
Akibat dari kehilangan banyak prajurit, dan juga banyak prajurit yang menderita luka fatal, pasukan aliansi terpaksa memilih mundur. Alhasil, area perbatasan tidak ada penjaga, yang membuat pasukan Demon dengan mudah melewati perbatasan hingga sampai ke kota terdekat. Dalam waktu kurang dari satu jam, kota dekat perbatasan hilang dari peta, yang membuat kerugian besar pada pasukan aliansi saat itu.
Pasukan aliansi menderita kekalahan telak, pada pertempuran hari kedua.
Pada malam hari, para komandan berkumpul di tenda yang di buat khusus untuk menyusun strategi, para prajurit yang terluka sudah di bawa ke tenda tim medis.
Di dalam tenda khusus strategi, duduk para komandan mengelilingi meja bundar yang terletak di tengah-tengah ruangan yang ada di dalam tenda itu. Selain para komandan, duduk Charles yang sudah sadarkan diri beberapa menit yang lalu, Joshua, Albert, Putri Catulus dan seorang yang memimpin pembuatan strategi di markas pusat, Shina. Mereka semua berwajah cemberut, dengan warna wajah mereka pucat pasi. Para komandan sempat terbesit di dalam pikiran mereka untuk menyalahkan Putri Catulus, tapi mereka sadar kalau mereka dengan senang hati menggunakan rencana Putri Catulus tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi setelah nya, mereka tidak mempertimbangkan rencana Mira yang justru sudah jelas membawa lebih banyak keuntungan.
Ngomong-ngomong Mira tidak hadir dalam pertemuan, para komandan merasa malu untuk memanggil nya, setelah apa yang mereka lakukan terhadap gadis kecil itu sebelum nya.
Ruangan di isi dengan aura berat, dan suasana hening. Setelah hampir lima menit, suasana hening terus berlanjut, Joshua kemudian buka mulut untuk berbicara dengan nada provokatif. "Setelah memutuskan rencana yang sangat buruk itu, apakah kalian tidak memiliki sesuatu untuk di katakan?"
Wajah para komandan dan Shina makin pucat setelah mendengar perkataan Joshua, keringat dingin mulai bercucuran di badan mereka yang membuat bulu kuduk mereka merinding.
"Apa maksud perkataan anda Yang Mulia Raja Joshua, setelah kalian meminta kami memikirkan rencana untuk memecahkan masalah yang tidak bisa kalian pecahkan. Dan ini ucapan terima kasih mu setelah rencana yang kami berikan gagal?" Yang menjawab pertanyaan Joshua aealah Putri Catulus, dia membalas Joshua dengan nada marah dengan sorot mata tajam yang langsung di arahkan ke Joshua.
"Ini salah kalian bukan? Memberikan kami rencana yang sangat buruk untuk memulai, jika kalian memikirkan rencana yang lebih baik hal ini tidak akan terjadi." Balas Joshua, nada nya di penuhi dengan amarah dan kebencian.
"Kalau kau tidak suka dengan rencana kami, kenapa tidak memikirkan rencana sendiri....? Ada apa!? Kau tidak bisa bukan? Karena itu kau meminta rencana dari kami." Balas Catulus dengan senyum provokatif ke Joshua.
"Kau sangat berani bocah..." Joshua berkata dengan suara rendah, energi sihir mulai berkumpul di sekitar tubuh nya, membuat udara di dalam ruangan menjadi tegang.
Catulus tidak mau kalah, dia juga mengeluarkan energi sihir di sekitar tubuh nya. Yang di mana kekuatan energi sihir nya lebih besar dari milik Joshua. Suasan di ruangan pun makin buruk.
"Sudah cukup kalian berdua!"
Kemudian suara Shina dan Charles bergema di seluruh ruangan, membuat Joshua dan Catulus tersentak. Udara pun menjadi sedikit lebih tenang, tapi masih ada sedikit rasa tegang tersisa di ruangan.
"Ini bukan waktu nya untuk berkelahi satu sama lain," Kata Shina. "Apa yang terjadi hari ini sangat di sayangkan, tapi kita harus menjadikan apa yang terjadi pada hari ini sebagai pejaran dan memikirkan solusi untuk di masa yang akan mendatang."
"Shina benar," Jawab Charles. Setuju dengan pendapat Shina. "Kita harus memikirkan rencana selanjut nya, pasukan Demon sudah jauh memasuki perbatasan kita."
"Bicara saja gampang? Apakah kau memiliki rencana untuk menghadang mereka? Kita tidak bisa mengirim pasukan sekarang, masih banyak prajurit yang terluka parah." Albert angkat bicara, mengutarakan pendapat nya. Pendapat nya, seperti air dingin yang membangunkan seseorang di pagi hari, mereka sadar betawa gawat nya situasi mereka saat ini. Para komandan semua terdiam, tidak bisa berkata apa-apa, bahkan Shina yang di harapkan bisa memikirkan solusi untuk masalah yang terjadi sekarang hanya bisa menggigit bibir nya dengan wajah kesal.
"Hm.....? Dimana Mira?" Charles baru sadar ada seseorang yang hilang di dalam tenda, mungkin karena suasana yang tegang sebelum nya ia tidak sadar kalau Mira sudah tidak hadir dari awal mereka melakukan diskusi.
"Dia tidak datang." Yang menjawab pertanyaan Charles adalah Catulus, nada bicara nya rendah seperti ia malas untuk menjawab pertanyaan Charles. Perilaku nya itu sangat tidak sopan, untuk menjawab pertanyaan dari raja suatu negara.
Ada apa dengan sikap nya itu? Pikir Charles. Selama di istana dia tidak berperilaku seperti itu, dia seperti orang yang berbeda. Charles menatap Catulus dengan curiga, mengawasi perubahan sikap nya yang tidak wajar.
"Begjtukah perilaku mu saat menghadap raja dari suatu negara?" Joshua mengomentari Catulus dengan sarkasme. Mendengar komentar Joshua, Catulus menundukkan kepala nya lalu meminta maaf dengan sopan. "Maafkan ketidak sopanan saya." Kata nya dengan suara lembut, menunjukkan penyesalan nya.
"?" Charles dan Joshua memiringkan kepala nya dalam kebingungan, sifat Catulus tiba-tiba berubah. Itu sangat aneh, bagaimana bisa seorang merubah sifat nya dengan begitu sempurna? Selama masa hidup nya Charles tidak pernah menemui seseorang seperti Catulus.
"Yang Mulia," Tidak memperhatikan kebingungan Charles, Catulus berbicara kepada nya dengan sopan. "Kenapa anda mencari Mira?" Tanya nya.
Masih tidak mengerti dengan perubahan sikap Catulus, Charles terdiam sejenak sewaktu dia di ajak berbjcara. Tapi pada akhir nya ia bisa menjawab pertanyaan Catulus. "Wajar kan aku mencari nya? Anak itu hebat dalam mengatur strategi, jadi tidak ada salah nya kita meminta pendapat nya kan?"
"Begitu ya... Ya. Anda benar, tidak ada salah nya meminta pendapat nya. Tapi, saya ragu dia akan membantu kita lagi setelah apa yang terjadi hari ini." Kata Catulus dengan senyum samar di wajah nya.
"?" Charles memiringkan kepala nya dalam kebingungan setelah mendengar jawaban dari Catulus. Apa maksud nya setelah apa terjadi hari ini? Kejadian apa yang di maksud Catulus? Apakah itu mengenai kekalahan pasukan aliansi? Pikir Charles di dalam kepala nya.
Seperti mengerti kebingungan Charles, Shina angkat bicara, menceritakan kejadian yang terjadi di markas pusat tadi siang saat kabar pasukan aliansi sedang terdesak. "Jadi begini Yang Mulia, saat anda mengirim pesan darurat..." Shina menceritakan tentang bagaimana mereka semua memanggil Mira untuk meminta pendapat nya, tetapi setelah mendengar ide Mira untuk memundurkan pasukan dan membiarkan Jack menahan pasukan Demon, semua komandan ragu untuk menggunakan ide Mira, hingga akhir nya Catulus datang menyarankan untuk menerobos langsung ke pasukan Demon, yang di mana ide Catulus langsung di terima. Yang jadi masalah bukan ide Mira yang di tolak, tapi perilaku para komandan setelah mendengar ide Mira. Mereka menatap Mira seperti seorang sampah masyarakat, menatap nya seperti pembunuh beradarah dingin yang tidak kenal ampun membunuh sasaran nya. Bukan hanya itu, mereka menghina nya yang membuat Mira langsung meninggalkan tenda diskusi para komandan... Setelah melakukan hal itu pada Mira, mereka malu untuk memanggil Mira.
"Begitu ya..." Kata Charles dengan senyum sedih di wajah nya, setelah mendengar cerita dari Shina. Jujur, Charles sedikit terkejut dengan rencana Mira yang harus mengorbankan Jack untuk menahan pasukan Demon. Tapi ia tahu Mira melakukan itu tanpa alasan, dan Charles tahu alasan Mira melakukan hal itu. Dia tahu kalau Jack sangat kuat, sangat kuat untuk menahan pasukan Demon. Karena itu, Charles lebih menyetujui menggunakam rencana Mira daripada rencana Catulus.
Tidak di ragukan lagi Mira sangat hebat dalam membuat strategi, tapi kekurangan dari strategi Mira, dia harus mengorbankan sesuatu agar rencana nya bisa sukses. Sebagai seorang raja Charles tahu, ada saat di mana dia harus mengorbankan sesuatu. Dan dia tidak bisa menyalahkan Mira untuk berpikir seperti itu juga, tapi dalam sudut pandang Shina yang naif dalam membuat strategi, pemikiran Mira itu salah!
Sudah ku duga, menempatkan Mira dan Shina dalam satu tempat memang langkah yang buruk. Pikir Charles sambil tersenyum masam.
"Aku mengerti alasan kalian untuk tidak memanggil Mira ke sini, tapi di situasi saat ini kita memerlukan dia. Aku menyarankan untuk memanggil nya kesini." Setelah mendengar perkataan Charles, para komandan saling bertukar pandang. Dengan wajah bersalah, mereka menyetujui pendapat Charles. Salah satu komandan kemudian menyuruh seorang prajurit yang menunggu di luar tenda untuk memanggil Mira. Beberapa saat berlalu, prajurit datang, namun sayang Mira tidak bersama dengan nya. Gadis kecil itu menolak ajakan prajurit dengan alasan ia mengantuk.
Malam itu, menjadi malam yang panjang bagi para komandan, Shina, Charles, Albert, Joshua dan Catulus untuk membuat rencana yang bisa menghentikan pasukan Demon yang semakin dalam memasuki perbatasan.
Author's Note.
Jika ada kesalahan kata lapor di kolom komentar.