From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 123 Thinkie bertemu dengan Mira



Pohon yang paling besar terbelah menjadi dua. Aku melihat Oberon sekarat, tubuh nya hancur lebur. Aku menggunakan (Heal) untuk menyembuhkan Oberon. Tubuh Oberon yang hancur menjadi seperti semula kembali, walaupun ia tidak sadarkan diri.


Aku mengayunkan tangan ku, pohon besar terbelah lagi menjadi empat bagian. Lalu aku menggunakan (Fire ball) untuk membakar potongan pohon besar.


Setelah membakar pohon besar, tubuh ku tiba-tiba menjadi kelelahan, bahkan kaki ku tidak kuat untuk berdiri, aku pun berlutut. Padahal aku tidak menggunakan sihir super, tapi tubuh ku sudah tidak kuat menahan kekuatan sihir ku. Aku mendengar teriakan Elf wanita.


"Bunuh anak kecil itu!! Dia sudah membunuh suami ku!! Cepat balaskan dendam suami ku!!" dengan teriakan wanita itu. Ratusan panah dan sihir berbentuk proyektil mengarah pada ku.


"Aaaaah, Natasha terlalu lama menahan mereka."


Arisa tiba-tiba berada di depan ku, ia menahan seluruh serangan dengan (Barrier).


Lalu seluruh Elf secara tiba-tiba terikat dengan rantai yang berwarna merah darah.


"A-apa ini!?" Teriak wanita Elf yang baru saja memerintah Elf lain untuk menyerang ku.


"Berterima kasih lah pada Nona Mira karena sudah menyembuhkan suami mu." Kata Arisa.


"Kau penghianat!! Kau malah melindungi manusia itu!?"


"Dasar Wanita sialan!!" Teriak Arisa kesal. "Yang penghianat di sini siapa!?" Sihir Arisa meluap seperti menjawab kemarahan Arisa.


Arisa menembakkan bola api sebesar kelerang ke arah Wanita yang berteriak pada nya.


Bola api yang di tembakkan Arisa menyebar dengan cepat membakar tubuh wanita Elf yang berteriak pada nya.


"Sabar Arisa."


"Maaf Nona Mira... Aku menjadi sedikit emosi."


Aku berusaha untuk berdiri walaupun kaki ku masih bergetar menahan ku. Aku berjalan perlahan mendekati Arisa. Aku menyuruh Arisa untuk berteriak mengulangi kata-kata ku.


"Sekarang cepat serahkan Sarion!" Teriak Arisa setelah aku berbicara.


"Jika dalam hitungan ke sepuluh kalian tidak menyerahkan nya.... Kami akan membantai kalian semua!"


"Mulai berhitung Arisa!"


"Sepuluh....


Sembilan....


Delapan....


Tujuh....


Tiga, dua, satu!"


"Ok sudah ku hitung sampai sepuluh... Sekarang kalian akan kami bantai!" Kata Arisa dengan senyum bahagia.


"Seharus nya kau hitung dengan betul!" aku berkata dengan suara pelan, karena aku sudah tidak kuat lagi untuk berbicara.


Rantai darah yang mengikat para Elf semakin mengencang ikatan nya. Jeritan para Elf menghiasi malam yang sepi.


Lalu dengan tiba-tiba terdengar suara wanita dengan keras di seluruh hutan.


"Tunggu!! Jangan bunuh mereka!! Akan kami serahkan Sarion dan Ghoul! Jadi tolong hentikan!"


"Itu ratu Roh." Kata salah satu Elf.


"Ratu Roh datang menolong kita!"


Aku melihat sekeliling, lalu aku melihat seorang anak kecil yang besar nya seukuran genggaman tangan turun dari langit-langit, di punggung nya, ada sayap kupu-kupu berwarna kuning ke emasan! Sayap kupu-kupu itu sangat indah di mata! Anak kecil itu mendekati ku.


Aku menyuruh Arisa menghilangkan Barrier nya lalu aku menyuruh Natasha melepaskan para Elf. Setelah di lepaskan para Elf berlutut.


Lalu seorang wanita Elf yang tubuh nya mengalami luka bakar berteriak. "Ratu Roh.. Tolong bunuh para Vampir dan anak manusia yang telah membunuh suami saya dengan kejam!"


"Suami mu tidak mati Teria, justru manusia itu yang menyelamatkan suami mu dari kematian!" Suara lembut menggema di seluruh hutan.


Anak kecil bersayap kupu-kupu menyentuh Elf yang mengalami luka bakar karena sihir Arisa. Setelah di sentuh wanita Elf langsung sembuh bahkan luka bakar nya menghilang seperti luka bakar itu adalah sebuah ilusi.


Lalu gadis kecil bersayap kupu-kupu sampai di depan ku, setelah di depan ku ia bersujud.


"Maafkan kami... Kami akan menyerahkan Sarion.. Tolong ampuni nyawa kami!"


"Ra-ratu Roh meminta ampun!!" Teriak seluruh Elf.


"Kalian juga minta maaf.... Buang harga diri kalian jika kalian ingin selamat!"


Semua Elf pun bersujud kemudian mereka meminta maaf.


"Aku tidak perlu maaf kalian.. Serahkan Sarion dan Ghoul!"


"Ba-baik!!" Balas anak kecil bersayap kupu-kupu.


anak kecil bersayap kupu-kupu menggoyangkan tangan nya secara cepat di samping nya muncul sebuah dimensi berwarna hitam, dari dimensi itu Sarion dan dan anak kecil dengan kulit berwarna hitam keluar.


Arisa mengambil posisi waspada, ia mengarahkan tongkat nya kearah Ghoul dan Sarion. "Kak Mira.. Mereka sudah ada disini!"


"Santai saja Arisa.. Yang kita lawan itu Elf yang tidak berguna dan seorang anak kecil. Kita harus menunjukkan belas kasihan kita."


"Eeeh," anak kecil bersayap kupu-kupu berteriak. "Kau bisa melihat wujud kami!?"


"Kenapa kau malah heboh seperti itu?"


"Ha-habis nya tidak ada yang bisa melihat wujud kami... Bahkan pahlawan Sieg dan Javelin saja tidak bisa."


Aku mendengar dua nama yang tidak asing. Saat mendengar salah satu nama emosi ku menjadi naik.


"Kau bilang Javelin? Apakah kau kenal dia?"


"Tentu saja aku kenal... Dia itu raja Elf yang paling kuat... O iya.. Aku belum memperkenalkan diri ya.. Nama ku Thinkie."


"Nama ku..."


"Tidak perlu menyebutkan nama.. Aku sudah tahu nama mu Loli perak kan?"


Aku menangkap anak kecil bersayap kupu-kupu dengan tangan ku. Karena ukuran dia sangat kecil, aku bisa menangkap nya dengan mudah.


"Jika kau memanggil ku dengan sebutan itu lagi... Akan ku bunuh kau dan para Elf yang ada di sini!"


"Ku mohon ampuni kami... Aku tidak akan memanggil mu dengan sebutan itu lagi!"


Aku melepaskan anak kecil yang ku genggam. Ia pun menghela nafas lega.


"Seperti yang Sieg bilang... Kau itu ternyata memang sadis ya."


"Apa kau bilang pahlawan Sieg bilang seperti itu pada ku?"


"Tentu saja."


"Jadi maksud mu pahlawan Sieg mengenal ku?"


"Tentu saja dia mengenal mu... Kau, Javelin dan Sieg saling mengenal kan?"


"Aku tidak mengenal pahlawan Sieg."


Natasha dari kejauhan bersama dengan Jack mendatangi ku.


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Natasha.


"Kami membicarakan tentang Sieg!" Jawab anak kecil yang seukuran segenggam tangan yang bernama Thinkie.


"Sieg ya..." Kata Natasha dengan wajah cemberut.


"Kau bawahan nya Lo-"


Aku menatap tajam kearah Thinkie.


"Maksud ku.... Nama mu siapa?"


"Mira!"


"Benar Mira... Kau bawahan nya Mira kan?" kata Thinkie ke Natasha.


Natasha mengangguk.


"Asal kau tahu Mira ini ternyata kawan baik dari Javelin dan Sieg."


"Benarkah itu Mira... Kau kawan dari raja Elf dan Sieg?" Tanya Natasha.


"Iya.. Aku kenal dengan Javelin, tapi aku tidak kenal dengan pahlawan Sieg."


"Eh," Kata Natasha terkejut. "Bagaimana kau bisa mengenal nya? Bukan kah mereka hidup jauh sebelum kau lahir? Bahkan orang tua mu saja belum lahir?"


Aku mengabaikan Natasha, aku melihat ke arah Thinkie. Wajah nya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"O iya." Kata Thinkie dengan lantang. "Sieg itu hanya nama panggilan... Nama asli Sieg itu Siegurd!"


Setelah mendengar nama itu, tanpa di sadari Mira.. Class nya telah berubah menjadi Mage kembali Amarah nya meluap, hingga Mira tanpa sadar mengeluarkan lima puluh persen kekuatan nya.


Angin kencang berhembus menyapu semua yang ada di sekitar, wajah Mira cemberut. Sorot mata nya tajam.


"Jadi begitu ya.." Gumam Mira. "dua orang brengsek itu ada di dunia ini ya... Mira... Sekarang aku tahu siapa yang telah membuat mu tidak sadarkan diri!" Kata Mira pada dirinya yang lain.


Season satu From Mage Became Princess. Selesai.


Untuk para pembaca setia WN saya mohon maaf. Saya membuat cerita ini terlalu buru-buru.


saya punya alasan untuk hal ini.


Kalo boleh jujur. Saya ini masih kelas tiga SMA. atau lebih tepat nya MA (Madrasah Aliyah). kelas tiga MA akan menghadapi ujian akhir madrasah di awal maret. makanya saya ingin menyelesaikan season satu dari Novel ini sebelum bulan Maret.


Terus setelah ujian saya akan belajar lagi untuk menghadapi Ujian Nasional yang akan di laksanakan di akhir Maret. Jadi saya minta maaf, karena saya harus menyelesaikan Season pertama WN saya terlalu buru-buru. selesai Ujian akan saya lanjutkan cerita nya.


Yang saya sampai kan hanya itu saja. Untuk kedepan nya, terus dukung Karya saya dan Karya Partner saya yang nama nya Zack Razor. karya nya (Story of Mobile legend dan 3 Idiots.)


Untuk dukungan nya selama ini saya ucapkan terima kasih.