From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 218 Membuat Barir



Di kota Salad.


Joshua sudah selesai menyelidiki kematian semua penduduk kota, di saat bersamaan Amanda juga mencari sumber energi sihir Mira. Dan ia pun berhasil menemukan nya, itu berasal dari bawah tanah kota. Amanda pun menyelidiki lebih jauh, dan berhasil menemukan ruang bawah tanah di puing-puing bangunan yang berada di samping Mansion pemimpin kota.


Amanda pun bergegas untuk turun ke sana, tetapi ia di hentikan oleh Joshua.


"Tunggu sebentar!" Kata Joshua.


Amanda melihat ke arah Joshua.


"Aku baru saja mendapat sambungan (Telephaty) dari Alex," Kata Joshua memberitahu Amanda. "Katanya saat ini, dia sedang bekerja sama dengan kerajaan Fantasia dan Milefolia untuk menyelidiki kasus kematian masal yang sedang terjadi di tiga negara besar."


Mendengar hal itu. Mata Amanda terbelalak kaget. "Jadi kematian masal bukan hanya terjadi di sini saja...."


"Begitulah," Jawab Joshua. "Dan seperti dugaan kita, pelaku kematian masal ini adalah kelompok agama Pierot. Apakah kau mengerti maksud ku memberitahu mu hal ini?"


"Haaaah," Amanda mengehela nafas. "Aku tahu. Cepat atau lambat mereka akan sampai ke sini, dan kita harus menghentikan Mira sebelum mereka datang. Benar kan?"


"Setengah benar," Kata Joshua dengan ekspresi lelah. Mendengar jawaban Joshua membuat Amanda mengerutkan kening nya. Kemudian ia bertanya dengan ekspresi jengkel.


"Lalu apa jawaban yang sepenuh nya benar?"


"Sebelum aku menjawab. Aku ingin bertanya. Apakaha kau bisa menghentikan Mira dengan cepat? Kita tidak punya banyak waktu sampai pasukan tiga negara datang."


"......Kau benar juga." Kata Amanda dengan cemberut. "Seberapa keras aku mencoba, mungkin aku tidak bisa menghentikan Mira saat ini."


Saat ini energi sihir besar meluap-luap di kota Salad, yang membuat bernafas saja sulit. Karena itulah Amanda tidak yakin dapat menghentikan Mira yang merupakan penyebab energi sihir besar yang saat ini meluap-luap di kota.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Amanda.


"Apakah kau bisa membuat Barir yang dapat mengacaukan ruang dan waktu?" Tanya Joshua dengan ekspresi serius.


Amanda tidak menjawab, wajah nya segera menjadi cemberut, ia memegangi dagu nya, seolah-olah berpikir. "Hmmmm....." Gumam nya.


Apakah aku bisa? Aku tidak pernah mencoba nya. Dan juga, bukankah mustahil membuat barir yang bisa mengacaukan ruang dan waktu? Tidak mungkin ada mahluk di dunia ini yang bisa melakukan nya..... Pikir Amanda.


"Ah. Ngomong-ngomong Mira bisa melakukan nya. Dan Natasha juga belakangan ini belajar dari Mira cara membuat barir itu, sekarang dia bisa membuat barir itu dengan (Cursed Blood Control) nya. Jika kau tertarik aku akan memberitahu cara melakukan nya."


"Haaah," Amanda menghela nafas dengan ekspresi lelah. "Baiklah akan ku lakukan. Jika kita tidak melakukan ini, pasukan gabungan yang kau sebut akan datang sebelum kita bisa menyelesaikan urusan di sini kan?"


Joshua tersenyum mendengar jawaban Amanda. "Itulah jawaban yang ku inginkan!"


"Jadi. Bagaimana cara nya aku membuat barir itu."


"Kalau boleh jujur, energi sihir mu tidak cukup untuk membuat energi sihir itu-"


"Lalu bagaimana cara nya aku bisa membuat nya!!" Teriak Amanda.


Amanda melihat lingkaran sihir dengan seksama, setelah beberapa detik ia mengangguk. "Baiklah aku sudah ingat!" dia kemudian menumbuhkan sayap di punggung nya dan mulai terbang mengelilingi kota sambil menumpahkan darah nya.


Satu jam kemudian.


Amanda kembali ke hadapan Joshua dengan wajah pucat dan berkeringat sangat deras.


"Sudah selesai.... Sekarang.... Cursed Blood Control!"


Darah yang sangat banyak keluar dari luka Amanda yang di buat sebelum nya sewaktu membuat lingkaran sihir. Darah itu kemudian beterbangan kesana kemari seperti kumpulan serangga. Beberapa detik kemudian dari arah dinding kota terdapat ombak besar, ombak itu sangat tinggi dan berwarna merah, tidak salah lagi itu adalah darah. Darah hingga menutupi langit kota, saat langit sudah tertutupi dengan darah, darah itu kemudian mengeras seperti sebuah kristal. Dan kubah darah pun selesai di buat, setelah membuat itu Amanda langsung jatuh ke tanah, wajah nya pucat, tubuh nya di penuhi dengan keriput, nafas nya sangat berat, dan seluruh tubuh nya di tutupi keringat dingin.


Setelah Amanda jatuh. Tanah kota betcahaya bewarna merah darah, itu adalah cahaya lingkaran sihir yang di buat Amanda sebelum nya. Setelah lingkaran sihir mengeluarkan cahaya, gempa besar terjadi hingga menghancurkan beberapa bangunan yang ada di kota.


"Seperti nya sudah di mulai."


Gempa itu hanya terjadi beberapa detik, dan langsung segera berhenti.


"Untuk saat kita berhasil. 1 jam di dalam sini sama dengan 10 menit di luar. Kita harus cepat. Untuk saat ini kau minum darah ku." Kata Joshua sambil menyodorkan tangan nya.


Amanda tanpa basa-basi langsung menggigit tangan Joshua. "Secukup nya saja!" Kata Joshua memberitahu.


Setelah beberapa detik, Amanda melepaskan gigitan nya dari tangan Joshua. Kulit Amanda pun kembali seperti semula, dan warna kulit nya sudah tidak pucat lagi. Tetapi energi sihir nya belum kembali sepenuh nya, ia tidak bisa menggunakan (Cursed Blood Control) sekarang.


"Sekarang, kita masuk ke ruang bawah tanah itu?" Kata Amanda sambil mencoba untuk berdiri, setelah itu ia melihat ke arah ruang bawah tanah yang di temukan nya. "Tetapi....." Amanda melihat sekeliling. "Sekarang kondisi kota menjadi semakin memperihatinkan." Kata nya saat melihat banyak bangunan kota yang hancur akibat sihir Barir pengacau ruang waktu.


"Kerusakan ini masih dalam kondisi wajar. Jika kita tidak mencegah pasukan gabungan kerajaan datang, maka di masa depan akan lebih banyak kerusakan."


"Be-Begitu ya." Jawab Amanda, setengah kebingungan atas pernyataan Joshua. Bagaimana bisa kerusakan yang lebih besar dari ini bisa terjadi? Kata Amanda di dalam kepala nya. Ia memilih untuk tidak melanjutkan percakapan membingungkan ini, dan segera berjalan menuju ruang bawah tanah yang di temukan nya.


Joshua pun mengikuti dari belakang.


Mereka sampai di jalan masuk ruang bawah tanah, di depan mereka ada lubang dengan tangga diagonal yang mengarah ke bawah, menuju ke ruangan gelap dan pengap. Amanda dan Joshua menuruni tangga itu, dengan Amanda di depan dan Joshua mengikuti dari belakang.


Saat mereka semakin kebawah, tekanan akibat energi sihir Mira yang meluap makin kuat, hingga membuat Amanda susah bernafas. Tetapi ia tidak menyerah, dan terus melanjutkan masuk lebih jauh keruang bawah tanah.


Dengan karakteristik Ras Vampir yang bisa melihat dalam gelap, Amanda bisa berjalan di ruangan yang sangat minim pencahayaan tanpa ada masalah. Sedangkan untuk Joshua, ia harus berjalan di dekat Amanda untuk menyusuri lorong yang gelap ini.


"Hah. Hah. Hah. Hah." Amanda terengah-engah saat berjalan semakin kedalam.


"Perlambat langkah mu!" Kata Joshua memberitahu.


Amanda pun menurut dan memperlambat langkah nya, sambil membiasakan diri dengan tekanan energi sihir yang semakin kuat menekan diri nya.


Setelah bebeberapa menit mereka berjalan, mereka pun berhasil menemukan sumber energi sihir Mira. Itu tepat di ruangan di depan mereka, tetapi karena tekanan di ruangan depan begitu kuat. Amanda tidak kuat untuk melanjutkan. Joshua juga begitu, ia juga tidak bisa menahan tekanan yang begitu kuat. Seharus nya tekanan sihir Mira tidak berpengaruh pada Joshua karena dia adalah Homonculus ciptaan Mira. Tetapi karena tekanan ini begitu kuat dari biasanya, Joshua pun kewalahan untuk menahan nya.


Mereka terus berdiam diri, untuk membiasakan diri. Lalu pada saat mereka berdiam diri, dari ruangan tempat tekanan energi sihir berasal terdengar suara teriakan yang sangat kencang.