
Author's Note:
Halo para pembaca setia novel saya. Chapter kemarin adalah Chapter terakhir dari Arc persiapan perang besar. Untuk menyiapkan Arc selanjut nya dan juga akan menjadi Arc terakhir dari perjalanan Mira, saya minta izin untuk hiatus selama sebulan atau dua bulan? Entahlah... Saya juga tidak tahu kapan saya memiliki waktu senggang dan memiliki mood untuk menulis lagi.
Cerita ini terjadi beberapa bulan setelah Mira pulang dari Kota Tiramisu. Karena ia menyerahkan pengembangan kota Cocoa kepada bawahan nya, Mira menghabiskan sebagian besar waktu nya di Ibu Kota kerajaan Fantasia, Kota Caramel. Cerita kali ini tidak berfokus kepada Mira melainkan berfokus kepada kapten dari divisi rahasia milik kerajaan Fantasia. Tugas dari divisi rahasia ini adalah melindungi kerajaan Fantasia di balik bayang-bayang, divisi ini memiliki kelompok yang kecil, yang di isi oleh orang-orang kepercayaan dari Raja Charles, sebagian besar anggota dari divisi ini adalah rakyat jelata yang di rawat oleh raja Charles. Walaupun begitu, dari segi otoritas mereka lebih berpengaruh dari bangsawan manapun, karena jika ada bangsawan yang melawan divisi ini, sama saja mereka melawan Raja Charles. Divisi ini juga tidak memiliki satu pun anggota yang korup, ini dikarenakan Raja Charles sendiri yang memilih orang yang dapat bergabung ke divisi ini. Dengan mata emas nya, Raja Charles dapat melihat sifat dasar dari orang-orang yang ia pilih. Karena itu kemungkinan nya sangat kecil... Tidak... Sangat mustahil untuk ada anggota divisi ini yang korup.
***
Sebelum matahari terbit, jika di dunia ini memiliki jam yang dapat menunjukkan waktu yang tepat, kemungkinan waktu sekarang menunjukkan pukul 05.00. Sebagian besar kerajaan di dunia ini memilai aktivitas pada saat matahari terbit agak sedikit lebih tinggi dari ufuk. Jika di bumi mungkin pukul 06.10 menit.
Di saat matahari belum terbit inilah, seorang pria memulai hari nya. Ia memulai hari nya agak cepat dari biasa nya. Pada waktu normal ia akan memulai hari nya setengah jam sebelum matahari terbit.
Pria itu berambut pirang, di beberapa negara di dunia ini warna rambut itu terbilang langka, tetapi untuk negara ini warna rambut seperti itu terbilang biasa saja. Sama seperti warna rambut nya yang biasa saja, wajah pria itu juga biasa saja, ia tidaklah tampan dan tidak pula buruk rupa, tinggi nya 180 centimeter, sama seperti tinggi rata-rata pria di negara ini. Untuk di perjelas, pria ini tidak memiliki hal yang mencolok dari segi penampilan nya. Walaupun begitu, tubuh pria ini cukup kekar, terdapat beberapa luka sayatan atau tusukan di tubuh nya. Menandakan kalau ia berpengalaman dalam seni perkelahian dan pertempuran. Tetapi ia menutupi semua hal mencolok itu dengan pakaian nya yang cukup tebal. Dari wajah nya, kemungkinan pria itu berumur di kisaran 30-35 tahun.
Pria itu membersihkan tubuh nya dengan air dingin yang ia ciptakan dengan sihir, setelah itu ia mengenakan pakaian nya yang biasa saja, yang biasa di gunakan oleh rakyat jelata, setelah berpakaian ia kemudian sarapan dengan sepotong roti, semangkuk kecil sup hangat dan segelas susu.
Sesaat ia menghabiskan sarapan nya, pria itu pun keluar rumah dan memulai hari nya.
Berjalan di jalanan kota Caramel yang masih gelap, ia menuju sebuah toko yang berjarak tidak jauh dari rumah nya. Sesampai nya di depan toko yang masih memiliki tanda tutup di depan pintu nya, pria itu tanpa ragu-ragu pergi ke bagian belakang toko. Pria itu saat ini berada di pintu belakang toko, dengan perlahan ia mengetuk pintu. Setelah mendengar bunyi 'Klik!' tanda kunci pintu telah di buka, ia pun membuka pintu belakang toko.
Di balik pintu, terdapat ruangan yang berfungsi sebagai dapur. Toko yang ia masuki adalah toko yang menjual manisan. Dan ia adalah pegawai toko ini, tugas nya adalah menjadi asisten kepala koki di toko ini.
Pintu yang baru saja digunakan pria itu di tutup oleh koki yang sudah duluan sampai dari nya.
"Kau datang lebih awal?"
"Bos sendiri, juga datang lebih cepat dari biasa nya."
Walaupun pria itu hanyalah seorang asisten koki, jelas posisi nya lebih rendah dari seorang kepala koki, aneh nya, kepala koki toko itu memanggil asisten itu dengan sebutan 'Bos.' Seolah-olah posisi mereka adalah seorang atasan dan bawahan.
"Jangan panggil aku Bos! Posisi ku lebih rendah dari mu saat ini!" Bentak asisten koki ke kepala koki toko.
"Baik! Tetapi saya harus memanggil bos dengan sebutan apa?"
"Saat ini nama ku Rudy, asisten kepala Koki dari toko manisan Mirror. Dan kau adalah Jhonny, kepala Koki dari toko manisan Mirror."
"Aku mengerti. Bo- maksud ku Rudy."
"Kalau begitu Kepala koki, instruksikan aku cara membuat manisan dengan benar."
Pria itu, yang yang bernama (palsu) Rudy meminta kepada bawahan nya, tidak, meminta kepada atasan (palsu) nya untuk mengajari nya cara membuat manisan.
***
Toko manisan tempat Rudy bekerja akhir nya telah buka, pegawai dari toko manisan akhir nya telah datang setengah jam sebelum toko itu di buka.
Toko manisan tempat Rudy bekerja adalah toko yang di sponsori oleh keluarga kerajaan, atau lebih tepat nya oleh Putri Mira, Putri kelima kerajaan Fantasia. Walaupun toko ini di sponsori oleh keluarga kerajaan, pelanggan toko ini tidak hanya melayani bangsawan, tetapi juga rakyat jelata. Harga manisan dari toko ini tidaklah mahal, dan cocok dengan kantong penduduk kota. Hanya orang yang hidup di bawah garis kemiskinan saja yang tidak mampu membeli di toko ini.
Toko manisan Miror juga memiliki manisan yang langka, dan tentu saja enak rasa nya. Atas alasan inilah banyak review positif yang di berikan oleh para pelanggan yang memasuki toko ini.
Rudy, yang merupakan agen langsung dari Raja Charles di perintahkan untuk bekerja di sini. Alasan ia bekerja di sini bukanlah untuk mempelajari cara membuat manisan, alasan ia bekerja di toko ini lebih penting dari itu. Di tengah pekerjaan nya, membuat manisan di dapur, Rudy tiba-tiba menghentikan pekerjaan yang saat ini tengah mengaduk adonan. Tangan kanan nya yang ia gunakan terus untuk mengaduk berhenti, lalu ia mengangkat tangan kanan nya ke arah telinga kanan nya.
'Bos. Sesuai dugaan, target melakukan pertemuan nya hari ini.' Ada sebuah alat di telinga nya, alat itu tercucuk kelubang telinga nya. Dari alat itu, Rudy mendengar suara wanita yang memberikan informasi mengenai sesuatu.
"Terus awasi target." Jawab Rudy dengan berbisik.
'Baik, Bos!'
Setelah mendapatkan pesan itu, Rudy melanjutkan pekerjaan nya mengaduk adonan.
Sementara Rudy sibuk mengaduk adonan, di aula depan toko.
Aula depan toko manisan Miror berguna sebagai Cafe, tempat ini berguna untuk orang-orang yang masih ragu dengan manisan yang di jual di toko Miror untuk mencoba membeli sampel dari manisan yang hendak di beli nya. Harga dari sampel yang di jajakan di Cafe lebih murah, tetapi porsi yang di jajakan juga sesuai dengan harga. Rata-rata manisan yang di jual di aula depan ini memiliki porsi kecil, dan tidak mengenyangkan. Ini adalah strategi bisnis dari Mira, membiarkan orang membeli manisan dengan porsi kecil dengan tujuan membuat orang itu ketagihan hingga ia membeli manisan yang sama dengan porsi yang agak besar yang memiliki harga dua kali lipat dari yang di sajikan di Cafe.
Dua orang pria dengan sedang melakukan pertemuan di ujung ruangan Aula Cafe. Salah satu pria mengenakan pakaian biasa sedangkan pria yang satu lagi mengenakan pakaian yang nampak mahal, walaupun begitu, jelas sekali pria yang mengenakan pakaian mahal itu bukanlah seorang bangsawan, kemungkinan besar ia adalah seorang pedagang. Itu tergambar jelas dari pakaian nya.
Seorang wanita mengenakan pakaian pelayan mendatangi kedua pria itu. Wanita itu berkulit kecoklatan dengan rambut nya yang berwarna hitam, ia nampak seperti karakteristik orang asia.
Pelayan wanita itu membawakan menu, kedua pria itu menerima menu yang ia bawakan, setelah membaca sebentar, akhir nya mereka berdua memesan. Pelayan wanita mencatat pesanan kedua pria itu dengan handal, setelah selesai wanita itu mengambil menu kembali. Saat ia mengambil menu dari kedua orang pria itu, wanita itu menempelkan sesuatu di bawah meja dengan gesit, saking gesit nya gerakan tangan wanita itu tidak ada yang menyadari kalau ia baru saja menempelkean sesuatu di bawah meja.
"Mohon tunggu sebentar, saya akan menyampaikan pesanan anda ke kepala Koki." Kata wanita itu membungkuk setelah mengambil menu dari atas meja.
Pelayan wanita itu akhir nya pergi, kedua pria itu terus memperhatikan wanita itu sampai mereka melihat wanita itu pergi kebelakang toko untuk menyampaikan pesanan mereka. Sesaat wanita itu pergi, kedua pria itu kemudian mulai berbicara dengan suara yang hanya bisa mereka berdua dengar.
***
Pelayan wanita yang baru saja menyiapkan pesanan kepada dua orang pria asing memasuki dapur tempat Rudy bekerja.
"Bos!" Kata pelayan wanita itu, "Penyadap telah di pasang!" lanjut wanita itu dengan suara lirih.
"Kerja bagus! Kepala Koki, saya izin undur diri."
Dengan menyampaikan kata-kata itu, Rudy melepaskan celemek nya, ia kemudian berjalan keluar toko melalui pintu belakang. Menyusuri jalan belakang toko sembari melepaskan pakaian koki nya, Rudy terus berjalan memfokuskan pendengaran nya ke alat yang saat ini telah terpasang di kedua telinga nya. Alat itu adalah transceiver yang dapat menerima frekuensi gelombang radio dari pemancar yang baru saja di pasang oleh pelayan wanita. Alat penyadap beserta transceiver nya di ciptakan oleh putri kelima kerajaan Fantasia. Rudy berterima kasih kepada putri kelima, dengan adanya alat ini, ia bisa menguping pembicaraan dari target nya di balik bayang-bayang.
"Bagaimana hasil penjualan belakangan ini?" Suara berat pria dapat terdengar dari alat yang Rudy pasang di telinga nya, sesat ia mendengar itu, Rudy memperlambat langkah nya sembari mengganti pakaian nya yang sudah ia siapkan di suatu tempat di gang sempit yang saat ini ia lalui.
"Hehehe. Dengan kurang nya pergerakan Organisasi itu penjualan kita meningkat tiga kali lipat." Suara dari pria lain terdengar, kali ini suara pria itu terdengar sedikit cempreng.
"Bagus, dengan begini 'The Snake' akan segera menguasai dunia bawah kerajaan Fantasia menggantikan 'Low Light'" Balas pria bersuara berat.
Low Light, adalah organisasi kriminal yang sudah lama menjadi benalu di kerajaan Fantasia. Tetapi dengan kecerdasan perencanaan dari Putri kelima, organisasi itu dapat di berantas dari kerajaan Fantasia, walaupun mereka tidak menangkap semua anggota organisasi itu, tetapi dampak dari penangkapan besar-besaran anggota Low Light yang ada di kerajaan Fantasia, organisasi itu menjadi susah untuk memulai bisnis ilegal mereka. Beberapa bulan kemudian, Rudy mendapatkan informasi mengenai organisasi kriminal baru yang kekuatan nya tidak kalah kuat dengan Low Light, organisasi itu bernama 'The Snake'. Sejujur nya, untuk mencari jejak dari organisasi itu sangatlah sulit, Rudy menduga kalau ada orang berkuasa yang mengendalikan organisasi ini di balik bayang-bayang. Dengan bantuan Putri Kelima, Rudy beserta anggota nya dapat menemukan jejak dari salah satu anggota berpengaruh di 'The Snake' anggota itu adalah pedagang kaya yang nama nya sangat terkenal di kerajaan Fantasia. Sejujur nya, Rudy ragu mengenai keterlibatan dari pedagang itu, karena repurtasi baik nya selama ini, tetapi setelah mendengarkan percakapan barusan keraguan nya akhir nya menghilang.
Penjualan yang di maksud dari percakapan barusan adalah penjualan dari sebuah obat jenis baru, yang memiliki efek halucinogen yang cukup kuat, dan cukup membahayakan pengguna nya. Obat itu telah di larang penjualan nya. Tetapi entah kenapa, obat itu beredar lagi di rumah bordil dan beberapa bar yang ada di Ibu kota kerajaan. Mengetahui hal ini, Raja Charles langsung memerintahkan Rudy beserta anggota nya untuk menyelidiki masalah ini.
Hal inilah yang menjelaskan situasi saat ini.
'Tetapi tuan, bagaimana dengan bahan untuk barang itu?' Pria bersuara cempreng bertanya.
'Ada seorang bangsawan muda yang mensuplai nya. Dia ingin menggunakan kita sebagai batu loncatan untuk menaikkan posisi nya.' Jawab Pria bersuara berat.
'Benarkah? Itu adalah berita bagus. Jujur saja ladang yang kita gunakan tidak cukup untuk memproduksi masal barang itu.'
Ladang...? Obat itu terbuat dari tanaman? Pikir Rudy.
'Lalu di mana lokasi dari bahan itu?'
'Ini... Semua nya tertulis di sini.'
'Baiklah tuan, kami akan segera mengambil bahan-bahan itu.'
'Aku serahkan pada mu!'
Rudy melepaskan transceiver nya, lalu mengenakan alat komunikasi nya lagi.
"Tim tikus, ikuti target nomor dua!" Rudy memberikan instruksi nya sembari berjalan menuju markas nya.
***
Sepuluh hari kemudian... Di sebuah restoran di distrik bangsawan.
Rudy berada di ruangan VIP sembari menunggu tamu yang hendak ia temui. Ia telah menunggu selama lebih dari sepuluh menit tetapi tidak ada tanda-tanda tamu itu akan datang, hingga akhir nya suara ketukan dari pintu masuk ruang VIP terdengar.
"... Tamu yang anda tunggu telah tiba!" Kata seorang pelayan restoran kepada Rudy.
"Biarkan mereka masuk!"
Pelayan itu membungkuk, lalu membiarkan dua orang memasuki ruangan VIP, setelah memastikan dua orang itu masuk, pelayan itu kemudian pergi meninggalkan ruangan VIP.
Dua orang yang datang mengenakan tudung untuk menutupi wajah mereka, tetapi sesaat pelayan keluar, akhir nya kedua orang itu membuka tudung mereka.
Mereka berdua adalah Putri kelima kerajaan Fantasia dan pelayan pribadi nya, Mira dan Natasha.
"Maaf mengganggu anda di saat sibuk seperti ini, Putri Mira." Kata Rudy sembari membungkuk.
"Jangan khawatir. Lagipula ayah menyuruh ku untuk membantu mu."
"Terima kasih."
"Mari kita akhiri percakapan remeh ini, atas alasan apa kau memanggil ku kemari?" Tanya Mira sembari berjalan ke kursi kosong di depan Rudy. Di depan mereka ada sebuah meja dengan manisan yang sudah di sediakan semenjak sepuluh menit yang lalu.
"Putri Mira... Ini adalah perkamen yang target satu berikan kepada target dua."
Mira mengambil kertas yang di berikan oleh Rudy dengan tangan kiri nya, ia kemudian membaca tulisan di kertas itu dengan seksama sembari bergumam.... "Mmm... Apakah ini merupakan suatu kode?" Tanya nya kepada Rudy.
"Ya. Anda benar. Sesaat target kedua meninggalkan toko, kami mengikuti nya hingga sampai ke apartemen tempat ia tinggal. Kami berusaha untuk menangkap target nomor dua untuk mengambil perkamen itu, dan menginterograsi nya, tetapi sesaat ia tertangkap ia bunuh diri dengan meminum obat yang ia sembunyikan di saku baju nya."
"Bagaimana dengan target yang satu nya lagi?"
"Dia mati dengan cara yang sama. Sesaat kami menggerebek kediaman nya, ia langsung meninum obat itu."
"Jadi karena dua orang target yang kalian kejar mati, kalian tidak bisa memecahkan kode ini. Menyebabkan kalian menghadapi jalan buntu, tidak bisa menemukan siapa pensuplai bahan halucinagen itu, dan juga tidak bisa menemukan tempat bahan itu di produksi."
"Anda benar."
"Aku mengerti alasan kau memanggil ku, jadi intinya kau meminta ku untuk memecahkan kode ini?"
"Ya. Anda benar. Saya tidak meminta anda untuk segera memecahkan kode itu, jujur melihat kode yang sangat rumit itu, anggota kami tidak ada yang bisa memecahkan nya."
"Aku sudah memecahkan nya."
"Hah...?"
"Seperti yang ku katakan, aku sudah memecahkan kode ini."
"Kalau begitu-"
"Tunggu. Sebelum aku memberikan jawaban ku mengenai kode ini, aku ingin kita membuat perjanjian."
"Perjanjian?"
"Ya. Aku ingin, jika operasi penangkapan 'The Snake' ini berhasil, aku ingin melimpahkan semua pencapaian ku yang membantu kalian ke Kak Yuri, dan jika operasi ini gagal, aku yang akan menanggung semua beban itu. Aku ingin operasi ini dapat menguatkan posisi Kak Yuri dalam penyerahan tahta nanti."
"Apakah anda yakin? Anda bisa membuat operasi kali ini menguatkan posisi anda nanti."
"Aku tidak tertarik untuk mewarisi tahta. Aku lebih tertarik mendukung Kak Yuri untuk mewarisi tahta kerajaan... Bagaimana? Ini bukanlah perjanjian yang merugikan untuk mu."
"Baiklah. Saya setuju."
Mira tersenyum sinis setelah mendengar jawaban Rudy. Ia segera mengambil alat tulis dari saku nya, nampak nya ia sudah menduga alasan ia di panggil kemari dari perilaku nya yang telah menyiapkan alat tulis sebelum datang kemari. Mira menuliskan arti kode itu di belakang perkamen yang di berikan Rudy, setelah selesai menulis, Mira memberikan perkamen itu kepada Rudy.
"Ini... Kordinat lokasi?" Kata Rudy setelah melihat hasil pemecahan kode dari Mira.
"Ya. Kau benar. Dari kordinat lokasi itu, aku dapat mengetahui kalau itu adalah ladang pertanian milik seorang Earl muda dari faksi Kak Blanc. Di lihat dari cepat nya perkembangan lokasi pertanian yang di miliki oleh Earl muda itu, aku menduga kalau ia menerima dukungan dari seorang bangsawan yang lebih kuat dari dia. Mungkin seorang Count atau Marquis? Yah di lihat dari faksi mana Earl itu berasal, aku menduga kalau bangsawan dari faksi yang sama jugalah yang mendukung Earl itu."
Rudy tercengang dengan Mira yang mendapatkan banyak informasi penting hanya dalam waktu singkat. Jika Mira berambisi mewarisi tahta kerajaan, Rudy sangat yakin Mira dapat melakukan hal itu dengan mudah.
"Apakah urusan kita selesai?" Tanya Mira.
"Ya-Ya... Terima kasih banyak. Putri Mira."
***
Empat hari kemudian...
Semua anggota berpengaruh dari 'The Snake' tertangkap.
Bangsawan muda dari Faksi Putri Blanc di tangkap dengan terbukti bersalah, ia telah mendukung organisasi kriminal dan menjadi pensuplai bahan dari barang terlarang di kerajaan Fantasia. Seperti dugaan Mira, bangsawan muda itu di dukung oleh bangsawan yang lebih kuat posisi nya dari pada dia. Hanya saja, dugaan Mira sedikit meleset. Ia menduga kalau bangsawan kuat dari Faksi Putri Blanc lah yang mendukung bangsawan muda itu, tetapi pada kenyataan nya bangsawan kuat dari Faksi Putri Rosa lah yang mendukung bangsawan muda itu.
Bangsawan dari Faksi Putri Rosa tidak mengakui kejahatan nya, tetapi dengan bukti yang ada, bangsawan itu tidak bisa mengelak! Dengan kehilangan bangsawan yang cukup berpengaruh di dalam Faksi nya, posisi Putri Rosa sedikit menurun dari perebutan pewarisan tahta. Di tambah dengan kejahatan dari bangsawan itu, posisi Putri Rosa di mata publik juga menurun.
Nama Putri Yuri terdaftar sebagai orang yang mendukung operasi penangkapan organisasi kriminal ini. Atas hal itu, tidak bisa di pungkiri posisi nya dalam perebutan tahta naik, repurtasi nya di mata publik pun juga ikut meningkat.
Melihat laporan dari operasi penangkapan 'The Snake' ini, Mira tersenyum bahagia. Ia kemudian meminum teh nya dengan gerakan anggun.
"Dengan begini, Posisi Kak Blanc dan Kak Rosa menurun. Aku sedikit bersalah karena melibatkan Kak Rosa atas masalah ini, tetapi pengorbanan ini perlu di lakukan untuk membuat posisi Kak Yuri naik." Gumam Mira.
"Memikirkan rencana ini dengan sangat detail.... Aku tidak bisa berkomentar apa-apa lagi..." Kata Natasha merespon gumaman Mira dengan senyum masam.
"Sedikit konspirasi di tengah perubatan tahta adalah hal yang menyenangkan Natasha. Dan juga rencana kali ini sedikit menguntungkan ku, banyak pedagang yang ku jadikan kambing hitam dalam rencana kali ini. Dengan begini, perusahaan manisan Miror tidak akan memiliki saingan yang berarti."
"Hebat sekali tidak ada yang mengetahui kalau kaulah yang menyebabkan semua kekacauan ini, kau bahkan sampai melibatkan Lizard mendirikan organisasi kriminal palsu. Dan aku kehilangan kata-kata saat kau memecahkan kode yang kau buat sendiri."
"Kode...? Aaah... Maksud mu kata-kata acak yang ku susun?"
"Itu bukan kode?"
"Bukan... Itu hanyalah kata-kata acak yang kususun sehingga menyerupai suatu kode."
"Pantas saja tidak ada yang bisa memecahkan nya."
Mira hanya tertawa geli menanggapi perkataan Natasha.