
Jack jatuh tersungkur setelah menerima serangan. Karena Arisa berada di punggung Jack, Arisa juga ikut terkena serangan.
Saat terkena, mereka tidak panik. Arisa dengan cepat menyembuhkan luka Jack, karena memang luka Jack yang cukup parah jadi harus cepat di tangani.
Setelah menyembuhkan luka Jack, Arisa menyembuhkan diri nya sendiri.
Mereka bangkit, berdiri tegak. Menatap lurus ke arah Wyvern.
Mereka siap untuk bertarung kembali.
"Kita tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan Kak Mira." Kata Jack.
"Kau benar. Kita harus menghabisi Para Wyvern sialan ini dulu."
Tanpa ragu Jack menerjang dengan pedang di tangan nya. Arisa tidak mau kalah, tanpa basa-basi dia menembakkan "Super Magic".
"Sword Skill Number One. dragon Eater!"
Jack mengayunkan pedang nya memotong udara. Udara yang teropotong berubah menjadi Naga, kemudian Naga itu membunuh seperempat dari pasukan Wyvern.
"Super Magic Activated. Super Magic : Black Hole.
"Jack mendekat! Kalau kau tidak ingin terhisap!"
Sebelum sihir betul-betul di tembakkan dari tongkat, Arisa berteriak memanggil Jack untuk mendekat.
Arisa menggunakan sihir Black Hole. Sihir ini mampu menghisap mahluk hidup, benda, udara, dan seluruh bentuk sihir. Kedalam sebuah bola hitam berukuran kecil.
Hanya pengguna yang tidak akan terhisap, Jika Mira yang menggunakan sihir ini, Mira mampu mengendalikan bola hitam itu untuk menghisap yang Mira ingin hilangkan. Tapi tidak dengan Arisa, Arisa mampu menggunakan nya, tapi ia tidak bisa mengendalikan nya. Hanya Mira yang bisa mengendalikan bola hitam gila yang dapat menghisap apa saja dalam radius 25 meter.
Karena itu Arisa menyuruh Jack untuk mendekat.
Jack tanpa bertanya menuruti perintah Arisa.
Saat Jack sudah di dekat Arisa, sihir pun ditembakkan melalui tongkat yang ada di tangan Arisa.
Bola hitam kecil melayang perlahan di udara.
Para Wyvern tertawa saat melihat sihir ini.
Tapi, tawa itu menghilang menjadi suara melengking dari mulut para Wyvern, suara itu seperti menandakan teriakan putus asa para Wyvern.
Bola hitam kecil yang melayang perlahan itu menghisap para Wyvern kedalam nya, karena itulah para Wyvern berteriak putus asa.
Jack berpegangan kuat di pundak Arisa agar tidak terhisap juga.
Karena semua pasukan Wyvern berada jarak 25 meter di sekitar Arisa. Mereka dapat terhisap tanpa tersisa, walaupun ada Wyvern yang mencoba untuk lari, mereka akan terhisap juga. Karena para Wyvern yang mencoba lari itu tidak kuat untuk menahan daya hisap dari Black Hole.
Saat semua Wyvern sudah terhisap kedalam bola hitam. Arisa dan Jack terduduk lemas di tanah, mereka saling bersandar.
"Ki-kita berhasil." Kata Arisa. Dia menghela nafas lega.
"Kenapa kau tidak gunakan sihir itu dari tadi."
"Aku tidak bisa mengendalikan sihir itu, aku takut kau akan terhisap ke dalam bola hitam itu. Hanya Kak Mira yang bisa mengendalikan sihir yang mengerikan itu."
"Begitu ya......
Kita tidak boleh berdiam di sini kan? Kita harus mendatangi Kak Natasha, untuk membantu."
"Maaf energi sihir ku tinggal sedikit karena sihir barusan. Aku tidak yakin bisa membantu walaupun kesana."
"Aku juga sudah lelah.. Setidak nya beritahu Kak Natasha kalau Kak Mira ada di dekat nya."
"Kau benar. Kalau begitu aku akan menggunakan Telephaty, untuk menghubungi Kak Natasha."
Perspektif Natasha.
Aku menjaga jarak dari Dragon Leader, saat jarak cukup. Aku merubah Pedang ku menjadi panah.
"Cursed Blood Control. Shape Four : Bow."
Dengan satu mantra pedang ku berubah. Kemudian aku mengelurkan banyak darah lagi, lalu aku membentuk lima anak panah."
"Shape Three : Arrow."
Anak panah muncul di kelima jari ku. Aku menarik tali pelontar busur dengan kencang, tali pelontar sudah mencapai telinga ku. Saat itulah aku melepaskan tali.
Anak panah melesat ke arah Dragon Leader.
"Usaha yang sia-sia!"
Dragon Leader mengayunkan kaki depan nya, dengan satu ayunan, panah yang ku tembakkan di terbangkan menjauh dari nya.
Sesuai rencana....
Aku menggunakan darah ku lagi untuk membuat anak panah, tidak lupa aku membuat tali di belakang anak panah. Tali ini berguna sebagai penghubung agar darah yang di ambil oleh anak panah yang ku tembakkan langsung masuk ke tubuh ku.
Aku menembakkan anak panah ke arah mata Dragon Leader.
Saat itu, darah dengan cepat masuk ke dalam tubuh ku. Itu membuat kekuatan ku semakin bertambah.
"Hahahahaha..... Ini adalah akhirnya Dragon Leader."
Aku mengejek nya. Sedetik kemudian aku menerima (Telephaty) dari Arisa.
"Kak Natasha... Apakah sekarang Kak Natasha sedang melawan Dragon Leader?"
"Kau benar. Aku sedang melawan nya."
"Perlu bantuan? Jika memang perlu, aku akan terbang kesana. Energi sihir ku tidak cukup untuk melakukan Teleportasi, jadi aku hanya bisa terbang."
"Tidak perlu. Kau istirahat saja, Dragon Leader sudah ku kalahkan."
Arisa menghela nafas lega. "Syukurlah..... Akan gawat kalau Dragon Leader nya belum di kalahkan."
"Gawat kenapa?"
"Kak Mira ada di sekitar tempat Kak Natasha bertarung sekarang."
Mendengar hal itu, aku membeku. Aku melihat ke arah Dragon Leader. Dia masih melawan, tidak menyerah walaupun darah nya sudah banyak ku hisap. Di tambah lagi aku memiliki firasat buruk.
Seperti nya aku memang perlu bantuan Arisa dan Jack.
"Arisa bisa kau kesini secepat nya? Kurasa aku memang perlu bantuan."
"Eh!? Bukan nya tadi bilang tidak perlu?"
"Cepat kesini!! Ini salah mu karena tidak menteleport Mira ke kota Cocoa. Jika terjadi sesuatu dengan Mira, akan ku hisap darah mu sampai kering."
"Ba-baik aku akan segera kesana."
"Terbang kesini dengan kecepatan tinggi!"
"Eh, tidak mungkin Kak Natasha, Energi sihir ku tidak-"
Sebelum Arisa menyelesaikan kalimat nya. Aku memutus (Telephaty).
Aku menatap Dragon Leader dengan tatapan tajam.
"Cepat menyerah. Jika seperti ini kau akan mati kekurangan darah."
Saat mendengar ancaman ku, Dragon Leader mulai tertawa. Makin lama tawa nya makin menjadi-jadi sampai dia terbatuk-batuk.
"Kau tidak faham dengan kondisi mu saat ini?"
"Aku memang sengaja membuat mu menghisap darah ku Ratu Vampir. Selama ribuan tahun ini, aku menyiapkan sihir khusus untuk melawan para vampir jika kalau mereka ada yang selamat.
Dan sekarang waktu nya aku menggunakan sihir itu untuk pertama kali nya.
Hahahahahahahahaaaaaaahahahahahaha!!"
Dari perkataan nya seperti nya itu bukan ancaman.
Kalau begitu......
Aku akan menghisap darah nya sebelum dia menggunakan sihir itu.
"Hisap terus, hisap terus. Semakin banyak yang kau hisap, semakin cepat juga kau mati."
Tiba-tiba terdengar bunyi suara petir di dekat ku. Aku melihat ke sekeliling, tapi aku tidak menemukan sumber nya. Aku melihat ke atas, di atas ada awan hitam yang di penuhi dengan petir. Awan itu sangat dekat dengan kepala ku. Awan itu membentang di atas kepala ku dan kepala Dragon Leader.
"Biar ku jelaskan, awan hitam yang kau lihat sekarang adalah sihir khusus yang ku ciptakan. Awan itu akan menyerang aku dan kau. Kenapa dia menyerang aku? karena aku adalah tuan nya. Kenapa dia menyerang kau? Karena kau memiliki darah dari tuan nya." Dragon Leader tertawa lagi. "Anggap saja ini sihir bunuh diri."
Aku dengan cepat memutus tali, lalu aku terbang menjauh dari jangkauan awan hitam. Awan hitam itu berada tepat di atas kepala ku dan di atas kepala Dragon Leader.
Saat aku terbang menjauh, awan itu melebar seakan-akan mengejar ku.
Kemudian dari awan hitam itu, petir kuning dengan kecepatan tinggi menyambar kearah ku.
Tidak sempat untuk menghindar ! Tidak sempat untuk membuat perisai !
Tidak ada yang bisa ku lakukan......
Serangan ini akan menyebabkan luka fatal, tidak!! Mungkin aku akan sekarat jika terkena kilat kuning yang mendekat ke arah ku.
Aku hanya pasrah menerima nasib.....
"Dispel Magic!"
Suara akrab terdengar dari tanah.
Aku melihat ke bawah, di sana berdiri seorang gadis kecil berambut perak menatap ku, ia menatap ku dengan wajah sedih.
"......Mira."