
Aku tertidur di tempat yang gelap, aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur, yang pasti aku tertidur sudah sangat lama.
Aku di segel dengan sihir Khusus, ini semua dilakukan agar peperangan antara semua Ras berhenti. Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak, tapi yang menyarankan nya adalah Budak ku yang paling setia. Bernama Sieg, dia datang kepada ku dan berlutut, dia bilang dia menghianati seluruh Ras karena dia mencintai ku.
Aku bingung dengan perkataan nya, apa itu cinta? Aku sama sekali tidak mengerti. Tapi, karena dia sudah datang kehadapan ku, aku pun memutuskan untuk menjadikan nya budak. Beberapa bulan berlalu, perang semakin berkecamuk, banyak anggota Ras ku yang mati, begitu juga dengan pihak musuh. Sebenarnya aku ingin menghentikan perang ini, tapi itu tidak bisa. Aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya seluruh Ras membenci Ras Vampir.
Ke esokan hari nya, budak Ku Sieg mengusulkan untuk menyegel kami. Itu dilakukan agar seluruh Ras menganggap kami punah, aku yang sudah muak dengan perang, menyetujui usulan Sieg. Aku dan seluruh Ras ku pun tersegel. Dan sekarang waktu sudah lama berlalu, aku tidak tahu berapa lama yang pasti sudah ratusan, atau bahkan ribuan. Hati ku mulai putus asa, aku mulai berfikir mungkin aku dan Ras ku tidak dapat di bebaskan lagi.
Seakan-akan langit mendengar keputus asaan ku, aku melihat cahaya, aku yang sudah tetidur di tempat yang gelap melihat cahaya! Aku mencoba mendekati cahaya itu, cahaya itu makin hangat dan makin nyaman saat ku dekati.
Dan tiba-tiba aku tersadar dari tidur ku, aku melihat aku masih berada di ruang tahta kastil ku, aku telah terbebas! Budak ku Sieg pernah bilang, yang akan membebaskan ku adalah renkarnasi nya yang gagah berani, aku mencoba memberi salam pada renkarnasi Sieg, tapi saat kesadaran ku sudah kembali sepenuh nya, aku melihat seorang gadis kecil berambut perak berdiri di depan ku. Jika di perhatikan dia masih berumur sepuluh tahun, tapi yang paling membuat ku heran adalah dia bisa mengangkat pedang Sieg. Itu menandakan dia adalah reinkarnasi pahlawan Sieg. Aku pun mencoba untuk menjadikan nya seorang Budak Darah ku, tapi dia melawan ku, seharus nya dia menerima dengan senang hati jika dia reinkarnasi Sieg.
Gadis kecil berambut perak terus mencoba melawan ku dengan pedang Sieg, tapi dari gerakan nya, dia seperti nya tidak tahu ilmu berpedang. Aku sedikit kecewa dengan reinkarnasi Sieg. Setelah dia terdesak dia memperkenalkan diri nya, lalu dia meminta maaf pada ku. Dia bilang dia tidak melawan ku dengan serius. Untuk seorang gadis kecil dia sangat sombong.
Saat dia memperkenalkan diri nya, dia menyebut nama nya Mira. Saat dia mulai serius dia melepaskan pedang Sieg, apakah dia bercanda? Tapi energi sihir di sekitar nya tidak mengatakan begitu. Tanpa sadar aku menjadi waspada pada gadis kecil bernama Mira yang sedang ku lawan, setelah itu, aku merasakan ketakutan yang luar biasa, aku tidak bisa mejelaskan bagaimana kekuatan itu, tapi rasa nya aku sangat menakutkan... Aku tidak kuat berdiri, rasanya aku ingin menangis, air mata ku tidak terbendung lagi, aku melihat wajah gadis kecil bernama Mira, ia memiliki senyum Ibils, bahkan lebih parah dari Iblis, ia seperti Raja Iblis, bahkan lebih lagi dari raja Iblis, ia sangat menakutkan! Aku ingin lari tapi aku tidak bisa! Jika begini terus aku akan terbunuh.
Aku menangis, untuk meminta belas kasihan. berharap ia mau mengampuni ku.
Tapi ia seperti nya tidak mau mengampuni ku, ia mendekati ku. Saat sudah di hadapan ku, aku melihat wajah nya, wajah nya menjadi kabur, karena penglihatan ku ditupupi air mata. Tapi yang pasti, saat ini gadis kecil bernama Mira tidak menatap ku dengan tatapan membunuh, ia menatap ku dengan senyuman imut di wajah nya.
Setelah melihat itu, aku makin menangis. Bukan karena aku takut, tapi karena aku lega. Setelah menenangkan diri ku, aku berbincang-bincang pada gadis kecil bernama Mira.
Dan hal yang mengejutkan, dia bilang ada catatan yang menyuruh nya untuk tidak melepaskan segel yang di tanamkan oleh Sieg. Apa maksudnya ini? Apakah Sieg memang berniat untuk menyegel kami selama nya?
Gadis kecil bernama Mira itu menyuruh ku untuk tidak terlalu memikirkan masalah itu. Setelah itu ia mengucapkan kalimat yang mengejutkan lagi.
"Coba kau tes hisap darah ku! Aku ingin tahu apakah aku akan menjadi budak darah mu atau tidak."
Tanpa perlu di tes jawaban nya sudah jelas, kau akan menjadi budak darah ku! Aku ingin bilang seperti itu, tapi aku langsung teringat kata-kata ibu ku.
"Natasha, darah yang paling enak untuk di hisap itu adalah darah gadis perawan."
Begitulah kata Ibu ku saat aku masih kecil. Atau aku salah ingat? Apakah yang baru ku ingat tadi kata ayah ku? Entahlah... Yang penting aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ada gadis perawan di depan ku, darah nya pasti enak. Tunggu dulu, dia ini perawan?
Pikiran bodoh apa yang ku pikirkan, mana mungkin anak kecil seperti dia bukan perawan.
Tanpa ragu, aku ingin mengigit leher nya, tapi ia langsung dengan cepat mendorong kepala ku... Dorongan nya sangat kuat, hingga aku tidak bisa melawan. Dari mana kekuatan itu berasal di tubuh LOLI!?
Setelah mendorong ku, ia menjulurkan tangan nya pada ku dan menyuruh ku untuk menghisap darah nya melalui tangan.
Aku menuruti nya, aku memegang tangan nya, menjilati bibir ku dulu sebelum menempalkan nya di tangan sebagai pelembab. Sebelum aku menempelkan taring ku, aku menjilati tangan nya, saat lidah ku menyentuh lengan Mira, Mira mendesah dengan suara imut.
Aku melirik ke wajah nya, wajah nya merah padam.
"Woy!! Kenapa menjilati tangan ku!?"
"Liur Vampir memiliki penghilang rasa sakit, jadi walaupun taring ku menancap di tubuh mu, kau tidak akan merasakan sakit."
Setelah itu ia tidak bertanya lagi. Hanya saja, setiap aku menjilati tangan nya, ia berusaha keras untuk menahan desahan nya, aku melirik lagi kearah Mira. Wajah nya semakin merah sampai ke telinga. Jika aku terus meneruskan ini rasanya aku semakin berdosa.. Jadi aku memutuskan untuk langsung menancapkan taring ku di lengan nya.
Saat aku menghisap darah nya, aku merasakan energi sihir yang sangat besar masuk kedalam diri ku, ini pertama kali nya aku merasakan energi sihir yang sangar besar, bukan hanya itu, darah gadis kecil bernama Mira ini sangat enak, bahkan yang paling enak dari pada darah yang pernah ku minum sejauh ini... Saat aku meminum darah nya, jantung ku berdebar sangat kencang, bahkan nafas ku jauh lebih berat dari biasa nya.... Darah nya begitu enak, sampai aku ingin menghisap habis darah nya. Tapi aku langsung menghentikan niat ku, jika ku hisap lebih banyak, aku akan membuat nya mati kekurangan darah.
Aku seperti nya jatuh cinta pada gadis bernama Mira ini... Jika manusia bilang jatuh cinta pada pandang pertama, kalau Vampir akan bilang jatuh cinta pada gigitan pertama!
Setelah memikirkan hal konyol itu, aku memerintahkan Mira untuk bersujud, seharus nya ia akan langsung bersujud tapi ia tidak bersujud, ia menolak perintah ku!
Setelah ia menolak perintah ku, ia menyuruh ku untuk mengeluarkan para penyusup yang memasuki kastil ku... Eeeeeh, kenapa bisa? Kutukan budak darah berbalik pada ku!? Seharus nya itu kekuatan absolut Vampir.
"Anu... Aku minta maaf, seperti nya kutukan nya berbalik pada mu."
Entah kenapa dia malah merasa bersalah.
"Begini saja, sebagai permintaan maaf, aku akan membebaskan seluruh Ras mu yang tersegel."
Tanpa sadar aku menanggapi perkataan nya dengan suara aneh.
Beberapa detik berlalu, dan entah kenapa Mira berhasil membujuk ku pergi keruang bawah tanah tempat Ras ku tersegel. Saat ini kami berada di depan pintu ruangan tempat Ras ku tersegel, dengan percaya diri, Mira menyentuh pintu. Saat itu, tangan nya langsung terbakar!
"Mira tangan mu terbakar!"
Mira dengan santai nya meniup api yang membakar tangan nya, kemudian ia menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan luka bakar di tangan nya. Luka bakar yang parah di tangan nya, sembuh hanya dengan satu sihir.
"Mira, sudah ku duga mustahil untuk membuka nya. Hanya Sieg yang hanya bisa membuka pintu itu!"
Dengan percaya diri Mira mengatakan. "Di dunia ini tidak ada yang mustahil."
Setelah mengatakan itu, aura di sekitar Mira berubah, energi sihir yang sangat besar keluar dari dalam tubuh nya. Sedetik kemudian energi sihir yang keluar itu mengamuk!
Itulah adalah energi yang sangat besar! Bagaimana manusia bisa membuat energi sebesar ini!?
Karena tidak mampu menahan energi yang sangat besar. Kaki ku gemetaran, aku pun terduduk di tanah.
Saat itu, Mira langsung memarahi ku, dan menyuruh ku untuk berdiri, dengan menguatkan diri ku aku berdiri.
Mira menyentuh pintu lagi, dengan beberapa sihir nya, pintu terbuka. Saat melihat hal itu, aku menjadi sangat bahagia. Aku langsung menerjang masuk, memeluk semua Ras ku. Saat itu ruangan di penuhi dengan tangisan kebahagiaan dan tawa. Setelah itu, aku mengenalkan Mira.
Beberapa menit kemudian, aku berdiskusi dengan seluruh Ras ku, hasil dari diskusi itu adalah.
Jabatan Ratu Vampir di gantikan oleh Amanda. Dia adalah gadis yang paling aku percaya.
Kami semua sepakat untuk pindah ke tempat baru.
Kami semua sepakat untuk menjadi bawahan Mira.
Saat itu, kami resmi menjadi bawahan Mira, sebagai hadiah, kami di berikan tempat tinggal baru di Danau Denizi, kami membuat negara di situ, negara itu di beri nama Chia oleh Mira. Dan aku akan menjadi pengawal Mira, jadi aku akan terus berada di samping nya. Karena itulah aku memberikan jabatan Ratu Vampir pada Amanda.
Begitulah pertemuan pertama ku dengan gadis kecil berambut perak yang imut, dan juga seorang Mage terkuat.
Natasha yang berada di kamar nya tersenyum gembira saat melihat Catatan kehidupan nya. Saat bertemu Mira, Natasha mulai mencatat semua kejadian yang terjadi setiap hari di sebuah buku, dan kali ini ia membaca semua kejadian yang sudah di catat nya.
Buku itu sangat tebal, tentu saja tebal. Karena..........
........................
Sudah seribu tahun berlalu semenjak ia bertemu dengan Mira.
"Aku akan selalu menunggu mu Mira. Sampai kau bangkit lagi."
Gumam Natasha, sambil membalik-balik buku catatan nya.