
"Jangan cuma minta Maaf!! Lakukan sesuatu! Kalau begini terus kita bisa mati!!" Kata Sarion kesal.
"Kalau begitu, biarkan aku yang mengendalikan tubuh mu." Kata Ghoul, yang suaranya hanya bisa di dengar oleh Sarion.
"Apakah dengan begitu kita bisa bertahan?" Jawab Sarion heran.
Ghoul menganggukkan kepala nya. "Kita pasti menang!" Kata Ghoul percaya diri.
"Kalau begitu... Silahkan ambil alih tubuh ku."
Ghoul masuk ke dalam kepala Sarion melalui telinga nya, kemudian Ghoul sampai di otak nya Sarion. Ghoul menghisap otak Sarion, kepala Sarion menjadi kosong karena otak nya sudah di hisap Ghoul. Setelah menghisap otak Sarion, Ghoul berubah menjadi cairan hitam yang memenuhi kepala Sarion.
Sarion tiba-tiba menjadi sakit kepala, kesadaran nya semakin menghilang. Beberapa detik kemudian kesadaran Sarion akhirnya menghilang.
Ghoul akhirnya berhasil mengambil alih tubuh Sarion. Setelah mengambil tubuh Sarion, Ghoul mengeluarkan sihir kegelapan yang sangat mengerikan. Dampak sihir itu sampai membuat satu kota Cocoa menjadi gelap gulita. Bahkan sihir Ghoul bisa menutup cahaya bulan.
"Bersiaplah merasakan kekuatan Dewa Ghoul!" Kata Ghoul menyombongkan diri.
Karena sihir yang di keluarkan Ghoul, para Vampir yang menyerang nya menjadi tidak sadarkan diri.
Ghoul melihat ke arah pasukan Vampir yang baru datang. Kemudian Ghoul bergerak, saat dia bergerak. Tubuh Ghoul berubah menjadi bayangan hitam yang membuat nya tidak bisa di lihat oleh pasukan Vampir.
Ghoul memukul kepala para Vampir, para Vampir pun menjadi tidak sadarkan diri karena pukulan Ghoul.
"Jika aku memotong tubuh mereka, tubuh mereka akan mengeluarkan darah. Dan darah itu adalah sumber kekuatan para Vampir. Jadi lebih baik aku membunuh mereka dengan pukulan saja." Kata Ghoul menyombongkan diri.
Jack menjadi merinding ketakutan setelah melihat Sarion yang bisa menumbangkan Para Vampir hanya dengan pukulan saja.
"Di-dia tiba-tiba menjadi kuat!" Kata Jack terkejut.
"Di-dia bukan Sarion." Kata Arisa ketakutan.
"Dia adalah Ghoul... Ini adalah kekuatan asli nya."
"Kekuatan asli nya? Jadi maksud mu dia sudah mengeluarkan seratus persen kekuatan nya."
Arisa menggelengkan kepala nya. "Tidak ini hanya tiga puluh persen nya saja."
Setelah mendengar perkataan Arisa, Jack menjadi merinding ketakutan. Tubuh nya juga ikut gemeteran. Jack pun memeluk Arisa dengan erat. Arisa juga memeluk nya dengan erat.
"Ti-tiga puluh persen sudah sekuat ini!!" Kata Jack ketakutan. Seperti nya kita memang harus memerlukan bantuan Kak Mira dan Kak Natasha. Pikir Jack menenangkan diri nya sendiri.
Amanda menjadi merinding setelah melihat dari atas langit kekuatan Sarion yang tiba-tiba meningkat.
"Cih," Amanda mendecikkan lidah nya. "Kalau begini terus kita bisa kalah..... Mira sama Natasha pergi kemana sih? Mereka nggak tahu kalau saat ini kita sedang terdesak."
Amanda melihat ke Arisa dan Jack, mereka berdua berpelukan sambil di kelilingi Para Vampir. Amanda tahu kalau para Vampir juga merasa ketakutan.
"Kalian semua!!" Teriak Amanda. Para Vampir, Arisa dan Jack melihat ke arah Amanda. "Kenapa kalian takut? Kita ini Ras paling kuat! Tidak ada yang perlu kita takuti... Dan juga Arisa!!! Jack!!! Sampa kapan kalian mau berpelukan seperti itu!?"
"Kak Amanda tahu nya cuma memerintah saja. Coba Kak Amanda yang pergi lawan dia!" Kata Jack kesal.
"Begitu ya..." Kata Amanda kesal. "Jadi kalian ingin aku maju duluan ya.... Baiklah kalau begitu biar aku maju duluan." Amanda langsung melesat ke tempat Sarion.
Amanda melesat ke tempat Sarion dengan perlahan, ia melakukan itu agar bisa menganalisis pertarungan Sarion melawan Para Vampir.
Dia tidak membunuh kawan-kawan ku, yang dia lakukan hanya membuat nya pingsan. Dan juga dia tidak melukai kawan-kawan ku. Kenapa dia tidak membunuh mereka? Dan juga kenapa dia tidak melukai mereka? Pikir Amanda kebingungan.
Amanda akhir nya sampai di tempat Sarion bertarung melawan Vampir. Amanda menyuruh para vampir yang masih sadar untuk mundur, dan membawa para Vampir yang tidak sadarkan diri.
Para Vampir pun mematuhi suruhan Amanda. Mereka semua terbang sambil membawa Vampir yang tidak sadarkan diri menjauh dari Amanda.
Setelah para Vampir pergi, Amanda melihat ke arah Sarion dengan wajah serius.
"Aku ucapkan terima kasih karena tidak membunuh kawan-kawan ku."
"Aku tidak membunuh mereka? Apa kau yakin?" Jawab Sarion.
"Aku yakin kau tidak membunuh mereka. Kami para Vampir bisa mengetahui keberadaan kawan se Ras kami. Bahkan kami bisa mengetahui kalau mereka masih hidup atau tidak. Dari kawan-kawan ku tadi aku bisa merasakan kalau mereka masih hidup. Karena itu aku yakin kalau mereka masih hidup."
"Jadi begitu ya...... Jadi kalian memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Aku tidak menyangka Ras yang sangat kejam sangat menyayangi kawan se Ras nya."
Amanda menjadi kesal karena perkataan Sarion berusan, tapi Amanda menahan diri untuk tidak menyerang Sarion dengan terbawa emosi, karena jika Amanda menyerang Sarion dengan keadaan emosi, serangan Amanda akan menjadi kacau.
Amanda menarik nafas panjang kemudian ia menghembuskan nya lagi. Ia melakukan itu untuk mengurangi emosi nya.
Amanda akhir nya menjadi tenang. Amanda menatap Sarion lagi, kali ini Amanda menatap Sarion dengan senyuman percaya diri di wajah nya.
"Inti nya aku ucapkan terima kasih karena sudah tidak membunuh kawan-kawan ku."
Sarion membungkuk kan badan nya. "Kalau begitu sama-sama." Setelah berbungkuk Sarion menatap Amanda dengan senyum licik di wajah nya. "Jadi ingin apa kau kesini? Tidak mungkin kan kau kesini hanya untuk mengucapkan terima kasih."
Amanda mengigit jempol tangan kanan nya, darah keluar dari luka bekas gigitan nya.
"Cursed Blood Control Shape Six: Lance!"
Darah Amanda dengan cepat berubah menjadi sebuah tombak.
"Kalau masalah kedatangan ku kesini tidak perlu di tanyakan lagi kan..... Jawaban nya sudah pasti, aku kesini untuk membunuh mu." Kata Amanda sambil mengambil posisi siap menyerang.
Senyuman licik Sarion makin lebar. "Hmmmm.... Jadi begitu ya.... Kau ingin membunuh ku..... Aku rasa itu tidak mungkin."
"Orang yang ku kagumi pernah berkata pada ku. Di dunia ini tidak ada nama nya tidak mungkin."
"Kata-kata yang bagus.... Ngomong-ngomong, siapa yang memberi tahu mu kata-kata itu."
"Nama nya Mira. Kau pasti sudah tahu kan?"
"Orang yang di benci Sarion? Bukan nya kau itu yang Sarion?"
Sarion menggoyangkan jari nya ke arah Amanda. "Kau salah Nona... Aku bukan Sarion."
"Lalu siapa kau!?" Tanya Amanda dengan membentak.
"Aku adalah satu-satu nya dewa di dunia ini. Nama ku Ghoul!! Tidak ada mahluk yang lebih kuat dari pada aku.... Jadi aku peringatkan Nona. Lebih baik kau menyerah saja, kau tidak mungkin membunuh ku."
"Kalau masalah itu.... Maaf saja, aku tidak mau menyerah. Dan pasti aku akan membunuh mu."
"Hmmm, sayang sekali padahal sudah ku peringatkan."
Sarion bergerak. Lebih tepat nya Ghoul yang berada di tubuh Sarion bergerak. Saat ia bergerak, tubuh nya langsung berubah menjadi bayangan hitam.
Amanda kehilangan jejak Ghoul, yang tiba-tiba menjadi bayangan di hadapan nya. Amanda mengambil posisi waspada, tiba-tiba tepat di depan wajah Amanda, Ghoul berada di depan nya.
Amanda yang terkejut, dengan reflek melompat menjauh dari Ghoul. Tapi seberapa jauh Amanda melompat, Ghoul selalu berada tepat di depan wajah nya.
Amanda mengarahkan tombak nya ke arah depan, Ghoul yang tepat di depan nya menghilang. Lalu secara tiba-tiba di samping kanan Amanda ada seseorang yang menendang bahu kanan Amanda.
"Aku di sini Nona!"
Amanda melihat ke samping nya, ternyata yang menendang bahu kanan nya adalah Ghoul!
Sialan!! Sejak kapan dia di situ!? Pikir Amanda terkejut.
Amanda terpental beberapa sentimeter. Amanda bisa merasakan kalau tulang bahu kanan nya hancur karena tendangan Ghoul.
"Sekarang kau tidak bisa menggunakan tangan kanan mu lagi. Pertarungan ini berakhir!" Kata Ghoul menyombongkan diri.
Sial!! Pikir Amanda kesal. Di lihat dari penampilan nya dia ini terlihat seperti orang bodoh! Tapi siapa sangka sebenarnya dia adalah orang yang pintar. Dalam waktu sebentar saja dia langsung bisa menemukan kelemahan ku.
"Bagaimana Nona? Kau ingin mengakhiri pertarungan ini?"
"Cih." Amanda mendecikkan lidah nya.
Langit yang gelap tiba-tiba menjadi terang. Amanda dan Ghoul melihat ke arah langit. Saat mereka melihat ke arah langit, mereka melihat langit di penuhi dengan lingkaran sihir.
"Super Magic Activated!!" Seseorang berteriak.
Amanda melihat ke arah orang yang berteriak. Ternyata yang berteriak itu adalah Arisa!
"Super Magic: Shining Punisment!" Teriak Arisa.
Ribuan cahaya keluar dari lingkaran sihir, cahaya itu mengarah ke arah Ghoul secara bersamaan. Amanda yang berada di dekat situ langsung menjauh.
Amanda pergi ke dekat Arisa, setelah mengeluarkan sihir barusan Arisa menjadi kelelahan.
"Hah, Hah, Hah." Suara nafas Arisa tersengal-sengal. "Ini aneh... Hanya dengan sihir seperti ini saja aku sudah kelelahan." Kata Arisa terengah-engah.
"mungkin karena kondisi mental mu saat ini," Kata Jack yang berjalan mendekati Arisa. "Saat ini kau merasa sangat takut kan? Mungkin karena itu kenapa kau saat ini sudah sangat kelelahan karena satu sihir saja. Kau ingatkan waktu Kak Mira sakit. Pada saat itu Kak Mira tidak bisa menggunakan sihir nya, karena Kak Mira sakit."
"Tapi kan itu jika orang terkena luka fisik atau terkena penyakit. Baru sihir nya bisa terganggu." Kata Arisa membantah.
"Mungkin jika kondisi mental penyihir terganggu juga bisa mengakibatkan sihir terganggu. Mungkin saja Kak Mira lupa menuliskan hal itu." Jawab Jack.
"Tidak mungkin Kak Mira lupa?" Kata Arisa membentak Jack.
"Tapi jika di lihat dengan kondisi mu sekarang. Hal itu sudah membukti kan perkataan ku tadi."
"Jack benar!!" Kata Amanda menyambung. "Mungkin saja Mira lupa menuliskan nya, dia juga manusia. Pasti Mira juga memiliki beberapa kekurangan."
"Bukan cuma anak kecil itu yang memiliki kekuarangan..... Semua mahluk di dunia ini memiliki kekurangan kecuali aku!! Hahahahaha....." terdengar suara di tempat Arisa melancarkan sihir nya.
Sihir Arisa tiba-tiba di batalkan oleh seseorang. Orang yang membatalkan nya adalah Ghoul.
"Ti-tidak mungkin!" Kata Arisa terkejut. "Yang barusan itu sihir super!!" Tubuh Arisa yang melihat sihir nya di batalkan menjadi gemetaran.
"Kenapa kau Arisa?" Tanya Amanda.
"Kita tidak mungkin menang! Sihir super ku saja di batalkan dengan mudah." Kata Arisa dengan nada putus asa.
"Arisa!!" Kata Jack membentak. "Lihat baik-baik!! Sihir mu berhasil. Orang itu mengalami luka parah. Kita masih punya kesempatan untuk menang."
Arisa melihat ke arah Ghoul, ia melihat tubuh Ghoul di penuhi dengan luka. Tapi beberapa detik kemudian luka di tubuh Ghoul sembuh kembali.
"Sudah ku duga kita tidak bisa menang!!" Kata Arisa putus asa.
"Sialan!! Kak Mira sama Kak Natasha kemana sih sebenar nya!?" Kata Jack berharap.
"Cepatlah datang Mira!! Natasha!!" Kata Amanda berharap.
"Walaupun mereka datang, tidak ada yang bisa mereka lakukan sekarang, keadaan tidak akan berubah." Kata Ghoul menyombongkan diri.
Tiba-tiba dari atas langit jatuh sebuah tombak darah tombak itu langsung menancap di kepala Ghoul.
"Natasha bodoh!! Kau membunuh nya... Padahal aku ingin bermain dengan nya."
"Tenang saja Mira... Dia pasti akan bergenerasi lagi."
Suara yang tidak asing. Semua orang melihat ke arah langit. Mereka melihat Mira dan Natasha terbang. Mereka melihat Natasha terbang sambil menggendong seorang yang bertubuh hitam.
"Mira!! Natasha!!" Kata semua Vampir gembira.
"Akhirnya Kak Mira dan Kak Natasha datang!" Kata Jack. Arisa yang melihat Mira dan Natasha datang, yang awal nya ia takut kini ia menjadi tersenyum bahagia.