
Ke esokan hari nya, aku bangun di kamar ku yang biasa. Walaupun aku tidak sadarkan diri selama tujuh tahun, bagiku, aku hanya meninggalkan kamar ini hanya beberapa jam. Tetapi, masih ada rasa rindu di hati ku.
Hari ini adalah hari kepulangan ketiga pangeran ke negara mereka masing-masing, bersama dengan Kakak ku yang sudah menjadi istri mereka, tentu saja anak-anak mereka juga ikut. Mereka pulang dengan Crystal sihir Teleportasi, jadi mereka bisa sampai ke kerajaan mereka hanya dalam waktu satu detik.
Aku di beritahu ayah pada makan malam, kalau ketiga pangeran datang untuk mengirim pesan dari kerajaan Animalia, yang terletak di Benua Yuro. Putri kerajaan mereka, yang bernama Catulus akan menikah dengan Pangeran dari negara tetangga mereka, yaitu Kerajaan Dwarvania. Dan seluruh kerajaan Benua Silia di undang ke pernikahan itu, tidak terkecuali kerajaan Fantasia. Hanya saja, ada keanehan yang ku temukan dari pernyataan ayah ini.
Kenapa pangeran dari tiga kerajaan kunci militer untuk Aliansia kerajaan kecil repot-repot mengirim pesan dari kerajaan Animalia?
Dan ternyata, bukan hanya aku yang menemukan keanehan itu. Natasha, Ayah, Ibu dan Kak Yuri juga ikut berpikir itu aneh.
Pasti ada suatu alasan kenapa mereka mau menerima suruhan dari kerajaan Animalia untuk mengirim undangan kepada kami secara langsung. Dan alasan itu pasti sangatlah penting.
"Ra... Mira!!... Mira!!"
"Hah!? A-Ada apa!?"
Aku sedikit melamun, saat sedang berada di Gazebo taman bersama dengan Kak Yuri dan Ibu, Natasha dan Arisa serta pelayan pribadi Kak Yuri dan Ibu. Aku, Ibu dan Kak Yuri kami bertiga duduk di kursi sedangkan para pelayan berdiri di belakang kami. Ibu memanggil ku, menghentikan ku dari lamunan ku.
"Kau melamun dari tadi. Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Ibu dengan ekspresi khawatir di wajah nya. Aku terdiam sejenak, sebelum akhir nya berbicara.
".....Ibu, Kak Yuri. Bagaimana pendapat kalian tentang Ketiga Pangeran itu?... Menurut ku sangat aneh untuk mereka sampai harus jauh-jauh ke kerajaan kita hanya untuk mengantar pesan. Mereka bisa mengirim utusan untuk melakukan itu kan?... Aku pikir ada alasan yang sangat penting sampai harus mereka sendiri yang datang ke sini."
"Kalau aku bilang tidak aneh, akan bohong. aku berpikir itu sangat aneh. Tetapi, mungkin saja Nina dan yang lain nya ingin pulang kan? Sekalian mereka ikut untuk mengantar pesan." Ibu menjelaskan pada ku dengan senyum lembut. Kak Yuri mengangguk tanda setuju dengan Kak Yuri. Setelah itu, Ibu berbicara lagi. "Kau terlalu berpikir berlebihan Mira. Kau harus beristirahat memikirkan hal rumit seperti itu."
Aku mengangguk. Tanda aku menurut pada ibu untuk tidak memikirkan hal-hal rumit. Tetapi... Aku yakin ada alasan penting sampai mereka repot-repot pergi ke sini. Dan itu pasti berhubungan dengan Aliansi kerajaan kecil.
Apakah aku harus mengirim Natasha untuk menyelidiki ini lebih lanjut....
"Mira!!!"
"I-Iya!?"
Aku membalas dengan terkejut, teriakan Ibu yang sangat kencang bergema di telinga ku.
"Sudah Ibu bilang untuk berhenti kan!? Di panggil dari tadi nggak ngejawab!"
"Ma-Maaf..."
Seperti nya Ibu masih curiga aku melamun, sehingga ia memanggil ku berulang-ulang hingga aku menjawab. Baiklah. Untuk saat ini. Kesampingkan masalah itu dulu.
Sekarang, aku harus mengatasi masalah lain dulu. Ini adalah masalah yang cukup serius untuk seorang gadis seperti ku... Ini adalah masalah pakaian yang harus ku pakai saat upacara pernikahan yang akan di adakan seminggu lagi. Sebagai tamu terhormat yang di undang, aku harus tampil mempesona dengan pakaian mewah, agar tidak membuat malu negara ku.
Jujur. Ini sangat merepotkan.
"Karena tubuh Mira tidak berubah sedikit pun. Kita akan tetap menggunakan ukuran yang lama." Kata Kak Yuri dengan senyum kecut.
"Entah kenapa. Aku merasa sedikit kecewa tidak tumbuh dewasa. Tetapi di saat bersamaan aku merasa bersyukur... Haaah." Aku menghela nafas lelah.
Perasaan rumit ini benar-benar mengganggu ku...
"A-Ahahaha..... Aku bisa paham perasaan mu Mira. Saat aku sampai umur juga banyak perasaan rumit seperti itu. Di satu sisi, aku sungguh senang bisa tumbuh tetapi rasanya aku merasa tidak nyaman merasakan beberapa bagian tubuh ku tumbuh... Dan juga, saat pertama kali... Uuugh!" Kak Yuri menjelaskan pertama kali saat dia mengalami pubertas, tetapi ada bagian sedikit kabur, sehingga cerita dari pengalaman nya tidak membantu.
...Benar juga... Seharus nya aku mengalami yang nama nya menstruasi saat masuk umur. Tetapi karena aku tidak sadarkan diri, aku tidak mengalami hal itu.... Apakah aku benar-benar tidak mengalami hal itu?... Apakah aku mengalami menstruasi saat tidak sadarkan diri....?
Apakah aku sebaik nya bertanya pada Kak Yuri dan Ibu....
Tidak. Sebaiknya aku tidak menanyakan hal itu. Karena aku sudah masuk umur, pasti aku akan mengalami hal itu. Uuuugh.... Mengingat aku akan mengalami menstruasi, membuat hatiku sedikit gelisah.
......Sebaiknya aku berhenti memikirkan masalah pubertas ini.
"Ngomong-ngomong tentang pernikahan. Kapan Kak Yuri akan menikah?" Aku bertanya, kepada Kak Yuri, yang wajah nya segera memerah.
"E-Eh.... I-Itu.... E-Ehm.... Se-Sebulan lagi...."
"Eeeeh..."
Kalau begitu, si pengkhianat sialan itu akan menjadi keluarga ku dalam waktu sebulan lagi ya... Dengan begitu, dia akan menjadi raja kerajaan ini di masa depan. Jika seperti itu, dia akan tinggal di istana ini lagi.....
"Ada apa Mira?" Tanya Kak Yuri.
"Eh!? Kenapa Kak Yuri bertanya?"
"Wajah mu tiba-tiba menjadi cemberut.... Apakah ada sesuatu?"
"Aaah. Aku hanya sedikit kesepian, karena Kak Yuri akan menikah."
".....Mi-Mira....." Kak Yuri menatap ku dengan mata terbelakak, mata nya berkaca-kaca. Dia bisa menangis kapan saja.
Ibu kemudian bertepuk tangan, memecah tangisan bahagia Kak Yuri. "Baiklah... Baiklah... Tidak ada suasana berat hari ini. Kita hanya harus mengobrol ringan dan berbicara tentang hal menyenangkan ingat?"
"Ibu benar."
Dengan itu kami bertiga berbicara hal-hal menyenangkan. Hingga akhir nya, waktu makan siang pun datang. Dan kami kembali ke istana.
Waktu terus berlalu, hingga akhir nya upacara pernikahan Putri Animalia datang. Dengan itu kami pun bersiap-siap untuk berteleportasi ke kerajaan Animalia, mendatangi pernikahan Putri Kerajaan Animalia, Catulus.