From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 16 danau Denizi



Saat ini aku sedang terbang di langit malam bersama ras Vampir yang baru saja ku bebaskan, ras Vampir bisa menumbuhkan sayap kelelawar di punggung nya karena itu mereka bisa terbang, saat ini kami pergi ke sebuah danau yang menjadi perbatasan antara benua Silia dan benua Yuro. Benua silia dan benua Yuro memiliki dua perbatasan, perbatasan pertama adalah kota Tiramisu dan perbatasan kedua adalah sebuah danau yang bernama Denizi.


Dari kota Tiramisu ke danau Denizi membutuhkan waktu 3 hari bila berjalan kaki, karena itu kami memutuskan untuk terbang.


"Mira, kau benar-benar bisa menghilangkan sihir ilusi di sekitar danau Denizi kan?" Natasha bertanya pada ku.


"Entahlah."


"Entahlah kau bilang!? Sekarang ras ku hanya bisa bergantung padamu."


"Iya aku tahu, jika sihir ilusi nya tidak bisa ku hilangkan, kalian akan ku carikan tempat tinggal yang baru."


Natasha pun tenang mendengar hal itu dari ku, kenapa aku yang harus mencarikan kalian tempat tinggal? Biar ku ingat-ingat lagi kejadian beberapa menit yang lalu.


Pada saat aku baru saja membuat Ras Vampir menjadi budak ku. Natasha dan yang lain nya pun berdiskusi dimana mereka akan tinggal sekarang. Aku menyarankan mereka untuk tinggal seperti biasa di kastil ini saja, tapi Natasha menolak usulan ku. Lalu ada seorang Wanita yang memberitahu kalau di arah barat kota Tiramisu ada sebuah danau bernama danau Denizi, katanya danau itu tidak pernah di datangi oleh ras manapun, di karenakan jika seseorang pergi ke danau Denizi akan menghilang tanpa jejak.


Wanita itu mengusulkan agar aku menghilangkan sihir ilusi yang menyebabkan orang-orang menghilang tanpa jejak. Awalnya aku menolak, lalu seluruh ras Vampir bersujud memohon. Bahkan Natasha juga ikut-ikutan bersujud. Akhirnya aku pun nenerima permintaan mereka.


Setelah beberapa menit, akhirnya kami sampai di suatu daerah berkabut, Natasha berteriak dengan kencang.


"Berhenti, kita sudah sampai di danau Denizi," kami semua pun turun ke daratan, "Mira aku mohon kepada mu."


"Baiklah, Super Magic Activated," pada saat aku mengaktifkan Super Magic, beberapa dari ras Vampir jatuh tersungkur ditanah, dan yang lain nya gemetar ketakutan, hanya Natasha saja yang bersikap biasa. "Super Magic: Black Hole." bola hitam berukuran seperti kelerang muncul di jari telunjuk ku. Kemudian aku meniup bola hitam itu ke udara, dalam sekejap kabut terhisap ke dalam bola hitam yang barusan ku tiup.


Black Hole adalah sihir yang mampu menghisap segalanya, kali ini aku menggunakan Black Hole versi Super Mini yang biasa ku gunakan untuk menghilangkan energi sihir dalam jumlah besar.


Setelah kabut hilang, danau yang di sekitarnya di kelilingi kunang-kunang, mulai terlihat, rerumputan yang sangat indah menghiasi sekeliling danau. Ras Vampir bersorak dengan sangat kencang lalu mereka semua bersujud padaku. "Terima kasih Nona Mira." setelah mereka bersujud, Natasha berteriak.


"Semuanya kita akan menentukan nama baru untuk kerajaan kita, setelah itu kita akan tentukan siapa ratu baru kita, mulai hari ini aku mengundurkan diri sebagai pemimpin ras Vampir."


Semua orang menundukkan kepalanya, kesedihan nampak di wajah mereka, lalu ada seorang Vampir berteriak. "Kenapa anda harus mengundurkan diri?"


"Aku ingin selalu berada di sisi nona Mira, karena itu aku mengundurkan diri."


Setelah itu tidak ada lagi yang membantah Natasha, kemudian seorang anak kecil mendekati ku. "Semuanya apakah kalian setuju jika nona Mira memberikan nama kerajaan kita yang baru?" anak kecil itu berteriak, kemudian seluruh ras Vampir pun besorak.


Aku memegang dagu ku kemudian aku mendapatkan sebuah nama yang cocok. "Bagaimana dengan kerajaan Chia."


"Chia?" semua orang menatap ku.


"Kalau kalian tidak mau ya sudah."


Kemudian Natasha mengangguk. "Chia itu nama yang bagus, dan untuk pemimpin baru ras Vampir adalah Amanda."


"Eh, aku!?" seorang wanita berteriak dengan kencang. Semua Vampir bersorak, "selamat Amanda, sekarang kau lah ratu kami." seorang Vampir menepuk bahu Amanda.


Dengan gugup Amanda mendatangi Natasha. "Sekarang Amanda, kita akan melakukan ritual penyerahan tahta."


"Ba-baik," Amanda menjawab, kemudian dia melukai telapak tangan nya menggunakan kuku. "Cursed Blood Control, Shape Five, Lance." darah Amanda berubah menjadi sebuah tombak yang panjang.


"Bagus sekali Amanda, kau bisa merubah darah mu menjadi berapa bentuk?"


"Aku hanya bisa merubah nya menjadi tombak dan panah saja.


"Bagus Amanda, kau pasti bisa berkembang jika kau menjadi ratu yang baik. Kalau begitu giliran ku, Cursed Blood Control."


Aku penasaran dengan skill nya, apakah skill itu tidak menguras MP sama sekali. Aku menggunakan (Peek) untuk melihat Status Natasha.


Kemudian Natasha melanjutkan. "Shape Two, Shield." saat aku melihat, Status Natasha yang terkurang bukan MP, melainkan HP nya, dan yang awalnya Class nya bertuliskan None sekarang berubah menjadi Berseker. "Serang aku Amanda." kata Natasha memprovokasi.


Amanda melemparkan tombak nya ke arah Natasha, dengan sigap Natasha menangkis tombak Amanda. Kemudian tombak Amanda dan perisai Natasha berhantupan sampai mengeluarkan bunyi yang sangat keras. Setelah itu tombak Amanda pun kembali menjadi darah, setelah itu Amanda berkata. "Sudah ku duga mustahil mengalahkan ratu."


"Amanda aku bukan ratunya lagi, sekarang kau lah ratunya, dan ingat ini baik-baik Amanda, di dunia ini tidak ada hal yang mustahil. Teruslah berlatih dan lampaui kekuatan ku."


"Saya mengerti."


Matahari sebentar lagi akan terbit, sebelum aku pergi dari danau Denizi, aku menciptakan sihir ilusi agar ras lain selain ras Vampir tidak bisa masuk ke danau ini. Kemudian Natasha berpamitan dengan para Vampir, setelah Natasha berpamitan, aku pulang ke Vila ku yang berada di kota Tiramisu dengan menggunakan sihir (Teleportation.)