From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 38 Pertemuan dua penjahat



Di rumah baruku terdapat ruang tamu, yang terletak di tengah-tengah rumah. Dan di ruang tamu terdapat sofa, meja, dan terdapat beberapa dekorasi ruangan. Saat ini Lizard dan Rabisia duduk di sofa, dan aku duduk bersama Natasha, Arisa, Jack, di sofa yang berada di sebrang tempat duduk Lizard dan Rabisia. Sofa kami di pisahkan dengan meja, dan di atas meja tersedia teh dan kopi. Teh nya di sediakan untuk ku, Natasha, Arisa dan Jack. Dan Kopinya untuk Lizard dan Rabisia. Lalu di atas meja juga tersedia beberapa cemilan manis.


Sambil makan cemilan dan minum teh aku membahas tentang mendirikan pasar gelap di kerajaan Eurasia.


"Kalau masalah mendirikan perkara yang mudah. Yang menjadi masalah siapa yang akan menjadi pengurus pasarnya nanti?" Kata Lizard.


"Kalau masalah itu aku menemukan orang yang tepat."


Lizard memakan satu cemilan, setelah cemilan di mulutnya habis ia berkata. "Siapa orang itu?" Kemudian Lizard meminum kopinya.


Aku meminun teh ku, kemudian aku memakan cemilan yang ada di depan ku. Setelah itu aku menjelaskan kepada Lizard kalau hari ini aku pergi ke daerah kumuh, dan di sana terdapat penjahat yang memimpin daerah kumuh yang bernama Douglas.


Mendengar perkataan ku, Lizard berhenti meminum kopi nya, kemudian ia menaruh cangkir kopinya di meja, setelah itu ia menaruh tangan di lututnya.


"Kau ingin aku mengajak orang yang bernama Douglas itu?"


Aku menaruh cangkir teh ku. "Kau benar. Aku ingin kau mengajak Douglas."


"Itu bukan masalah. Jadi kapan kau ingin menyuruhku mengajak nya?"


"Lebih cepat lebih baik."


"Kalau begitu, akan ku ajak dia malam ini."


Lizard beranjak dari tempat duduk nya kemudian ia mengajak Rabisia pergi ke daerah kumuh.


"Tunggu Lizard, jika kau ingin pergi ke daerah kumuh. Bawa ketiga orang ini bersama mu." Aku menunjuk Natasha, Arisa, dan Jack.


"Tunggu kak Mira, jika kami pergi siapa yang akan menjaga mu?" Kata Jack.


"Tenang saja, rumah ini dekat dengan istana kerajaan. Jika terjadi sesuatu pada ku, aku akan meminta tolong pada Joshua dan Alex."


"Tapi kak-" Kemudian perkataan Jack di potong Natasha. "Sudahlah Jack, kau turuti saja kemauan Mira." Kata Natasha.


"Cepat kalian pergi! Aku sudah mengantuk. Karena itu aku menyuruh kalian bertiga, padahal aku juga mau ikut."


"Kalau begitu kami pergi dulu." Kata Jack.


"Lizard, tunggu sebentar!" Lizard berbalik melihat kearah ku. Setelah ia berbalik aku melemparkan sesuatu kepadanya. "Ambil ini!"


Lizard menangkap benda yang kulempar. Setelah di tangkap nya, Lizard melihat barang apa itu. "Apa ini? Minuman?" Kata Lizard.


"Itu obat. Jika Douglas setuju untuk ikut dengan kita, kau harus meminumkan nya obat itu."


"Untuk apa obat ini?"


"Obat itu bisa memperbudak seseorang. Sudah cepat kalian pergi sana!"


mereka pun pergi dari rumah, setelah mereka pergi aku memikirkan sesuatu. Natasha rencana kali ini bergantung padamu. Pikir ku.


                                   ***


Lizard dan yang lain nya pergi berjalan kaki ke daerah kumuh, Natasha yang memberitahu jalan ke daerah kumuh, mereka berjalan dengan santai. Selama di perjalanan mereka sama sekali tidak ada berbicara, hingga pada akhirnya mereka melewati suatu bangunan.


Di depan bangunan itu terdapat beberapa anak-anak yang sedang bermain.


Arisa berhenti sejenak untuk melihat bangunan itu. "Tempat apa ini?" Tanya Arisa.


Natasha juga berhenti. "Tempat ini namanya panti asuhan."


"Panti asuhan? Apa gunanya tempat ini?" Tanya Arisa.


"Tempat ini adalah tempat untuk menampung anak yang tidak memiliki orang tua. Ketiga negara memiliki tempat ini."


"Kenapa kalian berhenti!? Ayo cepat!!" Lizard berteriak.


"Ok, kami akan kesana!!" Natasha membalas teriakan Lizard. "Ayo Arisa, Lizard sudah jauh di depan."


Natasha dan Arisa kemudian berlari menyusul Lizard. Mereka berjalan sebentar dari panti asuhan, kemudian mereka pun memasuki daerah kumuh. Daerah kumuh di tandai dengan adanya rumah jelek di sepanjang jalan, dan orang-orang yang tidur di sembarang tempat.


Natasha bilang kepada Arisa dan Jack, jika mereka melihat kejahatan di tempat ini, mereka harus membiarkan nya.


Arisa dan Jack mengangguk. Mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali, saat mereka berjalan ada seseorang yang sedang di pukuli oleh banyak orang. Jack yang melihat hal itu ingin membantu, tapi tangan nya di pegang erat oleh Arisa. Jack menatap ke arah Arisa, saat Jack menatap Arisa, Arisa menggelengkan kepalanya. "Jangan di tolong biarkan saja." Kata Arisa.


"Di sini Tempat tinggal nya Douglas." Kata Natasha.


"Kalau begitu ayo kita sapa dia." Kata Lizard.


Lizard berjalan menuju gubuk itu, mereka berjalan perlahan mendekati gubuk itu, saat jarak mereka sudah sangat dekat dengan gubuk. Tiba-tiba ada tombak yang datang dari atas. Lizard dengan cepat menangkap tombak itu, saat menangkap tombak, tangan Lizard berdarah.


"Hebat sekali kau bisa menangkap tombak itu." Kata seseorang pria.


"Sambutan yang tidak menyenangkan, kalian ini tidak punya sopan santun ya." Kata Lizard.


"Sopan satun kau bilang," Seorang pria datang dari belakang gubuk. Pria itu datang bersama beberapa orang. "Sayang sekali kami para rakyat bawah tidak dilajari sopan santun seperti kalian para bangsawan.


"Jadi kau yang bernama Douglas?" Tanya Lizard.


"Jadi kau tahu siapa aku."


"Tentu saja aku tahu, kau itu sangat terkenal di sini."


"Eeeeh, jadi aku terkenal ya. Lalu siapa kau? Kau tidak terlihat seperti bangsawan dari Eurasia."


"Nama ku Lizard. Pemimpin dari organisasi Low Light."


Douglas dan orang yang mengikuti nya terkejut mendengar kata Low Light. "Kenapa ketua dari organisasi yang paling di cari di seluruh benua Silia, datang menemuiku?" Kata Douglas.


"Aku langsung ke intinya saja. Apakah kau ingin bergabung ke organsasi Low Light?"


Douglas terkejut mendengar perkataan Lizard. "Kenapa kau mengajakku?"


"Jadi begini, aku ingin mendirikan cabang dari pasar gelap ku disini. Aku ingin kau yang memimpin pasar gelap nya."


"Jika aku memimpin pasar gelap nya. Apakah ada keuntungan nya buat ku."


"Tentu saja ada. Setiap penjualan barang kau akan mendapatkan 30% dari hasil penjualan."


"Hanya tiga puluh-" perkataan Douglas di potong Lizard.


"Bukan hanya itu saja, seluruh warga di daerah kumuh ini tidak akan menderita kelaparan lagi, karena aku akan selalu memberikan pasokan makanan kepada seluruh warga disini. Bagaimana kau mau?"


Para pengikut Douglas menjadi heboh mendengar perlataan Lizard, mereka meminta Douglas menerima ajakan dari Lizard. Kemudian Douglas menyuruh para pengikut nya diam. Kemudian Douglas menatap Lizard. "Baiklah akan kuterima, tapi ada satu syarat lagi."


"Apa itu?"


"Aku ingin kau memberikan serbuk surgawi kepada seluruh warga di sini. Jika kau setuju maka aku juga akan setuju." Semua pengikut Douglas menyoraki nama Douglas, kemudian Douglas menyuruh pengikutnya diam.


"Apakah kau yakin dengan permintaan mu itu?" Kata Arisa.


"Tentu saja, Serbuk surgawi itu terkenal di kalangan bangsawan kan. Kami rakyat bawah juga ingin merasakan nya."


"Baiklah akan kuberikan pada kalian." Kata Lizard. Lizard menyuruh Rabisia untuk kembali ke Tiramisu untuk mengambil serbuk surgawi. Dengan menggunakan cristal sihir, Rabisia dengan cepat dapat mengambil serbuk surgawi.


"Ini serbuk surgawi nya." Lizard memberikan satu kotak besar. Kotak itu diambil oleh Douglas.


"Akhirnya kami bisa merasakan, sensasi terbang di angkasa." Kata Douglas dengan gembira.


"Jadi kau setuju dengan ajakan ku?" Lizard menyodorkan tangan nya.


Douglas menyalami tangan Lizard. "Aku setuju."


"Sebelum itu kau harus minum obat ini dulu." Lizard memeberikan obat buatan Mira ke Douglas.


"Untuk apa obat ini?" Tanya Douglas.


"Obat itu berguna untuk membuat mu tidak berkhianat padaku."


Douglas meminum obat itu, saat dia menelan obat itu, Douglas memegangi leher bagian kirinya. "Kenapa Leher ku sakit habis meminum obat nya?"


"Itu tanda kalau obat itu bekerja. Kalau begitu kami pergi dulu, nikmati serbuk surgawi itu." Kata Lizard.


Lizard berjalan kembali menuju rumah Mira.