From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 117 Membeli hewan ternak



Aku menatap ke arah pria yang di samping Lizard. Pria itu bernama Rio. Dia adalah Ras Giant yang sangat menyukai uang, jika ber urusan dengan uang, ia akan menjadi paling semangat untuk membahas nya. Ia juga sangat licik dalam menguras uang dari pelanggan nya. Karena itulah ia menyukai ku, atau lebih tepat nya ia menyukai uang ku.


Rio tersenyum jahat, sepertinya ia berniat menguras habis uang ku. Aku meminun teh ku dengan tenang, lalu Rio mengambil kertas di saku jas nya.


"Nona Mira.." Kata Rio sambil menyodorkan kertas. "Ini untuk rincian harga nya."


Aku mengambil kertas itu dengan tangan kiri ku, lalu aku mengambil cemilan dengan tangan kanan ku. Aku menyuap cemilan ke mulut ku, sambil membaca kertas yang di berikan Rio.


Aku melihat harga yang sangat mahal untuk semua jenis binatang ternak. Dan juga harga betina lebih mahal dari pada harga jantan! Apakah memang seperti itu harga nya? Aku tidak tahu... Yang pasti harga yang di tawarkan sangat tidak masuk akal. Uang ku lebih dari cukup membeli nya, tapi tidak dengan uang pajak. Uang pajak tidak cukup untuk membeli satu hewan yang di tawarkan.


Aku menaruh kertas di atas meja lalu aku menelan cemilan yang ku makan.


"Bagaimana Nona Mira? Apakah anda sudah memutuskan?" Kata Rio sambil menggosok-gosok kedua tangan nya.


"Apakah ada yang lebih murah dari ini?"


"Saya tidak menyangka kata-kata itu keluar dari anda... Saya sedikit kecewa mendengar nya." Kata Rio sambil mengambil kertas yang ku taruh di atas meja.


"Apakah salah aku menawar?"


"Tidak-tidak... Justru saya sedikit lega... Ternyata anda juga bisa menawar, biasa nya anda tidak pernah menawar."


"Begitu ya.... Jadi apakah ada yang lebih murah?"


"Tentu saja ada.... Apakah anda ingin melihat nya?"


Aku melihat ke arah Natasha. Kemudian Natasha mendekat kan mulut nya ketelinga ku. "Sebaiknya kau gunakan saja uang mu, untuk membeli hewan yang terdaftar di selembaran tadi... Dari wajah nya itu, dia pasti merencakan sesuatu." Kata Natasha berbisik


"Kita lihat dulu... Tergantung situasi nya, mungkin aku akan menggunakan uang ku." Jawab ku dengan berbisik juga.


Natasha menjauhkan kepala nya. Aku berdehem, lalu aku melihat ke arah Rio.


"Baiklah Rio... Bisa kau antar aku ke binatang ternak yang kau maksud?"


Rio tersenyum lalu ia menggosok-gosok telapak tangan nya. "Baiklah akan saya antar kesana." kata Rio sambil tersenyum licik.


Aku dan Natasha berada di rumah Rio. Kami berdua di antar menuju suatu ruangan, saat sampai di ruangan, Rio menyuruh kami duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sedangkan ia berjalan menuju pojok ruangan.


Saat di pojok ruangan, Rio menyentuh dinding. Ia menyentuh selama lima detik, setelah lima detik keluar sesuatu dari dalam dinding, yang keluar adalah selusin Cristal sihir!


Rio mengambil tiga dari Cristal sihir itu, lalu ia memberikan aku dan Natasha masing-masing satu Cristal sihir.


"Aku sudah mengatur kordinat teleportasi nya.. Jadi kalian hanya tinggal mengaktifkan nya saja." Kata Rio sambil tersenyum licik.


Jika di lihat dari wajah nya, sudah jelas Rio merencanakan sesuatu. Tapi aku berpikir, walaupun Rio merencanakan sesuatu, aku hanya tinggal menghancurkan rencana nya saja.


Cristal di tangan ku dan di tangan Natasha menyala, melihat hal itu, senyum Rio makin melebar. "Sekarang banting Cristal nya!" Kata Rio dengan suara tenang dan datar.


Aku dan Natasha berdiri, lalu aku dan Natasha membanting Cristal yang kami pegang ke lantai. Dalam sekejap mata, kami tiba di depan sebuah bangunan besar.


"Te-tempat apa ini!?" Kata Natasha terkejut.


Cahaya berbentuk manusia muncul di samping Natasha, satu detik kemudian cahaya itu berubah menjadi manusia, atau lebih tepat nya berubah menjadi Rio! Itu adalah efek dari Cristal teleportasi.


"Bagaimana pendapat kalian?" Tanya Rio.


"Bagunan yang bagus. Ngomong-ngomong tempat apa ini? Dan kita ada di mana?"


Rio melihat ke arah ku. "Ini adalah gudang tempat saya menyimpan barang... Dan kita sekarang ada di benua Festria!"


"Benua Festria itu kan... Tempat tinggal Ras Dragon dan Ras Giant... Tapi yang ku lihat tempat ini tidak memiliki tanda kehidupan." Kata Natasha sambil melihat sekeliling.


"Benar yang di katakan Natasha, aku juga tidak melihat adanya mahluk hidup di sekitar sini."


Rio tertawa kecil mendengar perkataan kami. "Tentu saja tidak ada... Dragon dan Giant saat ini sedang berada di pusat benua. Sedangkan tempat kita sekarang ada di pinggir Benua.. Jarak dari sini menuju pusat Benua sangat jauh... Bahkan Giant dalam keadaan tubuh nya membesar memerlukan waktu tiga hari! Untuk sampai ke pusat Benua."


"Begitu ya.... Jadi di mana binatang ternak nya? Tidak mungkin kau membawa kami kemari hanya untuk memamerkan gudang mu saja kan?"


"Jangan sebut bangunan tempat penyimpanan barang saya dengan sebutan gudang!" Jawab Rio dengan nada tinggi, ia seperti nya sedang marah. Tapi aku dan Natasha tidak dapat memastikan saat ini ia sedang marah atau tidak, karena Rio dari awal kami datang sampai sekarang ia hanya memasang senyum licik.


Rio menghela nafas panjang. "Ikuti aku!" Kata Rio sambil berjalan menuju tempat penyimpanan barang.


Aku dan Natasha mengikuti Rio.


Saat kami di dalam, aku dan Natasha di buat terkejut. Walaupun ia bilang tempat penyimpanan barang, di dalam bangunan tidak ada apa-apa! Ruangan nya kosong!


"Apakah semua barang mu di curi?" Kata Natasha sambil menahan tawa nya.


Rio tertawa terbahak-bahak. "Tentu saja tidak. Saya menyimpan barang nya di..."


"Di dimensi buatan."


"Nona Mira memang hebat!!... Anda sudah bisa menduga nya!"


Awal nya aku memang terkejut, tapi setelah aku memakai (Clairvoyance) aku dapat melihat barang-barang nya di simpan di dalam sebuah di mensi yang memenuhi ruangan penyimpanan. Jika ku perhatikan, sihir yang di pakai adalah sihir tingkat atas! Itu tanda kalau Rio sangat berhati-hati menyimpan barang-barang nya.


"Kalau begitu akan saya buka kunci untuk hewan ternak nya!" Kata Rio. Kemudian ia menjentikkan jari nya. Setelah itu mencul asap tebal yang memenuhi ruangan, beberapa detik kemudian asap menghilang, lalu di depan kami muncul banyak hewan ternak. Seperti Sapi, Domba, Kambing, Ayam, dan ****.


"Ini adalah hewan ternak yang saya jual!" Kata Rio berteriak.


"Jadi di mana hewan ternak yang murah?" Tanya Natasha.


"Ikuti saya! Akan saya tunjukkan hewan nya!" Kata Rio sambil berjalan semakin ke dalam bangunan.


Kami sampai di suatu kelompok hewan ternak, entah kenapa kelompok hewan ternak ini di tempatkan agak sedikit jauh dari kelompok hewan ternak lain nya.


"Ini binatang yang saya sebutkan tadi.. Harga binatang ini memiliki setengah harga dari binatang yang lain."


"Kalau begitu saya berikan setengah lagi."


Natasha menggelengkan kepala nya.


"Kalau begitu setengah dari setengah nya lagi!"


"Tunggu sebentar..." Natasha menghitung harga nya dengan tangan. Kemudian ia berteriak. "Kalau begitu harga nya 1 keping koin emas untuk satu binatang!"


Rio mengangguk. "Bagaimana murah kan? Kalau anda masih berfikir mahal, saya akan berikan setengah nya lagi!"


"Kalau begitu lima puluh keping koin perak... Itu sudah sangat murah... Kami setuju!" Kata Natasha sambil menyalami Rio.


Rio tertawa kecil.


Aku menendang bokong Natasha, Natasha langsung merintih kesakitan. "Apanya yang kami!? Kau hanya memutuskan nya sendiri."


Natasha menggosok-gosok bagian tubuh yang ku tendang. "Tapi Mira... Harga nya sudah murah sekali!"


"Kau itu di tipu Natasha... Binatang-binatang itu sakit! Makanya dia mau menjual nya dengan harga murah."


"Saya tidak menyangka. Anda bisa mengetahui nya." Kata Rio dengan ekspresi cemas.


Natasha menarik kerah baju Rio. "Sialan kau!!" Kata Natasha sambil bersiap memukul Rio.


"Nona Mira bilang ingin binatang murah kan.... Binatang murah itu adalah binatang yang sakit-sakitan... Aku tidak salah!" Kata Rio kesal sambil melepaskan tangan Natasha.


"Seperti biasa, kau memang licik."


Rio tersenyum jahat. "Jadi... Bagaimana Nona Mira? Apakah anda ingin membeli binatang sakit itu dengan harga murah? Atau membeli binatang sehat dengan harga mahal?"


"Sebelum itu aku memiliki satu pertanyaan."


"Apa itu?"


"Apakah binatang sakit itu masih bisa kurang harga nya?"


"Tentu saja... Harga terendah adalah seratus keping koin perunggu!"


"Baiklah... Aku beli! Tolong berikan Sapi jantan dan betina, Domba jantan dan betina, Kambing, dan ****... Masing-masing sepuluh ekor. Lima jantan dan lima betina!"


Natasha mendekat pada ku. "Kau serius Mira?" Kata Natasha.


"Tentu saja, aku serius!"


"Terjual!" Kata Rio. "Sebelum itu...." Rio mengambil sesuatu di saku jas nya. "Tolong tanda tangani surat ini!" Rio menyerahkan selembar kertas dan sebuah bulu burung yang di ujung nya basah dengan tinta.


Aku membaca kertas yang di berikan Rio. Selama aku membaca Rio berbicara.


"Di surat itu tertulis.. Anda setuju membeli hewan ternak sakit.. Dan tidak akan mengembalikan hewan ternak apapun yang terjadi. Jika setuju tolong tanda tangani di bagian bawah kertas."


Aku menanda tangani kertas yang di berikan Rio, setelah ku tanda tangani, kertas itu langsung terbakar. "Baiklah perjanjian sudah tertulis... Jika anda melanggar nya, anda akan mati!"


Aku mengangguk.


Kemudian Rio mengambil binatang yang ku pesan. Ia mengikat leher binatang ternak itu dengan tali lalu ia memberikan binatang itu ke Natasha.


"Natasha bisa kau tahan mereka agar tidak lari?"


"Te-tentu saja!"


Aku mengarahkan tangan ku ke hewan ternak yang di tahan Natasha. Kemudian aku berbisik. "Super Magic Activated!"


Natasha terkejut. "Mi-Mira ka-kau tidak akan menggunakan sihir..."


Rio juga ikut terkejut. "E-energi sihir apa ini!? Ba-baru kali ini aku melihat manusia mengeluarkan energi sihir sebesar ini!?"


"Natasha tahan!"


"Ba-baik!"


"Super Magic: Heal. Super Magic: Purification. Super Magic: Recorvery."


Lingkaran sihir mengelilingi Natasha dan hewan ternak yang ia tahan. Lalu cahaya terang muncul dari lingkaran sihir. Beberapa detik kemudian hewan-hewan ternak yang di pegang Natasha sembuh. Aku dengan cepat membatalkan sihir ku.


Saat sihir ku batal kan. Aku merasakan sakit yang sangat mengerikan. Rasa sakit itu seperti menghancurkan tubuh ku... Pandangan ku menjadi berkunang-kunang.


"Mi-Mira hi-hidung mu!"


Aku menggosok hidung ku! Aku merasakan cairan keluar dari hidung ku. Aku melihat cairan yang tertempel di tangan ku. Cairan itu adalah darah!


"Jadi... Begini... Dampak... Nya." Nafas ku sangat berat, hal itu membuat ku susah berbicara.


Rio berdecak kagum melihat sihir yang ku keluarkan. "Sungguh sihir yang hebat. Hewan ternak yang sakit-sakitan sudah sembuh sekarang! Tapi.... Tubuh anda tidak kuat untuk menahan sihir kuat seperti itu. Saran saya, jangan pernah gunakan lagi sihir itu! Jika anda mati, pemasukan uang saya akan berkurang."


Nafas ku tersengal-sengal. Aku membalas perkataan Rio dengan perkataan yang tidak jelas. "Akan... Aku..."


Natasha mendekati ku, lalu ia menepuk-nepuk kepala ku. "Sudahlah... Ayo cepat kita ke Cocoa! Aku ingin kau beristirahat setelah sampai di sana!"


Aku mengangguk perlahan.


Natasha mengeluarkan dua Cristal sihir, ia memegang tali ikatan binatang ternak kuat-kuat setelah itu Natasha membanting Cristal sihir. Setelah Natasha membanting, selanjut nya aku yang membanting Cristal sihir ke tanah.


Rio yang melihat Mira dan Natasha menghilang tersenyum licik. "Kali ini aku gagal meraih untung lebih. Tapi... Selanjutnya aku akan mendapat untung yang lebih besar dari anda... Nona Mira." Rio menjentikkan jari nya, asap tebal muncul, lalu semua binatang ternak menghilang, dan hanya menyisakan Rio sendiri di ruang penyimpanan barang.


Sebulan setelah Mira membeli binatang ternak, di daerah pembuangan kota Cocoa sudah menjadi peternakan besar. Sehingga kota Cocoa menjadi tempat penjualan binatang ternak terbesar di Fantasia. Dan kota Cocoa memiliki kuliner khas, nama kuliner itu adalah Chocolate.