From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 283 Hari Ketiga Invasi XVIII



Di luar lembah Pachecila, tempat pasukan aliansi berkumpul.


Pasukan aliansi berbaris di luar lembah, mereka dalam posisi bersiap, menunggu kedatangan pasukan musuh atau kedatangan pasukan yang di pimpin oleh Mira.


Berdiri di barisan paling depan pasukan aliansi adalah Charles, di samping kanan nya ada Jack lalu di samping kiri nya ada Joshua. Mereka semua melihat ke dalam lembah Phacelia yang saat ini sedang membeku.


Kemudian dari belakang mereka bertiga seseorang datang, berdiri di samping kanan Jack. Dia adalah Albert.


"Sudah dua puluh menit lebih Mira masuk ke dalam lembah, dan tidak ada tanda-tanda mereka akan kembali ataupun tanda pasukan Demon akan keluar." Kata Albert memberitahukan waktu yang di habiskan Mira di dalam lembah kepada Charles.


"Ya. Aku tahu itu." Kata Charles menanggapi perkataan Albert, tatapan nya masih lurus menatap ke arah lembah.


"Aku yakin sesuatu yang buruk terjadi... Kita harus mengirimkan bala bantuan ke dalam lembah."


"Tidak. Kita tetap pada rencana. Tugas kita menunggu sisa pasukan Demon keluar dari dalam lembah ini." Yang menjawab perkataan Albert bukanlah Charles melainkan Jack.


"Kau ingin calon adik ipar mu mati di dalam sana?" Tanya Albert setelah mendengar jawaban Jack, ia menatap langsung ke arah Jack.


Jack balik menatap ke arah Albert. Mereka saling menatap satu sama lain. Jack kemudian berkata kepada Albert dengan tegas. "Kau tidak tahu apa-apa tentang Putri Mira. Kau pikir dia akan mati hanya karena melawan pasukan Demon yang lemah itu?"


"Kau sangat percaya diri bocah! Kaulah yang tidak tahu apa-apa! Kau pikir segala sesuatu akan berjalan sesuai dengan rencana Mira? Itu tidak akan terjadi! Banyak hal tidak terduga bisa terjadi dalam peperangan. Perang bukan hanya beradu kekuatan militer saja... Perang jauh lebih rumit dari pada itu..."


"...... Walaupun kau berkata mengirim pasukan ke dalam lembah, kau tidak bisa mengirim mereka. Kau tidak punya hak untuk itu!" Jack terdiam sejenak, sebelum akhir nya ia membalas perkataan Albert.


"Jack! Jaga bahasa mu! Kau bicara dengan seorang pemimpin negara! Seorang Raja! Gunakan bahasa yang sopan!" Karena Jack berbicara kepada Albert dengan nada bicara yang sedikit kasar, Joshua pun menegur nya. Dengan reflek Jack meminta maaf kepada Albert karena ia tidak sopan sebelum nya. Walaupun kata-kata nya mengatakan maaf, hati nya tidak bertujuan untuk meminta maaf, sehingga permintaan maaf Jack terlihat seperti sebuah akting belaka.


"Aku tidak akan mempermasalahkan gaya bicara mu, tapi... Ya. Kau benar. Aku tidak punya hak untuk menggerakkan pasukan. Karena itu aku akan bertanya pada seorang yang berhak menggerakkan pasukan. Charles bagaimana menurut mu? Apakah kita akan mengirim pasukan ke dalam lembah? Bisa saja anak mu dalam bahaya, kau tahu."


"Aku akan pergi sendiri ke dalam lembah itu." Kata Charles dengan serius.


"Kau tahu itu sangat berbahaya kan?" Tanya Joshua.


"Ya. Aku tahu, karena itulah hanya aku yang akan pergi kesana." Jawab Charles dengan yakin.


"Jika pasukan Demon keluar dari lembah, dan kau juga Mira belum keluar lembah, siapa yang akan memimpin pasukan ini?"


"Kata Yang Mulia Joshua benar. Anda tidak boleh pergi dari sini Yang Mulia." Kata Jack kepada Charles, melarang nya untuk pergi. "Tunggu sebentar lagi, saya yakin Putri Mira pasti akan kembali." Sambung Jack.


"Sampai. Kapan. Aku. Harus. Menunggu!" Charles berkata pada Jack dengan kesal, wajah nya memerah karena marah, urat nadi nya terlihat di dahi nya, menunjukkan ia begitu marah saat ini. "Di saat kita menunggu Mira di sini, bisa saja dia sedang terdesak di dalam sana, atau hal buruk lain nya bisa saja terjadi pada nya... Kau pikir sebagai seorang ayah aku dapat menerima hal itu!?"


"... Saya tahu anda khawatir pada Putri Mira... Tetapi... Tugas ayah juga harus percaya pada anak nya. Percaya pada Putri Mira, Yang Mulia. Yakinlah ia dapat menuju kemari."


"Untuk seorang yang baru mengenal Putri Mira selama beberapa hari, kau sangat percaya pada nya Jack. Apa yang membuat mu begitu yakin kalau dia dapat kesini dengan selamat?" Tanya Albert


Saat ini Jack di atur oleh seluruh bawahan Mira sebagai seorang Duke dari kerajaan Eurasia. Arisa sampai menggunakan sihir (Mind Control) untuk mempengaruhi pikiran semua orang di Benua Silia kalau Jack adalah Duke dari kerajaan Eurasia, dia juga menghapus fakta Jack dan Mira memiliki hubungan tuan dan pelayan. Di tambah Mira tidak sadarkan diri selama tujuh tahun, membuat semua orang mengira kalau Jack dan Mira baru saling kenal selama beberapa hari.


"Seperti yang anda bilang sebelum nya, Yang Mulia Albert, Putri Mira adalah calon adik ipar saya. Dan sudah sewajar nya kakak mempercayai adik nya bukan?" Jawab Jack dengan percaya diri.


"...." Mendengar jawaban itu, Albert hanya bisa terdiam.


"Tenang saja. Putri Mira pasti akan kembali." Kata Jack dengan senyum percaya diri.


Tiba-tiba tanah bergetar, suara dentuman keras terdengar dari dalam lembah. Suara dentuman itu seperti suara langkah kaki seorang raksasa. Dan benar saja, beberapa detik setelah suara itu terdengar, keluar suatu mahluk besar yang tidak di ketahui mahluk apa itu. Yang jelas mahluk itu bukanlah Demon.