sehat, di tambah mengenai informasi kalau Natasha yang seorang Vampir... Otak Kak Yuri tidak bisa mengikuti penjelasan ku.
"Jika aku menjelaskan lebih jauh, Kak Yuri akan semakin tidak paham. Terima saja semua penjelasan ku, lupakan semua hal di luar akal sehat. Jika Kak Yuri terus memikirkan hal itu, Kak Yuri akan semakin kebingungan dengan hal yang akan terjadi setelah ini... Hal yang terjadi hari ini, semua nya akan sering terjadi di masa depan, jadi persiapkan diri untuk hal itu."
"Ha...." Kak Yuri hanya bisa menghela nafas dengan ekspresi rumit setelah mendengar perkataan ku.
Kak Yuri harus terbiasa dengan hal di luar akal sehat yang akan terus terjadi di masa depan nanti. Jika ia terus memikirkan hal yang tidak perlu, ia tidak akan bisa mengikuti semua hal yang akan terjadi nanti... Selama beberapa menit kami bersantai di ruang tengah Mansion. Sampai aku mendengar bunyi ketukan dari arah pintu masuk. Arisa yang bertugas sebagai pelayan langsung pergi ke pintu depan untuk memeriksa siapa yang datang. Tidak berselang lama saat Arisa pergi, ia kembali lagi menyampaikan kalau Alex telah datang bersama dengan Joshua.
"Suruh mereka masuk." Jawab ku atas laporan Arisa.
Arisa kembali lagi ke pintu depan, bersama dengan Alex dan Joshua.
"Baguslah kalian datang. Apakah kalian mendengar situasi nya dari Jack?"
"Hanya secara singkat... Dia hanya memberitahu kami kalau kau ingin membentuk aliansi dengan kami, untuk melawan kerajaan Fantasia yang sekarang di kuasai Putri Nina."
"Begitulah... Aku ingin kau membantu kami untuk membentuk aliansi dengan kerajaan Milefolia, dan memfasilitasi faksi kami."
"Mira... Kau tidak boleh meminta hal tidak masuk akal seperti itu kepada-"
"Baiklah... Aku akan mengurus hal itu."
"EH!?"
"Oh... Aku hampir lupa... Aku ingin kau merawat Kak Yuri untuk ku. Masih ada hal yang harus ku lakukan saat ini."
Joshua melirik Kak Yuri, memerhatikan ekspresi nya. Ia kemudian mengangguk, menyetujui permintaan ku. "Baiklah... Ratu Yuri bisa menggunakan mansion ini, kalau perlu aku akan menyediakan pelayan untuk merawat nya."
"Ti-tidak perlu repot-repot." Kata Kak Yuri dengan panik, melihat Joshua yang dengan mudah nya menerima permintaan ku tanpa meminta kompensasi sedikit pun.
"Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu Ratu Yuri, akan gawat jika kami membiarkan anggota aliansi kami menerima perlakuan buruk selama mereka tinggal di negara kami." Jawab Joshua atas penolakan Kak Yuri.
"Ba-baiklah... Terima kasih, Yang mulia. Saya berutang pada anda. Setelah semua ini selesai, saya akan membalas utang ini sekaligus. Dan maaf atas permintaan tidak masuk akal dari adik ku." Kak Yuri tahu kalau menolak kebaikan dari seorang raja adalah perbuatan kasar, ia pun menerima dengan berat hati, dan berjanji untuk membalas semua kebaikan Joshua di lain hari.
"Baiklah... Jika saya mendapatkan kerajaan saya dalam kondisi sulit, saya akan menagih utang anda." Jawab Joshua.
"Atas nama Ratu kerajaan Fantasia, saya akan membantu kerajaan anda jika waktu itu tiba."
"Jack... Apa yang ingin kau lakukan?" Setelah perjanjian dengan Joshua selesai, aku melihat ke arah Jack yang berdiri di samping Arisa. Sebenarnya aku ingin membawa nya, tapi aku berpikir untuk membiarkan nya menemani Kak Yuri di kerajaan ini. Aku juga tidak bisa meninggalkan Kak Yuri di kerajaan ini tanpa penjagaan.
Jack mengerti maksud ku, ia melirik Kak Yuri... Ia kemudian berjalan ke hadapan ku, setelah itu ia berlutut sembari menundukkan kepala nya. "Jika di izinkan, aku ingin menemani Ratu Yuri."
Aku melihat Kak Yuri, ia nampak senang mendengar Jack meminta hal itu pada ku... Tidak mungkin aku menolak permintaan Jack setelah melihat ekspresi Kak Yuri yang seperti itu. Adik macam apa aku jika aku menolak permintaan Jack ini.
"Baiklah. Aku mengizinkan nya."
"Dan jika di izinkan..."
Hah...? Dia ingin meminta hal lain...? Dengan ekspresi bingung, aku menunggu Jack menyelesaikan perkataan nya. Ia nampak kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ada di kepala nya... Apa yang sebenarnya ingin dia katakan...?
"Jika di izinkan... Aku ingin... Aku ingin..." di tengah perkataan nya, Jack melihat kearah ku dengan tatapan serius. "Aku ingin menikahi Ratu Yuri sekarang!"
Kak Yuri terkejut dengan permintaan Jack yang tiba-tiba itu, tidak... Bukan hanya Kak Yuri, semua orang terkejut dengan permintaan nya, termasuk aku. Walaupun Kak Yuri terkejut, ia sudah melihat ke arah ku dengan wajah penuh harap. Setelah melihat ekspresi nya, tentu saja jawaban ku...
"Aku menolak!"
"Mira! Kenapa!?"
Kak Yuri berteriak setelah mendengar jawaban ku... Aku ingin dia membiarkanku menyelesaikan perkataan ku.
"Aku menolak jika kalian menikah saat ini... Masih banyak yang harus kita lakukan, tapi setelah semua hal itu selesai. Aku akan mengizinkan pernikahan kalian... Dan juga, mengapa kau minta izin pada ku. Aku bukan wali Kak Yuri. Jika Kak Yuri ingin menikah dengan mu sekarang, aku akan membiarkan mu melakukan hal itu, masalah aku setuju atau tidak itu masalah lain..."
"... Aku tidak bisa melakukan hal itu... Sebisa mungkin aku ingin semua keluarga Ratu Yuri menyetujui pernikahan kami."
"... Begitu ya... Kalau begitu, kau sudah mendengar jawaban ku. Aku tidak mengizinkan pernikahan kalian, setidak nya untuk saat ini."