
Satu jam setelah pengumuman.
...Tidak ada waktu bersantai, semua orang sibuk pada saat ini. Sebagai contoh, ayah sedang mengordinasi pasukan yang akan di kirim ke peperangan nanti. Dan semua keluarga ku, sibuk akan tugas masing-masing. Ibu, di tugaskan untuk memeriksa kondisi peralatan yang akan di gunakan, Selir Lina di tugaskan untuk membangun markas besar di sekitar perbatasan antara Benua Yuro dan Benua Silia, Selir White di tugaskan untuk membangun sistem komunikasi antara semua kerajaan, Selir Lavender dan Selir Shina di tugaskan untuk memeriksa pergerakan pasukan Demon. Itulah tugas-tugas penting yang ayah serahkan pada para istri nya. Sedangkan aku dan Kak Yuri, anak-anak nya, tidak melakukan apapun. Kami hanya berdiam diri, duduk di Gazebo taman....
"....Serius... Di saat pernikahan ku sudah dekat, akan terjadi perang!? Apa yang di pikirkan para Demon sialan itu!?" Kak Yuri berteriak dengan kesal, sambil memegangi kepala nya, dia berdiri dari tempat duduk nya. "Haaah," Setelah itu dia menghela nafas, lalu duduk kembali menjatuhkan badan nya di atas meja. "Apakah aku di takdirkan untuk tidak menikah?" Kata nya dengan wajah cemas.
"Apa yang Kak Yuri katakan? Kakak bisa menikah setelah selesai perang kan? Dengan begitu acara pernikahan akan terasa lebih menyenangkan." Sambil makan manisan, aku menghibur Kak Yuri dengan kata-kata manis.
Dia kemudian mengangkat badan nya dari atas meja, lalu melihat ke arah ku, kemudian ia mengambil manisan ku, setelah itu ia berbicara. "Kau benar... Hanya saja ini perang Mira!? Dan Jack akan jadi komandan pasukan nanti!? Bukankah itu posisi berbahaya!? Bagaimana dia tidak bisa pulang dengan selamat!?"
"Baguslah kalau begitu..."
"Apa kau bilang?"
"Tidak. Tidak ada apa-apa. Lupakan hal itu."
Aku bergumam dengan suara kecil, tapi itu masih bisa di dengar Kak Yuri, walaupun dia tidak mendengar jelas.
Lagipula, ketakutan Kak Yuri tidak berdasar. Si sialan itu tidak mungkin mati. Sekuat apapun musuh nya, dia pasti selamat. Apalagi jika ada orang yang dia cintai menunggu kepulangan nya. Dia pasti akan kembali. Cih... Memikirkan si sialan itu selamat dari perang nanti membuat ku kesal.
Aku makan manisan, saat memikirkan hal itu. Gigi ku mengigit manisan dengan kasar, membuat suara menyeramkan. Kak Yuri yang melihat ku seperti itu, bertanya dengan suara gemetar.
"Ke-Kenapa Mira?"
"Tidak ada apa-apa. Kenapa kakak bertanya?"
"Tidak. Hanya saja kau terlihat kesal."
"Jangan khawatir dengan itu, aku hanya..."
"Kau hanya cemburu kan?"
Saat aku berbicara, kalimat terakhir ku di potong dengan seseorang. Demi Human kucing perak, muncul, bersandar pada pagar Gazebo tepat di belakang ku.
Kak Yuri kemudian tersentak, melihat kemunculan nya. Melihat reaksi itu, Demi Human kucing perak, atau Putri Catulus tepat nya, tersenyum girang.
Dia tersenyum, sedangkan aku mengernyitkan alis, kesal dengan perkataan yang baru saja dia katakan.
"...Apa yang kau katakan barusan!? Katakan sekali lagi sialan!?" Tanpa sadar energi sihir ku bocor keluar, menyebabkan angin kencang, itu kemudian membuat Putri Catulus ketakutan, dia segera meminta maaf dengan panik.
Energi sihir ku yang bocor, menghilang. Akibat pengeluaran energi sihir ku barusan, rasa lelah yang sangat hebat menyambar tubuh ku.
Hanya dengan sedikit energi sihir barusan sudah membuat ku kelelahan, seperti nya masalah tentang kehancuran tubuh yang di katakan Gloria memang bukan omong kosong belaka. Pikir ku.
"Jadi Putri Catulus apa maksud mu dengan cemburu barusan?" Kak Yuri bertanya kepada Putri Catulus dengan wajah penasaran. Serius!? Dia menanyakan hal itu!?
"Aaah. Aku kira, Putri Mira menyukai pria bernana Jack ini, lalu dia kesal karena kau yang akan menikahi nya. Bukankah itu cemburu?" Kata Putri Catulus dengan senyum gembira di wajah nya. Katakan itu sekali lagi sialan! Akan ku lubangi tubuh mu, jika kau mengatakan nya sekali lagi. Aku menyukai Jack!? Jangan bercanda! Di dalam hati ku hanya ada kebencian murni terhadap nya... Sementara aku berpikiran seperti itu, Putri Catulus melanjutkan perkataan nya.
"Tetapi aku salah... Mira tidak menyukai pria bernama Jack ini, dia lebih ke membenci nya. Aku tahu dari sorot mata nya barusan... Dan ternyata benar ya, jika emosi di dalam tubuh meluap-luap, mata emas dari keturunan Raja Fantasia akan mengeluarkan cahaya." Kata nya sambil melirik ke arah kami berdua.
"Ya. Itu benar." Aku menjawab nya acuh tak acuh. "Apakah mata ku bercahaya barusan?"
"Ya... Itu sangat terang. Yang membuat kesan menyeramkan. Benarkan Putri Yuri?" Kata Putri Catulus, sambil mengangguk saat menjawab pertanyaan ku, sebelum akhirnya dia memastikan tentang mata ku yang bercahaya ke Kak Yuri.
"Iya," Kata Kak Yuri mengangguk setuju. "Kau sangat menyeramkan barusan Mira... Tetapi, kenapa Mira membenci Jack? Dia tidak melakukan sesuatu sampai Mira membenci nya kan?" Kata Kak Yuri sambil memiringkan kepala nya, dengan wajah bingung.
"Entahlah..." Jawab Putri Catulus sambil mengangkat bahu nya, dia kemudian melanjutkan perkataan nya dengan senyum nakal. Kata-kata nya di tujukan untuk menjahili ku. "Tetapi... Jika aku di suruh berspekulasi kenapa Mira membenci Jack, itu mungkin karena dia tidak mau kakak yang sangat dia cintai di ambil orang."
"Heeeeh," Kak Yuri kemudian tersenyum, dengan senyuman yang sama dengan Putri Catulus. Dia melihat ku seperti melihat binatang kecil yang lucu. "Kau begitu tidak ingin berpisah dari ku ya...." Kata nya memastikan spekulasi Putri Catulus, dia berdiri, lalu menjorok kan tubuh nya melewati meja untuk mendekatkan tubuh nya pada ku.
Serius... Kalian berdua, bersekongkol untuk menjahili ku. Itu sangat mengganggu! Bisa kalian berhenti sekarang! Pikir ku dengan kesal. Aku kemudian mengalihkan pembicaraan dengan cara bertanya pada Putri Catulus.
"Untuk apa kau kesini?"
"Mengalihkan pembicaraan?" Kata Kak Yuri dan Putri Catulus bersama-sama.
"Jawab saja. Kenapa kau kesini?"
"Haaah," Putri Catulus menghela nafas. "Kau tidak bisa di ajak bercanda ya..." Dia kemudian mengambil sesuatu dari saku baju nya. Itu adalah sebuah gulungan tebal. Dia menaruh gulungan itu di meja, lalu membuka nya.
Gulungan itu ternyata berisi peta. Peta antara Benua Yuro, Silia, dan Chiso. Benua Chiso ada di sebrang lautan, untuk menyerang Benua kami pasukan Demon harus melewati lautan, tetapi ada perbatasan lain, itu ada di selatan Benua Yuro, di sana ada sebuah sungai dengan lebar 245 meter, itu memisahkan Benua Chiso dan Benua Yuro. Di sana adalah posisi paling memungkinkan untuk pasukan Demon melewati perbatasan Benua Yuro, tetapi kemungkinan itu sangat kecil, itu karena pasukan Demon harus mengambil jalan memutar dari istana nya untuk sampai kesana. Dengan berjalan kaki, mereka bisa sampai dalam waktu satu minggu, lain hal nya jika mereka memakai Crystal (Teleportation). Dan jika mereka melewati laut, mereka akan sampai ke pelabuhan Benua Silia. Perlu waktu 5 hari dari Benua Chiso untuk sampai ke sana dengan kapal, jadi juga ada kemungkinan mereka akan menyerang melalui laut juga... Saat aku menganalisis arah pergerakan pasukan Demon nanti, Putri Catulus berbicara sambil menunjuk ke salah satu perbatasan, itu adalah sungai yang sebelum nya ku sebutkan.
"Pasti menurut kalian, Pasukan Demon Lord kemungkinan besar akan menyerang lewat sini kan?"
"Ya." Jawab Kak Yuri, dengan wajah bingung. Dia kemudian bertanya pada Putri Catulus. "Memang nya kenapa dengan itu?"
"Aku merasa aneh saja, jika mereka akan menyerang lewat sini... Jadi aku berpikir, kemungkinan besar mereka akan menyerang lewat laut." Dia kemudian menggeser jari nya ke arah pelabuhan, yang berada di ujung Benua.
"Kalau begitu mereka akan menyerang menggunakan kapal?" Tanya Kak Yuri.
"Tidak. Tidak dengan kapal."
"Lalu bagaimana mereka akan menyeberangi lautan?"
"Dengan cara membekukan air laut." Jawab Putri Catulus dengan wajah serius.