From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 94 Jack VS Monster



Aku mengeluarkan cemilan dari (Inventori) ku, kemudian aku menaruh cemilan di atas meja. Lizard juga minta di buatkan kopi baru, karena kopi nya jatuh ke lantai karena kecerobohan nya sendiri.


Aku mengambil satu cemilan rasa Stroberi. Kemudian aku menyuap cemilan itu kemulut ku, aku mengunyah secara perlahan kemudian aku menelan habis cemilan itu. Setelah menelan cemilan itu, aku meminum teh ku.


"Haaaah, makan cemilan memang paling enak dengan teh!"


Rabisia datang membawa kopi, kemudian Lizard meminum kopi buatan Rabisia, saat kopi terkena bibir Lizard, Lizard langsung membatalkan meminum kopi nya, di karenakan kopi nya masih panas.


"Panas!! Panas!! Panas!!" Kata Lizard merintih kepanasan.


"Ini salah tuan Lizard sendiri. Sudah tahu kopi nya baru di buat, sudah pasti masih panas." Kata Rabisia mengejek.


Lizard meminum kopi nya lagi, tapi bedanya saat ini dia meniup dulu kopi nya sebelum di minum.


"Ngomong-ngomong Lizard!! Kau tahu banyak tentang Roh ya.... Padahal kau bukan Ras Elf."


"Oh. Itu karena dulu aku pernah berpacaran dengan Elf." Jawab Lizard tersenyum.


Mendengar perkataan Lizard, Rabisia mengambil kopi Lizard, kemudian Rabisia menumpahkan kopi ke kepala Lizard.


"Aaaaaah!!" Lizard berteriak. "Panas!! Panas!! Panas!!" Teriak Lizard merintih kepanasan. "Apa yang kau lakukan Rabisia!?" Kata Lizard membentak Rabisia.


Rabisia tidak menjawab, ia langsung pergi kelantai dua. Kemudian saat Rabisia di lantai dua, Rabisia masuk ke kamar. Saat sudah di dalam kamar, Rabisia menutup pintu dengan keras, hingga suara nya bergema di seluruh Vila.


"Aaaaa, dia cemburu!"


"Cih," Lizard mendecikkan lidah nya. "Sekarang aku terkena masalah yang merepotkan.... Ini semua salah mu Mira, yang bertanya seperti itu!" Kata Lizard marah.


"Maaf, maaf."


Aku melanjutkan makan cemilan, tiba-tiba aku mendapatkan (Telephaty) dari Jack.


"Kak Mira!!" Kata Jack panik.


"Kenapa Jack?" Kata ku sambil mengunyah cemilan.


"Benar kata Kak Mira. Ada monster yang muncul di daerah pembuangan."


Aku menelan cemilan, kemudian aku mengambil cemilan lagi. Sebelum menyuap cemilan aku menjawab (Telephaty) Jack.


"Bagus lah kalau memang monster itu muncul. Ingat!! Tangkap monster itu hidup-hidup.... Kau bisa melakukan nya kan?"


"Itu hal yang mudah!!" Jawab Jack menyombongkan diri.


"Jawaban yang memuaskan. Aku jadi tidak perlu turun tangan."


Jack memutuskan (Telephaty) nya, kemudian aku menyuap cemilan yang ku ambil. Saat aku menyuap cemilan, aku mendapatkan (Telephaty) dari Natasha.


"Mira!!" Kata Natasha kesal.


"Kenapa Natasha? Kau sepertinya sedang kesal?" Kata ku sambil mengunyah cemilan.


"Kami kehilangan semua bangsawan!" Jawab Natasha kesal.


"Oh, kalau masalah itu. Tenang saja! Aku tahu keberadaan mereka. Semua bangsawan sedang pergi menuju tempat Arisa kencan."


"Jadi mereka di situ ya...... Semuanya!!" Natasha berteriak. "Kita pergi ke restoran tempat Arisa berkencan." Kata Natasha memerintahkan para Vampir.


"Natasha tunggu dulu!"


"Ada apa Mira?"


"Bisa kau sambungkan Telephaty ke Amanda?"


"Bi-bisa saja. Kau mau apa?" Tanya Natasha heran.


"Sudahlah sambungkan saja."


Natasha menuruti perintah Mira, ia pun menyambungkan (Telephaty) ke Amanda.


"Ada apa Mira?" Tanya Amanda.


"Bisa kau pergi ke Vila baru ku yang ada di sana. Lokasi nya tanya saja pada Natasha. Dan juga aku ingin kau cepat, karena jika kau lambat.... mungkin ada seseorang yang akan terbunuh."


"Baik!!" Jawab Amanda.


Amanda memutuskan (Telephaty) nya. Kemudian Amanda pun menanyakan lokasi Vila ke Natasha, Natasha pun memberitahu Amanda. Saat sudah di beritahu Natasha, Amanda langsung menghilang dari hadapan Natasha.


Melihat Amanda yang menghilang, Natasha menghubungi Mira kembali.


"Mira!! Kau perintahkan apa ke Amanda?"


"Hanya perintah sepele. Ngomong-ngomong, kalian tidak ingin pergi ke Restoran tempat kencan nya Arisa? Jika kalian tidak pergi, kalian akan melewatkan tontonan yang menarik.... Tenang saja, nanti aku akan menyusul dengan Jack."


"Baiklah kami akan kesana!" Kata Natasha. Natasha memutuskan (Telephaty). Kemudian Natasha memerintahkan para Vampir untuk pergi ke restoran tempat Arisa kencan.


Setelah (Telephaty) dari Natasha terputus. Aku beranjak dari tempat duduk ku.


"Kalau begitu Lizard, aku akan pergi ke tempat Jack. Mungkin saja dia butuh bantuan."


Aku mengaktifkan sihir (Teleportation). Dalam sekejap mata, aku pun berpindah ke langit tempat pembuangan kota Cocoa.


Lizard melihat Mira menghilang, Lizard kemudian mengambil keranjang tempat cemilan Mira. Saat sudah di ambil, Lizard mengintip ke dalam keranjang, saat di intip, di dalam keranjang hanya tersisa satu cemilan.


"Bagaimana aku bisa makan ini bersama dengan Rabisia!!" Kata Lizard kesal.


\*\*\*


Beberapa detik sebelum Jack menghubungi Mira dengan (Telephaty).


Monster tiba-tiba muncul di daerah pembuangan. Jack yang sedang makan di suatu kedai, mendengar ada monster muncul Jack keluar dari kedai, untuk melihat monster yang muncul.


"Monster nya benar-benar muncul!" Gumam Jack.


Aku harus cepat menghubungi Kak Mira! Pikir Jack.


"Kak Mira!!" Kata Jack panik.


"Kenapa Jack?" Suara Kak Mira tidak jelas, sepertinya mulut Kak Mira masih penuh dengan makanan. Pikir Jack.


"Benar kata Kak Mira. Ada monster yang muncul di daerah pembuangan."


Mira dengan tenang menyuruh Jack untuk menangkap monster itu hidup-hidup. Jack pun menerima suruhan Mira.


Jack melepaskan jubah nya, kemudian ia berlari ke arah monster. Semua orang berlari menjauh, hanya Jack yang mendekat.


Jack sampai di depan monster, jarak antara Jack dan Monster hanya sekitar 20 meter.


Monster yang di lihat Jack sangat besar, bahkan besar nya tidak kalah dengan Ras Giant. Monster itu berbentuk seperti manusia, hanya saja ia berwarna hitam legang.


Jack mengeluarkan pedang dari sarung nya, kemudian ia mengarahkan ujung pedang nya ke arah monster.


"Bersiap-siap lah!! Monster!!" Teriak Jack.


Jack melesat sambil mengarahkan tusukan pedang nya ke arah monster. Jack melesat ke arah kaki monster, saat sudah dekat Jack mendorong pedang nya. Pedang Jack pun menembus kaki monster.


Setelah pedang Jack menembus kaki monster, Jack melompat ke arah tempat nya berdiri.


"Ternyata daging mu sangat mudah di tebas." Kata Jack menyombongkan diri.


Luka di kaki monster perlahan-lahan menutup. Dalam waktu beberapa detik, luka monster pun akhirnya menutup.


"Sial!!" Kata Jack marah. "Dia bisa bergenerasi."


Monster itu membuka mulut nya, kemudian muncul bola hitam dari dalam mulut nya.


Bola hitam dari mulut monster dengan cepat melesat ke arah Jack, Jack bersiap untuk menghindar, kemudian Jack mendegar suara anak kecil minta tolong dari belakang nya.


Jack melihat ke arah belakang, ia melihat reruntuhan bangunan menindihi kaki seorang anak kecil sehingga anak kecil itu tidak dapat bergerak.


Jika aku menghindar, anak kecil itu yang akan kena! Pikir Jack.


Jack mengarahkan pedang nya ke depan wajah nya, bola hitam yang di tembakan monster, akhir nya sudah berada di depan Jack.


Bola hitam itu tertahan oleh pedang Jack, saat bola itu tertahan, bola hitam itu tiba-tiba berubah menjadi warna merah.


Setelah berubah warna, bola itu langsung meledak.


Ledakan besar terjadi, ledakan itu membuat tubuh Jack terluka. Jack menengok ke arah belakang, anak kecil yang kaki nya tertindis itu pingsan. Jack melesat dengan cepat ke arah anak kecil itu, kemudian Jack mengangkat batu besar yang menindihi kaki anak kecil.


Setelah batu nya di angkat, Jack menggendong anak kecil itu. Kemudian Jack berlari menjauh dari monster, Jack berlari sambil menengok ke arah belakang nya, tempat monster itu berada.


Saat Jack menengok ke belakang, monster itu sudah siap menyerang Jack dengan serangan yang sama.


"Jack!!"


Jack mendengar suara teriakan yang tidak asing dari arah langit.


Jack melihat ke langit. "Kak Mira!" Kata Jack gembira.


"Jack pilih mana? Apakah aku harus membawa anak kecil itu pergi? Atau aku harus menahan serangan monster itu!?" Kata Mira berteriak.


Jack melemparkan anak kecil yang di gendong nya kelangit. Mira dengan cepat menangkap anak kecil yang di lemparkan Jack.


"Bawa anak kecil itu!!" Teriak Jack. "Monster itu biar aku yang bunuh!" Teriak Jack lagi.


"Sudah kubilang jangan di bunuh!" Teriak Mira emosi.


"Baiklah.... Monster nya tidak akan ku bunuh!" Teriak Jack percaya diri.


Jack pun melesat mendekat kearah monster itu. Saat Jack mendekat, Monster menembakkan bola hitam dari mulut nya.


"Sword Skill Number two.. Wind Slash!!"


Jack mengayunkan pedang nya, saat Jack mengayunkan pedang nya. Angin yang berbentuk seperti bilah pedang keluar dari pedang Jack. Angin itu menebas bola hitam hingga terbelah, lalu angin itu terus bergerak hingga akhirnya angin itu menebas kaki kedua monster. Monster itu jatuh ke arah depan karena kehilangan keseimbangan, monster itu hilang ke seimbangan karena kedua kaki nya terpotong oleh tebasan angin Jack.


"Menyerahlah monster!!" Teriak Jack.