
"Sialan kalian!!" Arisa berteriak.
Arisa langsung membatalkan Barrier nya, mengambil tongkat sihir di (Inventori), kemudian mengarahkan nya ke para penyihir yang lain.
"Super Magic Activated!" Kata Arisa.
Dalam nada suara Arisa, bisa tergambarkan perasaan nya. Saat ini dia marah, bercampur sedih. Arisa marah pada para penyihir yang membuat kesimpulan bodoh! Mereka semua tidak berpikir, mereka ketakutan karena melihat energi sihir Mira!
Arisa sedih, karena kekuatan yang dia dapatkan dari hutan Roh tidak bisa melindungi Mira. Untuk apa aku mendapatkan kekuatan tambahan kalau aku tidak bisa melindungi Kak Mira! Pikir Arisa.
Aku bodoh!
Aku Naif!
Aku bodoh!
Aku Naif!
Aku bodoh dan Naif!
Aku terlalu bangga karena aku mendapatkan kekuatan tambahan dari para Roh, tapi kenyataan nya, kekuatan itu tidak berguna! Sialan!! Sialan!!
"Sialan!!" Arisa berteriak. "Sialan kalian semua!"
Energi sihir Arisa meluap-meluap, energi sihir nya menciptakan angin kencang, para penyihir yang melihat sekaligus merasakan energi sihir Arisa, bergetar ketakutan. Kaki yang menjadi alat untuk menopang tubuh mereka tidak berguna, mereka semua terduduk karena energi sihir yang di keluarkan Arisa.
"Akan kubunuh kalian!..... Tidak, aku tidak akan membunuh kalian!" Kata Arisa dengan suara berat saat merubah keputusan nya. "Akan ku siksa kalian! Siksaan yang lebih buruk dari pada kematian! Ini hukuman untuk kalian!" itu benar! Ini hukuman karena telah melukai Kak Mira! Pikir Arisa kesal. "Sillvaine, Genome, Salamender, Leviathan! Jika kalian memberikan ku kekuatan! Berikan pada ku sekarang!"
Energi sihir Arisa makin meluap-luap. Bahkan sekarang energi Arisa setara dengan 90% kekuatan Natasha. 90% persen kekuatan Natasha, setara dengan 70% kekuatan Mira sebelum tubuh nya melemah. Saat ini Arisa benar-benar menghabiskan seluruh energi sihir nya untuk menyiksa para penyihir kerajaan.
"Akan ku ulang mantra nya sekali lagi... Super Magic Activated! Super Magic : Four Element. Elf Skill : Spirit Control!."
Tanah bergetar, di belakang tubuh Arisa muncul gelombang tinggi, kemudian dari atas langit yang tidak memiliki apa-apa itu, muncul angin topan di sertai api yang mengelilingi nya.
Itu adalah serangan yang menbuat para penyihir jatuh kedalam lubang karena tanah terbelah, setelah jatuh ke dalam lubang. gelombang besar memenuhi lubang itu, jika ada orang yang tidak bisa berenang, mereka akan mati karena tenggelam. Setelah terendam air, para penyihir akan terhisap ke dalam angin topan, sewaktu di dalam angin topan, para penyihir akan di panggang hidup-hidup, karena di dalam topan ada lidah api yang sangat panas yang siap membakar tubuh para penyihir.
Sihir itu tidak berlangsung lama, hanya tiga detik saja. Setelah sihir itu selesai, para penyihir tergeletak di tanah.
"Kalian mati?" Kata Arisa. "Kalian tidak mungkin mati kan? Aku belum puas menyiksa kalian!"
"Heal!"
Tubuh para penyihir yang tergelatak bercahaya, beberapa detik kemudian cahaya itu menghilang. Para penyihir bangkit kembali.
"Ka-kami masih hidup! Ke-kenapa?"
"Baguslah kalian belum mati. Jika kalian mati, rasa kesal ku tidak akan hilang! Aku akan terus menyiksa kalian hingga rasa kesal di hati ku ini menghilang!"
Arisa tersenyum jahat ke pada semua penyihir. Nasib para penyihir sangat buruk! Mereka tidak mati karena serangan dahsyat milik Arisa, jika para penyihir mati, mereka tidak akan kena siksa dengan Arisa. Siksaan Arisa lebih buruk dari pada kematian! Dan sekarang siksaan itu sedang berlangsung, dan korban nya adalah para penyihir kerajaan yang tidak beruntung.
Siksaan kali ini lebih ramah, karena Arisa tidak menggunakan sihir super nya. Kali ini Arisa menggunakan sihir (Barrier).
Pertama-tama Arisa mengurung semua penyihir di dalam (Barrier).
Setelah itu Arisa menggunakan sihir tanah untuk membuat duri tajam, duri itu menusuk kedua kaki para penyihir. Saat tertusuk Para penyihir berteriak sangat keras, tapi teriakan itu tidak terdengar hingga keluar (Barrier), karena (Barrier) yang di gunakan Arisa untuk menyiksa para penyihir adalah (Barrier) khusus.
Setelah menusuk kaki para penyihir dengan sihir tanah, Arisa menggunakan sihir api untuk menciptakan lidah Api, lidah api itu membakar tubuh para penyihir, kemudian Arisa menggunakan sihir Angin untuk memotong-motong tubuh para penyihir.
Arisa berusaha untuk tidak membunuh para penyihir, karena itu Arisa menggunakan sihir penyembuh setelah menyiksa para penyihir. Setelah penyihir sembuh Arisa akan menyiksa mereka lagi, lalu menyembuhkan mereka bila mereka sekarat, kemudian menyiksa lagi.
Hal itu terus di lakukan Arisa hingga Arisa puas.
Perspektif : Natasha.
Matahari sudah terbenam, para penyihir bersama dengan Arisa masih berdiri di samping kasur Mira, tubuh mereka bercahaya remang-remang. Kata Raja, mereka semua memasuki pikiran Mira.
Mereka sudah melakukan nya dari siang, aku kira proses menghilang kan kutukan akan berlangsung cepat, seperti Mira dulu menghapus sihir pengendali pikiran Jack. Tapi ternyata menghilangkan kutukan lebih lama dari yang aku pikirkan.
Raja dari tadi siang sudah berjalan ke sana kemari di kamar Mira, Ratu juga selalu menggoyangkan kaki nya waktu duduk di meja, sedangkan Yuri berbicara berduaan bersama Jack. Awal nya Yuri juga gelisah, tapi Jack memberanikan diri untuk menenangkan Yuri. Dan usaha Jack tidak sia-sia, dia sudah berbincang-bincang bersama Yuri semenjak tadi siang.
Aku harap tidak terjadi apa-apa selama proses menghilangkan kutukan ini.
Harapan ku tidak terkabulkan, hal itu di tandai dengan Mira yang tiba-tiba batuk dan dia mengeluarkan darah dari mulut nya. Yuri dan Ratu langsung panik! Mereka berdua mendekati mendekati Mira, tapi Raja menghentikan mereka sebelum mereka mendekati Mira.
"Aku harap perkataan mu benar Charlesius!" Kata Ratu.
"U-ugh!" Raja menunjukkan wajah bermasalah di depan Ratu.
Kejadian buruk terus terjadi!
Kali ini para penyihir kerajaan yang mengalami nya. Tubuh mereka mulai terluka, dan luka itu bukan luka ringan tapi luka berat, tapi sedetik kemudian luka itu langsung sembuh, sedetik berikutnya luka berat muncul lagi bahkan tubuh mereka sampai terpotong, kemudian sembuh lagi. Kejadian itu terus berulang!
Tapi yang aneh nya, tubuh Arisa tidak menerima luka seperti para penyihir kerajaan.
Pasti Arisa melakukan sesuatu di dalam pikiran Mira. Aku harap dia tidak melupakan tugas nya.
Jack mendekati ku, kemudian ia berbisik di samping ku.
"Pasti Arisa yang menyebabkan tubuh para penyihir terluka! Tapi..... Kenapa Kak Mira juga ikut terluka? Apakah Arisa juga yang menyebabkan luka itu?"
"Apa kau pikir Arisa akan melakukan hal itu?"
"Tidak! Aku tidak berpikir Arisa akan melakukan hal seperti itu! Hanya saja....."
"Hanya saja?"
"Hanya saja aku berpikir Arisa seperti nya lupa dengan tujuan nya!"
"Kau juga berpikir seperti itu ya?"
Kali ini aku yakin. Arisa pasti melupakan tujuan nya!
Itu sudah pasti...... Dia benar-benar melupakan tujuan nya!
"Punya kembaran itu merepotkan ya?" Aku bertanya ke Jack.
"Sangat!" Jawab Jack.
"O iya... Siapa yang lebih tua di antara kalian?"
"Jawaban nya sudah jelas kan?"
"Hmmm.... Jadi siapa?"
"Tentu saja aku!" Jawab Jack menyombongkan kan diri.
Perspektif : Mira.
Uuugh!!
Kepala ku sakit!!
Sialan!! Tanpa sihir, aku ternyata hanyalah seorang gadis kecil yang tidak berdaya!
Aku sadar bersamaan dengan diri ku yang lain. Aku tidak menyangka, sihir jenis kutukan bisa menembus (Barrier). Aku mendapatkan ilmu yang berguna selama di dunia monokrom ini.
Saat kesadaran ku sudah pulih, aku melihat Arisa sedang mengurung para penyihir kerajaan di dalam Barrier, dan juga sihir Arisa sedang meluap-luap kali ini, dan juga sihir nya lebih kuat! Apakah ini karena Arisa mendapatkan kekuatan dari para Roh?
Hmm! Pasti itu jawaban nya!
"Uwah! Arisa betul-betul menyiksa para penyihir kerajaan!" Diri ku yang lain berbicara memberikan komentar.
"Kalau begitu, kita selesaikan tahap kedua nya selama Arisa menyiksa para penyihir itu!"
"Tapi, Arisa betul-betul melupakan tujuan utama nya datang kesini. Seharus nya dia menyembuhkan kita dulu kan? Lalu dia bisa menyiksa para penyihir itu!"
"Biarkan saja... Yang lebih penting, ayo cepat kita mulai tahap kedua nya!"
"Iya, iya!"
Diri ku yang lain mulai memegang tangan ku.
Tahap kedua pemulihan diri adalah mentransfer 70% energi sihir ku pada diri ku yang lain.
Tanpa basa-basi, aku pun mentransfer energi sihir ku.