
Tebasan, demi tebasan terjadi yang menyebabkan gelombang kejut yang kuat sehingga membersihkan padang rumput di sekitar Jack dan Amanda. Mereka tidak memberikan celah pada pihak lain, tetapi walaupun begitu, sedikit demi sedikit tubuh mereka terluka. Mulai dari sayatan hingga tusukan ringan. Gaya serangan mereka juga kadang berubah, mulai dari tebasan ke tusukan, lalu berubah menjadi pukulan, tendangan.
"Gedebuk!"
Tangan Jack berhasil memukul pipi Amanda. Begitu juga Amanda berhasil memukul pipi Jack. Akibat dari pukulan itu membuat mereka terpental sejauh lima meter kebelakang. Saat itu, Amanda langsung melemparkan tombak nya. Jack segera membelah tombak Amanda, kemudian menstabilkan posisi nya, lalu melesat ke arah Amanda.
Saat di dekat Amanda Jack menggunakan (Dragon Cutter) dari tebasan pedang nya tercipta angin kencang yang segera berubah menjadi naga. Amanda kemudian menggunakan (Cursed Blood Control) nya untuk membuat perisai yang segera menangkis serangan Jack.
"Clang!
"Booom!"
Suara besi yang memekakkan telinga terdengar setelah itu daya kejut terjadi menciptakan suara ledakan kecil. Tanah yang awal nya berumput menjadi tandus dan efek dari daya kejut itu menciptakan sebuah kawah selebar sepuluh meter.
Pertarungan mereka sedikit demi sedikit merubah padang rumput menjadi tanah tandus yang di penuhi dengan kawah. Tetapi itu tidak menjadi alasan mereka berhenti bertarung.
Serangan mereka tidak berhenti malah semakin ganas, yang membuat padang rumput indah menjadi hilang tergantikan dengan tanah tandus.
Pertarungan seperti ini terjadi hanya pada masa peperangan antara Ras di masa lalu. Di masa sekarang tidak pernah terjadi pertarungan seperti ini sebelum nya.
"Kenapa kau tidak menyerah saja! Jika terus seperti daerah sekitar bisa rusak!" Teriak Amanda sambil menyerang Jack.
"Selama kau masih hidup, aku tidak akan menyerah!" Balas Jack sambil menangkis serangan Amanda.
Setelah bertukar kata-kata, mereka terus melanjutkan menyerang.
Walaupun aku bilang tidak menyerah, tubuh ku semakin terasa lelah. pikir Jack.
Sialan!! Jika dia tidak menyerah. Tubuh ku tidak akan menahan efek samping (Cursed Blood Control). Walaupun begitu, efek samping nya sudah mulai terasa. Kepala ku sedikit pusing.
Efek samping dari (Cursed Blood Control) sudah pasti adalah kekurangan darah. Dan sekarang Amanda telah menderita efek samping itu, jika terus bertarung seperti ini, darah di dalam tubuh nya akan habis.
Saat ini, lahirlah musuh baru Amanda dan Jack, yaitu waktu. Jika pertarungan mereka semakin lama, tubuh mereka akan lelah, yang membuat mereka roboh walaupun mereka tidak menerima luka fatal.
Sebelun tubuh ku roboh! Aku akan mengalahkan nya! Pikir Amanda dan Jack bersama-sama sambil beradu senjata mereka masing-masing.
Tebasan, demi tebasan, tusukan demi tusukan, pukulan, tendangan, dan berbagai serangan di gunakan. Yang di mana setiap serangan mereka merusak daerah sekitar karena daya kejut yang tercipta. Kadang juga mereka bertarung di langit, kadang di tanah yang menyebabkan rusak nya daerah sekitar.
"Clang!"
"Boom!"
"Clang!"
"Boom!"
Suara besi berbenturan, di ikuti dengan suara ledakan kecil, lalu di ikuti angin kencang yang menerbangkan rumput dan tanah di sekitar. Darah juga mulai terciprat ke tanah, itu berasal dari luka kedua orang yang sedang bertarung sekarang.
Walaupun kelihatan nya seri, sebenarnya sekarang yang terdesak adalah Jack. Dia kelelahan karena menggunakan (Cursed Blood Control) sebelum nya, itu juga membuat kepala nya pusing karena kekurangan darah. Dan itu semakin parah karena darah nya terus berkurang karena luka yang di terima nya, yang membuat kepala dan tubuh nya semakin berat karena kelelahan. Keringat memenuhi tubuh nya, dan nafas nya mulai tidak teratur.
Jack menyadari hal itu dengan jelas!
Karena itu Jack membuat langkah gegabah.
Untuk melakukan itu, Jack pertama menghindar dari jangkauan serangan Amanda, kemudian dia mengumpulkan darah sebanyak yang dja bisa di sekitar nya. Saat itu kesadaran Jack mulai menghilang, tetapi ia terus berusaha untuk tetap sadar. Darah di tubuh Jack mulai habis, karena itu Jack berhenti mengumpulkan darah di sekitar nya.
Tubuh nya semakin pucat, dan kantung mata nya mulai menghitam. Jack mulai sekarat karena kekurangan darah sangat banyak. Dia tidak bisa menghirup nafas panjang, dan hanya bisa bernafas pendek.
Melihat itu Amanda berhenti mendatangi Jack, matanya terbelalak melihat apa yang di lakukan Jack.
"Jack!! Kau berniat untuk mati!?" Teriak Amanda.
".....Seperti.......Yang......Ku......Bilang..... Hah. Hah. Hah. Hah. Hah.......Dari pa....da.....Menanggung ma.....lu.....lebih baik.....A....Ku..... MATI!" Kata Jack dengan susah payah. Dia sudah tidak memiliki kekuatan untuk berbicara lagi, karena tubuh nya saat ini melemah karena kekurangan darah.
Sialan! Dia tidak bisa berpikir jernih lagi!
Jack mengangkat pedang nya tinggi-tinggi, lalu darah yang di sekitar yang di kumpulkan Jack melapisi pedang Jack.
Amanda semakin tidak percaya apa yang di lihat nya, pedang pahlawan Sieg dapat bersatu dengan darah terkutuk milik Vampir, itu sudah bertentangan dengan hukum dunia.
Pedang pahlawan Sieg yang berwarna perak sedikit di lapisi perak berubah meniadi merah pekat seperti darah dan sekarang bentuk nya berubah menjadi sangat menyeramkan.
"Sial!"
Amanda memiliki firasat buruk, ia pun dengan kecepatan yang melebihi suara mendekati Jack untuk segera menghentikan Jack.
Hanya ada satu cara untuk menghentikan nya. Aku harus betul-betul membunuh nya! Maaf Arisa! Karena kelemahan ku, aku harus membunuh saudara mu! Maafkan aku Mira! Saudara perempuan mu yang tidak tahu apa-apa harus mendapatkan akibat dari pertarungan kami! Maaf! Ini karena aku tidak bisa mengalahkan Jack sebelum nya! Aku minta maaf!
Setelah meminta maaf dalam pikiran nya, Amanda sampai di depan Jack untuk menusuk jantung Jack dengan tombak nya.
"Lambat... Dragon Cutter!"
Jack menebas pedang nya secara Vertikal, jika Amanda terkena dia pasti akan terbelah menjadi dua. Dan sekarang dia tidak mungkin menghindar.
Amanda secara reflek merubah tombak nya menjadi perisai dan menepis tebasan pedang Jack. Tetapi, itu tidak cukup.
Tebasan nya menciptakan gelombak kejut yang membelah tanah sejauh lima ratus meter. Amanda terpental, tubuh nya semakin lama semakin terluka.
Setelah gelombang kejut berakhir, Amanda langsung roboh karena tubuh nya penuh dengan luka.
Jack pun yang habis menebas juga roboh karena kehabisan darah, wajah nya pucat. Tetapi ia dengan susah payah menumbuhkan sayap nya dan perlahan-lahan terbang ke arah Amanda roboh.
Amanda sama sekali tidak bisa bergerak sekarang, kedua tangan nya yang memegang perisai untuk menangkis tebasan pedang Jack terpotong. Dan tubuh nya di penuhi dengan luka karena gelombang kejut dari tebasan Jack.
"Hahaha," Jack tertawa ringan. "Aku..... Hah. hah. Hah. Hah. Hah. Menang!" Dengan nafas terengah-engah Jack mengumumkan kemenangan nya.
Setelah itu Jack menjilati tubuh Amanda yang penuh dengan darah, dan kekuatan nya sedikit demi sedikit mulai pulih.