From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 275 Hari Ketiga Invasi X



Rapat telah selesai, anggota rapat pun keluar tenda dengan teratur.


Hasil rapat strategi, semua orang setuju menggunakan rencana ku. Dan tahap awal rencana ku tidak terburu-buru, seperti langsung mengirim pasukan bom bardir atau langsung menyiapkan pasukan berkuda. Tahap awal rencana ku hanya akan mengirim beberapa pengawas ke daerah khusus yang sudah ku tandai di peta, setelah mengirim pengawas, kami hanya perlu menunggu laporan dari mereka, setelah itu barulah kami akan mengirim pasukan ke daerah khusus itu.


Beberapa pengawas sudah di perintahkan pergi ke daerah khusus, sekarang kami hanya perlu menunggu laporan dari mereka. Selama menunggu laporan itu, aku sama sekali tidak memiliki hal untuk di lakukan, karena hal yang perlu di lakukan seperti menyiapkan pasukan, akan menjadi tugas orang lain. Karena itu, sebelum laporan datang, aku berpikir untuk melakukan sesuatu.


"Ayah... Boleh aku pulang ke Fantasia?" Sesaat aku keluar tenda, aku memanggil ayah yang segera menengok setelah aku panggil. Itu benar. Sebelum laporan datang aku ingin pulang ke kerajaan Fantasia.


".... Boleh saja. Tapi untuk jaga-jaga, aku ingin bertanya... Untuk apa kau pulang?"


Aku menunjuk armor yang ayah kenakan, setelah itu aku menunjuk pedang yang tergantung di pinggang nya. Pedang dan armor ayah sangat indah, dengan warna kuning emas. "Aku ingin sesuatu seperti itu." Kata ku.


Wajah ayah seketika berubah, ia nampak kaget. Alasan ia nampak kaget karena kode yang ku berikan pada nya, aku menunjuk ke pedang dan armor nya karena ada maksud tertentu... Pedang dan armor itu berasal dari ruang harta kerajaan, jika aku berkata: 'Aku ingin sesuatu seperti itu.' sambil menunjuk ke arah armor dan pedang nya, aku bermaksud mengatakan: 'Boleh aku mengambil sesuatu dari ruang harta?'


Ayah yang mengerti maksud ku, menengok sekeliling kemudian ia mendekatkan bibir nya ke telinga ku, setelah itu ia berbisik. "Baiklah. Aku beri kau izin. Untuk sandi masuk ke ruang harta...." Ayah membisikkan sandi agar aku bisa masuk ke ruang harta.


Ruang harta adalah ruangan yang sangat ketat. Keberadaan nya tersembunyi, hanya orang yang sudah di percaya oleh raja saja yang mengetahui lokasi nya, selain keberadaan nya yang tersembunyi, ruang harta memiliki sandi yang hanya di ketahui oleh raja saja. Kami, keluarga kerajaan Fantasia, sudah mengetahui keberadaan ruang harta, tetapi kami tidak mengetahui sandi untuk masuk ke dalam nya, hanya ayah yang tahu sandi nya. Dan sekarang, ayah memberitahukan sandi nya pada ku.


"Dan itulah sandi nya." Kata ayah menutup bisikan nya.


Setelah mendengar sandi untuk memasuki ruang tahta dari ayah, aku hanya memikirkan satu hal: Sandi nya kepanjangan! Untung saja aku memiliki daya ingat yang kuat, jadi aku sudah menghafal nya setelah sekali mendengar nya dari ayah.


"....Kau tidak menyiapkan catatan?" Tanya ayah kepada ku.


"Tidak perlu. Aku sudah menghapal nya."


"... Be-begitu ya." Ayah lebih kaget aku bisa menghapal sandi yang panjang dari pada saat aku memberi kode ingin mengambil sesuatu dari ruang harta.


Setelah menyelesaikan urusan ku dengan ayah, aku pergi berkumpul dengan bawahan ku, Natasha dan Arisa. Dan entah kenapa Jack juga ikut bersama mereka berdua. Aku pun dengan tatapan tajam menatap langsung ke mata Jack. "Untuk apa kau kesini?"


"Aku ingin ikut ke Fantasia..." Kata Jack dengan takut-takut.


"Kenapa tidak izinkan dia ikut?" Tanya Arisa kepada ku, membantu saudara nya mendapatkan izin untuk ikut bersama ku.


"Terserah..." Kata ku dengan dingin.


Arisa tersenyum masam saat mendengar jawaban ku, tapi ia tidak mempersalahkan nya, ia pun mengeluarkan tongkat sihir dari (Inventori) nya, mengangkat tongkat nya tinggi-tinggi, lalu dengan suara lantang ia berkata: "Teleportation!" Lingkaran sihir muncul di tanah tempat kami berpijak, lalu lingkaran sihir itu berubah meniadi pilar cahaya yang menutupi pandangan ku, sesaat kemudian cahaya menghilang.


Pemandangan di depan mata ku pun berubah. Yang ada di depan mata ku saat ini adalah pemandangan halaman istana kerajaan Fantasia.


Para ksatria yang masih tersisa di istana terkejut melihat kemunculan ku yang tiba-tiba. Tapi mereka semua bersikap profesional, tidak membiarkan keterkejutan mereka membuat mereka kebingungan. Mereka dengan gerakan terorganisir menyambut ku. "Putri Mira. Apa urusan anda pulang kemari?" Tanya salah satu ksatria dengan sopan.


"Bukan urusan mu," Kata ku. "Kembali kerjakan tugas mu.


"Ba-Baik." Jawab ksatria.


Penjaga gerbang istana menunduk sejenak, kemudian mereka membuka gerbang. Sesaat gerbang terbuka, orang yang biasa menyambut ku berdiri di balik gerbang. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu dan Kak Yuri.


"Mira!" sesaat gerbang terbuka, ibu langsung keluar dari dalam istana dan memeluk ku dengan erat. Kak Yuri juga ingin memeluk ku, tapi ia segera menyadari ada Jack berdiri di belakang ku. Itu membuat langkah nya terhenti dan wajah nya memerah.


"Kenapa kau tiba-tiba pulang?" Tanya Ibu.


"Ada sesuatu yang ingin aku lakukan... Maaf ibu, tapi aku tidak punya banyak waktu, bisa ibu melepaskan ku?"


Mengikuti permintaan ku, Ibu pun melepaskan pelukan nya. "Kau akan pergi lagi?" Tanya Ibu dengan sedih.


"Ya. Itu benar... Ibu, bisa ibu menunduk sebentar?"


Saat Ibu menundukkan kepala nya, menyetarakan tinggi nya dengan tinggi ku. Aku mendekatkan bibir ku ke telinga ibu, lalu membisikkan sesuatu ke telinga nya. "Bagaimana dengan 'Sesuatu' yang aku berikan pada ibu?"


"Aku masih mengenakan nya?" Jawab Ibu dengan berbisik.


"Baguslah... Dan juga, aku ingin pergi keruang harta. Bisa ibu antar aku ke sana?"


Mata Ibu terbelalak kaget dalam sekejap, tapi ia segera mengangguk. Ibu pun mengantarkan aku pergi ke ruang harta. Karena ruang harta bersifat rahasia, aku tidak boleh membawa Natasha dan Arisa kesana, karena itu aku meminta Ibu menemani ku pergi ke ruang harta.


Sesaat aku berjalan ke ruang harta, aku mengingat sesuatu. Aku pun menghentikan langkah ku, kemudian berbalik melihat ke arah Jack. "Kita tidak punya banyak waktu. Segera selesaikan urusan mu di sini." Kata ku pada nya.


Mendengar perkataan ku, mata Jack terbelalak kaget, tapi itu hanya sebentar. Wajah nya pun berubah menjadi senyum bahagia, dengan hormat ia menunduk dan mengucapkan terima kasih kepada ku dengan sopan.


***


Natasha, Arisa dan Jack yang ikut bersama dengan Mira ke Fantasia, tiba-tiba di tinggalkan di depan gerbang istana. Natasha dan Arisa tahu tujuan Mira, dan mereka sadar kalau mereka tidak boleh pergi bersama dengan Mira.


Natasha dan Arisa juga tahu alasan kenapa Jack ikut pergi ke Fantasia bersama Mira. Mereka pun dengan inisatif sendiri pergi meninggalkan Jack bersama dengan tunangan nya, Putri Yuri.


"Selama Nona Mira pergi, kami akan membersihkan kamar nya. Kalau begitu kami permisi." Kata Natasha dengan sopan, ia mengangkat ujung rok nya sedikit, membungkuk dengan anggun, kemudian berpamitan kepada Yuri dan Jack. Arisa mengikuti Natasha, berpamitan dengan saudara nya dan Yuri. Setelah mereka berdua berpamitan, Natasha dan Arisa pun pergi ke kamar Mira.


Jack dan Yuri pun di tinggal hanya dengan mereka berdua. Sebenarnya masih ada beberapa kstaria dan penjaga gerbang di sekitar mereka, tapi karena hawa keberadaan mereka lemah, Jack dan Yuri tidak menyadari nya.


Hasil dari mereka yang di tinggal berdua, membuat wajah Jack dan Yuri memerah, mereka kadang-kadang melakukan kontak mata, tapi karena rasa malu yang berlebihan, mereka segera memalingkan wajah mereka ke arah lain.


"Ma-Mau pergi ke taman bunga?" Tanya Yuri dengan suara pelan dan wajah yang memerah.


"Y-Ya." Jawab Jack malu-malu.


Mereka berdua pun pergi ke halaman istana, tempat halaman bunga berada.