From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 215 Joshua dan Amanda sampai ke kota Salad



Beberapa saat sebelum Jack menerima hukuman dari Mira.


Amanda terbang di langit malam, sambil membawa Joshua. Sekarang sudah lewat tengah malam hanya tinggal 4 jam lagi pagi akan datang.


Mereka bergerak dengan kecepatan tinggi. Mereka bergegas setelah merasakan energi sihir yang sangat besar. Joshua yang merupakan Homonculus bawahan Mira, mengetahui kalau energi sihir yang barusan mereka rasakan adalah milik Mira.


Setelah beberapa menit terbang, mereka dapat melihat dinding penghalang yang mengelilingi kota. Amanda menambah kecepatan nya. Saat semakin dekat dengan kota, Amanda menggigil, Joshua yang menyadari itu menyuruh Amanda untuk menurunkan kecepatan nya.


"Jangan memaksakan diri. Energi sihir milik Mira ini sangat kuat dari biasa nya. Saking kuat nya, energi sihir ini bisa memberikan tekanan untuk seseorang yang tidak kuat menahan nya. Kau akan merasakan sakit jika kau mendekati kota secara tiba-tiba. Dekati kota secara perlahan."


".....Mengerti!"


Dengan itu Amanda bergerak dengan kecepatan seperti orang berjalan.


Semakin dia mendekati kota, tubuh nya makin menggigil. Nafas nya semakin berat dan keringat mulai membasahi tubuh nya.


Setelah sedikit perjuangan, Amanda berhasil sampai di langit-langit kota.


Amanda turun perlahan-lahan ke tanah. Joshua mengawasi dari punggung Amanda.


"Kota ini terlalu sepi." Kata Joshua sambil mengarahkan pandangan nya ke bawah menatap pemandangan kota.


".....Itu......Wajar.....Kan....? Hari..... Sudah.... Malam!" Amanda memberitahu dengan nafas terengah-engah.


"Walaupun hari sudah malam. Tidak akan sesepi ini. Biasanya ada sekelompok petualang atau ******* yang akan berkeliaran di tengah malam seperti ini. Tetapi sekarang aku tidak melihat kelompok seperti itu."


Apa yang terjadi? Pikir Joshua.


".....Kau benar." Jawab Amanda setelah memejamkan mata nya sebentar. "Aku....Tidak....Merasakan.....Kehadiran......Vampir lain....Nya! Hah.... Hah.... Hah...."


"Hmmmm...... Seperti nya kondisi nya lebih buruk dari yang kita duga."


Percakapan mereka terjadi saat Amanda perlahan-lahan turun dari tanah. Dan di saat pembicaraan mereka selesai, mereka juga sudah sampai di tanah. Joshua langsung turun dari punggung Amanda dan melihat sekeliling.


".....Tidak ada siapapun?" Kata Joshua.


Tiba-tiba terdapat bayangan seseorang berjalan mendekati mereka. Dia berjalan sempoyongan, kadang-kadang dia juga jatuh. Saat seseorang itu tersorot cahaya Amanda mengenali orang itu.


"....Dia salah satu bawahan ku...." Gumam Amanda. karena sudah terbiasa dengan tekanan energi sihir, nafas Amanda sudah membaik dari pada sebelum nya. Walaupun dia masih sedikit terengah-engah.


Saat orang itu melihat Amanda, matanya seperti melihat oasis di tengah padang pasir. Sorot mata yang di penuhi dengan cahaya harapan.


"Aaaaah..... Amanda!" Kata orang yang baru datang. Dia berlari mendekati Amanda dengan tersengal-sengal.


"A-ada apa!?" Amanda berlari mendekati nya.


"Ga-gawat!! Se-semua orang! Hah.... Hah... Hah.... Se-semua orang!.... Hah.... Hah.... Hah...."


Amanda memandangi orang itu dengan serius. Menunggu kata-kata selanjutnya.


"Se-semua orang..... Ma-Ma-Ma-Ma-Ma-MATI!!! A-A-A-A-A-Aku... Aku.... Me-Me-Menyesal!"


Setelah mengatakan itu dia pingsan.


"....Sebenarnya apa yang terjadi?" Kata Joshua dengan kebingungan setelah memerhatikan pertukaran Amanda dan bawahan nya.


Joshua memejamkan mata nya, memfokuskan indera perasa nya. Tiba-tiba dia merasakan angin kencang dari pusat kota. Itu berada dekat dengan mansion pemimpin kota yang di lihat oleh Joshua dari atas langit sebelum nya.


Amanda mengangguk, kemudian menumbuhkan sayap nya, Joshua langsung melompat ke punggung Amanda. Mereka pun terbang ke Mansion dengan kecepatan tinggi. Beberapa detik kemudian, mereka sampai di sana.


Saat sampai betapa terkejut nya mereka.


"A-Apa yang terjadi!?" Amanda berkata dengan panik menyaksikan pemandangan di depan mata nya. "Me-Mereka semua mati!?"


----Itu benar. Terdapat banyak mayat manusia di depan mata mereka.


Amanda masih tidak yakin jika semua orang di depan mata nya mati. Karena itu ia melihat sekeliling untuk mencari seaeorang yang masih hidup. Saat itu tatapan nya terfokus pada puing-puing bangunan, di samping Mansion pemimpin kota. Di depan puing-puing itu terdapat pemandangan yang sama. Yaitu banyak orang yang terbaring lemah, tidak bergerak di tanah.


Tetapi....


Amanda segera memfokuskan pandangan nya, di lihat nya orang-orang yang terbaring di depan puing-puing itu masih bernafas. Ia pun segera memberitahu Joshua.


"Di sana masih ada yang hidup!" Kata nya sambil menunjuk ke depan puing-puing bangunan.


Joshua segera melihat ke arah yang di tunjuk Amanda. "Kau benar!" Katanya, sebelum berlari ke arah mereka.


Saat mereka sudah sampai ke arah orang-orang yang terbaring. Amanda terkejut mengetahui identitas mereka.


"....Mereka semua bawahan ku!?" Kata Amanda dengan mata terbelalak. Amanda segera jongkok, memeriksa denyut nadi salah satu bawahan nya. Dan ternyata masih ada. Karena masih kurang yakin, Amanda memeriksa bawahan nya yang berbeda. Kali ini ia memeriksa nafas nya. Dan seperti sebelum nya, itu masih ada.


"Huuufh!" Amanda menghela nafas lega. "Seperti nya mereka semua masih hidup."


Joshua yang melihat Amanda memeriksa bawahan nya yang masih hidup, mulai bingung. Kenapa mereka masih hidup sedangkan yang lain nya mati? Pikir Joshua sambil melihat sekeliling. Aku baru saja mengira yang lain nya mati karena energi sihir Mira, tetapi seperti nya dugaan ku salah. Ini pasti ada penyebab lain dari kematian mereka!


Dengan rasa penasaran, Joshua mendekati salah satu mayat penduduk kota. Kemudian ia mulai meraba-raba mayat itu untuk menemukan petunjuk.


Amanda yang melihat itu, datang mendekat dan bertanya. "Apa yang kau lakukan?"


"Aku memeriksa. Apakah ada alasan lain semua orang ini mati!" Jawab nya.


"Bukan nya mereka mati karena tidak kuat menahan energi sihir Mira?"


"Awal nya aku berpikir seperti itu. Tetapi aku kurang yakin setelah melihat bawahan mu yang masih hidup. Posisi mereka lebih dekat ke energi sihir dari pada orang-orang ini. Yah... Walaupun jarak nya hanya beberapa centi, tetap saja mereka lebih dekat dan berpotensi paling besar untuk mati. Tetapi bawahan mu yang lebih dekat hanya pingsan, sedangkan orang-orang ini langsung mati! Jadi aku mulai curiga pasti ada penyebab lain dari kematian mereka!" Joshua menjelaskan sambil memeriksa tubuh mayat.


Ia kemudian sampai pada pemeriksaan pada bagian dada, pada saat itu ia menyentuh sesuatu. Tanpa ragu, Joshua merobek baju mayat dan di temukan nya sebuah liontin yang bergantung di leher mayat.


"Sebuab kalung?" Gumam nya.


Bentuk liontin itu bulat dan menyerupai lingkaran sihir. Joshua langsung mencabut liontin itu dan memeriksa nya dengan seksama.


"Apakah itu penyebab kematian mayat-mayat ini?" Tanya Amanda yang juga ikut memerhatikan liontin yang di pegang Joshua.


"......"


Joshua tidak menjawab, ia hanya memerhatikan liontin dengan seksama. Setelah beberapa detik.....


"Aku akan memeriksa mayat lain!"


Joshua pun mulai memeriksa mayat lain.


Saat ia memeriksa mayat kedua, dia menemukan liontin yang sama. Di mayat ketiga juga. Begitu pula yang ke empat, kelima, dan keenam. Setelah memeriksa yang ketujuh kali nya, Joshua pun akhirnya menentukan jawaban nya.


".....Di sini juga ada....." Kata nya dengan ekspresi lelah setelah selesai memeriksa mayat yang ketujuh. "Seperti nya, memang benar kalung ini penyebab kematian masal mereka."