From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 120 Berunding



Di istana kerajaan Fantasia, lebih tepat nya di ruang tahta, semua bangsawan dan Putri kerajaan berkumpul di ruang tahta. Mereka semua menghadap Charles.


Charles duduk di singgassana nya, wajah nya cemberut, urat-urat di wajah nya kelihatan, jika di lihat dari tanda-tanda nya, seperti nya Charles sedang marah.


Nina pergi ke tengah ruang tahta, ia berlutut. "Ayahanda, saya juga mendapatkan pesan dari raksasa batu."


Blanc, Rosa dan Yuri pergi ke samping Nina, mereka berlutut. "Kami juga ayah!" Kata mereka bertiga bersama-sama.


Charles menatap tajam ke arah Mira. "Seperti nya kau juga mengalami kondisi yang sama Mira."


Mira menganggukkan kepala nya. "Ayah benar... Bagaimana ayah akan menanggapi masalah ini? Jika di lihat dari skala nya, Para Elf serius ingin menjadi kan kita budak."


Charles berdiri dari singgassana nya, kemudian ia berteriak. "Aku tahu itu!!" Suara Charles menggema ke seluruh ruang tahta, orang-orang yang ada di situ menutup telinga mereka.


"Kenapa kau malah menjadi emosi?" Tanya Carla.


"Sialan!!" Kata Charles kesal. Ia duduk kembali di singgassana nya.


Charles menenangkan diri nya, dengan cara menghirup nafas, kemudian menghembuskan nya. Ia melakukan itu secara berulang-ulang hingga ia menjadi tenang.


"Untuk sebelum nya maaf..." Kata Charles menyesal. "Aku menjadi emos, karena Para Elf itu menghina kerajaan Fantasia. Alasan aku mengumpulkan kalian di sini karena aku ingin membahas bagaimana kita menanggapi pesan dari kerajaan Elf?"


Mira mengangkat tangan nya.


"Apakah kau memiliki usulan Mira?"


"Menurut ku, kita harus mengadakan pertemuan dengan kerajaan Elf... Jika bisa, kita menyelasaikan masalah dengan cara damai."


"Dengan cara damai ya..." Gumam Charles sambil memegangi dagu nya.


Nina berdiri. "dengan cara damai, kata mu!? Apakah kau meremehkan kekuatan tempur kerajaan Fantasia?"


"Bukan begitu maksud ku, aku hanya tidak ingin ada korban dari kedua belah pihak."


Blanc berdiri, kemudian ia melihat ke arah Mira. "Pemikiran mu sangat Naif Mira. Semua masalah tidak bisa di selesaikan dengan cara damai... Jika masalah nya seperti ini kita harus berperang."


"Blanc benar," Kata Nina membenarkan perkataan Blanc. "Mari kita tunjukkan bagaimana kekuatan kerajaan Fantasia kepada mereka!"


Semua bangsawan mulai membuka mulut mereka.


"Putri Nina benar!"


"Yang Mulia ayo kita habisi mereka!"


"Mereka sudah menginjak harga diri kita.. Kita harus mengembalikan harga diri kita dengan cara memerangi mereka!"


Setelah itu semua bangsawan meneriakan satu kata, yaitu: "Perang."


"Diam!!" Charles berteriak.


Sekejap suasana di ruang tahta menjadi hening. Charles menghela nafas lega. "Untuk sekarang, kita akan menggunakan usulan Mira... Aku tidak ingin ada nya korban jiwa."


Ruang tahta di buka, masuk ketiga bawahan Mira ke ruang tahta. Mereka bertiga berlutut di depan pintu masuk ruang tahta.


"Maafkan kelancangan kami... Kami hanya ingin memberikan surat untuk Nona Mira." Kata salah satu bawahan Mira.


"Aku beri waktu satu menit. Setelah itu keluar!" jawab Charles dengan lantang.


Salah satu bawahan Mira yang berambut pirang berdiri, ia berjalan mendekati Mira yang ada di pinggir ruang tahta.


Setelah tiba di hadapan Mira, ia membisikkan sesuatu, setelah berbisik ia memberikan selembar kertas.


Bawahan Natasha berjalan menuju pintu ruang tahta kembali, para penjaga pintu membuka pintu, ketiga bawahan Mira pun keluar dari ruang tahta.


Mira membaca surat yang di berikan bawahan nya, setelah membaca ia menunjukkan wajah cemas. "Sudah ku duga akan seperti ini." Gumam Mira dengan suara berat.


"Surat apa itu?" Tanya Charles.


"Ini surat dari kerajaan Elf."


Semua orang terkejut mendengar perkataan Mira, Mira melanjutkan perkataan nya lagi. "Sebelum aku ke sini, aku mengirimkan surat ke kerajaan Elf.. Aku ingin mengadakan pertemuan dengan Raja Elf yang bernama Oberon, aku pikir aku bisa menyelesaikan masalah degan cara damai."


Mira membalas dengan anggukan kepala.


"Lalu bagaimana dengan jawaban mereka?"


Mira berjalan mendekati Charles, lalu ia menyerahkan surat yang ia pegang ke Charles.


Charles membaca surat dengan cepat, setelah membaca, Charles mencengkram surat hingga rusak.


"Jadi mereka ingin berperang ya..."


"Ayahanda... Itu berarti kita akan melawan mereka?" Tanya Nina.


Charles berdiri. "Siapkan pasukan!! Tiga hari lagi, sebelum pasukan Elf sampai di kerajaan Fantasia, kita akan menyambut mereka dengan kekuatan penuh kita... Pertemuan kali ini selesai."


Semua orang keluar ruang tahta, Carla dan Yuri langsung mendatangi Mira, mereka mengajak Mira ke kamar tidur Mira. Mira setuju dengan usul Kakak dan Ibu nya. Mereka bertiga pun pergi ke kamar tidur, saat di kamar tidur, mereka bertiga di sambut ketiga bawahan Mira.


Mereka bertiga duduk di kursi kecil. Di depan mereka ada meja berbentuk bundar, di atas meja itu sudah tersedia cemilan dan minuman manis. Tapi kali ini makanan dan minuman nya bukan teh dan roti yang di olesi dengan selai. Cemilan kali ini adalah, kue kering berwarna coklat dan minuman yang berwarna coklat juga.


"Apa ini Mira?" Tanya Yuri.


"Ini adalah kuliner khas kota Cocoa yang aku ciptakan.... Coba cicipi!"


Mereka makan roti kering yang di taruh di piring, saat mereka makan, mereka merasakan rasa yang belum pernah mereka rasakan.


"A-apa ini!?" Kata Yuri terkejut.


"Ini sangat enak!" Kata Carla menyambung perkataan Yuri.


"Coba minuman nya!"


Mereka menenguk minuman, saat itu mereka merasakan rasa manis yang berbeda dari minuman yang biasa mereka minum.


"Makanan dan Minuman ini sangat enak!" Kata Yuri dan Carla bersamaan.


"Sudah ku duga, Kak Yuri dan Ibu akan berkata seperti itu... Nama makanan itu adalah cookies dan minuman yang kalian minum adalah susu coklat... Aku menggabungkan susu sapi dan buah bernama Coklat untuk membuat makanan dan minuman itu."


"Aku tidak menyangka Mira akan menciptakan makanan seenak ini." Kata Carla kagum.


"Berkat makanan ini ekonomi kota Cocoa makin membaik!"


"Begitu ya.." Kata Yuri tersenyum.


Tiba-tiba wajah Carla berubah menjadi serius. "Seperti yang di katakan Charles sebelum nya.. Kita akan berperang melawan kerajaan Elf.. Selama berperang aku dan para Selir akan mendapatkan tugas khusus! Alasan aku memanggil kalian kesini, karena aku ingin kalian membantu tugas kami."


"Jika itu berguna bagi kerajaan, kami akan membantu!" Jawab Yuri serius. Mira membalas dengan anggukan tanda dia setuju.


Carla memberitahu tugas kepada Mira dan Yuri... Ia memberitahu hingga sore hari, itu tanda nya, tugas yang di berikan sangat banyak! Mira tertidur karena kelelahan mendengar penjelasan Carla.


Melihat hal itu, Carla menggendong Mira ke atas kasur, saat di kasur, Carla menyelimuti Mira dengan selimut, setelah itu ia dan Yuri keluar dari kamar. Meninggalkan Mira beserta ketiga bawahan nya.


Malam tiba, suasana sangat sepi! Bulan sangat terang menerangi malam. Di saat seperti itulah Mira terbangun.


Aku duduk di atas kasur, aku melihat Natasha, Arisa dan Jack sedang tertidur di lantai. Beberapa detik kemudian Natasha terbangun.


Natasha menguap, ia melihat ke arah kasur, Mira sudah terbangun, Natasha pun dengan cepat membangunkan Arisa dan Jack.


Aku melompat turun dari kasur. "Kita sudah mendapatkan jawaban dari kerajaan Elf.. Apakah semua nya sudah siap?"


"Sudah," Jawab Natasha. "Aku dan Arisa sudah menghubungi para Vampir, dan Jack sudah menghubungi Lizard... Kami siap untuk menyerang kerajaan Elf sekarang!"


Aku berjalan ke ambang jendela, aku membuka lebar jendela. Setelah itu aku berbalik melihat ke arah Natasha, Arisa dan Jack.


"Kalau begitu hubungi mereka... Kita akan berangkat sekarang! Titik pertemuan di tengah laut! Beri tahu mereka jangan sampai terlambat!"


"Baik!" Jawab Natasha dengan suara pelan.


Aku melompat keluar melalui jendela, kemudian aku mengaktifkan sihir (Fly) setelah itu aku terbang menjauh dari istana, dari belakang ku menyusul Natasha dengan sayap kelelawar nya, di samping Natasha ada Arisa dan Jack yang terbang menggunakan (Fly) juga.


Tujuan kami benua Hokahi tempat tinggal para Elf.