From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 305 Mira VS Ke empat Player II



Setelah waktu yang terhenti berjalan kembali, ke empat Player pun dapat bergerak kembali setelah awal nya pergerakan mereka juga ikut terhenti. Saat mereka semua bergerak, mereka semua terkejut karena posisi Mira yang berubah.


"Apa!?" Siegurd dan Bruno berteriak kaget saat melihat Mira yang awal nya tepat di depan mereka telah berpindah tempat. Karena mereka masih dalam posisi menyerang Mira, dan Mira yang sudah berada di depan mereka telah tiada, dan juga karena momentum pergerakan mereka, Siegurd dan Bruno malah menyerang satu sama lain secara tidak sengaja. Bruno memukul dada Siegurd dengan keras, dan Siegurd berhasil menebas Bruno dengan Sword Skill nya. Belum selesai sampai di situ, Javelin dan Catulus yang sudah dalam posisi siap menyerang dengan serangan proyektil, tidak sengaja melepaskan serangan mereka. Alhasil tombak yang di lemparkan Javelin dan panah yang di tembakkan Catulus mengenai Bruno dan Siegurd yang masih dalam posisi menyerang.


"Aaakh!" Mereka berteriak kesakitan akibat menerima serangan satu sama lain.


"Bruno!! Siegurd!!" Javelin dan Catulus berteriak secara bersamaan saat melihat serangan yang mereka lancarkan mengenai teman mereka.


Panah yang di tembakan Catulus memberikan efek lumpuh, dan panah itu secara tidak sengaja mengenai Siegurd dan tombak yang Javelin lempar memberikan efek pembatuan, dan tombak itu secara tidak sengaja mengenai lengan Bruno yang segera merubah lengan berlian nya menjadi batu keras, akibat pembatuan itu juga lengan Bruno tidak dapat di gerakkan.


Mira yang berada di samping Siegurd dan Bruno yang dalam posisi bertukar serangan, mengarahkan tongkat sihir nya ke arah mereka berdua, dengan suara datar ia kemudian mengucapkan mantra. "Super Magic: Super Nova!"


"Boom!" ledakan hebat kemudian terjadi setelah Mira mengucapkan mantra nya, ledakan ini sangat besar sehingga menghancurkan setengah Benua. Seluruh dunia dapat merasakan efek ledakan ini, yang berupa guncangan hebat dan suara dentuman keras. Mira yang berdiri tepat di depan ledakan ini terjadi tidak merasakan apapun, tidak... Ia jelas menerima akibat nya, angin kencang yang tercipta akibat ledakan besar itu membuat nya terlempar dari tempat nya berdiri. Mira segera menggunakan sihir (Fly) untuk bermanuver di udara sebelum ia terhempas ke tanah. Setelah ia melayang di udara akibat efek dari sihir (Fly) Mira menaikkan ketinggian terbang nya setinggi seratus meter dari atas tanah.


'Setelah menerima ledakan sebesar itu, bisa di pastikan mereka sudah mati. Terlebih lagi dua orang yang menerima ledakan dari jarak yang sangat dekat.' Suara Gloria menggema di dalam kepala Mira, mengkomentari kejadian yang baru saja terjadi.


"...."


Mira tidak menanggapi komentar dari Gloria, ia hanya terus menatap ke arah ledakan, sembari mempertajam ke lima indera lain nya untuk merasakan perubahan udara, energi sihir, dan hawa kehidupan di dalam ledakan yang terjadi.


"!"


Usaha nya pun tidak sia-sia, ia merasakan energi sihir dari dalam ledakan, ia juga merasakan perubahan udara di sekitar dan juga mendengar sesuatu bergerak ke arah nya dengan sangat cepat. 'Sesuatu' mungkin bukanlah kata yang tepat, karena 'Sesuatu' yang bergerak itu merupakan anak panah yang berjumlah ribuan. Anak panah yang bergerak itu terbuat dari bahan yang belum pernah Mira lihat, karena anak panah yang di lesatkan berhasil bertahan dari ledakan yang masih terjadi sampai sekarang. Anak panah itu terus melesat ke arah Mira, yang kemudian di tanggapi Mira dengan bergerak menghindari jalur anak panah itu bergerak.


Saat anak panah di tembakkan dari busur nya, sudah jelas anak panah akan bergerak lurus ke depan kemudian akan jatuh ke tanah mengikuti hukum gravitasi, sehingga bergerak kesamping menghindari jalur anak panah mengarah adalah langkah terbaik untuk menghindari anak panah yang di lesatkan... Atau begitulah seharus nya...


Secara ajaib ribuan anak panah yang melesat dari dalam ledakan merubah jalur nya, ke arah Mira bergerak.


'Mereka menggunakan serangan merepotkan.' Suara Gloria sekali lagi menggema di kepala Mira, ia berkata dengan nada lelah, bahkan Mira dapat mendengar helaan nafas panjang setelah suara Gloria bergema.


"(Barrier)" Mengetahui menghindari anak panah itu tidak ada gunanya, Mira pun memilih menggunakan sihir (Barrier) untuk membuat pelindung tak kasat mata untuk menangkis semua anak panah yang masih melesat ke arah nya.


Aku tidak yakin sihir (Barrier) dapat menahan semua anak panah itu. Mira bergumam di dalam kepala nya, setelah ia menganalisis kekuatan anak panah yang di tembakkan.


Dan benar saja, saat anak panah melakukan kontak dengan (Barrier) Mira, (Barrier) nya perlahan-lahan mengalami kerusakan. Satu anak panah masih dapat di tepis, sepuluh masih bisa, tapi pada saat panah ke lima puluh (Barrier) nya mulai pecah. Jumlah anak panah itu mencapai ribuan, walaupun tidak sampai puluhan ribu, tapi itu cukup untuk menghancurkan (Barrier) Mira. Dan benar saja, saat anak panah ke seratus (Barrier) Mira pecah sepenuh nya.


"... Tuh kan... (Barrier) ku nggak kuat..." Gumam Mira, sembari terbang ke belakang untuk menjauh dari anak panah yang berjarak hanya beberapa meter dari nya. Walaupun tidak ada gunanya bergerak menjauh, karena anak panah itu terus mengejar nya.


Tidak kehabisan akal, Mira menyiapkan sihir lain nya. Sembari terus terbang mundur, Mira mengarahkan tongkat sihir nya ke arah ribuan anak panah yang terus mengejar nya. Saat ia melakukan itu, sepuluh lingkaran sihir muncul di depan nya. "Fire Ball!" Mira menggunakan sihir (Fire Ball) yang di perbanyak untuk menangkis semua anak panah yang terus mengejar nya. Ratusan bola api keluar dari masing-masing sepuluh lingkaran sihir yang ada di depan Mira, membuat total bola api itu menyamai jumlah anak panah yang mengejar nya.


Ribuan anak panah dan ribuan bola api menghantam satu sama lain, tapi sayang nya bola api yang di buat Mira kalah. Bola-bola api itu dengan mudah di hancurkan, sesaat melakukan kontak fisik dengan anak panah.


"Aaakh!!! Sialan!!! (Super Magic: Black Hole!)"


Karena kesal, Mira menggunakan (Super Magic) nya. Ia menciptakan bola hitam seukuran kelereng. Bola hitam itu pun dapat dengan mudah menghisap seluruh anak panah yang melesat ke arah Mira, setelah semua anak panah terhisap, bola hitam itu kemudian menghilang. Di saat bersamaan, ledakan dari sihir Mira sebelum nya telah selesai.


Akibat ledakan yang tercipta dari sihir Mira, setengah Benua hancur. Menciptakan sebuah kawah besar. Air laut segera mengalir kedalam kawah dalam jumlah besar menutupi kawah. Sebelum air laut memenuhi kawah terdapat dua sosok yang terluka parah di dalam kawah. Kedua sosok itu tidak lain dan tidak bukan adalah Javelin dan Catulus yang masih selamat menerima ledakan sihir Mira.


Sepuluh tombak besar terbang ke arah Mira. Masing-masing tombak berukuran satu kilometer, orang yang melempar tombak itu tidak lain dan tidak bukan adalah Javelin yang terluka sangat parah setelah terkena ledakan Mira, bukan hanya dia, Catulus juga terluka sangat parah sampai-sampai ia terbaring. Tubuh nya tidak bisa bergerak akibat efek dari Skill yang ia gunakan sebelum nya saat menyerang Mira. Javelin juga langsung terbaring di tanah setelah ia melancarkan sepuluh tombak besar ke arah Mira. Seperti nya masing-masing dari mereka mengeluarkan serangan pamungkas mereka. Sosok Siegurd dan Bruno tidak terlihat sama sekali menandakan mereka hancur berkeping-keping setelah menerima ledakan besar sebelum nya.


'Tombak itu berbahaya...' Suara Gloria bergema di dalam kepala Mira, ia mengingatkan kalau tombak yang di lemparkan Javelin berbahaya dan tidak bisa di tangkis dengan sihir biasa.


Menanggapi peringatan Gloria Mira mengangguk sambil menyiapkan sihir yang dapat menangkis sepuluh tombak besar yang mengarah ke arah nya.