From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 140 melawan Dragon Leader beserta pasukan nya.



Author's Note : Saya lagi semangat! Cerita masa lalu Mira selesai. Jadi saya bisa fokus untuk melanjutkan cerita utama.


Rasanya seperti melepaskan beban berat pada pundak.


-------------------------------------------


Karena peringatan dari Natasha, pasukan Wyvern menjadi ketakutan.


Mereka menjauh beberapa meter dari kami, Dragon Leader sendiri, tidak kuat untuk bangun.


Aku masih berada di dalam (Barrier) Arisa, aku memutuskan untuk tidak keluar dari (Barrier) Arisa.


Jika aku keluar dari (Barrier) ini, bisa di pastikan aku akan langsung berada dalam bahaya. Tidak, bukan berada dalam bahaya lagi, sudah bisa di pastikan aku akan terbunuh jika aku keluar dari (Barrier) ini.


Aku masih terduduk lemas di tanah, aku tidak bisa berdiri. Padahal dari tadi aku sudah mencoba nya, tapi kaki ku tidak mau menuruti perintah ku.


"Arisa!" Natasha berteriak. "Cepat bawa Mira sejauh mungkin dari sini! Dan Jack! Bantu aku menahan semua pasukan Wyvern ini!"


"Baik!" Arisa dan Jack menjawab secara bersamaan.


Arisa dengan cepat mengangkat ku, kemudian ia menonaktifkan (Barrier) nya. Lalu ia berteleportasi ke tempat yang jauh dari pasukan Wyvern.


"Kak Mira diam di sini! Aku berteleportasi sejauh 5 kilometer dari pasukan Wyvern itu. Jadi mungkin mereka tidak bisa mengejar kita."


"Tunggu Arisa. Bawa aku kembali ke sana!"


Arisa mengabaikan perkataan ku, ia langsung berteleportasi setelah menurunkan ku di tanah.


Perasaan kesal muncul di hati ku, perbuatan yang di lakukan Arisa ini melukai harga diri ku sebagai Player terkuat.


Tapi.....


Aku tidak bisa pergi kesana, saat ini aku tidak bisa berdiri. Kaki ku seakan-akan menolak untuk mengantar kan ku pergi. Karena rasa takut yang kurasakan, aku masih tidak bisa berdiri dengan benar.


Rasanya nya sangat menyebalkan mengetahui diri ku tidak berdaya seperti ini.


"Sialan!" Aku berteriak mengutuk diri ku sendiri.


Perspektif Natasha.


Arisa kembali setelah menteleport Mira.


Ada beberapa Wyvern yang berusaha melacak Mira, tapi para Wyvern yang berusaha melacak Mira itu sudah di hentikan Jack dengan satu tebasan nya.


Aku berharap Arisa menteleport Mira ke kota Cocoa. Karena itu tempat paling aman.


Pedang Sieg memang hebat. Pedang itu mampu menebas para Wyvern hanya dalam sekali tebas, dan Jack lebih hebat lagi, ia mampu mengangkat pedang Sieg. Padahal pedang itu hanya mampu di angkat oleh Sieg seorang.


Melihat hal itu, rasa bangga muncul di hati ku.


Itu seperti melihat saudara yang sudah tumbuh menjadi dewasa.


"Arisa bagaimana dengan Mira?"


"Kak Mira masih tidak bisa berdiri. Mungkin karena Syok setelah menerima serangan Dragon Leader."


Wajar Mira Syok.


Ini adalah pertarungan pertama nya setelah kekuatan nya melemah, dan juga ia juga baru sadar selama beberapa hari. Jadi wajar mental Mira belum siap untuk pertempuran besar seperti ini.


Lebih baik aku cepat membantai mereka sebelum mereka mendatangi Mira.


Dragon Leader berdiri, kemudian ia mengambil jarak beberapa meter dari ku.


Aku merubah perisai darah ku menjadi sebuah pedang, kemudian aku bersiap-siap untuk menyerang Dragon Leader.


"Wahai Ratu Vampir, seperti nya kau sangat peduli terhadap makanan mu itu."


"Makanan? Apa yang kau bicarakan!?"


"Apakah aku salah? Kau begitu peduli terhadap anak manusia yang baru di bawa pergi itu karena dia itu makanan mu kan?"


"Seperti nya kau salah paham di sini Dragon Leader. Gadis kecil berambut perak yang di bawa pergi itu bukan makanan ku. Dia adalah tuan yang paling ku cintai."


"Hahahahahaha," Dragon Leader tertawa terbahak-bahak. "Candaan macam apa ini? Manusia rendahan itu, tuan mu? Sangat lucu sekali. Seperti nya kau sudah melemah ya, Ratu Vampir, Natasha. Bisa-bisa nya kau menganggap manusia rendahan itu tuan mu. Untuk sebuah candaan itu sangat lucu sekali. Hahahahahaha."


"Terserah! Mau menganggap perkataan ku ini sebagai candaan. Tapi yang pasti, kau dan pasukan Wyvern mu akan kami bantai hingga tidak tersisa.


Arisa, Jack. Bersiap untuk bertarung! Pasukan Wyvern nya aku serahkan pada kalian! Dan mahluk rendahan yang di sebut sebagai Dragon Leader ini biar aku yang habisi."


Setelah memberi perintah ke pada Arisa dan Jack, aku menerjang Dragon Leader dengan kecepatan tinggi. Kecepatan ini tidak bisa di lihat oleh mata orang biasa, tapi...


Dan benar saja.


Tebasan pedang ku dapat di tangkis dengan mudah. Dragon Leader menggunakan kuku kaki depan nya untuk menangkis tebasan pedang ku.


Tapi ada perbedaan sekarang, aku tidak bisa mendorong kaki depan Dragon Leader! Dia menjadi sedikit lebih kuat saat aku terakhir menyerang nya dengan hantaman perisai.


"Aku belum selesai." Kata Dragon Leader sambil menundukkan kepala nya melihat ke arah ku.


Dragon Leader membuka mulut nya, mengumpulkan energi panas di dalam mulut nya, kemudian Dragon Leader menyemburkan energi panas itu. Energi panas itu menghasilkan api berwarna oranye sedikit kemerahan seperti cahaya matahari terbenam.


Dragon Leader menyemburkan api ke arah ku melalui celah jari-jari kaki nya.


Saat api menyembur ke arah ku, aku secara reflek melompat ke belakang, menjauh dari Dragon Leader.


Saat aku menjauh, Dragon Leader membentangkan sayap nya, lalu ia terbang menjauh dari ku.


"Tidak akan ku biarkan kau kabur!" Aku berteriak saat melihat Dragon Leader terbang menjauh.


Aku menumbuhkan sayap kelelawar di punggung ku, kemudian aku terbang mengejar Dragon Leader.


Perspektif Mira.


Setelah sekian lama mencoba, aku akhir nya bisa berdiri tegak. Ini bukan di karenakan usaha ku, ini di karenakan rasa takut ku sudah hilang, karena itu aku bisa berdiri.


"Baiklah, sekarang aku tinggal kembali ke tempat Natasha dan yang lain nya."


Di saat aku hendak mengaktifkan (Teleportation) aku merasakan energi sihir yang besar mendekat dari atas langit, aku juga merasakan energi sihir Natasha.


Energi besar yang kurasakan itu pasti milik Dragon Leader. Tidak ku sangka dia akan menemukan ku begitu cepat.


Aku melihat sekeliling mencari tempat sembunyi, kemudian aku melihat sebuah batu besar. Aku putuskan untuk sembunyi di balik batu itu.


Aku berlari dengan cepat ke balik batu besar, saat sudah di balik nya, kaki ku menjadi lemas lagi. Aku pun terduduk lagi di balik batu.


"Tidak ku sangka, aku akan setakut ini saat tahu Dragon Leader datang mendekat." Aku menghembuskan nafas panjang untuk menunjukkan kekesalan ku.


\*\*\*


Arisa dan Jack di kepung oleh ratusan Wyvern.


Sangat mudah bagi mereka untuk menghabisi para Wyvern itu. Tapi ada satu hal yang mengganggu pikiran Arisa, karena hal yang mengganggu itu, Arisa terkena serangan Wyvern hingga ia terluka cukup parah.


"Arisa!" Jack berteriak saat Arisa terkena serangan.


"Tenang Jack!" Jawab Arisa sambil terbaring di tanah memegangi perut bagian kiri nya yang terkena serangan Wyvern. "Aku tidak apa-apa, lukanya bisa ku sembuhkan menggunakan sihir."


Arisa dengan cepat menyembuhkan luka nya, berdiri kembali kemudian ia memanggil para Roh untuk membantu nya menghabisi pasukan Wyvern.


Jack tidak mau kalah, ia menebas lima Wyvern dalam satu tebasan.


Serangan mereka berdua mengurangi jumlah Wyvern secara signifikan.


Tapi sekali lagi, Arisa kena serang! Serangan kali ini cukup parah. Jack yang melihat itu, dengan cepat mendatangi Arisa dan membawa Arisa lari menjauh dari pasukan Wyvern.


Pasukan Wyvern tidak membiarkan Jack membawa Arisa lari, mereka pun mengejar Jack.


Jack berlari sambil menggendong Arisa di punggung nya, saat berlari Jack memberi pertanyaan kepada Arisa.


"Kau kenapa Arisa? Sudah dua kali kau kena serang. Kau tidak seperti biasanya."


"Aku khawatir dengan Kak Mira."


"Kenapa kau khawatir dengan Kak Mira? Kau sudah menteleportasi Kak Mira ke kota Cocoa kan? Jadi seharus nya Kak Mira aman."


"Aku tidak bilang menteleportasi Kak Mira ke kota Cocoa. Aku menteleportasi Kak Mira sejauh 5 kilometer dari sini."


"Kau tidak menteleportasi Kak Mira ke kota Cocoa!?" Jack terkejut. "Kalau begitu....


Dragon Leader yang terbang tadi-"


"Mungkin dia mendatangi Kak Mira."


Jawaban Arisa membuat Jack panik sehingga ia tidak merasa kalau ia juga kena serang hingga menyebabkan luka fatal.


Luka itu menggores leher Jack sangat dalam hingga Jack mengeluarkan banyak darah.


Serangan itu berasal dari kuku yang di terbangkan oleh salah satu Wyvern.