
Sarion berada di ruang tengah Vila nya, ia sedang duduk di sofa. Di samping Sarion tidak ada siapa-siapa, tapi sebenar nya di samping Sarion ada bayangan hitam sedang duduk. Hanya Sarion yang bisa melihat bayangan hitam itu.
"Ghoul!! Bagaimana orang yang tadi?" Tanya Sarion.
Bayangan hitam itu mengeluarkan suara bising, tapi bagi Sarion suara bising itu adalah jawaban atas pertanyaan yang di berikan Sarion sebelum nya.
"Jadi begitu ya... Malam ini dia akan ber evolusi." Kata Sarion.
"Seperti nya monster peliharaan kita bertambah lagi." Sarion melihat ke arah bayangan hitam itu. "Benar kan? Ghoul."
Bayangan hitam itu mengangguk.
\*
Natasha meminum teh nya, setelah ia meminum teh nya. Natasha mengambil cemilan.
"Bagaimana bisa yang kau lihat itu anak kecil. Dan yang di lihat Arisa bayangan hitam?" Tanya Natasha sambil menyuap cemilan ke mulut nya.
Aku menyuap cemilan ke mulut ku, aku mengunyah cemilan, saat cemilan sudah hancur lebur di dalam mulut ku, aku menelan cemilan. Setelah menelan cemilan, aku meminum teh, setelah meminum teh, baru lah aku menjawab pertanyaan Natasha.
"Entahlah.... Aku juga tidak tahu."
"Lupakan hal itu. Sekarang aku akan mengatakan semua rencana ku."
Natasha memakan cemilan dengan cepat, lalu Natasha meminum habis teh nya. "Baiklah... Sekarang katakan semua rencana mu."
"Kau tidak perlu menghabiskan teh mu, santai saja."
Mendengar perkataan Mira, Natasha mengisi penuh cangkir nya kembali.
"Baiklah.... Sekarang katakan semua rencana mu." Kata Natasha.
"Sebelum itu, aku akan memberi tahu ke anehan yang ada di kota ini."
"Ke anehan?" Kata Natasha sambil mengangkat cangkir teh nya.
Aku mengangguk. "Ada empat ke anehan di kota ini..... Akan ku jelaskan satu persatu."
"Pertama pajak. Kata Rony, para bangsawan menaikkan pajak karena perekonomian kota ini menurun, jadi bisa di simpulkan pajak di sini fungsi nya untuk meningkatkan perekonomian kota. Tapi ada yang aneh, kota ini perekonomian nya tidak meningkat malahan makin menurun. Padahal mereka sudah menaikkan pajak. Kemana semua uang pajak itu? Apakah uang pajak itu masih belum cukup?"
"Lalu ke anehan yang kedua adalah penyakit menular. Rony bilang penyakit ini muncul dua tahun yang lalu. Tidak kah ini aneh? Selama dua tahun, mereka tidak mengetahui penyebab penyakit nya. Bukan kah itu waktu yang terlalu lama. Aku berfikir mereka sengaja tutup mata dengan masalah ini. Atau mungkin mereka memanfaatkan penyakit menular ini untuk menaikkan pajak, agar mereka bisa memperkaya diri dengan uang pajak."
"Itu mungkin saja." Kata Natasha. "Tapi Mira, aku rasa kau terlalu berfikir berlebihan."
Aku menatap ke arah Natasha.
"Aku rasa wajar mereka masih belum bisa menyelesaikan penyakit menular ini. Kau lihat sendiri kan, banyak penduduk di daerah pembuangan. Aku rasa dalam waktu dua tahun, tidak akan cukup untuk mengatasi mereka yang terkena penyakit. Yang lebih aneh itu seharus nya monster yang memakan ternak warga, dari mana datang nya monster itu? Itu semua masih menjadi misteri." Kata Natasha.
"Itu ke anehan yang ketiga."
Lalu apa ke anehan yang ke empat?" Tanya Natasha.
"Yang ke empat adalah ketakutan penduduk kota ini..... Saat kita datang penduduk kota ini seperti takut dengan Rony, bahkan Leonardo takut dengan Rony...... Ke empat hal ini yang membuat rencana ku menjadi lama selesai..... O iya dan juga kau bilang dalam waktu dua tahun, tidak mungkin bisa mengatasi penduduk yang terkena penyakit menular?"
Natasha mengangguk. "Memang susah kan untuk mengatasi nya. Mungkin perlu waktu lima atau mungkin sepuluh tahun." Kata Natasha.
"Jika aku tiba di kota ini lebih cepat, aku bisa menyelesaikan masalah penyakit menular hanya dalam waktu satu minggu."
"Itu kau. Jika manusia normal perlu waktu lama tahu. Mungkin Hingga bertahun-tahun." Jawab Natasha.
"Natasha!! Aku belum bercerita tentang masalah penyakit menular yang pernah membuat kota Caramel heboh kan?"
"Apa itu? Aku baru dengar." Tanya Natasha.
"Aku hanya membaca nya di buku, pada saat kejadian ini terjadi, aku masih belum lahir. Dulu penduduk kota Caramel pernah terkena penyakit menular, dan dalam waktu satu bulan, ayah sudah berhasil memberantas penyebab penyakit tersebut, hingga ke akar-akar nya."
Natasha terkejut mendengar cerita ku. "Jadi maksud mu, penyakit menular di kota ini bisa di selesaikan hanya dalam waktu satu bulan saja."
Aku mengangguk. "Jika kita tahu penyebab nya."
"Natasha untuk rencana malam ini, kita perlu bantuan para Vampir untuk memata-matai bangsawan. Lalu aku ingin Arisa dan Jack mengawasi daerah pembuangan, siapa tahu ada orang yang mengamuk di sana. Jika memang ada orang yang mengamuk, aku ingin Arisa dan Jack menangkap nya hidup-hidup. Atau mungkin bisa muncul monster, jika memang muncul monster aku juga ingin monster itu di tangkap hidup-hidup."
"Kenapa?"
"Dia ada kencan dengan Sarion nanti malam." Jawab Natasha.
Mira tertawa terbahak-bahak. Natasha menjadi bingung karena tiba-tiba Mira tertawa.
"Kenapa kau tertawa? Apakah Arisa pergi kencan itu sangat lucu?"
"Tidak bukan itu.... Aku tertawa bukan karena itu... Aku tertawa, karena mungkin saja rencana ku bisa selesai lebih cepat dari jadwal. Pergantian rencana, biarkan Arisa pergi kencan dengan Sarion, aku ingin Arisa mengorek seluruh informasi tentang anak kecil itu.... Aku memiliki firasat kalau anak kecil yang bersama dengan Sarion itu mengambil peran besar dalam masalah yang ada di kota ini."
"Jadi begitu ya..." Kata Natasha sambil tersenyum. "Lalu apa yang akan kau lakukan Mira?"
"Selama kalian menjalan kan rencana. Aku akan memeriksa laporan keuangan kota ini. Dan juga mungkin aku akan menemui Lizard malam ini."
"Kenapa kau ingin menemui Lizard?"
"Kau tahu kan, gejala yang di timbulkan orang yang terkena penyakit menular ini, gejala nya sama seperti kita menyembuhkan Arisa dan Jack."
"Kau benar. Jadi karena itu kau ingin menemui Lizard?"
"Benar.... O iya Natasha bisa kau panggilkan Leonardo?"
Natasha mengangguk. Kemudian Natasha berjalan keluar ruangan. Beberapa menit kemudian Natasha datang bersama dengan Leonardo.
"Nona Mira. Ada apa anda memanggil saya?" Tanya Leonardo.
"Aku akan langsung ke intinya saja. Kenapa kau takut dengan Rony?"
"Apa maksud anda?" Tanya Rony dengan wajah terkejut.
"Jangan pura-pura bodoh. Semua nya tergambar jelas di wajah mu..... Semenjak aku datang kesini aku sudah memerhatikan seluruh penduduk di kota ini, semua orang di kota ini terlihat ketakutan saat berhadapan dengan Rony."
Padahal Nona Mira baru sampai di kota ini tadi pagi. Tapi dia bisa tahu keadaan penduduk kota dalam waktu yang sangat singkat. Pikir Leonardo. Mungkin saja! Mungkin saja!! Mungkin saja!!! Nona Mira bisa menyelesaikan masalah ini!!!
Leonardo menghembuskan nafas panjang, kemudian ia menghembuskan nya. "Sebenarnya. Saya dan para penduduk takut kepada Tuan Rony karena..... Karena, Tuan Rony adalah orang yang menyebarkan penyakit menular yang sekarang melanda kota Cocoa. Kami takut, jika Tuan Rony akan terus menyebarkan penyakit menular ini."
Leonardo memejamkan matanya, kemudian ia melihat membuka sedikit matanya. Leonardo melihat ke arah Mira, Leonardo melihat Mira tersenyum lebar.
"Sudah ku duga!!" Teriak Mira.
Leonardo kebingungan dengan tingkah Mira.
"Sudah ku duga?" Kata Leonardo heran. Apa ini artinya Nona Mira sudah menduga kalau Rony yang menyebarkan penyakit nya? Pikir Leonardo.
"Natasha!!" Mira berteriak. "Suruh seseorang untuk melindungi Leonardo, jika dugaan ku benar. Malam ini akan terjadi kejadian yang membuat kota Cocoa menjadi kacau. Dan mungkin saja di tengah kekacauan itu, Leonardo di bunuh."
"Ba-baik." Jawab Natasha.
"Dan Leonardo." Kata Mira memanggil Leonardo.
"A-ada apa Nona Mira?" Tanya Leonardo terbata-bata.
"Sebelum kau pergi, aku ingin kau memberikan ku laporan keuangan kota Cocoa."
"Ba-baik!!" Jawab Leonardo.
Leonardo, mulai membuka-buka lemari yang ada di dalam ruangan. Setelah beberapa menit, Leonardo mengeluarkan setumpukan kertas dari dalam lemari.
"Ini semua laporan keuangan kota Cocoa." Kata Leonardo.
"Aku ingin kau memberikan ku laporan keuangan kota Cocoa dari dua tahun yang lalu sampai sekarang."
Leonardo membuang setengah tumpukan kertas. "Ini semua adalah laporan keuangan dari dua tahun yang lalu sampai sekarang."
"Bagus. Sekarang tinggalkan aku sendiri!"
Natasha dan Leonardo keluar ruangan. Setelah mereka keluar, Leonardo mengajak Natasha pergi ke lantai bawah.
"Apakah Nona Mira selalu seperti itu?" Tanya Leonardo.
"Iya... Dia bilang dalam waktu beberapa minggu, dia ingin menyelesaikan semua masalah yang sedang menimpa kota Cocoa." Jawab Natasha.
Tapi aku tidak menyangka kalau Rony adalah pelaku yang menyebarkan penyakit menular. Pikir Natasha. Mira.... Sebenarnya sudah seberapa jauh kau membuat rencana?