From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 323 Menghibur Yuri



".... Ke-kenapa... Kenapa ibunda bisa sekuat itu?"


Yuri mengangkat wajah nya dari bantal, lalu menatap Carla dengan tatapan serius, mata nya masih memerah habis menangis dan suara nya juga masih serak. Carla yang tidak mengerti maksud perkataan Yuri hanya bisa memerengkan kepala nya dengan ekspresi bingung. Melihat wajah Carla, Yuri pun menjelaskan maksud dari perkataan nya barusan.


"Kenapa bisa ibunda, masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa? Apakah ibunda tidak merasakan apapun saat mendengar Ayah dan Ibu meninggal? Dan juga keadaan Mira saat ini sedang tidak jelas... Bagaimana... Bagaimana bisa, bagaimana bisa ibunda tidak terguncang dengan berita mengerikan ini...?" Kata Yuri, mengungkapkan isi perasaan nya. Air mata nya sekali lagi keluar, semakin ia berbicara, suara nya semakin mengencil. Mungkin karena ia harus mengingat kejadian mengerikan yang ia alami, ini membuat perasaan sedih nya yang mulai memudar kembali lagi. Yuri sebenarnya tahu, kalau Carla juga terguncang dengan berita ini, walaupun begitu, Yuri tidak mengerti... Ia tidak mengerti bagaimana bisa Carla masih kuat setelah mendengar berita ini? Bahkan di saat Yuri menghabiskan waktu nya menangis meluapkan kesedihan nya, Carla sama sekali tidak menangis, ia masih tegar, melakukan aktivitas seperti biasa seperti tidak terjadi apapun.


Setelah mendengar pernjelasan Yuri, Carla hanya bisa tersenyum kecil. Walaupun bibir nya tersenyum, ekspresi wajah nya menunjukkan kalau ia memendam kesedihan... Kesedihan yang lebih besar dari Yuri. Walaupun ia mengatakan kepada Yuri untuk mengungkapkan apapun hal yang mengganggu nya saat ini, walaupun ia mengatakan kepada Yuri untuk tidak memendam semua perasaan nya saat ini, pada kenyataan nya, Carla memendam kesedihan yang lebih besar dari Yuri. Hal ini menyebabkan Carla tidak bisa menangis walaupun sebenarnya ia juga ingin menangis seperti Yuri. Semua kesedihan itu di pendam nya untuk mengatasi masalah yang saat ini sedang menimpa kerajaan Fantasia setelah peperangan melawan Demon.


Yuri yang melihat ekspresi Carla, seketika terguncang hebat... Ia mengira kalau Carla sudah menguatkan perasaan nya setelah mendengar berita buruk. Ternyata perkiraan Yuri salah, Carla tidak menguatkan perasaan nya, pada kenyataan nya Carla hanya memendam semua perasaan nya di dalam hati nya. Suatu saat perasaan itu akan lepas, yang mungkin saja menyebabkan kondisi mental Carla akan memburuk. Pada titik ini, akhir nya Yuri mengingat kejadian dulu pada saat Mira tiba-tiba tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan, saat itu Carla pada awal nya juga memendam perasaan nya saat mendengar kalau nyawa Mira terancam, tetapi setelah sekian lama, Carla tidak bisa lagi memendam perasaan itu dan akhir nya ia kehilangan kewarasan nya dan sempat melakukan hal gila. Untung saja pada saat itu, kondisi mental Carla berhasil di pulihkan sebelum hal gila yang ia lakukan berhasil.


'Kalau tidak salah pada saat itu Ibunda melakukan ritual kepada Mira untuk menyadarkan nya... Walaupun ritual itu di gagalkan sebelum selesai...' Yuri mengingat kembali hal yang di lakukan Carla untuk menyadarkan Mira pada saat itu. Kondisi Yuri sudah mulai membaik pada titik ini, sehingga ia bisa mulai berpikir jernih.


"Maaf... Lupakan hal yang baru saja ku katakan... Itu benar, tidak mungkin ibunda tidak terpukul..." Ibunda pasti merasakan hal yang sama seperti ku, mungkin lebih sakit dari yang ku rasakan saat ini... Tapi... Aku malah... Yuri mulai menyesali perkataan nya barusan, ia tahu kalau Carla juga merasa terpukul, ia tahu kalau Carla juga merasakan hal sama seperti nya, walaupun ia tahu semua itu, Yuri tetap menanyakan hal yang jelas-jelas menyakiti hati Carla. Tentu saja ia akan menyesal setelah melakukan itu.


"Kau tidak perlu meminta maaf, Yuri... Memang benar aku juga merasa terpukul, tetapi mungkin saja perasaan sedih ku tidak sekuat perasaan mu sekarang... Dan juga alasan aku bisa tetap tegar dalam kondisi seperti ini..." Saat Carla mulai berbicara ia mengelus kepala Yuri, sekali lagi mencoba menenagkan nya, kemudian saat ia mengungkapkan kenapa ia bisa tetap tegar dalam kondisi sulit, Carla mengeluarkan sesuatu dari dalam baju nya. Sesuatu itu adalah kalung yang tergantung di leher nya, dengan sebuah batu berwarna merah rubi sebagai penghias nya. "Kalung ini di berikan Mira kepada ku saat ia pulang sebentar ke sini, dan dia mengatakan kalau kalung ini berisi energi sihir milik nya. Selama batu ini masih terus memancarkan warna merah, itu tanda nya ia masih hidup... Jadi sebisa mungkin aku harus tetap kuat di tengah kondisi sulit ini, aku harus tetap kuat untuk menstabilkan keadaan negara yang mulai kacau. Jadi saat Mira kembali, aku ingin dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa harus memikirkan masalah yang menimpa kerajaan kita sekarang..."


"... Begitu ya... Kalau begitu, Mira masih hidup di luar sana?"


"Ya. Itu benar. Dan juga dia sudah berjanji akan kembali kan? Aku ingin kau percaya pada nya."


"Ya..."


"Dan juga Yuri..." Carla memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk membahas penyerahan tahta kepada Yuri. "Aku tidak bisa memperbaiki keadaan di kerajaan ini seorang diri. Walaupun aku istri seroang raja, ada hal yang tidak bisa kulakukan... Itu karena aku tidak memegang kekuasaan tertinggi saat ini, jika aku melakukan sesuatu yang tidak seharus nya, aku yakin ada beberapa bangsawan yang akan menentang ku... Oleh karena itu, Yuri, aku ingin kau mewarisi hak kepemimpinan Charles. Dengan di akui nya kau sebagai pemimpin tertinggi, aku yakin tidak akan ada yang berani menentang mu."


"... Apakah aku bisa melakukan nya... Memimpin negara ini...?"


"Charles memilih mu, itu tanda nya dia mengakui kau mampu memimpin negara ini. Tenang saja, kau tidak sendiri, aku akan membantu mu."


"... Ya..." Yuri menganggukkan kepala nya. Walaupun wajah nya masih nampak ragu, tetapi tekad nya sudah bulat untuk mewarisi tahta kerajaan Fantasia.


Carla yang puas mendengar jawaban Yuri, hanya bisa tersenyum. Sementara tangan nya terus mengelus kepala Yuri, di dalam kepala nya Carla berpikir. 'Aku khawatir dengan Nina dan faksi nya. Anak itu sangat berambisi merebut tahta dari Yuri. Walaupun kenyataan nya akhir-akhir ini dia tidak membuat pergerakan sama sekali, tapi aku sangat yakin ia merencanakan sesuatu yang buruk... Sebaik nya aku harus terus mengawasi nya.'


\*\*\*


Dua hari kemudian...


Festival besar di laksanakan di kerajaan Fantasia. Festival ini bertujuan untuk menyambut pemimpin baru dari kerajaan Fantasia.


Suasana gembira tergambar jelas di seluruh kota, membuat suasana suram dua hari yang lalu saat pemakaman Charles dan Shina nampak seperti tidak pernah terjadi.