From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 328 Penusukan Carla



Otak Carla berhenti berpikir, saat mengetahui diri nya di tusuk oleh Yuri. Rasa sakit di perut nya membuat pikiran nya terhambat, ia melihat wajah Yuri dengan wajah tertegun. Saat melihat ekspresi wajah Yuri yang memasang senyum lebar dan menyeramkan, barulah pikiran Carla mulai berjalan kembali... Ia tidak tahu kenapa, tapi yang jelas di dalam hati dan otak Carla ia tidak bisa mengenali Yuri yang saat ini sedang berada tepat di depan nya.


"Kyaaaa!?"


Saat Carla terus memikirkan kemungkinan yang ada, ia mendengar suara teriakan berasal dari arah pintu masuk kamar nya. Di sana ada Yuri, Nina, Lina, Blanc, White lalu ada seorang bangsawan berperingkat tinggi yang memasuki kamar nya.


Dari suara orang yang berteriak barusan sudah jelas itu adalah Yuri yang berdiri di depan kamar nya. Kalau begitu, siapa Yuri yang berada di depan nya saat ini? Saat memikirkan itu, wajah Yuri yang menusuk nya perlahan-lahan mulai berubah bentuk, tidak. Bukan hanya wajah nya, tapi juga bentuk tubuh nya, tinggi badan nya, pakaian, dan juga rambut nya mulai berubah bentuk. Yuri yang saat ini menusuk nya, berubah bentuk menjadi pelayan kepercayaan nya yang telah melayani nya dalam waktu yang lama.


'Aaaaa... Jadi begitu.... Ini adalah...' Saat melihat wajah Yuri yang menusuk nya berubah menjadi wajah pelayan kepercayaan nya, akhir nya Carla sampai pada satu kesimpulan. Ini adalah jebakan yang di siapkan Nina untuk menurunkan Yuri dari tahta. Setelah selesai memikirkan hal itu, kesadaran Carla menghilang.


Sementara itu, beberapa saat sebelum Carla kehilangan kesadaran, Yuri yang menyaksikan Carla di tusuk oleh orang yang sangat mirip dengan nya tidak bisa memikirkan apapun, terlebih lagi saat orang itu mulai berubah bentuk menjadi pelayan kepercayaan Carla, otak nya sama sekali tidak bisa mengikuti perkembangan kejadian yang terjadi.... Ia hanya terdiam membatu. Namun saat melihat tubuh Carla yang terjatuh kelantai saat ia kehilangan kesadaran, Yuri tanpa pikir panjang langsung melesat ke arah Carla, melepas pisau yang ada di perut nya, ia kemudian menekan luka Carla dengan kedua tangan nya lalu mulai merapalkan sihir penyembuh.


"Hah...? Kenapa...? Kenapa...? Luka nya tidak menutup." Yuri dengan panik terus menyalurkan energi sihir nya ke luka Carla, namun darah yang keluar dari perut Carla tidak berhenti. Darah itu terus keluar hingga akhir nya menutupi seluruh telapak tangan nya.


"Apa yang kau lakukan Yuri!?"


Di saat Yuri berusaha menyembuhkan luka Carla, Nina berteriak dengan ekspresi marah.


Yuri hanya melihat nya dengan ekspresi bingung. Mengapa ia menanyakan hal itu sekarang? Sudah jelas Yuri berusaha menyembuhkan luka Carla, lalu kenapa tiba-tiba Nina berteriak marah kepada nya?


"Apa yang aku lakukan...? Kau tidak lihat!? Kalau terus seperti ini, Ibunda akan-"


"Apa yang anda pikirkan, menusuk Yang Mulia!? Apakah anda sudah gila!?"


Belum selesai menyelesaikan perkataan nya, seorang bangsawan yang ikut bersama mereka ikut berteriak kepada Yuri.


"Eh...? Apa maksud mu...?"


"Kyaaaaa.... Yuri menusuk Yang Mulia Carla!?"


"Yang Mulia!!!!!!" bahkan pelayan yang baru saja menusuk Carla ikut berteriak.


Akibat teriakan itu, para prajurit, pelayan dan beberapa bangsawan yang kebetulan lewat dekat dengan kamar Carla mendengar kegaduhan itu. Mereka semua bergegas ke kamar Carla. Pada titik ini, tatapan Yuri menjadi kosong, ia berhenti merapalkan mantra penyembuh kepada Carla. Ia akhir nya mengerti... Kenapa tiba-tiba Nina datang ke ruangan nya lalu memberitahu kalau ia di panggil oleh Carla, lalu ia juga mengerti alasan mengapa ada banyak orang yang ikut dengan nya pergi ke ruangan Carla. Walaupun ia mengerti hal itu, tekanan mental yang selama ini Yuri alami membuat nya tidak bisa berpikir apa-apa membuat nya hanya bisa terdiam membisu.


Dengan hilang nya adik kesayangan nya, lalu kematian ibu kandung dan ayah kandung nya, Yuri sudah terkena tekanan mental yang cukup membuat pikiran nya rusak. Tapi berkat Carla akhir nya pikiran Yuri tidak benar-benar rusak. Dan juga tekanan yang ia alami selama enam bulan ini saat memimpin negara di tengah kondisi mental nya yang masih belum pulih, membuat kondisi mental Yuri saat ini benar-benar rusak saat melihat Carla di tusuk di depan mata nya. Karena itu, Yuri tidak bisa memikirkan apapun kecuali menyembuhkan luka Carla untuk mencegah kematian nya. Hal itulah yang membuat pikiran Yuri saat ini benar-benar kosong sehingga ia tidak lagi bisa membela diri saat di tuduh oleh Nina dan anggota faksi nya. Ia hanya bisa duduk terdiam di samping tubuh Carla yang bersimbah darah.


"Bawa dia!"


"Ba-Baik!"


Saat Yuri dalam kondisi terdiam membisu, Nina sudah memerintahkan para prajurit untuk membawa Yuri. Tanpa melawan, Yuri membiarkan diri nya di bawa oleh prajurit.


\*\*\*


Saat Yuri di bawa oleh prajurit keluar kamar, orang yang tersisa di dalam ruangan Carla berusaha menyembuhkan luka Carla. Nina juga ikut membantu. Walaupun begitu, dengan sihir penyembuh, luka nya sama sekali tidak menutup. Kalau terus seperti ini Carla akan benar-benar mati.


Nina, Lina, Blanc dan White benar-benar merasakan kebahagiaan di dalam hati mereka, walaupun saat ini wajah mereka sedang ketakutan dan panik jikalau Carla mati.


Salah satu prajurit kemudian mengatakan kalau Carla sudah tidak bisa di sembuhkan lagi, di karenakan Carla sudah menghembuskan nafas terakhir nya. Pada saat itu, Nina, Lina, Blanc dan White langsung menangis sembari menutupi wajah mereka. Tidak ada yang bisa melihat senyum tipis tanda kebahagiaan terpasang di wajah mereka saat itu.


Sementara itu, pelayan yang menusuk Carla melihat Nina dan yang lain nya menangis dengan ekspresi datar sambil memikirkan sesuatu di dalam kepala nya. 'Aku pikir sudah waktu nya, item itu akan aktif.'


Tepat pada saat itu, kalung yang di kenakan Carla mengeluarkan cahaya redup. Energi sihir besar keluar dari dalam tubuh Carla membuat tubuh nya seketika mengeluarkan cahaya merah, kejadian itu membuat semua yang ada di ruangan Carla terkejut. Tidak berhenti sampai di situ, tubuh Carla melayang setinggi satu meter dari lantai, kemudian api berwarna biru membakar tubuh Carla hingga membuat tubuh nya tidak tersisa.


Ekspresi semua orang yang awal nya terkejut, menjadi ketakutan. Tidak terkecuali Nina, Lina, Blanc dan White, hanya ada satu orang yang tidak terkejut dengan hal itu, yaitu pelayan yang menusuk Carla. Ia hanya menyaksikan kejadian itu dengan wajah datar.


'Aaaaa.... Kami gagal untuk membunuh Ratu Carla... Aku tidak menyangka kalau Mira akan memberikan item itu pada Ratu Carla... Biarlah... Yang paling penting saat ini semua orang berpikir kalau Ratu Carla telah mati.' Pikir pelayan yang menusuk Carla.