
3 hari aku berjalan menggunakan kereta kuda, akhirnya aku sampai di kota Tiramisu. Di kota ini terdapat banyak ras yang tinggal, dan juga kita di kelilingi perbukitan. Aku bisa melihat di atas bukit yang paling tinggi terdapat sebuah kastil, jika melihat dari buku sejarah yang pernah di ceritakan Shina, kastil itu mungkin kastil pemimpin ras Vampir yang sudah punah.
Aku berjalan mengelilingi kota Tiramisu untuk mencari sebuah penginapan, yang membuat ku kesal dengan kota ini adalah setiap beberapa menit aku berjalan, aku selalu diganggu oleh beberapa orang pria mencurigakan. Kali ini sudah ke 10 kalinya aku diganggu dengan beberapa pria di kota ini, aku pun langsung lari meninggalkan beberapa pria itu. Untungnya mereka tidak mengejarku.
Selama beberapa jam aku berjalan, perut ku terasa lapar. Aku pun mencari tempat makan yang paling murah di kota ini, aku pun mendapatkan restoran kecil yang rata-rata pelanggan nya pria yang berbadan besar.
Aku duduk meja makan yang terletak di dekat pintu keluar, untuk persiapan jika aku diganggu lagi aku bisa langsung lari. Aku memanggil pelayan untuk memesan makanan. Pelayan pun datang, lalu aku memesan makanan yang paling murah, setelah menunggu beberapa menit, akhirnya makanan yang kupesan pun datang.
Aku memakan makanan ku dengan tenang, untungnya para pria di restoran ini tidak mengganggu ku. Aku mendengar pembicaraan beberapa pria yang berada di dekat ku.
"Apa kalian tahu pedang pahlawan yang tersegel di kastil di atas bukit?"
"Tentu saja kami tahu, hanya reinkarnasi pahlawan yang bisa mengangkatnya."
"Siapa kira-kira reinkarnasi pahlawan itu ya, tapi menurut buku yang ku baca, reinkarnasi pahlawan pasti seorang laki-laki yang gagah berani."
"Laki-laki yang gagah berani, berarti perempuan tidak bisa dong."
"Tentu saja, ngomong-ngomong tentang perempuan, anak yang duduk disana itu cantik juga ya."
"Iya kau benar. Kalau kita menangkap dan menjualnya pasti kita akan untung."
Aku bisa dengar kalian dasar bodoh, jangan kira kalian bisa menangkap Mira yang imut ini.
Aku pun dengan cepat menghabisi makanan ku, lalu aku meninggalkan uang di atas meja dan bergegas pergi dari restoran itu. Aku berjalan dengan langkah cepat supaya para pria tadi tidak bisa mengejarku.
Setelah berjalan keliling kota sampai sore, aku tetap tidak berhasil menemukan penginapan. Tanpa ku sadari perut ku lapar lagi, lalu aku melihat toko ayam bakar beberapa meter di arah depan.
Aku mendatangi toko ayam bakar itu dan memesan 3 potong ayam bakar. Penjual ayam bakar itu membakar ayam dengan sangat handal, lalu penjual ayam itu berbicara padaku sambil membakar ayam nya dengan mahir.
"Biar ku tebak nona muda ini pasti mencari penginapan kan."
"Iya benar tapi aku tidak menemukan satupun penginapan."
"Tentu saja tidak ada, kota Tiramisu tidak memiliki penginapan, kau harus membeli rumah untuk tinggal disini."
"Beli rumah!?" aku terkejut.
"Benar, walaupun orang itu datang hanya sehari, ia harus tetap membeli rumah."
"Kenapa begitu?"
"Dulu kota ini memiliki penginapan seperti kota biasa, tapi ada orang kaya yang membeli semua penginapan di sini, dia bilang kalau dia tidak akan menyewakan penginapan nya. Dan orang yang ingin menginap di sini harus membeli penginapan nya."
"Apa-apaan itu?!"
"Cerita yang bodoh kan, aku tidak tahu apa yang orang itu pikirkan." penjual itu memberikan ayam yang ku pesan sebelumnya. "Ini ayam mu sudah jadi."
"Terima kasih," lalu aku memberinya uang. "O, iya. Dimana orang kaya itu tinggal, aku tidak mau tidur di jalan malam ini, lebih baik aku membeli rumah saja."
"Rumah nya ada di-" penjual ayam memberitahu rumah orang kaya itu padaku.
Aku berjalan sesuai arahan penjual ayam beritahukan padaku, akhirnya aku sampai di sebuah Vila besar. Aku ingin memasuki vila itu, tapi penjaga vila itu menghalangi ku, aku pun menjelaskan kepada penjaga, kalau aku datang ke sini ingin membeli rumah. Tapi penjaga tidak percaya, ia bilang mana ada anak kecil bisa membeli rumah.
Aku tetap memaksa masuk, akhirnya penjaga itu memutuskan bilang pada tuan nya terlebih dahulu, setelah beberapa menit penjaga itu sudah memberitahu kepada tuan nya. Kata tuan nya, jangan pernah menghalangi orang yang ingin membeli rumah padaku.
"Selamat datang di agen rumah R, perkenalkan namaku Rio. Pemilik agen rumah R." suara pria itu sangat cempreng.
"Salam kenal, nama saya Mira. Anu boleh aku bertanya?"
"Silahkan, kau ingin bertanya apa?"
"Apakah anda ras Giant? saya pernah baca di buku kalau ras Giant jika tidak dalam mode bertempur memiliki tinggi yang lebih 2 meter."
"Kau sangat jeli nona muda, itu benar aku ras Giant. Jangan cuma berdiri saja nona muda, silahkan duduk!"
Aku mengangguk, lalu aku duduk di sofa. Rio beranjak dari kursi nya, saat dia berdiri tubuh nya terlihat sangat besar. Ia berjalan mendekati sofa yang berada di depan ku, lalu ia duduk di sofa yang ada di depan ku.
"Baiklah nona muda, kau ingin rumah seperti apa?"
"Kalau bisa yang paling murah."
"Yang paling murah ya? Tunggu sebentar," Rio berdiri lalu dia pergi keluar ruangan selama beberapa menit. Akhirnya ia kembali lagi sambil membawa secarik kertas. "Aku menemukan rumah berharga murah yang masih tersisa."
"Lalu berapa harganya?"
"Harganya 500.000 koin."
"500.000 koin?"
Rio mengangguk, menanggapi pertanyaan ku.
500.000 koin itu cukup untuk biaya hidup ku selama 1 bulan, bahkan raja saja sebelum aku berangkat hanya memberiku 600.000 koin. Uangku sekarang hanya 550.000 koin, untuk kedepan nya aku mau makan apa dengan 50.000 koin.
Aku memukul meja dengan keras. "Apakah anda bermaksud menipu saya, walaupun saya hanya seorang gadis kecil, saya tidak akan tertipu semudah itu."
"Tenang nona muda, ini harga paling murah untuk sebuah vila."
"Vila!? Saya meminta rumah bukan vila."
"Sama saja kan, jadi nona muda mau beli atau tidak?"
Bagaimana ini, duit ku untuk makan sebulan akan habis dalam sehari saja. Bagaimana aku bisa makan nanti, lalu aku teringat hal yang sangat penting.
Tunggu dulu, aku kan masih ada miliaran koin di inventori ku, jadi untuk apa aku panik. Aku betul-betul lupa tentang inventori.
"Baiklah saya beli vilanya."
"Terjual. O, iya nona muda. Selama ini tidak ada yang mau mendekati vila itu karena jarak nya sangat dekat dengan kastil pemimpin Vampir."
"Jadi kau benar-benar menipuku sialan!"
Rio hanya tertawa, aku pun memberi uang kepada Rio dan meninggalkan vila tempat Rio tinggal, sebelum aku pergi Rio memberi ku peta, untuk sampai ke vila.
Akhirnya aku sampai di vila yang kondisinya sangat menyeramkan, cat nya sudah memudar, banyak rumput panjang yang tumbuh mengelilingi halaman vila dan langit-langit vila yang hampir roboh.
"Serius. vila jelek ini?! Haaaaah! Sepertinya aku harus membuat vila ini menjadi bagus kembali."