From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 123.02 Demi Human Kucing Hitam



Sehari setelah selesai mencoba melakukan Quest sendirian, sehabis aku pulang sekolah, aku login lagi.


Aku berada di kota gaya barat yang terlihat seperti abad pertengahan, aku berjalan mengitari kota sambil melihat Map. Aku mencari gedung besar, biasanya gedung itu di sebut Aula pertemuan.


Aku sampai di suatu tempat di kota, tempat ini memiliki air mancur yang indah. Sehingga banyak Couple Player datang ketempat ini untuk pacaran, aku bingung dengan mereka, kenapa mereka tidak pacaran di dunia nyata saja. Bagaimana jika pasangan mereka berbeda gender seperti aku. Contoh nya, jika seorang Player perempuan pacaran dengan player laki-laki, lalu mereka memutuskan untuk bertemu di dunia nyata, dan ternyata player laki-laki itu adalah seorang perempuan di dunia nyata, dan seorang player perempuan juga seorang perempuan di dunia nyata. Maka itu akan menjadi hubungan antara wanita kan?


Jika memang itu yang terjadi, lebih baik mereka pacaran di dunia nyata kan? Dari pada pacaran di VR. Aku tidak habis pikir bagaimana mereka menjadikan VR sebagai media pencari jodoh.


Sesampai nya aku di tempat air mancur, aku melihat bangunan besar dengan atap berwarna merah dan seluruh dinding nya berwarna putih, bangunan itu nampak seperti istana. Jika aku benar, bangunan besar itu adalah Aula pertemuan.


Aku memasuki gedung besar, saat di dalam, ternyata benar bangunan besar adalah Aula pertemuan, banyak player di dalam nya. Aku berjalan mengelilingi Aula, hingga akhir nya aku menemukan seorang NPC wanita yang bertugas sebagai seorang resepsionis, aku mendatangi NPC itu.


"Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu?" Kata NPC.


"Aku ingin mengumumkan sesuatu, apakah ada Item yang bisa membantu ku?"


Di tangan NPC muncul pengeras suara, kemudian NPC memberikan pengeras suara pada ku.


"Gunakan ini! Maka semua Player akan memperhatikan anda!"


"Semua? Apakah itu pelayer yang ada di sini? Atau..."


Kata-kata ku terpotong dengan perkataan NPC. "Semua nya! Termasuk yang tidak ada di Aula ini, Intinya semua pemain yang Login pada hari ini!"


"Hmmm.... Begitu ya..." Tangan ku mencoba meraih pengeras suara, kemudian tangan NPC yang tidak memegang apa-apa memukul tangan ku yang ingin mengambil pengeras suara.


"Kenapa?" Tanya ku.


"Silahkan bayar biaya sewa item ini."


"Sewa? Jadi aku tidak boleh memakai nya dengan gratis?"


"Tidak bisa. Itu sudah menjadi peraturan yang sudah di sepakati!"


"Baiklah aku akan bayar.... Berapa harga sewa nya?"


"Sepuluh koin emas untuk satu menit!"


"Apa-apaan dengan harga itu!?" Aku membentak NPC.


"Itu sudah menjadi peraturan yang di sepakati."


"Baiklah aku bayar." saat aku ingin memberikan koin pada NPC, seseorang menahan tangan ku dari samping kiri ku.


Yang menahan adalah seorang Demi Human wanita kucing hitam, ia memiliki telinga kucing dan ekor kucing.


"Kau bodoh!?" Bentak Demi Human kucing hitam.


Aku terkejut dengan kata-kata nya, dia tiba-tiba muncul, setelah itu ia membentak orang dengan kata-kata kasar. Aku ingin membalas bentakan nya, tapi Demi Human kucing hitam itu menarik ku menjauh dari meja resepsionis. Aku di tarik nya ke tangga yang ada di ujung Aula setelah itu aku di tarik nya menaiki tangga, hingga akhir aku sampai di lantai dua bangunan. Yang di mana di lantai dua tidak ada orang sama sekali.


"Dengan begini tidak ada orang yang mendengar." Demi Human kucing hitam melihat ke arah ku dengan kening berkerut, sorot matanya lurus ke arah mata ku. "Kau bodoh!?" Bentak Demi Human kucing dengan kata yang sama seperti sebelum nya. "Kau buang-buang duit hanya untuk Item tidak berguna seperti itu, kau tahu kan berapa harga sepuluh koin emas di dunia nyata!?"


"Aku tahu harga nya sangat murah hanya dengan bayar seratus ribu pulsa kita akan dapat sepuluh koin emas di FL."


"Kalau kau sudah tahu kenapa kau membuang-buang duit mu seperti itu?"


"Aku hanya ingin memberi semua Player tentang sebuah Quest."


"Apakah Quest itu sangat penting sampai harus mengeluarkan sepuluh koin emas."


"Quest ini bisa meningkatkan Status MP melebihi lima ratus ribu jadi ini sangat penting.... Menurut ku."


Demi Human kucing hitam terkejut mendengar perkataan ku, mulut nya ternganga, ia membisu selama beberapa detik. Demi Human kucing hitam menarik ku lagi ke suatu ruangan yang ada di lantai dua. Sebelum ia masuk keruangan, ia membayar uang sewa ruangan sebesar lima koin perak.


Saat di dalam ruangan Demi Human kucing hitam langsung mengunci pintu.


"Kau bodoh!? Informasi Quest itu tidak boleh sampai menyebar!" Kata Demi Human Kucing hitam berbisik.


Demi Human kucing hitam mengangguk pelan. "Aku tahu... Bukan hanya aku yang tahu, semua Top Player tahu tentang Quest itu. Semua Top Player sepakat untuk tidak menyebarkan nya, kecuali pada teman satu Guild nya."


"O iya... Itu mengingatkan ku... Semua Top Player sudah memiliki Guild masing-masing, apakah karena itu alasan nya?"


Demi Human kucing hitam mengangguk lagi.


"Mereka mencegah agar informasi itu tidak menyebar... Jika informasi itu menyebar, semua Top Guild akan hancur!"


"Tidak mungkin sampai sejauh itu kan?"


"Pasti akan seperti itu... Asal kau tahu, Quest seperti itu tidak mungkin di ketahui dengan player berlevel rendah seperti mu... Mereka yang mengetahui tentang Quest itu sudah berada pada Level seratus semua... Jika kau tidak ingin membuat Guild papan atas marah, jangan pernah menyebarkan informasi ini... Kau paham?"


Demi Human kucing hitam berkata mendekatkan wajah nya pada ku.


"A-aku paham... Jadi ku mohon jauhkan wajah mu dari ku!"


"Ma-maafkan aku!"


"Sekarang giliran ku bertanya."


"Kau ingin bertanya apa?"


"Siapa kau? Bukan kah hanya Top Player yang mengetahui tentang Quest ini? Lalu bagaimana kau mengetahui tentang Quest ini?"


"Aku belum memperkenalkan diri ya..... Nama ku Catherine! Aku mantan Anggota Guild The Chaos!"


"Guild The Chaos itu Guild nomor satu kan? Berarti kau itu salah satu Top Player?"


"Bisa di bilang seperti itu!"


"Tapi sayang nya kau sudah keluar Guild.. Padahal itukan Guild nomor satu, kenapa kau memilih untuk keluar?"


"Ada berbagai masalah di Guild jadi aku dan teman-teman ku memutuskan untuk keluar Guild dan memutuskan untuk membentuk Guild baru..... Tapi sayang nya untuk membuat Guild perlu memerlukan lima puluh koin emas." Demi Human kucing hitam yang bernama Catherine menghela nafas panjang. "Dan sekarang untuk mendapatkan lima koin emas saja sudah susah.... Karena itulah aku kesal melihat mu yang dengan mudah nya mengeluarkan koin emas untuk menggunakan item tidak berguna hanya selama satu menit!!"


Kata Catherin dengan kesal.


"Hmmm..... Begitu ya."


"Aku sudah memperkenalkan diri. Selanjutnya kamu! Siapa nama mu?"


"Nama ku Mira."


"Mira ya..." Catherine menyodorkan tangan nya. Aku menggenggam telapak tangan Catherine, setelah itu Catherine tersenyum. "Salam kenal Mira."


"Salam kenal."


Catherine melepaskan tangan ku. "Tapi aku senang bertemu dengan mu disini."


"Kenapa?" Aku bertanya heran sambil memerengkan kepala ku.


"Kau tahu, teman-teman ku banyak laki-laki. Jadi senang rasa nya aku memiliki teman perempuan sekarang."


Perkataan itu membuat ku tidak bisa memberitahu nya bahwa aku juga laki-laki. Tapi biarlah asal dia senang.


"Eh, kita sudah berteman? Bukan nya kita baru kenalan?" aku senang di anggap sebagai teman. Tapi aku ingin melihat bagaimana respon nya setelah aku berkata begitu.


"Nenek ku bilang, kalau kau berkenalan dengan seseorang berarti kau sudah beteman dengan nya."


"Kalau begitu bagaimana jika kau berkenalan dengan seorang pembunuh? Apakah itu juga di bilang berteman?"


Catherine memegangi dagunya kemudian ia memerengkan kepala nya. "Kurasa begitu?" Kata catherine bingung.


Wahai nenek Catherine, apa yang telah kau ajarkan pada cucumu?